Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Episode 18


__ADS_3

"apa yg lo lakuin ke mereka hah? apa yg lo rencanain?" ucap Dimas agak berbisik namun tetap dengan penekanan pada setiap katanya.


"gue gak ngelakuin apa-apa dan gue gak ngerencanain apa-apa." ucap sandi dengan santai.


"dasar tua tua keladi. naksir sama gadis yg lebih pantas menjadi cucu." gerutu Dimas pelan namun tetap terdengar oleh sandi karna ruangan yg sepi.


"lu ngomong apa hah? bocah ingusan! lu pikir gua gak denger lu ngatain gua tadi!" sandi mulai mendekati Dimas dan mengepalkan tangannya di wajah Dimas. namun tidak sampai memukulnya. ia tidak ingin membuat keributan disini dan akan menggagalkan rencananya.


"lu ngerasa gua ngatain lu. kan gua gak sebut nama lu." ucap Dimas santai sambil menunjukkan seringai di bibirnya.


"Breng**k Lo!! awas Lo ya pulang dari sini. abis Lo sama gua" ucap sandi mengancam Dimas sambil mengarahkan telunjuk tepat di wajah Dimas.


------------------------------------------------------------------------


Di dalam kamar.


"Bu.. ibu sadar dong. kenapa ibu jadi pingsan gini." ayu mulai menangis di sebelah ibunya sambil menciumi tangan Aminah.


"ayah. zifa mau tanya sama ayah, tapi ayah harus jawab jujur ya." ucap zifa pada ayahnya yg masih berdiri di samping ranjang Aminah.


"ayah apa aja yg udah sandi katakan sama ayah dan ibu?" ucap zifa.


"dia gak bilang apa-apa." jawab ayah dengan singkat. tanpa menoleh ke arah zifa.


"ayah jawab yg jujur zifa mohon yah." zifa memohon pada ayahnya.


"oke oke., jadi gini.." Muzaki mulai menjelaskan.


Flashback on

__ADS_1


"jadi gini saya mau minta tolong sama ibu dan bapak selaku orang tua zifa. di tempat kerja, zifa baru saja berkenalan dengan seorang pemuda yg bekerja di toko sebrang jalan. dan awalnya saya membiarkan itu karna saya berpikir zifa merasa kesepian dan butuh teman. tapi setelah beberapa hari saya perhatikan kelakuan pemuda itu semakin tidak baik pada zifa. ia bahkan meminta zifa untuk menjadi pacarnya secara paksa. dan awalnya zifa menolak. tapi pemuda itu terus memaksa bahkan sampai mengancam zifa. saya mengatakan ini yg sebenarnya karna saya memiliki CCTV di setiap sudut ruangan toko." ucap sandi mulai menghasut pikiran Muzaki dan Aminah.


"Astaghfirullah mana mungkin seperti itu, zifa itu anak yg terbuka. dan dia juga selalu menceritakan semua aktivitas nya pada saya. baik itu di tempat kerja atau di luar tempat kerja ia selalu terbuka pada saya pak." ucap Aminah membantah.


"mungkin zifa tidak bercerita karna ia takut mengkhawatirkan ibu dan bapak. dan satu lagi pemuda itu juga menghasut zifa untuk berhenti bekerja di tempat saya dan memintanya untuk pindah kerja ketempat ia bekerja. saya mendengar itu langsung dari mulutnya Dimas." ucap sandi


"Dimas? siapa Dimas?" tanya Muzaki yg akhirnya bersuara setelah mendengar kan semua ucapan sandi dan Aminah.


"Dimas itu pemuda yg saya maksud barusan pak." ucap sandi dengan senyum tipis yg licik.


"jadi pemuda itu bernama Dimas." geram Muzaki kesal menyebutkan nama itu.


"ayah.. tenang dulu yah. belum tentu ini semua benar, kita tunggu zifa pulang dan mendengar nya langsung dari mulutnya." Aminah mengusap-usap punggung tangan ayah untuk menenangkan amarahnya.


"dan untuk pak sandi saya mau tanya. apa maksud dan tujuan pemuda itu.. ehm Dimas maksud saya, apa maksudnya dia untuk meminta zifa pindah ketempat kerjanya. apa untungnya buat dia?" Aminah mencoba mengorek informasi lebih dalam lagi.


