Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
MULAI PERTAMA KERJA_


__ADS_3

Pagi hari yang cerah dan cuaca yg bersahabat. Udara segar menyejukkan siapa saja yg mengirupnya, cahaya mentari yg menghangatkan semua penghuni bumi di kota ini.


Zifa sedang bersiap merapikan hijab yg akan ia kenakan hari ini, hijab pashmina berwarna hitam tanpa aksesoris apapun yg melengkapi hijabnya, di balutkannya hijab itu di kepalanya hingga menutupi seluruh rambut dan lehernya hingga menutupi dada, ditambah dengan setelan kemeja coklat kotak-kotak nya dan celana jeans yg menambah kesan tomboy pada diri zifa.


"Aku akan tetap begini sampai suatu hari, suamiku yg akan memintaku merubah gaya berpakaian ku." Gumam zifa sendiri sambil tersenyum tipis melihat penampilannya di kaca yg memantulkan wajahnya.


Diruang makan sudah siap kedua orang tua zifa yg menunggu anak-anaknya datang untuk sarapan pagi.


"Yah gak kerasa ya anak-anak cepet banget tumbuhnya." Kata ibu aminah, ibu zifa dan ketiga saudaranya.


"Iya bu, berarti kita juga GK kerasa ya udah semakin tua aja." Kata Muzaki (ayah zifa) sambil tertawa kecil.


"Ah ayah... Tapikan wajah ibu masih keliatan muda kan yah." Tersenyum sambil menyuapi buah ke mulut ayah yg masih sedikit tertawa kecil.


"Iya Bu, sampai kapanpun ibu akan tetap terlihat muda, dan cantik" berhenti sejenak. " Dimata ayah " lalu tersenyum dan menggenggam tangan Aminah.


"Ah.. ayah selalu deh GK berubah, selalu bikin hati ibu dag Dig dug." Aminah Tertawa kecil sambil memeluk lengan Muzaki.


"Ehem.." fauzi datang merusak suasana romantis ayah dan ibunya.


"Eh Fauzi ayo sarapan, mana adik-adik kamu?" Ucap Aminah dengan santai lalu menyiapkan piring di atas meja.


"Iya Bu, GK tau tuh perempuan kalo dandan suka lama. Fauzi makan duluan ya Bu, soalnya mau ada meeting pagi dikantor."


Tidak lama zifa dan ayu adik bungsunya datang beriringan.


"Pagi Bu, pagi ayah" ucap zifa sambil menarik kursi lalu duduk


" Lama banget sih kalian, ngapain aja di kamar? ayo kita sarapan bareng-bareng, mana kakak kamu satu lagi zifa ko belum muncul?"


"Ini dia kakak zifa satu lagi yg paling cantik." Ucap zakiah yg tiba-tiba muncul lalu memeluk ibunya.


"Hemm Zakiah lama banget dandannya, mau kerja aja kaya mau kondangan, ayo sarapan bareng-bareng" ucap Aminah.


"Iya Bu." Zakiah langsung duduk dan menyantap nasi gorengnya.

__ADS_1


Ya memang seperti itulah keluarga kecil zifanya. Sederhana namun terlihat jelas keharmonisannya. Setiap pagi mereka selalu saling menunggu untuk sarapan bersama, kecuali kalau ada keperluan yg mendesak, seperti Fauzi.


Rumah sudah sepi tersisa ibu aminah seorang, karna dia hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan guru ngaji untuk jam sore, jadi kalau anak-anaknya semua sudah berangkat kerja dan sekolah, tinggal lah dia seorang. Ayah zifa setiap pagi berangkat ke pondok pesantren untuk mengajar.


Ditempat kerja zifa.


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa kerja juga." Gumam zifa sambil merapikan susunan pakaian yg menggantung agar terlihat semakin rapih.


zifa bekerja di toko baju distro, yg menyediakan macam-macam pakaian yg berbagai jenis model. wanita dan pria, remaja juga anak-anak.


"Zifa ibu mau keluar dulu ya, nanti kalau ada yg beli kamu udah paham kan gimana cara jualnya?" Ucap Bu Sofi selaku pemilik toko tempat zifa bekerja.


"Iya Bu, zifa udah paham." Jawab zifa singkat sambil tersenyum.


