
"Cih".
"Bocah matilah untukku".
Salah satu pengikut Chen Bai menyerang terlebih dahulu, orang itu memiliki kultivasi tertinggi setelah Chen Bai, yakin ranah alam kenaikan tingkat 5. Serangannya bukan main-main, serangan itu adalah serangga penuh kultivator ranah alam kenaikan tingkat 5, semua penonton yakin bahwa Chu Feng pasti mati
"Seni pedang tingkat 4, Pedang Penghancur Gunung".
"Dia benar-benar serius menggunakan serangan penuh di awal".
"Benar sepertinya hadiah 5.000 keping emas akan ia dapatkan".
"Aiihhh sayang sekali".
"Walau pun murid luar itu ranah alam kenaikan tingkat 5 juga, tetapi dilihat dari usianya ia masih terlalu muda, pengalaman murid dalam itu bukan main-main".
"Benar bakatnya memang luar biasa, tapi untuk menghadapi murid dalam masih terlalu dini haha".
"Hiaaatt matilah bocah".
"Niat Pedang Angin, pedang angin membelah awan"
Wusshhhhhh...
"Eh kemana bocah itu menghilang?"
Chu Feng tiba-tiba menghilang dari pandangan, semua matak terbelah sosok Chu Feng hilang bak bayangan, semua mata segera tertuju pada pendekar tadi, lebih terkejut lagi, karena Chu Feng berada di belakang pendekar yang sedang kebingungan itu. Chu Feng dengan cepat menebaskan jarinya.
"Matilah" Bisik Chu Feng dengan nada membuat bulu kudup merinding.
"Eh apa yang...." belum sempat membalikkan badannya, sebuah energi murni berbentuk niat pedang membelah kepalanya, jari itu sudah dilapisi niat pedang, hanya dengan sekali tebasan kepala pendekar itu langsung terbelah dua.
slaaaasssshhhhh....
Brruaakkkkkkk...
"Monster bocah ini monster".
"Mati dalam sekali serang!!!".
Chu Feng langsung melompat ke arah Chen Bai berada, Ia menatap Chen Bai dengan tatapan tajam, seolah-olah ia adalah dewa kematian. Chen Bai berkeringat dingin, di bawa tatapan mata Chu Feng. Ia merasa nyawanya kapan saja bisa direnggut.
"Chu.... Chu Feng jang... jangan lakukan hal bodoh, ak... aku adalah tuan muda dari keluarga emas". ancam Chen Bai dengan suara gemetar.
"Oh kalau kalian yang menindas ku? apakah bisa karena aku tidak memiliki latar belakang?". tanya Chu Feng dengan tatapan masih tajam.
"Itu... aku... Cih, seni Tubuh Bagaimana Kilat" dengan secepat kilat Chen Bai menjauh dari Chu Feng.
"Hosshh... Hosssh sialan bajingan itu, siapa dia sebenarnya kenapa auranya sangat menakutkan" batin Chen Bai setelah berhasil menjauh dari Chu Feng.
"Aku tidak ingin membuang waktu ku yang berharga, bagi kalian yang ingin cepat mati maju saja bersama" tantang Chu Feng sambil berbalik menatap para pengikut Chen Bai.
__ADS_1
"ini?!".
"Hei para bajingan apa yang kalian pikiran, bunuh dia. Kalian adalah murid dalam, cepat bunuh bajingan untukku" gertak Chen Bai murka, melihat para pengikutnya diam saja, semuanya terlihat ketakutan dengan Chu Feng.
"Kultivator ranah alam kenaikan tingkat 5 saja, langsung mati sekali serang, apalagi kita yang hanya tingkat 2-4" diskusi mereka.
"Aku tidak ingin menghadapi monster itu".
"Bajingan apa yang kalian takutkan cepat bunuh dia, kalian menang jumlah, Sejenius apapun dia, dia kalah jumlah. Bagi yang bisa membunuhnya akan ku beri imbalan, menjadi anggota keluarga Chen dan mendapatkan 100.000 keping emas!" Chen Bai sudah kehabisan akal, 100.000 keping emas adalah penghasilan keluarga Chen selama sebulan.
"Wah hadiahnya sangat mengiurkan".
"Tuan muda Chen Bai benar kita menang jumlah, apa yang harus kita takutkan".
"Benar ayo kita serang bersama!!".
"Serang!!!".
"Bagus saat yang tepat untuk menguji Teknik peninggalan leluhur pendiri" gumam Chu Feng tersenyum tipis.
"Kenapa bocah itu masih bisa tersenyum" batin Chen Bai.
"Seni pedang tingkat 3, pedang hantu menakutkan".
"Seni pedang tingkat 2, pedang pasang surut".
"Seni pedang tingkat 4, tebasan pedang bulan sabit"
"Cih bocah arogan, bahkan tidak mencoba menghindari serangan sebanyak itu, mari kita lihat sampai kapan sikap arogan mu itu bertahan" ujar Chen Bai tersenyum tidak jelas menyaksikan Chu Feng dikeroyok.
