Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Tentang sandi


__ADS_3

sandi adalah seorang lelaki berumur 42 tahun, namun dengan usia segitu dia masih tetap terlihat sehat dan gagah. cara berpakaian pun tidak seperti bapak-bapak pada umumnya. ia selalu mengenakan celana jeans dan baju kaos.


ia menikah dengan Sofi saat usianya 30 tahun dan Sofi berusia 25 tahun. sebelum menikah dengan Sofi sandi adalah seorang duda beranak dua dan keduanya adalah perempuan. Syahnaz dan Pricilla.


Syahnaz kini berusia 22 tahun dan Pricilla berusia 19 tahun. sandi bercerai dengan istri pertamanya sekitar 8 tahun sebelum bertemu dengan sofi. sejak dulu sandi sudah terbiasa bermain dengan perempuan. bahkan saat ia masih berstatus suami dari istri pertamanya yg bernama nia.


sebenarnya sandi sangat mencintai Nia karna dia wanita paling cantik di kampungnya dulu hingga banyak orang ingin menikah dengannya. namun Karana memang sandilah jodohnya Nia maka Nia menikah dengan sandi.


saat mereka sudah menikah masih banyak laki-laki yg berani mendekati Nia secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. sandi sangat marah jika melihat istrinya itu di goda laki-laki lain. dan ia selalu melindungi Nia.


dan setelah beberapa tahun mereka menjalani kisah cinta dalam rumah tangga hingga di karuniai dua orang anak. sebuah kesalahan besar yg dilakukan Nia hingga sandi menceraikannya saat usia anak mereka masih kecil-kecil. saat itu Syahnaz berusia 8 tahun dan Pricilla berusia 5 tahun.


Flashback.


saat itu sandi meminta Nia untuk membelikannya mie instan ke warung. dan dia heran karna Nia pergi ke warung dengan dandanan yg sangat mencolok juga aroma parfum yg menyengat. bahkan Nia menggunakan mini dress yg begitu seksi.


sandi sebenarnya sudah ingin menarik lengan Nia untuk tidak jadi pergi ke warung. tapi ia urungkan dan ia berniat untuk membuntuti nya saja, agar ia tahu apa yg ingin istrinya lakukan dengan dandanan seperti itu.


dan betapa terkejutnya ia saat istrinya malah pergi ke warung kopi tempat para laki-laki berkumpul, sandi melihat banyak laki-laki disana yg menggoda istrinya.


dan Nia malah membalas godaan para laki-laki itu. sandi yg sudah tidak tahan melihatnya ingin sekali ia menyeret istrinya dari kerumunan para laki-laki genit itu. dan memukulinya satu persatu. namun ia urungkan.

__ADS_1


kalo gua lakuin itu. berarti gua cemburu sama Nia. tapi posisinya sekarang Nia yg sengaja menggoda mereka dengan dandanan nya. wanita seperti itu gak pantes gua cemburui. gumam sandi sambil mengepalkan tangannya. lalu ia pergi kembali kerumah.


setelah sekitar setengah jam berlalu. Nia kembali dengan 2 bungkus mi instan di kantong kresek yg ia bawa. "bang mau aku masakin sekarang? mau pake telur gak?" tanya Nia dengan senyum manis di bibirnya.


sandi diam dan tidak melihat ke arah Nia. "udah selesai jadi wanita penggoda nya? udah puas?" kata sandi masih dengan tatapannya kedepan.


wajah Nia mulai panik dan pucat. belum sempat Nia mengeluarkan suaranya. sandi sudah berdiri dan mendekatinya. menatapnya dengan tatapan yg membunuh.


"Jadi ini yg kamu lakukan setiap aku lagi gak di rumah? aku kerja capek-capek. kelakuan kamu malah kaya gini!" sandi membentak dengan nada yg sangat keras hingga Nia menciut ketakutan.


sandi meraih dagu Nia dengan cengkraman jarinya dan mengarahkan wajahnya agar melihatnya. " aku lagi ngomong sama kamu jadi liat ksini. jadi kaya gini kelakuan kamu di belakang aku ha? terus pas ada aku pun kamu bahkan berani melakukan ini. dandan bukannya buat suami malah buat laki-laki lain! anak malah kamu titipin ke orang tua kamu dan kamu malah kaya gini. kenapa sih Nia? kenapa kamu kaya gini."


