
"Tebas Angin utara, pedang angin tanpa batas".
Ratusan bilah pedang yang terbuat dari energi pedang serta niat pedang dari jiwa pedang tingkat semesta pedang Chu Feng menebas habis kawanan serigala api bermata tiga, dari puluhan monster iblis itu ia hanya mendapat 3 buah kristal inti tingkat rendah.
"Kawanan ini seharusnya hanya skala kecil, aku harus mencari raja serigala api bermata tiga, setidaknya kalau pun tidak menemukan kristal inti aku bisa menjamin keamanan murid lainnya" batin Chu Feng sambil memasukkan kristal inti ke dalam cincin penyimpanan.
"Ah tubuh, kulit, taring, dan semuanya adalah bahan yang bagus dan bisa dijual, akan aku simpan semuanya".
Auuuuuuuuuuuuu....
Hooaarrrrrrrr.....
Teriak khas serigala disertai dengan auman yang begitu menakutkan menggetarkan lembah di alam besar dunia Buddha Kuno, semua murid yang mendengarkan hal itu menjadi bergedik ngeri, itu jelas suara raja serigala tekanan dari auranya begitu jelas bahwa ia sedang marah besar.
"Itu pasti aura raja serigala, tekanan ini setidaknya ranah alam Jiwa baru lahir puncak atau di atasnya".
"Siapa yang membuat raja serigala marah?".
"Entah orang itu pasti sudah bosan hidup".
"Itu suara raja serigala, bagus sang Buddha memberikanku petunjuk haha" Chu Feng langsung hendak bergegas berlari ke arah suara tadi.
"Tunggu uhuukk... saudara kultivator uhukhuk" seorang gadis sedang mengendong lelaki di atas pundaknya, pakaian mereka berwarna kuning dengan lambang tungku Alkimia di rajutan bahunya. Keduanya terlihat terluka parah, itu terlihat jelas dari baju merak yg compang camping dan penuh bercak darah.
"Kalian berdua mau apa?" tanya Chu Feng dingin sambil mendekat perlahan ke duanya.
"Ahh pendekar bertopeng jubah hitam, tolonglah kami berdua, aku membutuhkan pil penyembuhan, pil penyambung tulang, serta pil penyambung usia tingkat 2, saudara Perguruan ku terluka parah, kami baru saja bertarung... "
"Aku tidak tertarik mendengarkan cerita mu!!, katakan dengan jelas bukan kah kalian itu murid dari paviliun pil atau Asosiasi alkimia semacamnya?. Kenapa kalian harus meminta pil kepadaku?" Chu Feng berusaha menyelidiki gadis cantik di depannya ini dengan teliti.
__ADS_1
"Aa awalnya aku dan para juniorku sedang memetik tanaman obat untuk meracik pil, tiba-tiba kami dihadang kawanan serigala api bermata tiga, aku dan para junior ku bertarung mati matian hingga akhirnya hanya aku dan saudara Ma yang selamat, lalu ketika kami berdua berhasil kabur, bajingan dari sekte pedang sejati itu merampas cincin penyimpanan kami berdua, mereka memanfaatkan luka kami yang serius dan bahkan memberikan pukulan fatal pada saudara Ma tanpa belas kasih" jelas Gadis itu sambil menitiskan air mata, perasaan nya campur aduk tidak karuan.
"Itu pasti ulah senior Bai Li" batin Chu Feng.
"Apakah kau tidak berbohong padaku?".
"Aku bersumpah demi Dao Alkimia yang aku pelajari seumur hidupku" jawab gadis itu tanpa ragu.
"Ahh sudahlah aku percaya, ini pil. yang kau minta, aku hanya bisa memberikan itu pada kalian" ujar Chu Feng sambil melemparkan pil yang diminta.
"Terimakasih banyak dermawan, saudara Ma kita selamat" gadis itu segera mendudukkan orang yang ia panggil saudara Ma itu.
"Saudara kultivator yang dermawan, apabila kau suatu ketika datang ke ibu kota Kekaisaran dan ingn mencari bantuan, bawalah Token ini dan aku akan datang dan menolong mu semampu ku" sang gadis itu menyerahkan sebuah token sambil membungkuk.
"Ahh ini aku".
"Terima saja dermawan aku mohon" pinta gadis itu.
