
"pak... tolong pak.. tolonglah saya sedikit saja pak. saya butuh zifa pak." Sofi belum juga bangkit dari duduknya dan terus memohon. kali ini iya mengangkat kedua telapak tangan nya dan menempelkan keduanya untuk memohon pada muzaki.
"ibu maaf ya, kayaknya ibu harus pulang sekarang karna kami masih ada kesibukan yg harus kami selesaikan." Aminah mengeluarkan suaranya dengan lembut agar Sofi bisa pergi. karna ia sudah melihat suaminya sangat emosi pada Sofi. dan tidak ingin semuanya semakin memburuk.
lalu ayu yg sedari tadi hanya mengintip dari pintu kamarnya. diapun bergerak untuk memberi tahukan kejadian ini pada sang kakak yg sedang jadi obrolan utama mereka.
------------------------------------------------------------------------
"Ada apa ini? Bu Sofi... dan kenapa ada Hasbi juga disini! sebenarnya ini ada apa?" zifa datang menghampiri mereka.
mata Hasbi berbinar ketika melihat wanita pujaannya. jantungnya tiba-tiba saja berdetak kencang seperti ingin keluar dari tempatnya. ia pun memberikan senyum hangatnya pada gadis yg sedang menatapnya heran.
"hai zifa." sapa nya pada zifa.
zifa tidak menjawab dan hanya mengangguk kan kepalanya dengan sopan.
"zifa tolong ibu nak...." Sofi berlari mendekati zifa yg sedang berdiri dan langsung berlutut sambil mengepalkan kedua tangannya memohon.
"ibu... ibu jangan kaya gini dong, ini ada apa sih. zifa gak ngerti."
"Bu Sofi. saya sudah bicara baik-baik untuk meminta ibu keluar. saya juga sudah mencoba menyimpan kejadian kemarin dan tidak akan mengungkitnya. tapi ibu malah bersikap seperti ini dan memancing emosi saya. apa ibu mau suami ibu saya laporkan ke polisi atas tindakan pelecehan seksual." kata-kata Muzaki mengejutkan semua orang.
"ayah...." ucap zifa, Fauzi dan juga Aminah secara bergantian.
"kenapa?"
"jangan kaya gitu lah yah. Alhamdulillah zifa kan baik-baik aja sekarang. zifa gak di apa-apain sama pak sandi yah."
"trus kamu mau tunggu laki-laki biadab itu menghancurkan masa depan kamu dulu baru kamu akan bertindak untuk menghukumnya."
"bukan begitu yah."
"pak saya mohon kasihanilah saya. tolonglah pak izin kan zifa untuk kembali bekerja disana lagi. saya akan pastikan zifa tidak akan mendapatkan perlakuan tidak baik lagi dari suami saya. saya juga akan pastikan zifa tidak akan di dekati oleh suami saya. saya akan membawa putri angkat saya untuk menemani zifa disana dan memintanya menjaga zifa." berhenti sejenak untuk mengambil nafas.
__ADS_1
ia masih terduduk di lantai untuk berlutut. walaupun zifa sudah mencoba membantunya berdiri tapi ia tetap berada di posisi nya.
"pak zifa akan di jaga oleh seorang wanita. anak saya pak, dia anak yg baik dan dia juga tidak akan membiarkan ayahnya mendekati gadis muda sepertinya. jadi saya yakin zifa akan di jaga olehnya. saya mohon pak izinkan zifa pak. saya mohon." Sofi mulai menitikkan air mata agar terlihat semakin dramatis.
ia tidak perduli walaupun harus berlutut dan memohon di hadapan banyak orang, ia tidak perduli walaupun harus mengorbankan harga dirinya. yg penting sandi tidak pergi meninggalkannya. kalau hanya sekedar memohon itu tak masalah baginya. toh merendahkan diri di hadapan para selingkuhan sandi saja dia sudah biasa apa lagi ini.
Hasbi tidak mengeluarkan sepatah kata pun ia hanya diam dan terus memandangi wajah zifa dengan penuh kekaguman. sesekali mereka saling menatap. karna zifa risih melihat Hasbi yg terus memandangnya tanpa bosan.
"ibu ayo bangun dulu Bu jangan kaya gini. zifa jadi gak enak."
