
"gak papa Syahnaz kamu gak salah. ibu mau istirahat dulu, bolehkan ibu titip toko sebentar. takut ada pembeli datang." ucap Sofi yg sudah berbalik ke arah Syahnaz.
"ia Bu. tapi ibu janji ya jangan marah. Syahnaz sayang ibu." ucap Syahnaz dengan manja.
"iya sayang ibu gak marah. yaudah kamu bisa kan menjadi karyawan pengganti untuk sementara. soalnya zifa karyawan baru ibu sedang izin pulang karna tidak enak badan." ucap Sofi berbohong. karna tidak mau Syahnaz tahu apa yg baru saja terjadi di toko ini.
Syahnaz turun dari lantai atas dan duduk di kursi depan toko menunggu pembeli datang sambil memainkan ponselnya.
"hey lagi apa?" Syahnaz menulis sebuah pesan singkat di ponselnya.
ia memandangi ponselnya yg belum ada tanda-tanda balasan dari sebrang sana.
tling ada pesan masuk di ponsel Syahnaz.
"huh kirain dia yg bales. males banget gue ngeladenin dokter aneh ini. huh paling-paling juga mau curhat" Syahnaz menggerutu kesal setelah melihat nama dari si pengirim pesan. bukan pesan yg ia harapkan dari seseorang yg baru ia kirimi pesan tadi.
drrrttt... drrrtttt ponsel Syahnaz berdering panjang tanda ada panggilan masuk.
"CK.. ngapain sih dia." Syahnaz membiarkan ponsel itu terus berdering hingga akhirnya berhenti. namun sekali lagi ponsel itu kembali berdering.
akhirnya Syahnaz mengalah dan mengangkat panggilan tersebut.
"halo" dengan malas ia mengucapkan itu.
"hey Naz lagi ngapain si Lo lama banget angkat telponnya." terdengar suara yg sedang mengomel dari sebrang telepon.
"lagi bengong" jawab Syahnaz singkat.
"jangan bengong mulu ntar kesambet lagi hahah"
"biarin" Syahnaz masih sangat malas meladeni orang di sebrang sana.
"kenapa sih kamu jutek banget sama aku?"
"gue males aja ngeladenin dokter aneh kaya Lo, paling juga lu nelpon gua karna mau curhat kan." Syahnaz menebak tujuan temannya itu menelponnya seakan memang sudah jadi kebiasaan temannya menelpon hanya untuk curhat padanya.
"ihh ko lu tau si, jadi tambah sayang sama sahabatku yg pengertian ini. love you nanaz ku" ucapnya dengan penuh percaya diri.
"CK males gue."
"yah Syahnaz ko gitu sih. kali ini gua mau curhat tentang yg lain selain pekerjaan gue."
"Lo Dateng kesini baru gue dengerin curhatan Lo."
__ADS_1
"emang Lo lagi dimana? tapi kan gue lagi kerja Naz."
"ah elah Lo kan kepala dokter disana, bukannya Lo bebas ya kemana aja. gue lagi di toko ibu gue. Lo kesini, bosen gua sendirian."
"eh emang Lo pikir bisa seenaknya begitu? gue sekarang lagi ada pasien dan gue masih harus ngontrol keadaannya sampai benar-benar pulih."
"trus kalo Lo lagi ada pasien ngapain Lo sempat-sempatnya nelpon gue cuma buat curhat coba."
"aduh Syahnaz. ini itu lagi jam besuk pasien jadi gue lagi ada waktu sebentar. Syahnaz please dengerin gue dulu. gua mau ceritain cewek." agak berbisik ketika mengucapkan kata cewek.
"cewek nya nenek-nenek apa anak balita. dia pasti pasien Lo. bosen gue dengerinnya vin." Syahnaz agak memanjangkan nada saat menyebut nama temannya.
"ih Lo mah gue belom selesai ngomong Lo udah nyerocos aja. ini tuh ceweknya seorang gadis remaja yg cantik dan manis banget. dia juga unik banget Naz, dia tuh tomboy tapi berhijab dan dia gak keliatan tomboy-tomboy serem gitu. yg ada dia itu cute banget." ucap Kevin sambil senyum-senyum.
"tumben lu cerita nya begini, kayanya tuh cewek spesial banget. trus gimana kelanjutannya." Syahnaz tertarik dengan cerita Kevin kali ini. ia malah di buat penasaran.
"iya kelanjutannya. gua belum kenalan karna dia salah satu keluarga dari pasien yg sekarang lagi gw tangani" wajah Kevin agak lesu mengatakan ini.
