Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Chu Feng Vs Xu Wan


__ADS_3

Seleksi pun terus berjalan dengan meriah sorak sorai penonton tidak berhenti untuk menyemangati jagonya, tetapi di luar prediksi yang diharapkan, sosok yang seharusnya menjadi kuda hitam dalam seleksi ini adalah Xu Wan, tetapi menjadi Chu Feng ia mengalahkan musuhnya dengan 1 gerakan.


Walaupun Xu Wan sebenarnya juga sangat mudah mengahadapi lawannya, tetapi perbedaan umurnya yang sudah 15 tahun dengan peserta lain membuatnya biasa saja, Chu Feng yang baru menginjak usia 12 tahun, tetapi mampu menyainginya dalam hal kemenangan beruntun tentu saja menjadi pusat perhatian.


Setelah semua peserta melakukan duel di arena, akhirnya diumumkan yang memasuki tahap 3 besar, diantaranya Chu Feng, Xu Wan, dan terakhir Shi Go.


"Selamat karena telah memasuki 3 besar, dan untuk yang lainnya kalian jangan berkecil hati, akan ada kesempatan lain di masa depan" Kepala desa Li memberikan sedikit pidato.


"Semua dengar!!!, Seleksi tahap akhir ini cukup mudah, kalian bertiga harus berhadapan 1 sama lain di arena, dan yang mampu bertahan paling akhirnya maka dialah pemenangnya. Sang juara akan diberikan hadiah berupa Pil Penyucian Sumsum Tulang, dan juga diberikan kitab Rahasia Bela Diri rank 3" umum ketua Duan Mu, semua orang terkejut dengan hadiah yang diumumkan oleh tetua Duan Mu, Kitab Rahasia Bela diri adalah harta berharga apalagi rank 3, kita itu bahkan mampu membeli setengah tanah desa Gunung Yan.


"Wooow sekte Pedang Sejati sangat murah hati, pil dan kitab rahasia bela diri diberikan untuk seleksi kali ini" semua orang berdecak kagum.


"Aku dengar pil penyucian sumsum tulang adalah pil dengan harga ratusan koin emas, tidak mengira itu dijadikan hadiah oleh sekte Pedang sejati".


"Benar-benar pantas dengan reputasinya sebagai top sekte nomor 1 di provinsi Wuan".


"Kitab rahasia bela diri? aku harus mendapatkannya" batin Chu Feng.


"Kali ini pil dan kitab rahasia bela diri itu akan menjadi milikku" Xu Wan menatap Chu Feng dengan tatapan geram.


"Anak ini sejak kapan ia menjadi begitu kuat?" Chu Feng yang sekarang sangat berbeda dengan dirinya yang dulu.


"Baiklah tanpa basa basi lagi babak final dari seleksi hari ini dimulai!!!" umum tetua Duan Mu.


"Semangat senior Xu Wan...!!".


"Aku mencintaimu senior Xu Wan...!!!".


" Semangat...!!!".


"Hei sampah sebaiknya kau menyerah saja, kali ini kau tidak memiliki harapan menang sama sekali" ejek Xu Wan kepada Chu Feng.


Chu Feng hanya terdiam sembari berdiri dengan tenang di arena, semua mata yang dulu merendahkan kini menatapnya sedikit kagum. Tetapi ada juga yang masih membencinya, kehidupan manusia bukanlah hal yang mudah, begitu banyak orang yang membenci kesuksesan orang lain. Padahal pada dasarnya kesuksesan dan juga keberhasilan seseorang itu berbeda-beda, kuncinya cuman 1 berusaha untuk melakukan yang terbaik, dan tidak lupa berdoa kepada pencipta.


"Senior Xu Wan aku ada saran, bagaimana kita bekerja untuk menjatuhkan sampah ini terlebih dahulu, lalu setelah itu mari kita bahas masalah juara" tawar Shi Go.


"Hmhm saranmu lumayan juga, karna sampah ini begitu pandai menyembunyikan kekuatannya, maka jangan salahkan kita menindasnya hari ini" setuju Xu Wan.


"Senior benar".


"Mulai!!!".


Xu Wan dan Shi Go langsung bergerak dengan cepat ke arah Chu Feng yang masih berdiri tenang, keduanya melancarkan serangan tinju ke arah perut dan wajah Chu Feng. dengan cepat Chu Feng menghindar ke belakang, lalu maju dengan kecepatan tinggi menerjang Xu Wan dan Shi Go dengan tinjunya.


Booouuuummmm....!!!!


