Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Istirahat


__ADS_3

hari sudah sore orang-orang dijalan sudah semakin ramai berlalu lalang dijalan, musik-musik beralunan di setiap toko-toko yg berjajar dipinggir jalan, beradu keras volume dengan berbeda-beda gender lagu.


"huh capek juga ya, padahal ini baru sehari gue kerja. ternyata pembeli di toko ini lumayan rame juga ya." gumam zifa sendiri sambil memandangi wajahnya didepan kaca yg sudah berkeringat.


Flashback.


Setelah kepergian Dimas pelanggan demi pelanggan berdatangan hingga membuat toko yg sepi karna hanya ada zifa seorang, menjadi ramai pengunjung seketika.


ya memang begini Susana toko di sore hari ramai pengunjung apalagi sekarang ini akhir pekan.


"permisi dek mau cari jas anak laki-laki umur 8 tahun ada dek?." tanya seorang ibu yg membawa anak laki-laki mungil yg tampan.


"ada Bu sebentar ya saya Carikan dulu."


selama zifa mencari beberapa pembeli lain melihat-lihat model baju yg mereka cari.


"ini Bu, kita punya banyak model dan warna yg bisa ibu pilih. silahkan dipilih dulu." belum selesai zifa dengan ibu yg membawa anaknya, 3 orang gadis remaja sudah sibuk sedari tadi. mengacak-acak baju tanpa meminta bantuan zifa.


zifa yg melihat ketiga gadis itu langsung menghampirinya.


"ada yg bisa saya bantu kak? mau cari baju yg gimana ka?" tanya zifa sopan.


"aku mau sweater bulu warna pink yg Minggu lalu udah aku Charter kak, masih ada gak ya?" tanya gadis yg berambut ikal dengan setelan serba pink.


belum sempat zifa menjawab " kak kak aku mau cari baju kemeja couple buat cewek sama cowok ka warna maroon kak tolong cariin dong" kata gadis yg memakai topi dan kaca mata.


belum zifa menjawab gadis yg terakhir bicara. " kak aku mau yg ini berapa?" tanya si gadis yg memakai hijab itu sambil memberikan baju kaos lengan panjang kepada zifa.


"ohh itu 50rb dek, mari kakak bungkus." zifa mengambil baju itu, lalu mulai mencarikan apa yg kedua gadis pembelinya itu cari. setelah menemukan apa yg dicari dan membungkusnya ketiga gadis itupun pergi dan tak disangka zifa pengunjung semakin ramai.


zifa menghela nafas panjang lalu mengerjakan pekerjaannya, melayani customer nya dengan sopan ramah dan sabar tanpa mengeluh atau luntur sedikitpun senyumannya. ia tetap menebar senyum dan bersikap baik pada seluruh customer yg datang.


hingga pada akhir pelanggan Bu Sofi datang.


"wahh rame juga ya tadi yg beli, maaf yah ibu baru sampai, tadi habis ngurusin materi buat ngajar anak les besok." kata Bu Sofi sambil tersenyum lalu memberikan sekotak nasi beserta lauk pauk dan sebotol air mineral.


"makan dulu sana, biar toko ibu yg jaga. maaf ya ibu telat bawain makanannya harusnya tadi siang." kata Bu Sofi sambil tersenyum


"ia Bu gak papa makasih Bu makanannya, zifa makan dulu ya Bu." zifa pun pergi ke ruang istirahat di lantai atas untuk menyantap makanannya.


Dilantai Bawah

__ADS_1


selang beberapa menit zifa makan terdengar suara klakson motor.


zifa tidak memperdulikan siapa yg datang dia pikir ada Bu Sofi ini yg jaga.


"sof mana zifa?" tanya sandi yg baru saja turun dari motornya.


"ada di atas bang lagi makan." kata Sofi sambil tersenyum. "Abang mau makan juga?" tanya Sofi sambil memijat bahu sandi.


"emang ada makanannya?" tanya sandi sambil menikmati pijatan istrinya.


"ada bang aku tadi bawa dua harusnya buat zifa makan siang dan malam, tapi aku telat bawain makan siangnya, jadi dia makan sore deh hehe." kata Sofi sambil tertawa kecil.


" hemm lain kali jangan telat lagi, kasian tu anak udah kerja capek-capek gak makan ntar pingsan lagi dia." sandi menjawab agak ketus.


"mana makanan yg satunya? aku mau makan"


kata sandi.


"ini bang, mau aku suapin gak?" kata Sofi perhatian.


