
hari sudah gelap dan semua karyawan di toko-toko sebelah dan sebrang pun sudah mulai membereskan tokonya untuk tutup, begitu juga dengan zifa dan Sofi mereka sedang merapikan toko dan bersiap untuk pulang.
drrrttt ponsel zifa bergetar dari dalam saku celananya yg menandakan ada pesan masuk.
"zifa udah malem aku antar kamu pulang ya, aku selesaikan beres-beres nya setelah itu kita pulang bareng ok." WhatsApp dari Dimas.
"gak usah dim gua pulang bareng bu Sofi. makasih ya." zifa
"ko makasih aku kan gak melakukan apa-apa." Dimas, lalu ada tanda tertawa hingga keluar air mata.
hening zifa tak membalas.
"yaudah hati-hati ya dijalan Titi DJ Roma irama." dimas
"hah apaan tuh bawa-bawa Titi dj sama Roma irama?" tanda tertawa juga dari zifa.
"maksudnya hati-hati dijalan sampai dirumah." kata Dimas lalu ada tanda senyum dan hati di akhir kalimat.
zifa tersenyum melihat WhatsApp dari Dimas,
"ya dim sama-sama Lo juga ya." kata zifa.
Dimas tersenyum lebar melihat balasan zifa yg seakan membalas rasa perhatiannya. Dimas semakin semangat untuk mendekati zifa.
sepulang zifa dari toko, dirumah hanya ada ibu dan ayah yg sedang menonton tv diruang tengah.
"Assalamualaikum bu, yah belum tidur?" tanya zifa sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"belum sayang ibu sama ayah lagi nungguin kamu pulang." kata ibu lalu memeluk bahu zifa yg sudah duduk di sampingnya.
"kamu udah makan belum nak?" tanya ibu.
"udah Bu tadi makan di toko sama Bu Sofi, ibu sama ayah udah makan belum." tanya zifa lalu melihat ayahnya yg ternyata sudah terpejam dan menuju alam mimpi.
__ADS_1
"ya ampun Bu ayah udah ngantuk, kasian. tidur dikamar aja yah." kata zifa sambil mengusap-usap pipi ayah.
"emm eh iya neng ayah tidur duluan ya." kata ayah sambil menguap lalu berjalan meninggalkan kedua wanita itu.
"Bu ibu udah makan belum?" kata zifa mengulangi pertanyaannya yg belum dijawab.
"udah nak ibu udah makan tadi bareng ayah." kata ibu sambil tersenyum.
"nak gimana kerjanya, bisa?" kata ibu sambil membelai kepala zifa yg masih tertutup oleh hijabnya.
"Alhamdulillah Bu bisa, Bu tau gak pelanggannya tuh rame bngt kalo udah sore." kata zifa antusias seperti anak kecil yg sedang menceritakan pengalamannya.
"Alhamdulillah kalo kamu bisa dan senang kerja disana, tapi ibu gak minta kamu kerja nak, kalo kamu mau berhenti kerja, berhenti aja ya nak, ibu gak mau kamu terlalu capek. pulang malam, ibu suka khawatir kalo kamu belum pulang, Kaka kamu juga belum bisa jemput karna dia masih kerja sip malam." kata ibu masih membelai kepala zifa.
"ibu.. zifa gak papa zifa kerja karna mau punya pengalaman dan zifa mau kuliah dengan uang zifa sendiri, zifa gak mau nyusahin ibu zifa mau jadi anak mandiri dan kalau sudah sukses nanti zifa mau memberikan apapun yg ibu mau." kata zifa lalu menatap wajah ibu dengan senyum manis dan manjanya kepada ibu.
"kamu gak pernah nyusahin ibu, kamu anak baik. ibu sayang sama kamu." kata ibu lalu memeluk zifa. zifa membalas pelukan hangat dari ibunya lalu menyandarkan kepalanya di pundak sang ibu.
aku juga sayang sama ibu, aku janji suatu hari nanti aku akan buat ibu bangga, lebih dari sekedar anak baik, aku ingin mengharumkan nama ibu dan memberikan segalanya untuk ibu. gumam zifa.
didalam kamar zifa, dia melepaskan hijabnya dan menyimpannya di keranjang cucian kotor, lalu segera membersihkan badan dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, ia masih duduk di kursi depan meja rias setelah memoleskan krim malam di wajahnya.
tling suara ponsel zifa berdering tanda ada pesan masuk.
