Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Alam Besar Dunia Buddha Kuno


__ADS_3

Ranah Kultivasi Tokoh


Chu Feng \=Alam Kenaikan Puncak 1 langkah naik ke ranah alam jiwa baru lahir


Qin Ying\=Alam Kenaikan Tingkat 9


"Tuan".


"Tao Wu?!" Chu Feng sedikit tersentak mendengar suara Tao Wu di pikirannya.


"Tuan Muda tenang saja, hanya tuan muda yang bisa mendengar suara ku".


"Haaah... baguslah kalau begitu"


"Tuan muda mesum, kau kenapa?" tanya Qin Ying melihat tingkah aneh Chu Feng.


"Aku tidak apa-apa, sebenarnya ada hal yang membuat ku bertanya-bertanya di sini" jawab Chu Feng sambil sesekali melirik ke arah Qin Ying.


"Hmhm... apa itu?" Qin Ying sebenarnya juga menyadari hal dipikirkan Chu Feng.


"Tidak perlu disembunyikan lagi, apa sebenarnya tujuan mu membawaku keluar kali ini?" tanya Chu Feng sambil menggenggam tangan Qin Ying.


"Aku... aku hanya" jawab Qin Ying gugup.


"Haaahh kau ini benar-benar nakal, kalau para tetua tau kita pasti akan dihukum" Chu Feng akhirnya menyerah akan tingkah Qin Ying.


"Hehehe Tuan Muda Mesum kau tenang saja, ada aku disini kita tidak akan ketahuan" jawab Qin Ying percaya diri.


"Haah terserah jadi apa tujuan kita kali ini?".


"Apakah kau pernah mendengar tanaman Raja Lotus Surgawi?".


"Ehhmmm... kalau tidak salah raja Lotus Surgawi adalah tanaman obat rank 6, bisa dibilang ia adalah rajanya di peringkat itu" jawab Chu Feng sambil mangut-mangut.


"Kau benar, tetapi ada suatu hal lagi yang lebih istimewa lagi dari tanaman obat itu" jawab Qin Ying semangat.


"Sesuatu yang lebih istimewa dari raja obat?, memangnya apa itu?".


"Warisan Peradaban Buddha Kuno!!!".


"Warisan Peradaban Buddha Kuno?!" ulang Chu Feng sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Hmhm menurut kabar yang beredar, Alam Besar Dunia Buddha Kuno akan terbuka dalam 1 minggu lagi" jawab Qin Ying tambah bersemangat.


"Itu..."


"Tuan muda mesum kau tenang saja, walaupun dunia besar Buddha kuno sangat berbahaya. Tetapi syarat masuk dunia itu sangatlah ketat, hanya kultivasi dengan ranah Alam Kenaikan yang bisa memasukinya. Jadi akan banyak murid dari sekte lain yang akan berpartisipasi, kita pun tidak boleh ketinggalan"jawab Qin Ying semangat.


"Aku mengerti, tetapi kenapa kita tidak memasuki nya melalui rekomendasi sekte saja?".


"Kau tidak mengerti bakat mu itu terlalu luar biasa, paman ketua sekte takut bakat mu akan terekspos sebelum pada saatnya tiba, jadi kita tidak akan mendapatkan kesempatan memasuki alam besar dunia Buddha kuno kalau menunggu sekte, kita harus bergerak selangkah lebih maju" jelas Qin Ying.


"Dari mana kau mengetahui informasi seperti ini?" Chu Feng bertanya-tanya apa sebenarnya latar belakang Qin Ying.


"Kau tidak perlu tau, yang penting dengarkan arahan ku ketika kita tiba di alam besar dunia Buddha Kuno nanti".


Chu Feng terdiam, ia memikirkan apakah keputusan nya kali ini tepat mengikuti Qin Ying. Tetapi ia ingin segera menjadi kuat untuk mencari kedua orang tuanya, jadi menurut nya segala cara harus di lakukan agar keinginan nya tercapai.


***


"Kita sudah sampai, seperti perkiraan pintu masuk alam besar dunia Buddha Kuno sudah penuh dari murid berbagai sekte di provinsi Wuan, bahkan ada murid dari sekte provinsi lain yang ikut berpartisipasi, sangat ramai sekali" Qin Ying antusias menyaksikan pemandangan di sekitar pintu masuk alam besar dunia Buddha Kuno.


"Eh bukan kah itu murid dari sekte kita?!" tunjuk Chu Feng.


"Siapa yang mewakili sekte kali ini?".


"Lalu sisanya aku tidak kenal sama sekali, mereka di pimpin oleh tetua Su, salah satu tetua dalam yang kuat, mungkin ia berada di ranah alam surga puncak atau alam raja".


"Ah mereka pasti para senior murid dalam, sial kenapa harus ada dia!" keluh Qin Ying.


Chu Feng beralih melihat siapa yang dimaksud oleh Qin Ying, terlihat Bai Li di antara para senior murid dalam yang tengah berjalan dengan gerakan gagah.


"Cih aku harap dia tidak mengenal ku" keluh Qin Ying sambil berlalu pergi. "Ayo cari tempat beristirahat, kita masih harus menunggu 1 minggu lagi" ujar Qin Ying sambil mendengus kesal.


"Baiklah".


"Kali ini warisan rahasia alam besar dunia Buddha Kuno harus aku yang miliki, aku harus segera menjadi kuat" batin Chu Feng sambil mengikuti langkah Qin Ying.


