Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Pembelaan


__ADS_3

Puluhan bilah pedang yang dilapisi niat pedang cahaya meleset dengan kecepatan tinggi, pedang itu mengarahkan ke tetua Mo Gu yang terkejut bukan main melihat pedang-pedang itu meleset ke arahnya. Tetua Mo Gu menggunakan artefak pertahanan tingkat 8 Armor Bagaikan Baja, tetapi serangan yang dilancarkan oleh tetua Shi Xia dengan muda menembus artefak pertahanan itu.


Boooouuuummmmmm...


Duaaarrrrrrrhhhhhh...


Uukkhhhh....


Tetua Mo Gu telak terkena serangan itu sampai memuntahkan darah, para tetua dan murid yang hadir terkejut karena tetua Mo Gu memuntahkan darah segar. Sebuah cahaya putih terang mengambang di langit atas arena, cahaya itu meredup dan terlihat sosok senior pedang cahaya Shi Xia.


Tetua Shi Xia berdiri di sebuah pedang panjang yang mengeluarkan niat pedang cahaya dalam jumlah besar, semua orang takjub akan pemandangan itu, sosok tetua Shi Xia bak dewa di langit, tetapi berbeda bagi tetua Mo Gu karena ia merasa bahaya di hatinya, ia merasakan nyawanya dapat direnggut kapan saja oleh sosok di langit itu.


"Huuuuuhh".


"Uukkhhh Senior Pedang ampuni saya, saya hanya..." tetua Mo Gu memelas hendak membela diri.


"Lancang!!!, tetua murid luar rendahan sepertimu hendak berbuat sesuka mu, sepertinya sekte terlalu memanjakan mu selama ini hingga kau lupa daratan" sanggah tetua Shi Xia marah.


"Junior... junior tidak berani, mohon senior menghukum junior" tetua Mo Gu bersujud memohon ampun.


"Siapa sebenarnya Chu Feng ini, bahkan sampai membuat salah satu dari sepuluh senior pedang tergerak untuk membelanya" batin semua orang.


"Shi Xia apa yang terjadi pada Chu'er, kau ini benar-benar tidak becus menjaganya di bagian murid luar?" tiba-tiba muncul lain, suara itu begitu dingin dan menusuk, niat pedang kegelapan yang sangat dingin menyelimuti arena dalam hitungan beberapa tarik kan nafas.


"Tutup mulutmu!!" balas tetua Shi Xia bertambah marah.


"Ini... ini mereka semua adalah...." semua tetua terkejut bukan main melihat sosok yang sekarang melayang di langit, terlihat sepuluh orang melayang di langit sembari melepas aura yang mengerikan.


"Se... sepuluh... Sepuluh tetua Senior Pedang!!!!".


Dari langit terpancar sepuluh aura dari niat pedang yang berbeda, aura itu begitu kuat dan terasa sangat berbeda dengan aura jiwa kematian tingkat jenderal. Semua orang menatap langit tanpa berkedip sedikit pun, apa yang mereka lihat adalah sepuluh sosok dengan aura luar biasa melayang-layang di udara, sepuluh cahaya berbeda mulai membentuk lingkaran di kepala sepuluh senior pedang, cahaya itu adalah lingkaran Halo Dao, yang mana warna setiap tetua senior berbeda-beda, berdasarkan atribut niat pedang mereka masing-masing.


Lingkaran Halo Dao adalah salah satu ciri khas seorang kultivator yang sudah mencapai ranah alam tertentu, semakin unik dan semakin terang cahaya halo dao seseorang maka bakat dan kemampuannya juga pastilah sangat tinggi, begitu pula ketika seseorang telah memasuki ranah alam kaisar atau ranah alam kaisar besar, terdapat halo dao juga tetapi itu sangat berbeda dengan halo dao tingkat ranah alam Raja.


"Chu'er apa yang terjadi padamu? kakak akan membunuh orang yang berani membuatmu sampai seperti ini" tetua senior pedang Angin murka melihat kondisi Chu Feng. Chu Feng berdiri sempoyongan kondisinya sungguh tragis, bajunya koyak sana sini banyak bekas luka di tubuh Chu Feng.

__ADS_1


"Tahan amarah mu adik ke sepuluh" tetua senior pedang Es menahan tetua senior pedang Angin agar tidak lepas kendali, semua orang ternganga ternyata tetua senior pedang Es, adalah satu-satunya perempuan di antara sepuluh tetua senior pedang. Walau pun wajah tetua senior pedang Es sudah menua, tetapi aura kecantikannya tidak hilang, baju cantik putih salju yang ia gunakan begitu indah, menambah kesan kecantikan tetua senior pedang Es di kala usianya yang sudah tua.


