
Dimas sudah berdiri dihadapan zifa dan masih memegang kotak merah yg ia bawa. "zifa..." ucap Dimas.
zifa masih diam tak bersuara ia hanya menutup mulutnya tanda ia masih sangat terkejut. zifa menggelengkan kepalanya lalu ia tersenyum.
"Dimas kenapa?" zifa malah bertanya. Dimas tidak mengerti dengan apa yg diucapkan zifa. ia hanya mengerutkan dahinya lalu mengangkat kedua bahunya.
"kenapa apanya zifa? aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu. aku bahkan lebih semangat bekerja setelah melihat kamu. bukan bukan cuma semangat kerja, tapi aku semangat melakukan segala hal. dan aku benar-benar merasa terhibur dan senang kalau melihat senyum mu zifa. aku udah gak bisa menahan hati ini. walupun kita baru saling mengenal. aku janji akan menjagamu. menjaga hatimu jiwa dan ragamu. dan aku janji akan selalu ada disamping mu, menemanimu menghiburmu." ucap Dimas panjang.
dan zifa masih terdiam memikirkan apa yg akan ia jawab untuk dimas. gue gak tau mau bilang apa dim, di hati kecil. gue emang ngerasa nyaman sama Lo, gue juga terhibur dengan hadirnya Lo dim. tapi gua gak yakin betul dengan perasaan gue ke Lo. gue gak pernah jatuh cinta sebelumnya. dan gue takut buat itu. gue cuma gak mau patah hati dan kecewa nantinya. zifa masih diam dan akhirnya Dimas membuka suara lagi.
"zifa Tak apa, kamu bisa pikirkan itu nanti. setidaknya kamu terima dulu hadiah dariku. Bagas mengambil sebuah gelang cantik berwarna perak dengan hiasan hati dan mawar di setiap inci gelang itu. lalu dimas meminta zifa mengulurkan tangannya.
zifa pun menurut dan mengulurkan tangan kanannya lalu Dimas melingkarkan gelang di pergelangan tangan zifa yg putih dan lembut. lalu ia mengaitkan ujung pada ujung gelang tersebut.
"gimana zifa? kamu suka gak?."
zifa tersenyum kagum melihat gelang cantik yg melingkar dilengannya. ia tersenyum pada Dimas dan menganggukkan kepalanya dua kali.
"lalu bagai mana dengan bunga itu." tanya Dimas lagi sambil mengarahkan matanya pada sebuket bunga mawar merah yg cantik yg tergeletak di atas kursi.
__ADS_1
lalu dimas mengambilnya dan memberikannya pada zifa. "kalau yg ini kamu suka gak?" zifa menerima bunga itu dan memeluknya lalu Tersenyum dan menganggukkan kembali kepalanya.
"kalau yg itu." Dimas mengarahkan jari jempolnya kebelakang. menunjuk 2 orang pria yg sedang berdiri sambil memainkan musiknya juga seorang wanita yg masih setia dengan senyumannya.
"aku suka semua Dimas, aku suka. makasih ya semua ini sangat mengejutkan dan mengagumkan. aku sangat tersanjung dengan kejutan ini. makasih dimas." ucap zifa dengan senyuman dan penuh haru dalam matanya yg berkaca-kaca.
"dan mungkin kita bisa memulainya untuk lebih mengenal hati satu sama lain." ucap zifa yg di sambut dengan senyum lebar Dimas.
dan spontan Dimas bergerak hendak memeluk zifa lalu seketika ia urungkan kembali karna ia melihat mata zifa yg melotot.
"oops sorry zifa aku terlalu bahagia mendengarnya sampai ingin memeluk seseorang. kalo gitu aku peluk dia aja deh." kata Dimas lalu menarik lengan laki-laki yg membawa biola dan memeluknya erat.
"makasih ya bro udah ikut serta memuluskan momen indah ini. makasih juga ya Cok Cik udah mau bantuin gue, suara kalian bagus banget tadi gue gak nyangka." ucap Dimas berterima kasih pada ketiga temannya. coki Cika dan Adit yg memainkan biola. lalu satu lagi datang teman Dimas yg sedari tadi sudah berdiri disebrang jalan sambil memegang kamera ditangannya mengabadikan momen indah barusan.