"Cih para sampah".
Puluhan pedang mengarahkan dengan kekuatan penuh kepada Chu Feng, Tangan Chu Feng tiba-tiba dilapisi cahaya niat pedang, cahaya itu menyerupai pedang berwarna emas. Teknik itu mengeluarkan aura yang sangat menakutkan, selain itu Chu Feng hanya tersenyum tanpa reaksi, Chen Bai menjadi curiga, kemungkinan ada orang yang luar biasa yang melindunginya. Bagaimana mungkin seseorang seumurannya, bisa berdiri dengan tenang, ketika nyawanya sudah di ujung tanduk.
"Hiyaaat".
"Teknik Pedang Tunggal, Gerakan pertama. Pedang pemusnah".
"apa yang...?!!!"
Slaasssssshhhhh....
Bukk... Buuukkk... buuuukk
Puluhan kepala sudah tidak berada di tempatnya, hampir setengah jumlah pengikut Chen Bai terbunuh. Serang itu terlalu cepat, semua yang hendak menyerang Chu Feng menjadi mundur, mereka histeris melihat kepala teman-teman mereka di tanah, darah segar mengalir ke mana-mana, tanah di puncak bukit pedang tunggal berubah jadi padang pembantaian.
"Kalian terlalu percaya diri, untuk menjadi musuh tuan muda ini" Chu Feng menarik kembali teknik pedang tunggalnya.
"Sialan Monster... Dia Monster!!!".
"Itu lebih tepat di sebut Iblis!!!".
__ADS_1
"Para anjing keluarga Chen kenapa berhenti?" tatapan tajam Chu Feng, menghantam semua mata yang menatapnya.
"Bocah jangan arogan, seperti itu bagaimana kita lupa masalah ini hari ini?!.
"Bagaimana bisa kalian menjadi murid dalam, dengan keberanian sedikit?".
"Bocah kau terlalu menyombongkan dirimu, sekarang matilah!!!" teriak salah seseorang.
"Berisik!!!". Chu Feng langsung mengibaskan tangannya ke arah orang yang berteriak padanya.
Duarrkkkkkk.... pruaakakkkk...
Kepala orang itu langsung hancur berkeping-keping, otak dan seluruh isi kepalanya tercerai-berai. Semua orang menelan ludah menyaksikan hal itu, semua orang tau, ledakan itu disebabkan oleh niat pedang. Semuanya todak dapat membayangkan, betapa mengerikannya pencapaian Chu Feng. Di pemahaman niat pedang.
"Itu niat pedang kan?".
"Sial anak ini begitu mengerikan, bagaimana kita membunuh orang seperti itu".
"Jangan Kuatir tuan muda ini sudah bersiap untuk segala kemungkinan" Chen Fa mengeluarkan beberapa botol pil dari cincin penyimpanannya.
"Ini pil pembakar darah?!".
"Tuan muda serius ingin kami memakai pil ini?".
"Apakah kalian ingin mati di tangannya?".
"Ini, tentu saja tidak?!".
"Kalau begitu jangan banyak bertanya!!!"
"Baiklah".
Pil Pembakar Darah adalah sebuah pil berharga, pil itu dapat membakar esensi darah seseorang, hingga menimbulkan reaksi spiritual, bakat seseorang akan ditingkatkan ke tingkat ekstrem, semua atribut dan kemampuan fisik ditinggalkan hampir 30%. Tetapi efek samping obat ini begitu tinggi, setelah mengkonsumsinya, seseorang akan kehilangan kultivasinya selamat beberapa tahun, bahkan resiko terburuknya tidak bisa berkultivasinya lagi untuk selamanya.
"Sampah tidak peduli apa yang kau persiapkan, itu semua tidak akan berguna di hadapan tuan muda ini".
"Apa yang kalian tunggu cepet makan pil nya, dan bunuh dia!!!!!".
"Baik!!!".
"Serang!!!!".
"Kalau seseorang tidak memiliki keinginan untuk bertarung untuk hidupnya sendiri, maka seharusnya orang itu tidak usah repot-repot bertarung. Karena Kalian sudah memutuskan menjadi musuh tuan muda ini, maka bersiaplah untuk mati" ujar Chu Feng.
"Teknik Pedang Tunggal, Gerakan Kelima, Pedang Yaman".
Muncul Sebuah Bayangan Raksasa di belakang Chu Feng, Bayangkan itu menyerupai sosok hitam bermata merah menyala. Di tangan sosok itu sebuah pedang hitam raksasa muncul, pedang itu ditebas ke arah Chen Bai dan pengikutnya, suara gemuruh dari ayunan pedang membawa suara gaduh, udara di sekitar menjadi kelam pekat, angin berembus kencang, dan tiba-tiba awan mejadi mendung
"Bertahan!!!!" teriak Chen Bai.
Aarrkkkkkkkkk.........
__ADS_1