"Ukkhh... Sampah ini sangat kuat" Shi Go terlempar beberapa meter karna gelombang kejut tadi.

__ADS_1


"Menyembunyikan kekuatannya sampai ke tahap ini, sampah Chu Feng kau tidak buruk juga. Junior Shi Go gunakan serangan terkuat mu, kita akan melumpuhkan ia dalam serang gabungan".


" Baik senior".


Keduanya mengumpulkan semua kekuatan dan energi fisiknya di kepalan tinju, lalu meleset dengan cepat ke arah Chu Feng yang sudah bersiap dengan ancang-ancangnya. Ia membalas kedua tinju dari Xu Wan dan Shi Go dengan kedua tinjunya juga.


Booouuuummmm....


"Aaarrrkkkkkkk... tanganku.... Pat...ah" Shi Go menjerit kesakitan setelah terlempar dengan posisi terguling-guling.


"Junior Shi!!!, Sampah kau!!!".


"Menarik sangat menarik" gumam tetua Duan Mu.


"Chu'er sekarang kau telah menjadi sangat kuat, kakek sangat senang" batin kakek Li terharu.


"Shi Go terpental dengan mengenaskan setalah beradu tinju dengan Chu Feng?!!, benar-benar mengerikan sekali baru beberapa hari ini, anak yang dulunya lemah dan mudah ditindas seakan terlahir kembali menjadi naga" batin semua orang tertegun bukan main.


Chu Feng sudah dikeroyok tetapi tetap dapat bertahan dan hanyar mundur beberapa langkah tanpa luka sama sekali, sementara Shi Go terluka dengan parah seluruh tulang tangan dan lengannya hancur. Xu Wan sendiri masih dapat bertahan karena fisiknya memang sudah kuat, ia sudah melatih fisiknya siang dan malam tanpa lelah selama seumur hidupnya, tetapi ia tidak menyangka akan dipaksa sampai ke tahan ini, oleh seorang anak yang baru saja berusia 12 tahun.


"Chu Feng kau harus membayar ini semua!" teriak Xu Wan geram.


"Senior seharusnya aku yang berkata seperti itu, perlakuan mu selama ini kau harus membayarnya" jawab Chu Feng.


"Cih sangat arogan".


"Ukkkhhh... sialan" Xu Wan mundur karna beberapa kali terkena pukulan tinju Chu Feng.


"Bocah ini seharusnya fisiknya sudah mencapai puncak ranah Alam Roh, bagaimana mungkin dari tempat terpencil seperti ini akan muncul bakat mengerikan sepertinya" batin Tetua Duan Mu.


"Senior aku rasa ini giliran ku" Chu Feng melesat maju dengan kecepatan tinggi, dengan cepat tinjunya berhasil mengenai perut Xu Wan dengan telak. Xuan Wan terlempar ke belakang dengan mengenaskan, Chu Feng lalu menghampirinya lagi dan memukul seluruh tubuh Xu Wan.


"Ini untuk semua penghinaan selama ini".


"Chu Feng jangan berlebihan!!!, Tubuh bagaikan besi, Pukulan besi perkasa" energi yang kuat tiba-tiba keluar dari badan Xu Wan dan menghantam Chu Feng, alhasil Chu Feng terpental mundur beberapa meter, sambil memegang dadanya yang telak terkena hantaman tinju Xu Wan.


"Itu!!? bukankah itu kemapuan bela diri rahasia? benar itu memang kemapuan bela diri rahasia!!" semua orang terkejut melihat tangan Xu Wan, kini Kedua tangan Xu Wan dilapis suatu benda aneh, benda itu berwarna seperti besi berkarat yang memancarkan aura menakutkan.


"Tetua... ini!!!" kakek Li menatap tetua Duan Mu yang fokus ke arena.


"Tenanglah kakek Li dengan adanya aku tidak ada hal buruk yang bisa terjadi dengan anak itu, aku ingin melihat sampai mana batas kemampuannya" tolak tetua Duan Mu tenang.


"Bocah mari kita lihat sampai mana kemampuanmu, atau aku yang terlalu berekspektasi tinggi terhadap kemampuan mu" batin tetua Duan Mu.


"Ukkhhhh, Bagaimana mungkin itu kemapuan bela diri rahasia" Chu Feng terkejut dengan perubahan tangan Xu Wan.


"Bukankah seharusnya Xu Wan sudah melanggar peraturan seleksi ini, tetapi kenapa tetua Duan Mu diam saja sepertinya tidak peduli" batin semua orang.