"iya iya sama-sama. it's oke jadi gimana udah beres. diterima kan." ucap bagas sambil menepuk-nepuk pundak dimas. Dimas tersenyum lalu melirik zifa yg sedang memandangi mereka berdua.
"iya jadi gas. doain gua ya biar awet." ucap Dimas.
dan selang beberapa menit sandi berhenti di halaman toko. memandangi kerumunan orang lalu menatap Dimas dengan tatapan membunuh dan melihat ke arah zifa dengan penuh kecewa lalu seketika ia berlalu dengan motornya dengan kecepatan maksimum hingga semua orang di tempat itu tersentak kaget dengan suara knalpot motor.
__ADS_1
"zifa kamu jangan takut ya. aku akan selalu menjaga kamu. walau dari jauh aku akan selalu memperhatikan kamu. dan gak akan biarin satu orang pun nyakitin kamu. aku sayang kamu zifa." ucap Dimas lalu berpamitan pada zifa untuk kembali ke toko tempatnya bekerja.
dan setelah kepergian. yg disusul oleh teman-temannya. beberapa menit kemudian sandi kembali dan berjalan memasuki toko lalu pergi ke lantai atas tanpa melirik zifa sedikitpun.
zifa bingung dan heran dengan kelakuan bos tua nya itu. dia udah tua emosian amat si, dan yg gua bingung kenapa dia suka tiba-tiba judes jutek dan galak gitu sama gua, emang gua salah apa sih. udah tua bukannya banyakin senyum ibadah malah marah-marah mulu. mau cepet mati kali ya. zifa bergumam kesal dalam hatinya. lalu kembali melakukan apapun yg bisa ia lakukan.
dan tiba-tiba ia mendengar suara benturan-benturan keras dari lantai atas. ia merasa ada yg sedang mengamuk di sana. lalu ia segera menelpon Sofi dengan suara yg berbisik.
"Bu maaf ganggu, Abang sandi marah-marah di lantai atas dia ngamuk Bu, zifa takut. zifa gak tau dia kenapa Bu. ibu bisa kesini sekarang gak? ia Bu cepetan ya Bu. sekarang! zifa takut Bu." ucap zifa lalu berjalan keluar toko menunggu datangnya Sofi. dan tak lama kemudian Sofi datang di barengi dengan sandi yg turun dari lantai atas.
"Lo ngapain kemari ha?" ucap sandi menghampiri Sofi yg belum sempat turun dari motornya.
"pulang Lo sekarang." sandi menunjukkan tangannya ke arah jalan. Sofi belum sempat mengeluarkan suaranya sandi sudah membentaknya.
"PULANG!!!" Sofi tersentak dan segera memutar balikkan motornya lalu pergi. zifa sangat ketakutan sekarang. bu Sofi ko tega si ninggalin gue disini berdua sama macan tua gila ini. gue kan takut. Dimas.. tolong gue. Dimas gue takut. zifa menatap wajah sandi yg merah karna amarahnya. sandi menarik lengan zifa kasar dan menyeretnya ke lantai atas.
disebrang jalan Dimas sudah melihat semuanya. bahkan ia juga mendengar bentakan sandi pada Sofi yg menyuruhnya pulang. Dimas terus memperhatikan gerak gerik mereka. hingga akhirnya ia terkejut dengan perlakukan sandi pada zifa. tak tunggu lama Dimas pun segera menyebrangi jalan dan berlari menuju toko zifa.
"bang sandi lepas. bang sakit tangan zifa. bang sandi kenapa marah sama zifa? zifa salah apa.?" zifa mulai merintih dan meneteskan air matanya. sandi tidak menjawab dan terus menyeret zifa hingga kelantai atas.
__ADS_1
BERSAMBUNG......
TERUS PANTENGIN YA CERITA ZIFA... JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE NYA YA. MAKSIH😊🙏🙏