Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Amarah Chu Feng


__ADS_3

"Teknik Pedang Tunggal, Gerakan Kelima, Pedang Yaman".


Begitu bayangan itu menebas pedang hitam di tangannya, semua kultivator langsung tersapu bersih, tubuh mereka meledak dengan tragis, menimbulkan hujan darah yang begitu mengerikan, bukit pedang Tunggal menjadi lautan darah segar pada hari itu.


"Apakah mati semua?" batin Chu Feng.


"Ukkhhhkk... ukhhhh..."


"Artefak rank Perak?!!, dan itu tipe pertahanan?, Keluarga emas memang sesuai reputasinya, bahkan sampai sampah saja, diberikan artefak rank perak peringkat rendah" ujar Chu Feng melihat ada semacam tempurung yang melindungi Chen Bai dari serangan tadi.


Artefak-artefak di dunia dibagi menjadi beberapa tingkat, peringatan terendah sampai tertinggi yakin, tingkat perunggu, perak, emas, dan artefak tingkat Ungu. Sementara artefak tingkat langit adalah sebuah legenda.


"Siapa sebenarnya bocah ini, bahkan artefak rank perak tipe pertahanan tingkat rendah, yang diberikan ayah sampai retak oleh serangannya?" batin Chen Bai merinding. Setelah menyaksikan sendiri kekuatan Chu Feng ia menjadi tahu, kenapa adiknya bisa kalah dengan telak. Tetapi yang ia hadapi ini setara dengan kultivator ranah alam surga, apakah info yang didapatkan Chen Bai tidak sesuai? tentu tidak, karena kultivasi sebenarnya Chu Feng adalah ranah alam kenaikan puncak. Ditambah dengan teknik Pedang Tunggal, serangannya setara kultivator ranah alam surga tingkat 5.


"Tuan Muda Chen, semua pengikut mu sudah aku bunuh, apakah kau punya pendapat?".


"Kau?!!!, Cih tunggu saja kau, membunuh sesama murid adalah hal yang dilarang. Ketua divisi hukum adalah pamanku, akan ku pastikan, kau mendapatkan hukuman yang membuatmu memohon untuk mati" jawab Chen Bai masih dengan angkuhnya.


"Oh?".


Swusshhhhhhh....


Secepat kilat Chu Feng melesat menuju Chen Bai, ia mendadak berdiri di hadapan Chen Bai, yang membuat tuan muda Chen itu terkejut buka main. Chen Bai langsung mendadak mundur menjaga jarak, melihat hal itu Chu Feng hanya tersenyum sinis.


"Menurut mu apabila aku membunuh mu sekarang? apakah akan ada yang tau kejadian ini?" tanya Chu Feng dingin.


"Kau-kau apa yang ingin kau lakukan?".


Chen Bai langsung lemas mendengar perkataan Chu Feng, ia terduduk di tanah sambil menatap waspada Chu Feng, badannya gemetaran hebat saat melihat Chu Feng semakin mendekat. ke Chen Bai segera menjauh, terlihat di celananya basah oleh sesuatu.


"Mana keangkuhan mu tadi? haaahh?!". tanya Chu Feng, ia menyadari ternyata Chen Bai ngompol di celana karena takut kepada dirinya.


"Jangn macam-macam!!!, atau ku pastikan keluarga Chen ku memusnahkan desa gunung Yan mu" ancam Chen Bai.


Bouuuuummmmmm.....


Duaarrrrkkkkkk....

__ADS_1


"Uuuukkkhhhhkkk...." Chu Feng menjadi marah luar biasa saat mendengar hal itu, ia langsung menghantam kepala Chen Bai dengan tinjunya, alhasil kepala Chen Bai terpendam ke dalam tanah. Chen Bai yang tidak memiliki persiapan sama sekali, hanya bisa menerima pukulan itu langsung.


Berkali-kali Chu Feng memukul kepala Chen Bai, tanah menjadi retak dan berlubang, Chen Bai menjadi sekarat, hanya menunggu mati apabila tidak ada yang segera menolongnya. Tidak berhenti di situ Chu Feng berniat membunuh Chen Bai. Ia mengumpulkan seluruh kekuatan di tangannya, ketika sudah berkumpul di tangannya....


"Jangan pernah mengganggu orang terdekat ku!!!!!" teriak Chu Feng geram bukan main. Ia mengarahkan tinju sekuat tenaganya. belum sempat tinju Chu Feng menghancurkan kepala Chen Bai, yang sudah terkubur sebagian di tanah. Sebuah energi niat pedang yang kuat menghempas tubuhnya.


Bouuuuummmmmm...


"Auu ukkhhhkk siapa itu, keluar bajingan!!!" tantangan Chu Feng, ia bangkit berdiri setelah terjungkal terkenal energi niat pedang tadi.


"Chu'er berhentilah sekarang juga, tenangkan dirimu" suara tetua senior pedang es lembut.


"Para Master?!!!" Chu Feng menatap langit dengan terkejut, ia mendapati 9 tetua senior pedang melayang di atas pedangnya masing-masing.