"Ngomong-ngomong apa yang dilakukan murid dari kota Kekaisaran ke daerah provinsi Yuan yang terpencil ini, terlebih basis kultivasi kalian sangat rendah karena kalian melatih dao alkimia?" tanya Chu Feng setelah menerima Token dari sang gadis.
"Aku dan para juniorku sedang mencari pengalaman di dunia luar, dan juga kami sedang mencari 1 bahan obat yang sangat aku butuhkan sekarang" jawab sang gadis sambil mulai kembali menitiskan air matanya.
"Raja Lotus Surgawi?".
"Eh bagaimana saudara kultivator tau?".
"Yaah aku tau sedikit soal raja tanaman obat itu" jawab Chu sambil membalikkan wajahnya, walaupun sekarang wajahnya memakai cadar dan pakaian serba hitam, ia tidak ingin dikenali sama sekali.
"Yaah aku sangat membutuhkannya, ayah ku sedang sekarat sekarang dan sangat membutuhkan raja tanaman obat itu, hanya itu satu satunya harapan ku" jawab sang gadis sambil menutup wajahnya.
__ADS_1
"Aku mengerti, setelah saudara mu sembuh bawa ia keluar, aku akan membantu mu mencari raja tanaman obat itu".
"Tuan anda".
"Tidak perlu berterima kasih kau rahasiakan saja pertemuan kita ini dari siapa pun, 1 bulan tunggulah aku di pintu gerbang memasuki alam besar dunia Buddha Kuno ini, dan aku akan memberikan mu raja tanaman obat itu" janji Chu Feng.
"itu saya" gadis itu segera bersujud di hadapan Chu Feng.
"Tuan dermawan saya sangat.... eh di mana dia? dia sudah pergi?".
"Ayah kali ini kau punya harapan, aku harap tuan dermawan menepati janjinya".
Gadis itu segera mengurus saudara nya yang terluka lalu, meminumkan pil pemberian Chu Feng dan ia juga meminumnya sendiri, ia duduk bermeditasi memulihkan semua tanaga dan kekuatannya kembali. Di lubuk hatinya yang dalam ia sangat berterima kasih pada Chu Feng, Dermawan besar yang akan selalu ia kenang jasanya.
***
Di sebuah kawah gunung berapi di tengah-tengah lembah alam besar dunia Buddha Kuno.
"Goarrrkkkkk... Anak-anak ku yang berharga!!! siapa yang berani membunuh mereka... arkkk alam besar ini pasti telah terbuka lagi dan banyak kultivator bajingan yang memasuki nya".
Raja serigala api memiliki tubuh 3 kali lipat besar serigala Api bermata tiga pada umumnya, serigala api bermata tiga biasa memiliki bobot badan sekitar 150 kg dengan panjang 4 meter. Seluruh tubuh mereka ditutupi oleh bulu dengan api yang tidak pernah padam, cakarannya begitu tajam dan menyala seperti bara api, taring tajam dan suara menakutkan begitu mendominasi. Raja Serigala berada di ranah alam jiwa baru lahir tingkat 9, mata di dahinya selalu tertutup setiap saat oleh itulah juga mereka disebut serigala api bermata tiga.
"Raja ku tenanglah kami akan membalaskan dendam klan serigala api bermata tiga".
" Bagaimana aku bisa tenang klan ku dibantai tanpa ampun, aku harus membunuh semua bajingan itu, dengarkan perintah ku seluruh pasukan klan serigala api bermata tiga, bunuh semua kultivator yang memasuki alam besar dunia Buddha Kuno ini, jangan sisakan satu pun bantai tanpa sisa. Darah di bayar darah gigi dibalas gigi aku ingin kepala para kultivator sialan itu" perintah Raja serigala api bermata tiga.
"Sesuai keinginan yang mulia raja" para serigala memberikan hormat dan segera melompat dari kawah menuruni gunung.
"Manusia manusia keji ini harus mati, aku akan membunuh manusia terkuat di antar kalian" Raja serigala api bermata tiga begitu murka, ia kali ini akan ikut turun tangan langsung, untuk membantai habis seluruh kultivator yang memasuki alam besar dunia Buddha Kuno.
__ADS_1
"Perasaan tidak enak apa ini?" batin semua murid yang sedang sibuk berburu harta.