" Nia kurang apa lagi aku buat kamu? aku menyayangimu. aku kerja keras cari uang buat kamu, aku bahkan selalu melindungi kamu dari orang-orang yg mengganggumu. tapi kenapa? kenapa kamu lakuin ini sama aku Nia?" sandi hampir saja menangis karna ia tidak bisa membohongi perasaannya yg memang cemburu dan sakit hati dengan kelakuan istrinya.


"maafin aku bang. aku gak bermaksud untuk menggoda mereka, aku cuma.." belum sempat Nia melanjutkan ucapannya sandi sudah menyambarnya.


"cuma apa? cuma apa?" suara kerasnya memenuhi setiap sudut ruangan. "ada yg nyuruh kamu kaya gini? ada yg ngancem kamu? bilang sama aku Nia bilang siapa yg nyuruh kamu ngelakuin ini semua." ucap sandi sambil mengguncangkan tubuh Nia dengan kuat. hingga Nia merintih kesakitan.


"gak ada bang, gak ada yg nyuruh aku atau yg ngancem aku. aku kaya gini karna kelakuan kamu." jawab Nia ragu dan penuh ketakutan.


" kelakuan aku? aku kerja banting tulang buat kamu dan anak-anak kita, aku menyayangimu dengan setulus hatiku lalu ini balesanmu? karna ini kamu ngelakuin hal murahan seperti itu?" sandi memalingkan wajahnya dari nia.

__ADS_1


" Abang selingkuhin aku duluan! bahkan Abang juga tidur dengan selingkuhan Abang" ucap Nia agak berteriak sambil menangis. "aku tau bang.. aku tau semuanya, bahkan dia datang kerumah untuk minta tanggung jawab Abang." kata Nia sambil menatap punggung sandi sambil menangis.


"kamu gak usah memutar balikkan fakta. dan mencoba melindungi diri kamu dengan memfitnah aku." ucap sandi yg masih membelakangi Nia.


"Abang gk mau ngaku? oke aku emang salah dengan apa yg aku lakukan sekarang, seharusnya aku gak perlu merendahkan diri aku untuk membalas perlakuan Abang. lalu kenapa Abang lakukan itu sama aku? apa salah aku? apa kurangnya aku bang?" ucap Nia yg menangis.


tapi sandi tetap tidak mau mengakui tuduhan Nia padanya dan seketika sandi berkata dengan tegas. "cukup aku gak mau lagi denger ocehan kamu. aku kecewa dan aku gak mau lagi hidup sama kamu. kita cerai."


ucap sandi lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Nia yg semakin menangis sejadi-jadinya setelah mendengar ucapan sandi. "bukan itu yg aku mau bang! bukan itu... aku mau Abang berubah, aku mau Abang setia sama aku." Nia menjerit dan berteriak agar sandi mendengar ucapannya.


didalam kamar sandi duduk di pinggir tempat tidur membuka ponselnya lalu menutupnya dan berjalan kesana kemari. ia gelisah. ia memukuli kepalanya, menarik-narik rambutnya.


gua emang salah udah selingkuhin dia, tapi dia gak perlu membalas gua kaya gini. gua bahkan berhak untuk berpoligami dengan siapapun, tapi harusnya dia jangan.


"huaaarrrzhh" drum crak .. sandi membanting barang-barang yg ada di depannya. lalu membaringkan tubuhnya dan bangun lagi. sandi keluar kamar dan melihat Nia yg masih berada ditempatnya sedang menangis sambil memeluk kedua kakinya yg ia tekuk. sandi melewatinya tanpa menoleh atau berkata sedikitpun.


"Abang mau kemana?" tanya Nia masih dengan air mata yg mengalir di pipinya. sandi tidak menjawab dan terus berjalan membuka pintu.


" Abang mau pergi ketempat wanita itu kan? Abang jawab!!!" Nia berteriak namun sandi tidak menghiraukannya dan melaju dengan motornya secepat mungkin. "Abang...." Nia berteriak sekencang mungkin dan memandangi motor suaminya yg sudah menjauh.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2