Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Generasi Emas Sekte Pedang Sejati


__ADS_3

2 Minggu kemudian Chu Feng sudah kembali ke kondisi primanya, banyak hal yang harus ia pahami selama ini dari ingatan A Xiuluo. Setalah mulai terbiasa dengan hal itu semua, Chu Feng akhirnya bisa berkultivasi dengan tenang.


"Tuan muda mesum!!!, Chu Feng buka kamarnya...!!!" teriak seorang gadis cantik bermata biru giok.


"Gadis ini!!!" batin Chu Feng sudah terbiasa dengan kehadiran gadis cantik bermata biru giok itu.


"Qin'er ada apa lagi kali ini?" tanya Chu Feng sambil membuka pintu kamarnya dengan enggan.


"Lihat?!" jawab Qin Ying sambil menunjukkan sesuatu.


"Peta harta Rahasia?!" Chu Feng meneliti benda ditangan Qin Ying.


"Benar sekali hehehe, aku hebat bukan bisa mendapatkan sebuah peta harta rahasia Makam Kaisar besar!" sombong Qin Ying sambil membusungkan dadanya.


"Qin'er memang yang terbaik... ayo masuk dulu" tawar Chu Feng.


"Bodoh tidak perlu, ayo langsung berangkat" Qin Ying langsung menarik tangan pada Chu Feng sekuat tenaga.


"Ehh tunggu sebentar" Qin Ying tidak memperdulikan alasan Chu Feng, dalam sekejap keduanya sudah di alun-alun sekte luar.


Sekte pedang sejati telah menjadi sekte no 1 di provinsi Wuan tanpa tergoyahkan, menyusul istana salju misterius, dan dengan berdirinya lagi klan Naga Hitam. 3 kekuatan utama itu sangat dihormati oleh seluruh provinsi, bahkan nama besar ke 3 sekte yang berhasil memukul mundur aula dao itu, terdengar sampai ke provinsi lain hingga membuat semuanya kagum.


"Lihatlah itu Chu Feng dan Qin Ying, 2 jenius murid luar yang dipromosikan sebagai murid token hitam, selain itu untuk memasuki kolam niat pedang" gosip para murid yang melihat Chu Feng dan Qin Ying berjalan bersamaan di alun-alun sekte.


"Aku sangat iri kepada Chu Feng, memiliki bakat yang sangat luar biasa, ditambah ia begitu dekat dengan dewiku Qin Ying" tambah yang lain.


"Shhhss pelan kan suaramu, mereka adalah pasangan yang di restui langit, mereka sangat serasi kyaaaa" para pendukung Chu Feng dan Qin Ying tentu menjadi fans berat keduanya.


"Tatapan mereka membuat perasaan yang tidak nyaman" batin Chu Feng merasakan tatap murid lain kepada dirinya dan Qin Ying.


"Tuan Muda mesum sebaiknya kau mulai membiasakan dirimu dengan tatapan itu, bagaimana pun sekarang kau adalah jenius no 1 murid luar, jadi wajar menjadi pusat perhatian murid lain" nasehat Qin Ying seperti mengerti pikiran Chu Feng.


"Yaahh aku akan berusaha mulai sekarang" jawab Chu Feng menghela nafas berat.


"Junior Qin Ying!!".

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil Qin Ying dari belakang, Chu Feng dan Qin Ying membalikkan badannya untuk mengetahui siapa itu.


"Senior Bai Li".


"Kau kenal dia?" tanya Chu Feng.


"Sedikit... dia adalah senior Baik Li dari divisi murid dalam, dia selalu mencoba mendekati ku belakang ini dan itu membuat ku risi" jelas Qin Ying sambil cemberut menatap Bai Li yang sedang bergegas ke arah keduanya.


"Haaah... haaah ternyata memang benar junior Qin Ying, memang benar jodoh tidak kemana hahaha" cerosos Bai Li ketika sudah mencapai Chu Feng dan Qin Ying.


"Senior Bai Li ada apa kali ini? kalau tidak ada yang penting lagi, aku dan Chu Feng akan segera pergi, kami masih memiliki suatu hal yang penting lainnya?" tanya Qin Ying tanpa basa basi.


"Junior jangan terlalu terburu-buru, wah jadi ini jenius no 1 divisi murid luar tahun ini?, bagus bagus seperti yang dirumorkan junior Chu Feng adalah pahlawan muda sejati" ujar Bai Li sambil menepuk pundak Chu Feng.


