
setelah kepergian Hasbi zifa hanya duduk diam memandangi jalan yg terlihat sepi tidak banyak yg berlalu-lalang.
bahkan pembeli pun belum ada yg datang hingga tanpa terasa hari sudah mulai siang jam sudah menunjukkan pukul sebelas dan Dimas belum terlihat batang hidungnya. entah kenapa zifa merasa ada yg aneh di hatinya ia merasa ada yg hilang.
zifa mengambil ponsel didalam saku celananya dan mulai mengetik layar di handphone nya.
"Dimas." tulis zifa singkat kembali memandangi jalan. tak ada balasan hingga setengah jam berlalu ia belum juga melihat Dimas diseberang toko yg sudah buka itu. dan balasan WhatsApp yg ia kirim. padahal dilayar pesan tertera tanda centang dua.
zifa pun beranjak dari duduknya dan mulai merasa bosan. akhirnya ia mulai mengerjakan apapun yg bisa ia kerjakan di toko.
mulai dari menyapu lantai, merapikan susunan pakaian yg tidak berantakan. dan ia kembali memandangi ponselnya yg belum juga ada balasan. dia membuka layar handphone dan menyetel musik supaya tidak terlalu hampa.
setelah hampir satu jam berlalu dan kini sudah menunjukkan pukul 12.30 belum ada siapapun yg datang ke toko ini.
zifa menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya dengan berat. zifa kembali duduk di bangku halaman depan toko lalu kembali memainkan ponselnya.
drrrtttt . ponsel zifa bergetar panjang tanda ada panggilan masuk. tampak senyuman dibibir zifa. "halo. kemana aja si Lo gak bales WhatsApp gue, Lo gak kerja? ko gak keliatan di toko." kata zifa panjang setelah mengangkat telpon dari dimas.
"gue lagi kurang sehat zi jadi GK kerja dulu, dan maaf ya gua tadi gak bales, soalnya gua baru bangun hehe." kata Dimas. "tumben nyariin kangen ya" lanjut Dimas.
"idih pede gila Lo siapa juga yg kangen orang gua mau nagih janji Lo, katanya mau makan siang bareng, bakso yg enak mana?" kata zifa berbohong untuk menghindari tuduhan Dimas yg memang benar adanya.
"kamu belum makan? kamu mau bakso nya pedes apa gak?" kata Dimas yg sudah senyum-senyum setelah mendengar perkataan zifa.
"belum. mana di toko sepi banget lagi, jalanan sepi GK ada orang Boring gua dim." zifa mengerutkan bibirnya.
"yaudah tunggu ya. aku mau mandi dulu." kata Dimas lalu menutup ponselnya, padahal zifa masih mau ngobrol sama Dimas.
"ih malah di tutup, gue belum selesai juga ngomongnya huh." zifa menyimpan ponselnya dan menyandarkan kepalanya ke tembok.
dan setelah lima belas menit kemudian. betapa terkejut dan bahagianya zifa melihat siapa yg ada di hadapannya sekarang. eh ko jantung gue detaknya kenceng banget sih, perasaan gue gak punya penyakit jantung. gumam zifa yg belum menyadari kalau dia sudah mulai membuka hatinya untuk Dimas.
__ADS_1
"surprise.." kata Dimas sambil mengangkat kedua kantung plastik ditangannya.
"eh apa itu?" kata zifa.
"ini janji aku, kita makan bareng ya." kata Dimas lalu duduk di bangku yg tadi tempat zifa duduk.
zifa pun kembali duduk mengikuti Dimas. "dim bukannya Lo lagi sakit ya, ko Dateng kesini pake bawa bakso segala lagi, gue kan tadi cuma becanda serius gue cuma becanda dim." kata zifa sambil mengangkat kedua jarinya.
"eh gak papa zif, tau gak pas gue denger suara Lo tadi di telpon tiba-tiba demam gue turun dan mulai gerah sampe berkeringat. makanya tadi gua bilang mau mandi gua udah kegerahan banget zi hahah" kata Dimas sambil tertawa kecil.
" ah lebay Lo masa iya kaya gitu." kata zifa sambil meletakkan punggung tangannya di kening Dimas.
dia gak sadar dengan apa yg dia lakukan. "eh iya udah gak panas ya, bagus deh berarti Lo udah sembuh yak. jangan sakit lagi dim, sepi gue gk ada Lo." kata zifa lalu ia segera menutup mulutnya setelah ia menyadari apa yg udah dia lakukan dari tadi ke Dimas.
