
"Jawab!!!" bentak Chu Feng hingga membuat seisi perbukitan bergetar.
"Tu... tuan Venerable, kalau menurut saya sebaiknya Tao Wu dihukum sesuai kesalahannya, kalau tuan memusnahkannya, maka akan membuat permusuhan dengan dia, tuan tentu tidak lupa kejadian jutaan tahun silam era kejatuhan 5 kaisar" jawab Bi Fang sambil gemeteran.
"Huuuhh yang kau katakan ada benarnya, tetapi Tao Wu sangat merepotkan raja Yaman. Lalu apakah dia akan memberikan kompensasi terhadap dunia roh?". tekan Chu Feng di setiap kata-katanya.
"Tapi tuan bukankah Tao Wu sudah dihukum, terkait mengganggu jalur inkarnasi, bukannya itu kesalahan kaisar Kuning juga?" sanggah Bi Fang sambil menundukkan kepalanya, baginya kalau pencipta Tao Wu berperang lagi dengan alam surga. Sulit akan dibayangkan, kejadian jutaan tahun silam akan terulang kembali.
"Diam... Lancang kau berani mempertanyakan keputusan 5 kaisar!!!" bentak Chu Feng.
"Saya tidak berani..." jawab Bi Fang ketakutan setengah mati.
"Huuuhh" Chu Feng membalikkan wajahnya dan menatap Tao Wu yang tergeletak di perbukitan, tubuh raksasa nya bak sebuah gunung besar di tengah lembah.
"Tao Wu, seharusnya kau ku hukum siksaan abadi pedang, tetapi mengingat pencipta mu si bajingan itu, kau hanya perlu menjaga anak pewaris kehendak surga ini!!, bagaimana apakah kau keberatan?" suara Chu Feng bergema semakin kuat saat mengatakan pewaris kehendak surga.
"Saya tidak berani, merupakan suatu kehormatan bagi Tao Wu menemani pewaris kehendak surga" jawab Tao Wu sambil berusaha bangkit, lalu dengan segera ia bersujud kepada Chu Feng.
"Tao Wu berterima kasih kepada Tuan Venerable karena mengampuni hamba, hampa pasti akan menjaga sang pewaris kehendak surga dengan darah dan jiwa" sujud Tao Wu tanpa henti.
"Bagus dengan ini urusan ku selesai, buatlah kontrak darah dengan anak ini, lalu tinggal kan cap jiwa mu di alam kesadarannya, sekarang kau harus melayaninya hingga ia sudah siap menjadi pewaris kehendak surga" Chu Feng terbang perlahan mendekati Tao Wu yang masih bersujud padanya.
__ADS_1
"Ini tuan tapi" Tao Wu terkejut, membuat kontrak darah bukanlah masalah baginya, tetapi meninggalkan cap jiwa itu adalah hal yang tabu, bahkan bagi seorang dewa sekali pun. Kontrak darah adalah menyatukan nya 2 orang menjadi rekan, mereka tidak akan terpisahkan karena mereka berbagi hidup satu sama lain, artinya bila yang satu hancur maka yang satunya pun akan ikut hancur, tidak peduli di mana pun dan kapan pun, dan bahkan sekuat apapun kultivasi mu, ketika kontrak darah sudah terbentuk maka nasib dan takdir keduanya sudah terkait.
Meninggalkan cap jiwa adalah hal yang sangat merugikan salah satu pihak, ketika seseorang meninggalkan cap jiwanya pada alam kesadaran seseorang orang, maka orang itu akan dikendalikan hidup dan matinya, rahasia masalalu, dan segala macam memori akan mampu diakses, artinya segala rahasia pribadi yang si meninggalkan cap jiwanya, akan bisa diakses oleh penerima cap jiwa seperti melihat dirinya sendiri.
Tao Wu tentu berpikir puluhan kali menyerahkan cap jiwanya, baginya masa lalu kelamnya tidak ingin dilihat oleh orang lain. perjalanan salah satu dari 4 kejahatan kuno di masa lalu, pastinya akan menguncang jiwa seseorang yang melihatnya, terlebih apabila kekuatan mental orang itu lemah, ia mungkin akan gila dan menjadi idiot selama sisa hidupnya, dan resiko paling buruk adalah menemui kematian.
"Tapi tuan Venerable apakah mental anak ini cukup kuat untuk melihat masa lalu ku??" tanya Tao Wu ragu.
"Kau tenanglah semuanya sudah aku perhitungankan, kau sebaiknya jangan meremehkan pewaris kehendak surga, suatu ketika kau akan mengetahuinya pada saat yang tepat" jawab Chu Feng sambil menggeleng kepalanya.
"Kalau tuan Venerable sudah berkata seperti itu, maka hamba siap tinggal di alam manusia untuk menemani sang pewaris" hormat Tao Wu.
