
"Dimas gimana keadaan Lo sekarang?" zifa mencoba mencari kabar Dimas. lewat pesan singkat yg ia kirim. sekarang sudah jam 09.30 sudah 4 jam setengah Dimas belum memberinya kabar. setelah SMS yg ia kirim tadi subuh. itu membuat zifa sedikit rindu dicampur khawatir padanya.
setengah jam ia memandangi ponselnya, membuka galery, sosial media sampai menonton para YouTubeer ternama yg sedang booming di jagat Maya. belum juga ia mendapat balasan dari Dimas.
satu jam telah berlalu zifa masih saja sibuk dengan ponselnya. tok...tok...tok....
"ka lagi apa? aku boleh masuk gak?" Suara yg berasal dari balik pintu kamar zifa.
"ya masuk aja de." zifa masih berbaring di atas ranjangnya dan fokus menonton YouTubeer favorit nya A**a H*******Ar dia begitu semangat dan terhibur memperhatikan aksi-aksi YouTuber tampan itu.
"lagi apa si ka? khusyu banget. sampe ada keributan di luar aja Lo gak denger." ucap ayu tiba-tiba setelah ia masuk dan duduk di sebelah zifa. di atas ranjangnya.
"ini lagi nonton si ganteng. seru banget kontennya sangat menghibur haha. tuh liat tuh" zifa malah tidak tertarik dengan berita yg disampaikan ayu tadi. dia malah tambah asyik menonton dan mulai berbagi layar ponsel agar ayu bisa ikut melihatnya.
"ih Kaka... liat itu di luar ada siapa?" ayu menyadarkan keasyikan makanya yg sedang terpesona dengan seorang YouTuber.
"ada siapa emang? ko rame gitu sih."
" ya ampun ka. Lo baru sadar sekarang! itu tuh rame-rame gitu dari tadi. coba liat dulu sana."
sebelumnya.....
"Hasbi makasih ya, kamu udah mau datang buat bantuin ibu."
Hasbi tersenyum dan mengangguk sopan pada seorang wanita yg sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.
"jadi apa rencana kita sekarang Bu?" tanya Hasbi.
"ehmmm apa ya. kalo kamu melamar zifa kan gak mungkin ya. terlalu cepat dan mendadak banget."
"terlalu cepat sih enggak ya Bu. cuma yg jadi masalahnya itu, apa zifa mau sama Hasbi. entah sekarang. ataupun kedepannya."
"ihh ko kamu gak PD gitu sih. seorang Syahnaz aja bisa tergila-gila sama kamu. masa zifa enggak. secara zifa sama Syahnaz kan cantikan Syahnaz." Sofi mulai memperlihatkan rasa tidak sukanya pada zifa. padahal bukan zifa yg menggoda suaminya. tapi suaminya lah yg tidak tahu diri. menyukai gadis muda seperti zifa. tapi Sofi sudah di butakan oleh cinta gaib nya sandi. karna Sofi juga termasuk korban yg di pikat oleh sandi.
(nanti ya aku jelasin kisah Sofi dan sandi di lain episode.)
"apa Bu? tadi ibu bilang apa?"
"bilang apa?" Sofi malah balik bertanya.
__ADS_1
"Syahnaz."
"ya ampun." Sofi memukul keningnya dengan telapak tangan nya. ia lupa telah membocorkan rahasia putrinya.
"huft udah terlanjur. ia Syahnaz itu tergila-gila sama kamu."
"sejak kapan?"
"sudah lama, sejak kalian pertama bertemu,"
"ibu tau dari mana? memang Syahnaz cerita sama ibu?"
"dia gak pernah cerita. tapi ibu jelas tau. lah wong dia majang foto kamu di lemarinya, di kamarnya. trus dia lukis wajah kamu di buku diary nya. belum lagi nama kamu terpampang nyata di ponselnya dengan nama kontak yg ia tulis 'Hasbiku' dengan tanda hati di akhirnya."
Hasbi baru membuka mulutnya untuk bertanya lagi. tapi Sofi mencegahnya dengan menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir Hasbi. membuat laki-laki itu terkejut dan merasa malu.
"ssstttt sudah! hentikan wawancara mendadak mu itu. kapan kita akan menyusun rencana kalo kamu malah terus bertanya dan... ko kamu malah tertarik menceritakan syahnaz sih? bukannya kamu cinta sama zifa?"
"ehmmmm cuma penasaran aja."
"yaudahlah terserah. pokonya sekarang kamu bantu ibu datang kerumah zifa. buat dia hari ini dan seterusnya datang ke toko untuk bekerja seperti biasanya. bagaimanapun caranya yg penting dia ke toko dan bang sandi gak akan pergi ninggalin ibu."
"Bu maaf. ko jadi gitu rencananya. bukannya malah tambah memperburuk kalo zifa tetap ada di toko. itu malah membuat bang sandi leluasa untuk mendekati zifa."
" ya enggaklah... kan ada kamu. jadi bang sandi gak bisa deketin zifa."
"maksudnya apa Bu."