Dimas hanya senyum dan tidak bersuara. dia begitu senang dengan sikap zifa hari ini.
ihhh gue ngapain tadi? gue pegang keningnya dan gue bilang sepi kalo gak ada Lo, gue kesepian kalo GK ada dimas. ya ampun apa-apaan si loh zifaaa.
dia bergumam dan mulai merasa malu. pipinya seketika memerah karna rasa malunya yg memuncak.
"eh iya ini baksonya nanti keburu dingin. apa disini ada mangkok sama sendok?" kata Dimas memecahkan keheningan.
"oh.. ada ada dim, bentar ya gue ambil dulu di atas." zifa berlari kelantai atas dan seketika ia sudah kembali dengan membawa 2mangkok beserta sendok. merekapun makan bersama dengan diiringi sebuah lagu yg di setel Dimas dari ponselnya.
tiiin...tin... suara klakson motor mengejutkan zifa dan Dimas yg sedang mengobrol setelah menghabiskan bakso mereka masing-masing. sandi datang lalu berjalan ke lantai atas tanpa berkata apapun pada kedua orang dihadapannya itu.
dan setelah beberapa menit sandi naik kelantai atas Bu Sofi datang dengan sepeda motor.
"zifa lagi apa? bang sandi ada?" kata Bu Sofi.
"ini Bu abis makan bakso, Dimas yg beliin. ada Bu di atas." kata zifa. lalu dimas pamit untuk pulang, Dimas merasa ada yg tidak nyaman dengan kehadirannya jadi ia memutuskan untuk pulang ke kost karna dia sudah izin untuk cuti.
__ADS_1
Bu Sofi naik ke lantai atas menemui sandi. setelah kepergian dimas. zifa membersihkan sampah plastik bakso, dan mencuci mangkok kotor di toilet umum yg ada di dekat toko bang Aif.
"zifa tadi siapa tuh yg makan bakso sama kamu?" tiba-tiba bang Aif muncul dari dalam tokonya.
"pacar saya bang." jawab zifa tanpa menoleh ke arah bang Aif. zifa berjalan kembali ke toko nya setelah ia selesai mencuci mangkok.
bang Aif diam tak berkutik mendengar jawaban zifa. dia percaya dan merasa kecewa karna zifa yg ia cintai ternyata sudah punya pacar. Aif tidak perduli perbedaan usia diantara mereka. Aif tetap mencintai zifa dengan tulus.
saat zifa kembali ke toko ia berpapasan dengan sandi yg wajahnya di tekuk dan terlihat bahwa ia sedang marah. sandi memandangi zifa dengan penuh kemarahan seperti melihat seseorang yg telah membunuh anaknya. lalu sandi pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
zifa bahkan baru ingat ingin menyampaikan kalau tadi Hasbi datang mencari sandi. zifa berjalan ke toko tanpa ia pedulikan kepergian sandi yg tadi sempat menatapnya dengan penuh kemarahan.
ditoko zifa melihat Sofi yg sedang duduk dengan matanya yg merah dan agak berair.
"bu, ibu kenapa? ibu nangis?" kata zifa lalu duduk disebelah Sofi.
Sofi tidak menjawab dan tiba-tiba ia memeluk zifa. lalu menangis sejadi-jadinya di pelukan zifa. zifa yg melihat itu agak terkejut dan bertanya-tanya dalam fikirannya.
apa yg terjadi di lantai atas, apa yg dilakukan bang sandi pada Bu Sofi, kenapa Bu Sofi nangis kaya gini. trus kenapa tadi wajah bang sandi keliatan marah sama gue.
zifa menepuk-nepuk punggung Sofi. "ibu kenapa? cerita sama zifa ada apa Bu? apa zifa buat salah ya?" tanya zifa mengentikan suara tangis sofi.
Sofi melepaskan pelukannya dan menatap zifa.
"zifa kamu gak salah. ibu gak papa ko. ibu cuma ada salah tadi sama bang sandi jadi bang sandi marahin ibu. tapi emang ibu yg salah ko jadi ibu pantas dimarahi." kata Sofi lalu mulai tersenyum kembali. dan menghapus air matanya.
"oh gitu ibu yg sabar ya." kata zifa dan menggenggam tangan Sofi. "maaf ya Bu zifa gk bisa ngelakuin apa-apa, zifa juga gk mau mencampuri urusan rumah tangga ibu sama bang sandi, tapi kalau ibu butuh teman curhat zifa siap ko Bu jadi pendengar buat ibu." kata zifa.
"makasih ya zifa. kamu baik, ibu pengen deh punya anak kaya kamu." kata Sofi lalu memeluk tubuh zifa.
Sofi Maryam.
__ADS_1
BERSAMBUNG....