"Bagus" Chu Feng menjentikkan jarinya, lalu cahaya emas segera memandikan tubuh raksasa Tao Wu, setelah diselimuti oleh cahaya emas hingga tidak terlihat, secara perlahan cahaya emas mulai mengecilkan dirinya, tubuh raksasa Tao Wu menghilang bak ditelan bumi, dan terlihat sosok pemuda dengan paras lumayan tampan, kalau pun tidak setampan Chu Feng, tetapi pemuda itu penuh dengan aura yang menakutkan.
"Terimakasih atas anugrahnya tuan Venerable, Tao ahh maksud ku A Xiuluo tidak akan mengecewakan tuan" jawab Tao Wu yang sekarang sudah sah berubah menjadi A Xiuluo, dalam bentuk manusianya A Xiuluo memberikan sujud kepada Chu Feng.
"Sepertinya kau sudah mengerti tugas mu, sembunyikan aura kematian dan nafsu membunuh, dan ingat jangan sesekali tunjukkan wujud asli mu kecuali benar-benar terpaksa" ingat Chu Feng. Bagaimana pun aura kematian milik A Xiuluo, dapat membekukan apa pun dalam radius puluhan kilometer. Apalagi nafsu pembunuhnya merupakan yang terkuat kedua di alam semesta setelah penciptanya, dapat dibayangkan bertapa mengerikan nafsu membunuh A Xiuluo, bahkan kultivtor ranah emperor pun bisa mati sesak nafas ditekan nafsu pembunuh A Xiuluo.
"Baik tuan Venerable A Xiuluo mengerti" jawab A Xiuluo masih dalam posisi bersujud.
"Huhhh... Bi Fang kembali lah ke alam surga, sampaikan salam ku kepada mereka. Tidak perlu kuatir kalau mereka memang ingin datang kepada ku, aku tidak akan melunak sama sekali kepada para bajingan itu" Chu Feng berbicara kepada Bi Fang.
__ADS_1
"Ba... baik tuan Venerable Sword, Bi Fang mengerti" jawab Bi Fang, ia tahu masalah internal 7 Venerable sangatlah rumit.
"A Xiuluo kau jaga lah anak ini di sekte ini, Chu Feng mungkin tidak sadarkan diri selama beberapa minggu, menggunakan avatar jiwaku tentu menguras kekuatan mental anak ini, dan aku juga akan tertidur panjang setelah ini dan tidak tahu kapan akan terbangun, kau bimbingan dan arahkan anak ini menjadi kuat, bahkan walau pun harus menggunakan caramu yang brutal " pesan Chu Feng sambil tersenyum dingin.
"Tenang lah tuan, sang pewaris akan menjadi pendekar haus darah dan berdarah dingin, ku pastikan semua orang akan bergetar ketika mendengar namanya" janji A Xiuluo.
"Bagus-bagus itulah harap aku, kejadian di masa lalu terjadi karena dia terlalu murah hati" terawang Chu Feng.
"Bi Fang mohon pamit tuan Venerable" Bi Fang menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Huuhh" jawab Chu Feng dingin.
Secara perlahan tubuh Bi Fang dilahap oleh kobaran api, secara perlahan setelah diselimuti oleh api yang begitu panas, Bi Fang langsung terbang melesat melebihi kecepatan cahaya, sosoknya bak bintang jatuh di angkasa, tetapi bedanya Bi Fang terbang ke atas bukan jatuh ke bawah.
"Ingatlah pesanku" Ujar Chu Feng menjentikkan jarinya.
Bouummmmm... syuutttttt...
Duarkkkk... duarkkkk...
Pihak Aula Dao berjatuhan dari langit, para kultivtor ranah alam raja ke bawah langsung meregangkan nyawa, sementara para kultivtor ranah emperor terluka dalam yang parah, dan mungkin pencapaian mereka dalam martial Dao hanya sampai tahap itu. Sementara pihak Yang Huang tercengang dengan pemandangan yang begitu di luar nalar itu, ratusan bahkan ribuan tubuh tanpa nyawa melayang jatuh ke perbukitan, lembah, dan sungai yang hancur. Kerugian besar tidak terhitung dari Aula Dao, bahkan Dugu Yan dan 10 tetua Aula Dao ikut terhempas dengan keras ke tanah.
__ADS_1
Dengan ini kemenangan menjadi milik sekte pedang sejati, tetapi yang lebih mencengangkan lagi adalah kehadiran seorang pemuda berwajah dingin, ia menggendong Chu Feng mendekati Yan Huang dan yang lain. Yan Huang tidak bisa mengukur basis kultivasi pemuda berwajah dingin itu, perhatian mereka segera teralih, melihat Chu Feng yang tidak berdaya di gendong pemuda itu.
"Chu'er" semua tetua panik terlebih Shi Xia.