__ADS_1


"Chu Feng hari ini aku akan menghajar mu sampai cacat dan babak belur, hingga tidak ada yang bisa mengenalimu" Xu Wan langsung bergerak maju dengan kecepatan tinggi ke arah Chu Feng, Ia lalu memukul perut Chu Feng dangan telak. Chu Feng tidak sempat bereaksi ia masih terkejut dengan teknik bela diri rahasia Xu Wan.


"Ukkhhhh seni bela diri rahasia memang luar biasa, bahkan fisik ku dengan kekuatan 50% masih belum sanggup menahannya" batin Chu Feng


Chu Feng memutuskan untuk tidak menahan dirinya lagi ia akan mengerahkan 100% tenaga fisiknya, Ia menggumpulkan semua tenaganya di tinjunya, dengan cepat melesat ke arah Xu Wan yang masih bangga dengan teknik rahasia bela dirinya.


"Cih rupanya tidak jera ya, baiklah akan ku ladeni".


"Tubuh Bagaikan Besi, Pukulan Besi Perkasa".


Ketika tinju keduanya bertemu tercipta gelombang kejut yang langsung menghancurkan arena duel, debu berterbangan ke sana kemari membuat arena menjadi tertutup. Suara ledakan yang menggetarkan tanah tadi begitu luar biasa, semua penduduk yang hadir terkejut dan mengira pastilah Chu Feng yang terkapar oleh bela diri rahasia Xu Wan


"Chu Feng yang berinisiatif menyerang Xu Wan duluan, benar-benar gila walau pun kemampuannya sangat hebat, tapi itu kemampuan teknik bela diri rahasia loh" diskusi semua yang menonton duel Chu Feng dan Xu Wan.


"Chu'er kakek harap kau baik-baik saja".


Debu di arena mulai menghilang dan muncul sosok yang berdiri dengan gagah di tengah arena yang hancur, semua mata antusias melihat sosok itu apakah itu Chu Feng atau Xu Wan. Ekspetasi semua orang tentu Xu Wan karena ia menggunakan kemapuan bela diri rahasia, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.


"Chu Feng itu Chu Feng, aku tidak bermimpi kan? anak itu yang berdiri lalu di mana senior Xu Wan?!" semua mata tertuju kepada sosok yang lainnya yang tergeletak di tengah arena, Xu Wan tidak sadarkan diri dengan kondisi mengenaskan. Tulang lengan sampai rusuknya patah semua, ditambah dari telinganya mengalir darah segar tanpa henti, ia mengalami luka dalam yang serius akibat beradu tinju dengan Chu Feng.


"Chu'er" kakek Li menitiskan air mata bahagia melihat Chu Feng berhasil bertahan.


"Luar biasa bocah itu sanggup bertahan dari teknik rahasia bela diri peringkat 1 itu, bakatnya akan membuat iri tetua luar lain hahaha, tidak sia-sia aku datang ke tempat terpencil ini, aku pasti akan mendapatkan bonus dari sekte karena berhasil merekrut bakat luar biasa ini" batin tetua Duan Mu gembira.


"Segera rawat Xu Wan dan yang terluka lainnya, kemudian pengumuman juara akan kakek tua ini serahkan kepada tetua luar" umum kakek Li.


"Hmhm... tetua ini umumkan pemenang seleksi kali ini adalah Chu Feng!!!"


"Wooow luar biasa ia benar-benar menjadi juara".


"Chu Feng aku pengemar mu sekarang!!!" teriak para gadis yang tadinya mendukung Xu Wan.


"Ia sudah berkembang menjadi sangat kuat" kakek Li begitu bangga melihat Chu Feng.


"Kakek aku berhasil memenuhi harapanmu" bisik Chu Feng lirih sambil tersenyum kecil, lalu tiba-tiba penglihatannya buram dan Kepalanya sakit sekali. Chu Feng kehabisan tenaga setelah pertarungan itu, ia jatuh ambruk di tengah arena yang membuat orang-orang panik.


"Cepat bawa Chu'er ke tabib desa!" perintah kakek Li cemas.


"Baik kepala desa".


Orang-orang bergegas mengantar Chu Feng ke tabib terbaik desa Gunung Yan, sementara itu tetua Duan Mu berbincang dengan kakek Li, sebenarnya kakek Li sangat ingin melihat keadaan Chu Feng. tetapi karena ia sangat menghormati tetua Duan, ia memilih tinggal dan menemaninya mengobrol.


_


_


_

__ADS_1


***


__ADS_2