
"Cih Sial" Chu Feng yang sedang sibuk berbicara dengan tuan agung terkena tendang, serta tapak dari Chen Fa hingga terlempar beberapa meter.
"Pukulan yang bagus Chen Fa" batin Qin Ying senang, awalnya ia kuatir dengan Chu Feng karena pedang pusaka tingkat roh milik Chen Fa, tetapi setelah melihat Chen Fa yang tertekan ia menjadi berpikir sebaliknya.
"Hahaha pukulan tuan muda ini akhirnya mengenainya" batin Chen Fa puas.
"Tuan muda Chen sepertinya sangat puas? tapi hanya 1 pukulan dan itu pun karena aku lengah" ejek Chu Feng sambil bangkit berdiri.
"Sialan kau jangan pikir aku tidak berani membunuhmu".
"Oh buktikan tuan muda Chen" tantang Chu Feng sambil tersenyum tipis.
"Bagus kau benar-benar membuat tuan muda ini marah!!".
Swusshhhh...
Dalam hitungan detik keduanya pun beradu pukulan, tendangan, serta tebasan niat pedang yang begitu tajam. puluhan detik kemudian keduanya melompat ke udara, dan keduanya saling melemparkan energi pedang dengan kekuatan besar. Ketika ada kesempatan Chu Feng selalu memukul Chen Fa dengan telak, begitu pun dengan Chen Fa ia selalu bisa membalas serangan Chu Feng.
"Apakah keduanya masih manusia? pertempuran ini benar-benar mengerikan, berapa banyak energi murni yang dimiliki kedua tuan muda ini" batin semua orang yang menyaksikan penampilan kedua tuan muda itu, pemandangan dari dua jenius yang sedang bertempur itu terlihat seimbang di luar, padahal sebenarnya Chen Fa lah yang paling merasakan efek tekanan, Chu Feng hanya mengikuti alur dan tetap bertukar pukulan dengan Chen Fa.
"Hosh... hosh... hosh, B@jingan ini berapa banyak energi murni yang ia punya? bahkan fisiknya lebih mengerikan lagi" Chen Fa menatap marah Chu Feng yang mengibas-ngibas bajunya setelah pertempuran keduanya yang sangat sengit. sementara dirinya sudah sangat kelelahan dan energi murninya tertinggal sedikit.
"Seperti tuan muda sudah tidak mampu lagi?".
"Heii b@jingan jaga mulutmu" balas Chen Fa marah "Apa aku harus menggunakan jurus itu?" batin Chen Fa masih ragu-ragu, ia kemudian menatap sebentar ke arah podium khusus yang ditempati para tetua dan masternya, lalu pandangannya beralih ke Qin Ying yang menonton dari jauh.
"Tidak aku tidak boleh ragu-ragu lagi, demi kehormatan ku sebagai jenius no 1 dari keluarga emas, dan juga nama baik master".
Chen Fa lalu mengangkat pedangnya ke langit, setelah itu ia menggigit jarinya sendiri hingga berdarah, lalu ia teteskan darahnya ke pedang giok darah. Tiba-tiba saja warna pedang giok darah semakin terang, auratnya begitu kuat dan lebih menakutkan lagi dari sebelumnya.
"Gerakan itu?! tidak salah lagi!!! murid sialan ini apa yang dia pikiran sebenarnya" batin tetua Mo Gu ketar ketir melihat apa yang dilakukan Chen Fa.
"Pedang Giok Darah, Pengorbanan Darah Pedang".
Wusssshhhh....
Aura yin yang begitu mengerikan tiba-tiba menyelimuti area latihan tanding hingga luas satu mil, semua yang hadir sangat terkejut dengan kemunculan aura yang begitu mengerikan itu. Langit tiba-tiba menjadi gelap petid menyambar tanpa henti, suara guntur pun menambah keadaan semakin mencekam.
"Apa... apa yang terjadi!!" semua murid panik.
__ADS_1
"Tenang semuanya tenang!! jangan panik!!! ada tetua ini disini kalian akan aman" tetua Sun Lang menenangkan semua murid yang panik.
"Tetua perasaan ini? apakah ini mahkluk dari dunia bawah?" tanya Qin Ying sambil memeluk dirinya sendiri.
"Bisa dibilang begitu" jawab tetua Sun Lang sambil menelan ludahnya.
"Chen'er hentikan sebelum terlambat" Teriak tetua Mo Gu memperingati muridnya.
Chen Fa tidak memperdulikan peringatan dari masternya, ia lalu menancap pedang giok darah ke tanah sekuat tenaga.
Boooouuuummmmmm...
Wusssssshhhhhhh...
gelombang kejut tiba-tiba muncul ketika pedang giok darah ditancap oleh Chen Fa ke tanah, semua murid terpental ke belakang secara bersamaan lalu muntah darah.
"Uuhhhhkkk apa apaan pedang mengerikan itu".