" hai zifa udah sampe rumah belum?" Dimas.
"udah, Lo sendiri udah beres belum tutup tokonya?" balas zifa.
"udah tapi lagi ngadem dulu nih di warkop sambil nonton bola, sebab di kosan gua kga ada tv hehe" kata Dimas dan ada tanda nyengir di akhir kalimat.
"udah malem woy istirahat jangan begadang." kata zifa
"cie perhatian" secepat mungkin Dimas mengetik pesannya lagi sebelum zifa membalas. "oops makasih udah ngingetin, aku segera pulang ke kosan dan istirahat, kamu juga jangan begadang ya, istirahat dan mimpi indah." pesan kedua Dimas mengembalikan senyum zifa yg sempat berubah cemberut.
__ADS_1
"iya, kalo gitu good night." lalu zifa menyimpan ponselnya ke laci meja disebelah tempat tidurnya dan membaringkan badannya diranjang lalu seketika zifa tertidur lelap.
"good night to zifa have a nice dream." WhatsApp dari Dimas.
"and i love you" lalu ada tanda hati diakhir kalimatnya. namun selang beberapa menit tak ada balasan dari zifa Dimas tersadar akan pesan terakhirnya, lalu ia tarik kembali pesan itu dan menghapusnya sebelum zifa membaca itu.
gua gak boleh gegabah asal bilang i love you, biarin aja gua sama zifa berteman dulu sampai zifa benar-benar nyaman dan baru gua nyatakan perasaan gua. gumam Dimas sambil tersenyum lebar.
saat Dimas hendak merebahkan badannya di kasur lantai yg sudah mirip seperti karpet saking tipisnya itu kasur. tiba-tiba ponselnya bergetar panjang menandakan ada panggilan masuk. Dimas mengangkat telpon tersebut.
"halo kenapa? udah malem emang kamu gak ngantuk?" dimas.
"dimas aku kangen kamu..." kata seseorang diserang telpon.
"aku ngantuk udah malem baru pulang kerja juga. udah dulu ya. selamat malam." lalu dimas menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari seseorang yg menelponnya.
dimas membuka ponselnya dan membaca-baca ulang chat nya dengan zifa, dia tersenyum dan seketika iya terdiam saat melihat ada pesan yg masuk.
"dimas aku gak akan biarin kamu pergi gitu aja dari aku." nomor tidak di kenal.
tapi dimas tau siapa itu, dia yg menelpon tadi dimas sengaja menghapus nomor nya karna tidak ingin berhubungan lagi dengannya.
dia adalah Shila bukan mantan bukan pacar, karna diantara mereka tak ada yg menyatakan kata putus, entah kenapa seperti itu mungkin karna Shila masih sayang pada dimas.
tapi tidak dengan dimas, dia tidak mengatakan putus karna dulu ia pernah berjanji bahwa ia tidak akan memutuskan kekasihnya kecuali kekasihnya lah yg memutuskan hubungannya duluan.
dimas masih bingung dengan perasaannya. kini ia sudah mencintai zifa walaupun zifa belum tau dan belum tentu zifa juga punya rasa yg sama.
tapi disisi lain Shila adalah pilihan ibunya. satu-satunya orang yg ia miliki saat ini, ibunya sangat menyayangi Shila.
tapi cinta Dimas pada Shila hilang saat ia melihat zifa, dan Dimas sudah bilang pada Shila bahwa ia mencintai wanita lain dan meminta Shila meninggalkannya juga melupakannya. tapi Shila tidak terima karna dia merasa hubungannya selama ini dengan dimas baik-baik saja, hingga akhirnya ia akan tetap memperjuangkan Dimas dan berusaha mencari tau siapa wanita lain yg di cintai Dimas, wanita yg sudah merebut hati Dimas darinya.
**BERSAMBUNG....
__ADS_1
ikutin terus yuk kisah zifa dengan dimas dan masih banyak lagi kisah-kisah zifa dengan para penggemarnya yg belum hadir, tapi akan hadir. yuk like dan bantu aku agar lebih semangat lagi membuat kelanjutan ceritanya dengan komentar kalian.
makasih 😊😊😊**