Sofi tidak menjawab dan langsung menarik Hasbi untuk mengedarkan motornya dan segera pergi ke tempat yg ingin ia tuju.
setelah sampai di tujuan Hasbi merasa tubuhnya bergetar hebat. dia panik dan bingung apa yg akan terjadi dan apa yg Sofi rencanakan sebenarnya.
"assalamualaikum" Sofi mulai mengetik pintu.
"wa'alaikumsalam, mau cari siapa ya Bu?"
"ada ayah sama ibu nya zifa?"
"saya ibu nya zifa. ibu siapa ya? dan ada apa gerangan ibu datang kemari?"
__ADS_1
"bisa kita bicara di dalam?" Sofi meminta izin untuk masuk karna sang pemilik rumah belum juga mempersilahkan masuk.
"oh ia bu maaf. silahkan masuk."
mereka pun duduk beriringan. tak lama kemudian Muzaki dan Fauzi datang. kebetulan hari ini Fauzi sedang sip malam dan libur kuliah. jadi ia bisa bersantai sejenak dirumah. dan Muzaki baru hendak berangkat tapi ia urungkan ketika melihat tamu yg datang mencarinya.
"Bu ayah mau berangkat."
"pak bisa kita bicara sebentar. ini penting. menyangkut masa depan anak bapak dan juga kehidupan saya."
"maksud ibu apa? dan ibu ini siapa?" tanya Muzaki
"saya Sofi pak. istrinya bang sandi bosnya zifa di toko."
"ada perlu apa ibu datang kesini?" Muzaki duduk di sebelah Aminah istrinya. dan Fauzi duduk di sofa tunggal di sebelahnya.
"Bu adik saya tidak akan bekerja di tempat ibu lagi. dan masalah kontrak kerja. akan saya urus untuk membatalkannya. lagi pula itukan hanya kontrak kerja biasa. tidak resmi resmi banget kan." Fauzi menyambar dengan raut wajah kesal.
"iya dek ibu paham. jadi begini dek, ibu butuh bantuan dari bapak, ibu dan adek sekalian selaku keluarga dari zifa. bantu saya agar zifa bisa kembali bekerja. ini bukan soal keuntungan toko ataupun kerugian. tapi ini demi kehidupan saya kedepannya. saya mohon pak Bu. kalo zifa tidak bekerja disana saya akan kehilangan usaha yg sudah saya rintis sejak lama. dan itu sangat berharga Bu pak." Sofi memasang tampang melasnya.
"lalu apa hubungannya dengan masa depan anak saya."
"zifa pernah bilang kalau dia bekerja untuk menjadi orang sukses dan mandiri. tidak mau menyusahkan keluarga. jadi disini ada peluang untuknya mendapatkan yg ia butuhkan."
"zifa gak butuh itu. dan harga diri zifa lebih berharga ketimbang toko yg ibu rintis. ibu bisa kan cari karyawan baru untuk menggantikan nya. kalo perlu nanti biar saya bantu Carikan pengganti zifa. supaya ibu gak pusing takut kehilangan bisnis ibu." Fauzi semakin memanas dan emosi.
"tapi dek, gak semudah itu mendapatkan karyawan baru yg seperti zifa. dia anak yg rajin dan jujur. saya akan menaikan gajinya kalo gitu."
"stop Bu. saya gak ada waktu untuk membahas ini. ibu sangat keras kepala dan memaksa. saya sudah bilang zifa tidak akan bekerja disana lagi. dan kalo ibu butuh seseorang untuk membantu ibu di toko. seseorang yg jujur dan rajin Fauzi kan sudah siap untuk membantu mencarikannya. tapi ko ibu malah ngotot pengen zifa yg kerja disana. memangnya ibu gak inget kejadian yg kemarin? baru kemarin Bu. dan bahkan rasa trauma anak saya saja belum hilang. ibu sudah mau memasukkan nya lagi ke kandang singa." kali ini Muzaki benar-benar kesal dan emosi.
"sudah sekarang ibu lebih baik pulang dan jangan buat keributan dirumah saya." ucap Muzaki pada Sofi.
"tapi pak, zifa akan ada yg menjaga di toko. ini anak ini akan menjaga zifa. dan bapak tidak perlu khawatir kan zifa. Karana sudah ada Hasbi yg akan menjaganya." Sofi menggandeng lengan Hasbi.
"ibu ini gak pernah punya anak apa ya! bisa-bisanya ibu suruh saya gak usah khawatir kan anak saya. dan menitipkan nya pada pemuda yg bahkan saya saja tidak mengenalnya. Bu anak saya itu masih gadis. dia bukan janda atau pun perawan tua yg bisa seenaknya di titipkan pada sembarang laki-laki. bahkan jandapun juga tidak akan mau diperlakukan seperti itu."
"pak... tolong pak.. tolonglah saya sedikit saja pak. saya butuh zifa pak." Sofi belum juga bangkit dari duduknya dan terus memohon. kali ini iya mengangkat kedua telapak tangan nya untuk memohon pada muzaki.
**BERSAMBUNG.....
__ADS_1
besok lagi ya up nya. kalian kasih aku like dan komen dulu dong yg banyak. jangan lupa vote aku ya dan follow juga akun aku. maksih.😊**