"Aku Chen Fa tuan muda jenius dari keluarga emas telah melakukan pengorbanan darah pedang, aku memanggil pasukan jiwa kematian yang tersegel di dalam pedang giok darah, keluar untuk membantu ku memenangkan pertempuranku!! teriak Chen Fa sekuat tenaga.
Wrrrrrrsssss....
Karrkkkkkkkk...
Tiba-tiba lantai di bawah tempat pedang giok darah ditancap muncul pola kuno yang rumit, pola itu berwarna merah menyala dan membentuk sebuah susunan roh. selang beberapa menit dari susunan Roh itu keluar sesosok mahkluk mengerikan, wujudnya seperti manusia tetapi tampangnya sangatlah mengerikan.
"Jenderal jiwa kematian" tetua Mo Gu langsung terkulai lemas, bagaimana tidak jenderal jiwa kematian setara dengan ranah alam raja tingkat satu, tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkannya sekarang bahkan tetua Mo Gu sekalipun.
"Hahaha jenderal kematian, itu benar-benar jenderal kematian" Chen Fa kegirangan melihat sosok itu.
"Kekeke siapa yang memanggil master ini ke dunia lagi? benar-benar sudah bosan hidup!". mahkluk itu menatap sekitar dan menemukan Chen Fa, yang berada di dekat pedang giok darah yang tertancap lantai area tanding.
" Semut apa kau yang memanggil master ini?".
"Ya benar, cepat lakukan perintah tuan muda ini bunuh dia untukku" tunjuk Chen Fa pada Chu Feng.
"Cih semut rendahan seperti mu? sadarlah posisimu semut" makhluk itu tidak Terima diperintahkan oleh Chen Fa.
"Heii jangan lupa aku tuan mu sekarang, yang melakukan pengorbanan darah tentu tuan mu bodoh" maki Chen Fa.
__ADS_1
"Sialan kau!" makhluk itu hanya mengeram dengan kesal karena tingkah Chen Fa, ia lalu menatap Chu Feng dengan tajam seolah-olah tatap nya saja setajam pedang.
"Bocah aku harus membunuhmu baru bisa kembali dengan tenang" jiwa kematian tersenyum dingin.
"Oh kau masih belum layak" jawab Chu Feng singkat, baginya jiwa kematian ini tidaklah mengerikan ketika ia menghadapi rubah surgawi ekor sembilan, dan juga dia raja beast puncak di hutan dulu.
"Kau" bagaimana pun jiwa kematian itu adalah master pedang ranah alam raja tingkat 1, tetapi ia diremehkan oleh seorang anak ranah alam kenaikan tahan 2.
"Matilah untukku!!!!" jiwa kematian menyerang pedang panjang di tangannya, itu adalah pedang roh tingkat rendah yang mana daya rusak sangatlah luar biasa, terlebih jiwa kematian ini adalah master pedang ranah alam raja. Niat pembunuh yang kuat mengarah semuanya ke Chu Feng, jiwa kematian meleset bagaikan kilat hendak menebas badan Chu Feng.
Semua orang yang menyaksikan itu tidak berdaya untuk menghentikan jiwa kematian, dan yang paling merasa bersalah adalah Qin Ying, ia yang membuat Chu Feng bertarung dengan Chen Fa hingga menemukan nasib buruk ini. Tetua Mo Gu bahkan lebih buruk ia akan menerima hukuman yang paling parah, karena dicap gagal mendidik muridnya hingga membunuh orang secara terang-terangan di sekte.
"Pedang Niat Tanah, Pedang Benteng Gunung dan Sungai"
"Pedang Niat Petir, Tebasan Petir Pemusnahan"
Chu Feng menebas jari energi pedangnya sekuat tenaga untuk menyambut tebasan pedang dari jiwa kematian, ketika kedua kedua itu bertemu terjadi ledakkan yang menggetarkan sekte bagian luar.
Boooouuuummmmmm
Duarraaaakkk...
Boooom...
"Apakah tuan muda Chu Feng tewas".
"Tidak lihatlah lah itu".
Chu Feng berlutut sambil menahan menggunakan jarinya pedang pusaka tingkat roh milik jiwa kematian, ia terlihat sangat tertekan bahkan berkali-kali muntah darah. Beruntung niat pedang tanah berhasil menahan sebagian efek serangan dari jiwa kematian, Chu Feng segera menarik diri menjauh dari jiwa kematian, ia memegang dadanya yang sangat sakit, kini ia merasakan betapa lemahnya ia di hadapan kekuatan obsolute, Chu Feng semkin ingin segera menjadi kuat dan kuat.
Jiwa kematian tidak menyerah begitu saja ia segera mengejar Chu Feng, jiwa kematian menebas pedangnya dengan membabi buta ke arah Chu Feng. Chu Feng hanya berusaha menghindari setiap tebasan mematikan itu, sembari berpikir cara untuk membalikan keadaannya sekarang yang menyedihkan.
"Tidak bisa terus begini aku harus membalikkan keadaan" batin Chu Feng.
"Nak perlu bantuan ku" suara tetua agung bergema di otak Chu Feng.
".................."
"........"
__ADS_1