"Cih, Senior kami sangat terburu-buru kali ini" ingat Qin Ying yang sudah tidak tahan lagi dan langsung berbalik pergi


"Junior Qin Ying jangan pergi dulu Senior mu ini akan... " Bai Li mencoba menangkap pundak Qin Ying yang hendak pergi dengan tatapan mesum.


"Senior Bai, aku rasa itu sudah cukup" peringat Chu Feng sambil menangkap tangan Bai Li.


"Senior aku mohon hargai Qin Ying sekarang!!" Chu Feng melepaskan gelombang energi yang cukup kuat, Bai Li terdorong beberapa langkah akibat gelombang energi itu.


"Kau!!"


"Qin'er ayo kita pergi" Chu Feng langsung menarik tangan Qin Ying untuk pergi meninggalkan Bai Li yang kesal setengah mati.


"Hmhm" angguk Qin Ying.


"Chu Feng sialan kau!!" teriak Bai Li marah.


"Bagus bagus Chu Feng akan ku ingat kejadian hari ini" geram Bai Li dalam hatinya marah. Bai Li langsung masuk ke dalam sekte menuju divisi murid dalam.


***


"Tuan Muda mesum kenapa kau bertindak terlalu impulsif tadi, Bai Li itu adalah orang yang sangat pendendam terlebih ia adalah murid dari divisi murid dalam. Aku dengar ia memang tidak memiliki latar belakang yang hebat, tetapi bakatnya luar biasa, ia bahkan menduduki 100 besar murid berbakat di divisi murid dalam" peringat Qin Ying begitu keduanya sudah menjauh dari Bai Li.

__ADS_1


"Aku tidak tahan melihat wajahnya menatap mu seperti tadi, aku benar-benar ingin menghajarnya, Laki-laki yang tidak menghargai wanita itu benar-benar sampah" jawab Chu Feng sambil menendang kerikil di jalan.


"Wow tuan muda mesum aku tidak menyangka ternyata kau memiliki sisi itu juga, tetapi bagaimana pun Bai Li itu pasti akan mencari mu lagi untuk balas dendam" jawab Qin Ying sambil menghembuskan nafasnya.


"Aku tidak peduli, kalau dia datang maka aku akan menemaninya bermain" jawab Chu Feng tidak peduli.


"Chu Feng kenapa sekarang kau terlihat begitu mempesona" batin Qin Ying tanpa henti menatap Chu Feng yang sedang kesal.


"Qin'er hei kau kenapa?!".


"Ahh tidak tidak ayo kita bergegas sebelum ada yang menyadari kepergian kita" Qin Ying mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa rasa ada yang salah" batin Chu Feng melihat tingkah Qin Ying.


2 jam kemudian dengan mengendap-endap keduanya akhirnya bisa keluar dari sekte dengan aman, mereka tiba di pinggir sebuah lembah dan berhenti sejenak di sana.


"Ayo kita menyamar" ujar Qin Ying.


"Haah apa menyamar?!" Chu Feng terkejut.


"Sudah kau turuti saja nanti kau akan paham kalau sudah sampai di makam itu" ujar Qin Ying sambil mengedipkan matanya.


"Kau ini sok misterius sekali Qin'er".


"Hihihi" Qin Ying tidak tahan melihat wajah bingung Chu Feng.


Keduanya kemudian mengenakan baju baru dengan motif sederhana, menggunakan cadar untuk menutupi wajah keduanya.


"Baju ini bukan baju biasa" gumam Chu Feng begitu menyadari aura dan energi spiritual Qin Ying tersamarkan, bahkan Qin Ying seperti tidak pernah bertemu dengan Chu Feng.


"Ini adalah artefak penyembunyian aura yang dibuat oleh master yang hebat, bahkan tingkat petarung alam Raja kesusahan mendeteksi aura kita" jawab Qin Ying bangga.


"Woow ini artefak yang berharga" Chu Feng kagum.


"Sudahlah berhenti kagum tuan muda mesum, ayo kita segera ke makam kaisar besar" ajak Qin Ying.

__ADS_1


"Hmhm marilah" walaupun banyak pertanyaan di benak Chu Feng terkait perjalanan mereka berdua kali ini.


__ADS_2