"Tapi kak".


"Jangan bertindak gegabah".


"Cih...!!!" tetua senior pedang Angin hanya bisa menahan amarahnya, lalu ia meleset bagaikan kilat ke Chu Feng lalu menyentuh bahu Chu Feng.


Brrukkkk...


Tiba-tiba badan Chu Feng ambruk ke tanah, tetapi belum sempat badan Chu Feng menyentuh tanah. Sebuah energi yang lembut menahan badan itu.


"Chu'er!!! Chu'er!!! kau baik-baik saja?" tetua senior pedang angin panik.


"Tidak usah panik adik kesepuluh Chu'er baik-baik saja ia hanya kelelahan dan kehabisan energi murni" tetua Senior Pedang Es memeriksa keadaan Chu Feng kebetulan ia memiliki sedikit kemapuan di bidang medis.


"Aahhh syukurlah".


"Tetua Shu Xia maafkan saya, saya terbawa emosi hingga ingin melampiaskan kemarahan saya pada tuan muda Chu" tetua Mo Gu masih berusaha membela dirinya.


"Tetua Mo Gu pasti merasa amat terpukul karena satu-satunya muridnya, serta pedang pusaka tingkat rohnya hancur".


"Benar tetua, tuan muda Chu Feng masih berusia begitu muda tetapi ia begitu kejam kepada tuan muda Chen".


"Para b@jingan!!!, apa kalian masih punya hak berkata seperti itu haah?!" tetua Senior Pedang Angin murka.


"Tetua pedang Angin mohon jangan salah paham, Chu Feng telah melanggar peraturan sekte, ia merusak serta melukai sesama murid. Jadi menurut kami ia pantas mendapatkan hukuman".


"Hei tua bangka Shi Xia apa yang akan kau lakukan haah?" tanya tetua senior pedang kegelapan.


Tetua Shi Xia dengan malas menunjukkan tetua Mo Go


"Hanya dia yang aku butuhkan, kau boleh menghabisi sisanya".


Pernyataan tetua Shi Xia mengejutkan semua orang di arena latih tanding, terutama para tetua yang membantu Mo Gu langsung memucat, tetua senior Pedang Kegelapan mengeluarkan pedang Kegelapan Malam, dan menghunuskan pedang ke para tetua yang kini memucat.

__ADS_1


"Pilihlah ingin bunuh diri sendiri atau aku yang bertindak" ujar tetua senior Pedang kegelapan tanpa ekspresi.


"Tetua senior pedang kami mohon... kami mohon kasih kesempatan sekali lagu untuk anjing ini".


"Cih, bunuh ya bunuh kenapa harus bertanya" tetua senior pedang angin angkat bicara, ia mengeluarkan Pedang Dewa Angin menghunuskan ke para tetua.


"Tetua kami moh.... uuukkkhhhh".


wusahhhhhhsaaa sweeesss wessaashhh


jlebb... jlebbbb... slassssss...


Csaaaarrrrrrrrssas....


Bukkk... buuukkkk... bukkk...


Kepala-kepala para tetua bertebaran dalam hitungan detik, terlihat tetua Senior pedang angin hanya mengayunkan pedang nya biasa saja. tetapi dalam hitungan detik semua tetua merenggang nyawa, semua orang menjadi pucat karena kabar para senior pedang yang kejam ternyata benar.


"Berisik sekali" ujar tetua senior pedang angin sambil memasukkan pedang dewa Anginnya ke sarung.


"Selalu bertindak sesukanya seperti biasa" batin para tetua senior pedang.


"B@jingan kau mengambil bagian ku, dasar kau tunggu aku akan berbuat perhitungan" tetua senior pedang kegelapan marah-marah karena bukan ia yang merenggut nyawa semua tetua itu.


"Heii kakak senior jangan pelit aku hanya berusaha menolong mu" jawab tetua senior pedang angin acuh.


"B@ajingan master tuan ini sudah lama sekali butuh hiburan, dan berharap tadi mendapatkan suatu hal menyenangkan, dengan memenggal kepala mereka tetapi karena b@jingan seperti mu, aku kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang".


"Mereka menganggap membunuh itu adalah hal untuk bersenang-senang".


" Matilah kabar bahwa para tetua senior pedang haus darah itu ternyata benar adanya".


"Sangat brutal".


Dalam hati Mo Gu selain di hukum oleh para tetua senior pedang, yang lebih ia takutkan lagi adalah kehancuran pedang giok darah. " Gawat matilah kalau mereka marah karena tahu pedang giok darah hancur?, keluarga Mo ku akan musnah" batin tetua Mo Go ketar ketir.

__ADS_1


__ADS_2