"loh ko malah sedih. apa jangan-jangan dia udah nikah ya. trus yg lagi dia antar itu suaminya lagi yg sakit" Syahnaz tersenyum menahan tawa dari balik telpon.
"gue gak tau jug sih Naz, pas gue tanya dia siapanya pasien dia cuma bilang 'keluarga nya' itu aja. tapi kayanya gak mungkin kalo suaminya soalnya wajahnya masih sangat muda begitupun dengan laki-laki yg ia antar. apa mereka adik Kaka ya. soalnya tadi cewek itu gak sendiri Naz. dia sama bapak-bapak kalo gak salah itu ayahnya deh." ucap Kevin panjang.
"ya semoga aja begitu. ya trus kalo Lo punya perkiraan begitu kenapa Lo harus sedih?"
"ya tadinya si gua gak kepikiran kesitu. gua mikirnya tadi tu pacarnya. tapi semoga aja deh dia belum punya pacar jadi..."
"doain gue ya Naz."
"Lo bener mau deketin dia?"
diseberang sana Kevin mendapatkan panggilan dari seorang perawat yg datang ke ruangannya.
"Naz udah dulu ya. gue mau kerja dulu."
"oke bye..." Syahnaz menutup ponsel di layarnya.
dan tiba-tiba ada motor yg datang memasuki halaman toko. Syahnaz terus memperhatikan motor yg datang yg ternyata ia sangat mengenali motor itu. Syahnaz tersenyum bahagia melihat siapa yg datang dan segera menyambutnya.
"kamu kemana aja. aku telpon dari tadi pagi gak diangkat-angkat, trus barusan aku SMS kamu juga gak di bales." baru saja pria itu turun dari motornya dan membuka helmnya. Syahnaz sudah memborong pertanyaannya.
"ko kamu ada disini?" pria itu mengedarkan pandangannya mencari seseorang.
"kenapa? kan ini toko ibu aku. jadi aku bebas dong mau kesini kapan aja. trus itu kamu cari siapa celingak-celinguk kaya gitu." Syahnaz agak kesal melihat pria itu malah mencari-cari orang lain padahal ia sedari tadi yg ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
"kamu sendiri aja disini? Bu Sofi mana?"
"ada dia atas. aku berdua sama ibu. mau apa cari-cari ibu?"
"gak mau apa-apa."
"trus kamu kenapa bisa kesini. kan aku gak bilang ke kamu aku ada disini."
"aku kesini mau cari karyawan Bu Sofi."
Syahnaz agak kaget mendengarnya hingga ia membelalakkan matanya.
"karyawan ibu? mau apa."
"ada perlu. kemana memang dia?"
"aku gak tau. dan aku juga belum tau siapa dia. belum kenal. belum ketemu dan kayanya gk mau kenal juga." Syahnaz bicara dengan rasa kesal dan jengkel.
"ko gitu si ngomongnya."
belum sempat Syahnaz membuka suara ingin mengomel. Sofi sudah berdiri di belakangnya. mengejutkan Syahnaz.
"eh... ada Hasbi, mau beli baju lagi? " sapa Sofi pada laki-laki yg sudah lama berdiri di sana berdebat kecil dengan Syahnaz.
"eh enggak Bu, yg kemaren aja belum abis hehe."
"emang makanan harus habis, ayo duduk dulu." ucap Sofi sambil tertawa kecil.
"ia Bu." Hasbi pun duduk di ikuti oleh Sofi dan Syahnaz setelahnya. mereka duduk berhadapan. Syahnaz dan Sofi duduk di bangku yg sama karna bangku itu cukup panjang dan bisa untuk 3 orang. sedangkan Hasbi duduk di depan mereka dengan kursi plastik yg di berikan oleh Syahnaz tadi.
"jadi ada apa? kalo bukan mau beli baju. tumben kesini sendiri biasanya juga kan selalu bareng bang sandi." Sofi membuka suara setelah mereka semua duduk.
"ehmmm sebenernya saya mau cari zifa Bu." ucap Hasbi malu-malu.
dan raut wajah Syahnaz sudah berubah semakin cemberut dan mengumpat kesal.
Sofi juga agak terkejut namun entah kenapa ada rasa bahagia mendengar Hasbi mencari zifa.
"ada apa cari-cari zifa Hem? hayooo jangan-jangan kamu...." Bu Sofi menggoda Hasbi dengan nada bicaranya.
"oh zifa namanya." Syahnaz bicara tanpa menoleh ke arah siapapun. matanya mengarang ke ponsel yg ia genggam.
SYAHNAS SYAKIRA HOLIQ
__ADS_1
BERSAMBUNG......