"GK usah aku makan sendiri aja." lalu berjalan menaiki tangga tanpa menoleh ke arah Sofi lagi. Sofi hanya diam memandangi bahu sandi yg berjalan lesu.


sesampainya sandi di lantai atas. dia tidak bersuara hingga zifa sedang asik menyantap makanannya pun tidak sadar dengan kedatangan sandi.


zifa yg kaget langsung segera menepis tangan itu lalu membalikkan tubuhnya.


gila ni orang, apa-apa an coba pake acara nutupin mata gue segala. ko gue jadi takut ya Ama ni orang. gumam zifa mengernyitkan dahinya tanpa berkata apapun pada lelaki yg masih berdiri didepannya, menatapnya dengan senyuman.


"enak ya makan gak ngajak-ngajak." kata sandi lalu duduk disebelah zifa.


"zifa suapin Abang dong, tangan Abang pegel nih." kata sandi lalu memberikan kotak makannya pada zifa.


zifa hanya diam tanpa suara lalu menyantap sisa makannya yg tinggal satu suapan lagi.


"zifa kok diem sih ayo suapin Abang." sandi lalu memegang tangan zifa untuk segera menyuapinya.


zifa yg kaget lalu melepas tangannya dari genggaman tangan sandi. dan berdiri dari tempat duduknya.


"maaf bang zifa mau lanjut kerja lagi, silahkan abang nikmati makanannya, permisi." kata zifa lalu langsung pergi meninggalkan sandi tanpa menunggu jawaban dari sandi.


sandi yg melihat perlakuan zifa padanya malah tersenyum.

__ADS_1


manis juga dia, ternyata bukan kayak cewek-cewek yg sebelumnya ya, gumam sandi sambil senyum-senyum sendiri.


saat zifa sudah di lantai bawah, ia melihat Bu Sofi sedang duduk di kursi depan toko sambil melamun memandangi jalan. zifa mendekat menghampiri Sofi lalu duduk di sebelahnya.


"ibu udah makan?" kata zifa yg ikut memandangi jalan yg sedang ramai lalu lalang mobil dan motor.


"eh zifa, udah selesai makannya? gimana enak gak? itu Mbah yg masak. Mbah itu mamanya ibu." kata Sofi tanpa menjawab lagi pertanyaan zifa.


"enak ko Bu, oh jadi itu Mbah yg masak, Mbah tinggal dimana Bu? suka main ke toko gak?"


zifa memulai pembicaraan mencoba menghibur Sofi yg sedang kosong fikirannya.


setelah larut dalam obrolan yg entah kemana arah obrolan itu. tiba-tiba sandi datang dan duduk diantara kedua wanita yg sedang asyik mengobrol, sandi mencoba duduk ditengah-tengah Sofi dan zifa. dan kedua wanita itupun menggeser posisi mereka.


"asik banget lagi ngomongin apaan si?" kata sandi.


"enggk bang cuma ngobrol-ngobrol iseng aja, Abang udah selesai makannya?" kata Sofi lalu menggandeng lengan sandi dan bersandar di bahunya.


"udah." jawab sandi singkat.


"eh zifa cowok yg tadi pagi minjem gunting balik lagi gak?" tanya sandi


"balik lagi bang, guntingnya juga udah di balikin kok." kata zifa dan mulai beranjak dari duduknya, namun belum sempat iya bergerak sandi sudah menahan lengannya dan zifa duduk kembali. Sofi yg melihat itu seperti sudah biasa melihat pemandangan suaminya menyentuh wanita lain.


"bukan masalah gunting, maksudnya dia balik lagi buat kenalan gak sama kamu?" tanya sandi tanpa basa basi.


"ehmm iya bang." jawab zifa singkat.


"jangan pacaran di tempat kerja, gue gak suka." kata sandi tiba-tiba.


"maaf bang saya gak pacaran, dia cuma nanya nama dan tempat tinggal aja setelah itu pergi." kata zifa


"mulut manis jangan dikotori dengan kebohongan." ucap sandi lalu masih dengan ponselnya.


ih ni orang ngomong apaan si, gumam zifa kesal.


pembicaraan terputus setelah sandi menerima telpon dan pergi meninggalkan toko tanpa pamit, dan bu Sofi naik ke lantai atas untuk beristirahat sejenak. dia memang lebih suka beristirahat di toko karna dirumahnya dia hanya tinggal berdua dengan sandi, jadi dia merasa sepi kalau dirumah sendirian.


sedangkan zifa mulai melakukan apapun yg ia bisa lakukan di toko, dari mulai nyapu lantai ngepel dan merapikan susunan gantungan baju-baju yg tidak beraturan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


bantu aku dong teman-teman untuk like dan baca novelku ini. juga komentarnya untuk menambah semangat dan pengalaman aku. makasih😊


__ADS_2