FLASHBACK OFF.


------------------------------------------------------------------------


"ohhh jadi itu yg bikin ayah bersikap tidak suka sama Dimas tadi. yah dengerin zifa. zifa itu gak mungkin berteman dengan laki-laki semudah itu. dan ayah tau kan zifa ini seperti apa orangnya, dan kenapa Dimas bisa sampai menjadi teman zifa. karna Dimas itu baik. dan yg pasti gak seperti apa yg dituduhkan oleh pak sandi tadi. Dimas gak pernah maksa zifa, dan dia juga GK minta zifa untuk berhenti kerja. oh ia ayah zifa belum sempat bilang siapa tadi yg udah nampar zifa." ucap zifa panjang lebar untuk menjelaskan semuanya pada Muzaki.


"siapa nak yg udah berani melukai kamu. bahkan ayah aja tidak pernah memukul kamu sedikitpun." ayah mulai geram dan mengepalkan tangannya.


"pak sandi yah yg udah nampar zifa. dia.." belum selesai zifa bicara ayah sudah menggeram kasar dan meninju kepalan tangannya pada telapak tangannya.


"ayah tunggu dulu, sabar dulu yah. mau jelasin. kalo pak sandi tadinya mau menampar Dimas karna zifa bilang. zifa mau cari pendamping yg sebaya dengan zifa. seperti Dimas." ucap zifa dengan polosnya.


"lalu kenapa dia sampai mau menampar Dimas cuma karna kamu bilang begitu? dan kenapa juga jadi kamu yg kena tampar." ayah mulai semakin kesal dan jengkel.

__ADS_1


"dia itu cemburu ayah, pak sandi gak suka liat zifa dekat dengan Dimas. dan satu lagi dia bahkan mau menjadikan zifa istri keduanya eh sebenarnya dia belum bilang kaya gitu tapi zifa udah curiga sama gelagatnya." ucap zifa mencoba menjelaskan semua kejadian di toko. Muzaki dengan setia mendengarkan semua cerita dari putri nya itu.


"dan bahkan dia juga sampai memukuli Dimas. liat Dimas sampai babak belur kaya gitu. itu karna dia yg melakukannya yah. zifa bisa kena tampar kaya gini karna zifa tadi mencoba mengalami dia pas dia mau nampar Dimas." zifa mulai meneteskan air matanya.


Muzaki pun memeluk zifa dan menyandarkan kepalanya di bahunya.


"ayah. kak zifa, ibu udah sadar." ucap ayu dengan bahagia melihat ibunya sadar.


zifa pun segera melepaskan pelukan dari ayahnya dan kembali ke ranjang tempat Aminah berbaring.


"ibu.. bagaimana keadaan ibu sekarang? kenapa ibu bisa pingsan kaya tadi?" ucap zifa.


"ibu udah baikan nak. gak tau kenapa ibu ngerasa ada yg aneh dari pak sandi, ibu merasa..." belum selesai ia bicara tiba-tiba terdengar keributan dari ruang tamu.


Diruang tamu.


*breng**k" sandi mencengkram baju Dimas.


"ada apa ini. kenapa kalian buat keributan di rumah saya." Muzaki datang menghampiri mereka dengan kesal dan marah.


disusul dengan langkah zifa di belakangnya. sedangkan Aminah tetap didalam kamar bersama ayu.


"maafkan saya pak Muzaki. tapi anak ini yg menantang saya duluan." ucap sandi membela diri.


**Bersambung......


aku biasanya update setiap malam 2 episode. gak tau kenapa ya kalau siang atau sore mau update ide-ide di kepala aku tuh suka ilang tiba-tiba. tapi kalau malam pasti banyak ide yg mau aku tuangkan kedalam cerita ini. kalau kalian gimana guys?


jangan lupa tinggalkan like komen dan vote kalian yah. dukung novelku ini suapay dapat kesempatan untuk menang di Dalam Contest YOU ARE A WRITER 3 makasih 😊😊🙏**

__ADS_1


__ADS_2