"bagus deh. kalo gitu ibu pergi dulu ya," Bu Sofi pergi meninggalkan zifa, dan melaju dengan motor nya.


"Subhanallah, bajunya keren-keren banget ya, nanti kalo aku udah gajian, aku mau beli ah" gumam zifa sendiri sambil memegangi baju kemeja hitam bermotif bunga.


"Tin..Tin" suara klakson motor yg datang terparkir di halaman depan toko membuat zifa beranjak menghampirinya.


Seorang laki-laki yg sudah berumur namun tetap terlihat gagah dan sok gaya kayak anak ABG, dengan setelan kaos dan celana jeans robek-robek di bagian lutut, menghampiri zifa.


"Selamat datang pak, silahkan dipilih bajunya banyak model-model terbaru" ucap zifa dengan nada yg dipaksa semanis mungkin.


"Eh kamu karyawan baru ya?" Ucap lelaki yg wajahnya hampir seumuran dengan ayah zifa, lalu nyelonong masuk dan duduk di kursi dekat ruang ganti baju.


" iya pak, saya karyawan baru. Baru hari ini saya mulai kerja, ada yg bisa saya bantu pak?" Zifanya lalu mengikuti arah laki-laki itu dan berdiri didepannya.


"Udah ngerti cara kerjanya?, Eh tunggu, nama kamu siapa? Umurnya berapa?" Tanya lelaki itu pada zifa sambil memandangi zifa dari atas sampai bawah.


" Nama saya zifa." Belum selesai zifa menjawab laki-laki itu sudah menghentikannya dengan menepuk tangannya ke kursi panjang yg ia duduki, perintah agar zifa bicara sambil duduk disebelahnya.


Zifa diam, ragu untuk begerak dari posisinya.


"Sini.. gpp duduk aja disini, biar enak ngomongnya, emang gk capek apa ngomong sambil berdiri?" Katanya lalu menegukuk air mineral di botolnya.

__ADS_1


"Gpp pak, saya disini aja,"


"Kenapa? Kamu takut?"


Zifa menggeleng cepat tanpa suara.


"Ih sini duduk gak papa, saya ini suaminya Sofi, pemilik toko ini, jadi gak usah takut, saya kesini mau liat karyawan baru saya. Oh ia satu lagi jangan panggil pak, panggil Abang aja." Ucapnya sambil menunjukkan wajah sok imut yg sebenarnya malah terlihat menakutkan.


"Oh bapak ini suaminya Bu Sofi?" Ucap zifa masih berdiri ditempatnya, belum bergerak.


"Iiih... Bapak lagi bapak lagi, ABANGG.." kata laki-laki itu sambil menarik tangan zifa supaya cepat duduk.


Zifa yg kaget langsung menggeser duduknya agar ada jarak lebih jauh.


"Terusin tadi siapa nama kamu, nama panjang, nama panggilannya, usia, dan semua tentang kamu" kata lelaki itu dan merubah duduknya menghadap ke arah zifa, menekuk kaki kirinya.


"Nama saya zifanya Fauziah, panggilannya zifa, umur saya 17thn."


Jawab zifa dengan mata melihat ketangannya yg ia genggam, karena gugup sekaligus takut.


"Hei zifa nama kamu bagus ya, umur kamu beneran 17thn? Memangnya kamu udah lulus sekolah sampai bisa kerja gini?"


"Sudah pak, 2 bulan lalu saya wisuda SMA." Jawab zifa masih tanpa berpaling sedikitpun dari tatapan pertamanya, menatap genggaman tangannya, menahan gugup.


" Bapak lagi, Abang zifa... Panggil saya Abang, dan satu lagi kamu kalo di ajak bicara matanya liat ke orang yg ngajak bicara," bicara dengan nada sedikit jengkel, lalu bangkit meninggalkan zifa,


" Zifanya kerja yg bener, jujur dan jangan lelet. Keluarin suara kamu, bicara yg lantang kalo jualan itu harus bicara yg jelas, oke."


Lelaki itu pun pergi melajukan motornya dengan sedikit ngegas sampai terdengar suara gesekan keras antara ban dan juga aspal.


ZIFANYA FAUZIAH.



__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2