Sementara itu kelompok sekte pedang sejati yang sedang naik daun menjadi pembicaraan semua sekte yang hadir, mereka menarik seluruh mata untuk memperhatikan keberadaan meraka, bahkan beberapa sekte menunjukkan hormat dengan terang-terangan, mereka dengan tulus memberikan hadiah yang cukup berharga kepada ketua Su.


"Bai Li atur para junior mu untuk beristirahat, perjalanan kali ini sekte tidak tidak boleh gagal apapun yang terjadi" perintah tetua Su.


"Baik tetua akan segera saya lakukan, tetua tenang saja dengan adanya saya maka dipastikan sekte akan mendapatkan warisan alam besar dunia Buddha Kuno" Bai Li optimis dengan kultivasi ranah alam kenaikan puncaknya.

__ADS_1


"Hmhmhm tetua ini akan memegang ucapan mu" jawab tetua Su sambil. mengelus jengot panjangnya.


"Tetua tidak perlu kuatir, murid ini mohon undur diri".


***


1 Minggu Kemudian di pintu Gerbang Alam Besar Dunia Buddha Kuno.


"Lihat itu para tetua dari kuil Ilahi Cahaya Buddha!!!".


"Akhirnya mereka datang, maka berati Alam besar dunia Buddha Kuno akan segera terbuka".


Dari arah selatan cahaya kekuningan yang Agung menyelimuti 9 tetua Kuil, mereka menggunakan pakai khas biksu dengan kepala botak dan menggenakan tasbih raksasa di leher mereka, 9 tetua dari Kuil Ilahi Cahaya Buddha memiliki kultivasi rata-rata di ranah alam raja menengah, mulut mereka tidak berhenti mengucapkan kata Amitabh dan sesekali berkomat kamit.


"Salam saudara Kultivator dari berbagai tempat, kami tetua dari Kuil Ilahi Cahaya Buddha mewakili Kuil mengucapkan terimakasih atas kehadiran Kultivator, Alam besar dunia Buddha Kuno kali ini akan terbuka selama 1 bulan penuh, banyak harta dan juga kesempatan di sana yang mana itu akan sangat berguna bagi para Kultivator junior sekalian. Selain itu semoga salah satu dari kalian menjadi Putra Buddha yang Agung, Amitabh Buddha memberkati seluruh peserta dan semoga Buddha selalu memberikan kesempatan dan keselamatan Amitabh" salah satu tetua memberikan beberapa kata sebelum membuka pintu masuk Alam besar dunia Buddha Kuno.


"Sepertinya pembukaan Alam besar dunia Buddha Kuno kali ini tidak sesederhana yang terlihat" batin Chu Feng yang juga memperhatikan apa yang disampaikan tetua Kuil Ilahi cahaya Buddha.


"Akhirnya kita akan memasuki Alam besar dunia Buddha Kuno" seru Qin Ying antusias seperti biasanya.


"Kita sebaiknya hati-hati dan mempersiapkan segalanya dengan matang" ingat Chu Feng.


"Dengan adanya kau di sini apa yang perlu aku takutkan hihihi" jawab Qin Ying santai.


"Gadis ini" batin Chu Feng.


9 tetua Buddhis membentuk Formasi melingkar dan duduk mengelilingi sebuah altar, altar memang pintu masuk ke Alam besar dunia Buddha Kuno. Altar itu terlihat sangat kuno dengan bermacam ukiran dan tulisan zaman Buddha kuno memenuhinya. 9 tetua Kuil Ilahi cahaya Buddha lalu berkomat-kamit dengan khusus, seperti meminta permohonan dan berkat dari sang Buddha, untuk membuka gerbang Alam besar dunia Buddha Kuno. Altar itu tiba-tiba bercahaya sangat terang memancarkan aura Agung, semua orang memandang dengan takjub aura yang dipancarkan dari altar.


Sebuah cahaya turun menimpa altar Buddha kuno dari. langit, cahaya itu seperti membentuk sebelum saluran penghubung antara dunia dan langit, para murid dan tetua terkesima menyaksikan pemandangan yang amat langka itu, aura nan Agung tanpa henti menyebar suara lonceng khas Kuil Buddha pun bergema tanpa henti, angin menjadi sangat sejuk perasaan nyaman dan hangat seolah Buddha itu sendiri yang turun ke dunia.


"Para calon putra Buddha pintu masuk alam besar dunia Buddhis telah terbuka, semoga kalian kembali dengan selamat dan mendapatkan berkah dari sang Buddha Agung Amitabh" tutur tetua Kuil Ilahi cahaya Buddha sambil tersenyum lembut sembari mempertahankan formasi.


Para murid berbagai sekte pun berlomba-lomba untuk menaiki altar, begitu mereka menyentuh lorong cahaya dari langit mereka langsung menghilang tanpa jejak, semua murid pun sudah masuk menyisakan Chu Feng dan para tetua, mereka heran kenapa Chu Feng dan Qin Ying belum masuk.


"Amitabh wahai 2 Calon putra Buddha apakah kalian tidak ingin memasuki Alam besar dunia Buddha?".


"Ahhh kami segera masuk" gugup Chu Feng sambil menarik tangan Qin Ying dan memasuki Alam besar dunia Buddha Kuno.


"Siapa dua bocah itu tadi, aura mereka berdua tidak bisa aku kenalin sama sekali, tetapi suara dan gerak geriknya sepertinya aku pernah melihat di suatu tempat" batin tetua Su.


"Amitabh semoga ada putra Buddha yang terpilih kali ini, bencana ratusan tahun akan segera terjadi, hanya putra pilihan Buddha yang bisa mengatasi nya, Amitabh" gumam tetua Buddha sambil menutup matanya.

__ADS_1


***


__ADS_2