"ibu gak akan bangun sebelum ayah dan seluruh keluargamu mengizinkan kamu untuk kembali bekerja sama ibu. ibu juga gak akan pergi kalo gak sama kamu."
"ibu ini keras kepala banget ya." ucap Muzaki.
"dan ibu benar-benar tidak tahu malu." tambah Fauzi untuk memakinya.
Sofi tetap berada di posisinya bahkan kali ini ia memeluk kaki zifa untuk terus memohon.
"ayo lah yah zifa mohon." kali ini zifa yg memohon dengan mengepalkan kedua telapak tangannya.
hening sejenak... tidak ada yg bersuara. semua sibuk berbicara dengan hati dan pikirannya masing-masing.
hembusan nafas berat sangat terdengar jelas dari mulut Muzaki.
"baiklah ayah akan memberikan kesempatan untuk ibu. dan mengizinkan zifa kembali bekerja disana." Sofi tersenyum lebar mendengarnya. "dan saya minta ibu bisa menepati janji ibu untuk memastikan bahwa suami ibu tidak akan mengganggu zifa. dan putri ibu akan menemani zifa sekaligus menjaganya."
"baik pak. saya janji. terima kasih pak, terima kasih banyak. kalo gitu zifa bisa ikut saya sekarang kan pak untuk pergi ke toko. karna saya akan segera mengajar di sekolah."
ohh jadi ibu ini seorang guru, ko bisa ya mendapatkan suami yg seperti itu. Aminah bergumam dalam hatinya.
guru ko kaya gitu. keras kepala dan sangat bodoh. Fauzi menggeram kesal dalam hatinya.
akhirnya rencana ku berhasil juga, saya juga gak akan biarin kamu mendapatkan bang sandi zifa. saya melakukan ini untuk bang sandi. agar ia tidak pergi meninggalkan saya.
__ADS_1
zifa sudah selesai mengganti baju dan siap untuk kembali bekerja di tempat yg penuh ancaman itu.
Aminah terus berdoa dalam hatinya agar anak gadisnya selalu dalam lindungan yg maha kuasa.
mereka melangkah keluar halaman zifa setelah berpamitan.
"zifa kamu pergi bareng Hasbi ya. ibu mau langsung ke sekolah sudah telat. ini kunci tokonya. kamu masih ingatkan cara membukanya."
"Bu zifa naik angkot aja lah." kata zifa dan menerima kunci yg di berikan sofi.
"kenapa? bukannya lebih baik bareng Hasbi aja. biar cepat sampai dan lebih aman juga kan."
"zifa gak biasa di bonceng sama laki-laki kecuali ayah dan kak Fauzi."
"kenapa kamu malu? gak usah malu-malu udah naik aja. bareng Hasbi biar cepat sampai. yasudah ibu berangkat duluan ya. assalamualaikum." Sofi melangkah pergi menjauhi zifa dan Hasbi yg masih diam tanpa suara.
"gue naik angkot aja ya. Lo bisa pergi duluan."
"tapi zifa. ini amanah, aku harus menjaga kamu."
"please jangan maksa."
"zifa aku gak akan macam-macam. aku hanya mengendarai motor dan kamu duduk di belakang tanpa harus pegangan aku. kamu bisa pegangan besi di jok belakang. dan kamu juga bisa menjaga jarak agar tidak terlalu dekat denganku. mudah kan."
"oke. tapi inget ya. bawa motornya pelan-pelan dan jangan ngerem mendadak. kalo sampe Lo ngerem mendadak... gue loncat dari motor lo. paham." kali ini Hasbi melihat jelas raut wajah mengancam dari gadis manis yg ia puja.
"baiklah... baiklah... aku janji. kalo gitu berangkat sekarang ya."
mereka sudah menjauh dari pelataran rumah zifa dan pergi menuju toko milik Sofi dan sandi. sepanjang jalan banyak mata yg memperhatikan mereka. belum lagi para pemuda yg biasa menggoda zifa saat zifa jalan sendiri. mereka sangat kecewa dan patah hati. bahkan ada yg sangat geram melihat itu.
**BERSAMBUNG.......
beri aku semangat dong kawan..... like dan komentar kalian bisa memotivasi aku untuk selalu semangat membuat cerita ini agar semakin menarik. dan jangan lupa vote dari kalian juga sangat mendukung karya ku ini. 😊🙏🙏🙏**
__ADS_1