"Chu Feng sadarlah jangan biarkan iblis mengendalikan dirimu" nasehat tetua senior pedang Api.


"Tapi tetua dia mengancam akan menghancurkan desa gunung Yan ku!!!" Chu Feng tidak terima.


"Lupakan apa yang ia katakan, sekarang kembalilah bersama kami, biar kan kami yang mengurus sisanya" tetua senior es terbang mendekati Chu Feng.


Tetua senior pedang es menelan ludahnya menyaksikan lautan darah, pemandangan puncak bukit pedang Tunggal, dulu yang sangat menakjubkan kini menjadi sangat menakutkan. Kepala manusia berserakan di mana-mana, ada yang dalam kondisi utuh, ada juga yang hancur isi kepalanya keluar semua. Pemandangan seorang murid berusia 17 tahun yang haus darah, para tetua senior pedang menjadi bimbang tentang masa depan Chu Feng.


"Tidak!!!!, sebelum aku pergi aku harus membunuh orang itu" tunjuk Chu Feng pada Chen Bai yang sekarat.


"Chu'er kau tidak bisa melakukannya, Chen Bai adalah generasi muda keluarga Chen, keluarga itu adalah keluarga no 1 provinsi Wuan" jelas tetua senior pedang air.


"Lalu??, apa masalahnya? ia ingin membantai desaku dan keluarga ku di sana!!, apa aku harus diam dan menantikannya?" Chu Feng makin emosi.


"Nak semua bisa kita bicarakan".


"Master kalian tidak mengerti hidupku!!!, kakek Li dan ibu serta ayah angkat ku, dan semua penduduk desa gunung Yan. Mereka semua adalah orang yang begitu berati bagiku, di sana adalah rumahku!!! tempat ku pulang!!! Bagaimana bisa aku hanya diam, di saat orang lain ingin merenggutnya" Chu Feng makin emosi.


Chu Feng begitu takut sendirian, ia begitu takut kehilangan keluarganya lagi, baginya seluruh penghuni desa gunung Yan adalah keluarganya, walaupun mempertaruhkan nyawa ia akan tetap melindungi penduduk desa.


"Ini?".


"Chu'er tapi...."

__ADS_1


"Master ini keputusan ku hari ini, Chen Bai ini harus mati karena ia mengancam keluarga ku" tangan kanan Chu Feng mengeluarkan niat pedang bercahaya emas, ia mengumpulkan seluruh energi murninya yang tersisa ke tangan kanannya. Ia sudah bertekad untuk membunuh Chen Bai, walaupun harus menentang surga, melawan pasukan langit, niatnya sudah bulat ia akan membunuh Chen Bai hari itu.


"Chu'er" tetua senior pedang menjadi sedih melihat Chu Feng.


"Nak jangan bodoh, ingatlah nasehat ku, tenanglah seperti air dan bertindaklah semestinya" ingat tetua senior pedang air.


"Maaf master murid hari ini, harus melarang nasehat master".l Chu Feng mendekati Chen Fa yang terbaring sekarat di tanah.


"Bajingan sampah keluarga Chen, aku akan membunuh.... " belum sempat tinjunya sampai, sebuah tangan dengan keras memukul tekuk Chu Feng. Lantas Chu Feng menggeliat dan langsung pingsan ke tanah, seperti biasa sebelum menyentuh tanah. Tetua senior pedang angin selalu menyambutnya dengan niat pedang angin.


Wusshhhhhhhh...


Buuuuukkkkk...


"Arrkkkkk...."


"Huuuhhh sepertinya aku datang terlambat!!" tetua Shi Xia mengenal nafas berat, diperhatikannya seluruh puncak bukit pedang Tunggal sekarang, pemandangan yang begitu mengerikan.


"Tua bangka Shi Xia apa yang sebenarnya telah terjadi?" tetua senior pedang kegelapan bertanya dengan serius.


"Sudahlah nanti aku jelaskan, sebaiknya kalian bawa Chu'er ke paviliun, biarkan ia beristirahat di sana saja. Aku akan segera menemui ketua sekte untuk membahas masalah ini, selain itu yang Chu'er lakukan melarang peraturan sekte" jawab tetua Shi Xia.


"Kau benar Shi Xia, terlebih ketua divisi penegak hukum adalah seorang tetua dari keluarga Chen, cari cara melindungi Chu'er" tetua senior pedang emas angkat bicara.


"Saudara sekalian tenang saja, masalah itu serahkan kepadaku".


"Baiklah kami pergi dulu, kami menunggu kabar baik dari mu" para tetua yang lain segera melesat ke paviliun 10 senior pedang, mereka membawa Chu Feng juga untuk mengistirahatkannya, selain itu mereka takut rasa haus darahnya kambuh lagi.


"Chu'er apa yang telah kau lalui" Batin tetua Shi Xia sambil menatap lautan darah.


_


_


_


***

__ADS_1


jangan lupa like komen, terus sedekahnya juga ya hehehe, gift beberapa koin dukungan aja dah, cukup biar author semakin semangat update, oke!!!!l ove you all. 💪


__ADS_2