
"maafkan saya pak Muzaki. tapi anak ini yg menantang saya duluan." ucap sandi membela diri.
Flashback on
*apa yg lo lakuin ke mereka hah? apa yg lo rencanain?" ucap Dimas agak berbisik namun tetap dengan penekanan pada setiap katanya.
"gue gak ngelakuin apa-apa dan gue gak ngerencanain apa-apa." ucap sandi dengan santai.
"dasar tua tua keladi. naksir sama gadis yg lebih pantas menjadi cucu." gerutu Dimas pelan namun tetap terdengar oleh sandi karna ruangan yg sepi.
"lu ngomong apa hah? bocah ingusan! lu pikir gua gak denger lu ngatain gua tadi!" sandi mulai mendekati Dimas dan mengepalkan tangannya di wajah Dimas. namun tidak sampai memukulnya. ia tidak ingin membuat keributan disini dan akan menggagalkan rencananya.
"lu ngerasa gua ngatain lu. kan gua gak sebut nama lu." ucap Dimas santai sambil menunjukkan seringai di bibirnya.
"Breng**k Lo!! awas Lo ya pulang dari sini. abis Lo sama gua" ucap sandi mengancam Dimas sambil mengarahkan telunjuk tepat di wajah Dimas.
"kenapa harus nunggu pulang? gak berani ya kalo disini, takut rencana busuk Lo gagal ya kalo ketauan sama calon mertua gue hahah." ucap Dimas dengan tangan yg mulai ia lipat di dadanya.
"lu bener-bener mau cari mati ya." sandi mulai terpancing emosi.
"ngapain gue nyari mati. mati mah gak usah di cari udah ada yg nakdirin kapan kita mati. ntar juga kalo udah waktunya bakalan mati sendiri ko gak perlu di cari-cari. ya gak bos kuy." ucap Dimas masih dengan nada yg santai.
sandi semakin terpancing emosi dan mulai berdiri dari Sofanya lalu mendekat ke arah dimas dan. bug... tendangan tepat di dada Dimas. Dimas terjungkal kebelakang, dan memegangi dadanya yg mulai terasa sesak. lalu Muzaki dan zifa datang menghampiri mereka*.
FLASHBACK OFF.
------------------------------------------------------------------------
__ADS_1
"Dimas" ucap zifa agak teriak karna melihat Dimas yang masih berada diposisi awal dimana ia masih terjungkal dengan sofa yg ia duduki. tendangan sandi yg cukup kuat hingga menjatuhkan Dimas kebelakang beserta sofa yg dimas duduki.
"kenapa sih pak sandi tuh gak ada puas-puasnya mukulin Dimas terus." zifa membentak sandi dengan penuh amarah.
Muzaki tercengang melihat putrinya yg lembut mengeluarkan amarahnya karna untuk membela Dimas. entah kenapa saat ia melihat sandi ia merasa bahwa sandi laki-laki yg baik dan tidak bersalah.
"zifa kamu gak boleh bentak-bentak pak sandi kaya begitu! gak sopan. ayo minta maaf. cepat!!! " Muzaki malah membentak zifa.
"ayah.. ko ayah malah belain dia sih, tadikan zifa udah ceritain semuanya ke ayah. kenapa ayah masih belain laki-laki kasar kaya dia ayah." zifa menetes kan air matanya melihat sang ayah yg baru saja membentaknya.
ya Allah kenapa aku jadi begini. kenapa aku merasa jadi ingin terus membela sandi. padahal jelas-jelas tadi zifa sudah cerita semua perbuatan kasar yg di lakukan laki-laki itu pada putriku. ya Allah lindungilah hati dan pikiran ku dari tipuan syaitan yg terkutuk.
Muzaki menyesali apa yg baru saja ia lakukan pada putrinya. ia masih berdiri diam memikirkan apa yg sedang terjadi dirumah ini. ia merasa ada hal yg mengganjal sejak kedatangan sandi kerumahnya.
"Dimas ayo bangun, kamu gak papa." zifa membantu Dimas dan mulai menuntunnya agar kembali duduk di sofa. Dimas belum berkata apa-apa karna ia masih merasakan sesak dan perih di dalam dadanya.
Muzaki segera mendekat ke tempat Dimas dan zifa duduk ia segera mengusap dadanya dan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an.
Muzaki selain seorang guru dan ustadz di pondok pesantren ia juga seorang yg bisa mengobati sakit seseorang dengan doa doa nya.
Muzaki sebenarnya tidak terpikat dengan sandi, namun kekuatan sandi telah mengelabui pikiran Muzaki yg sedang kosong saat pertama menemui sandi. jadi dengan mudah sandi menghipnotis pikiran Muzaki agar percaya semua ucapannya.
setelah selesai membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa doa nya Muzaki meminta Dimas meminum air yg juga telah ia bacakan doa.
"zifa kayanya Dimas ini habis kena pukul atau tendangan di dadanya. ia harus segera di obati dengan tindakan medis. ayah akan bantu kamu untuk mengantar Dimas kerumah sakit."
sandi hanya diam dan tidak mampu berkata apapun ia hanya berdecak kesal karna semuanya jauh dari rencana awalnya untuk memikat zifa dan seluruh keluarganya agar menyukainya dan menerimanya menjadi bagian keluarga mereka.
__ADS_1
ternyata zifa dan keluarganya itu termasuk orang-orang yg taat sama agama, bahkan gua merasa panas saat mulai mendekati halaman rumahnya aja. dan semakin terasa menusuk pas gue udah masuk kedalam rumahnya. ini target yg sulit buat gue dapetin. sandi bergumam dan memikirkan apa yg harus ia lakukan sekarang.
"pak mari saya bantu." ucap sandi menawarkan bantuannya.
"tidak usah kamu pulang saja sekarang. karna saya juga akan pergi mengantar Dimas kerumah sakit bersama zifa." ucap Muzaki yg mulai menuntun Dimas.
"ayu..." ucap zifa dari balik pintu kamar.
"iya kak." ayu membuka pintunya sedikit.
"ibu lagi tidur ka, ada apa kak?" ucap ayu sedikit berbisik.
"gue mau pergi dulu sama ayah. nganter Dimas kerumah sakit. lu jaga ibu dirumah ya. kunci pintu depan dan belakang juga tutup rapat semua jendela jangan biarkan siapapun masuk sebelum gue sama ayah pulang." ucap zifa lalu pergi dan ayu mulai menutup semua pintu dan jendela.
zifa membantu ayah nya membawa Dimas duduk di kursi belakang lalu zifa duduk di sebelah dimas atas perintah ayah. agar ia bisa menjaganya. merekapun pergi dengan mobil yg di Kendarai Muzaki.
sedangkan sandi pergi dengan sepeda motornya dengan raut wajah yg kesal dan marah. sesekali ia berteriak dan menggerutu kesal sambil mengendarai motornya.
"breng**k kenapa semuanya jadi gagal kaya gini sih. gua pake di usir lagi sama si Muzaki. awas Lo Dimas gua gak bakal biarin Lo miliki zifa. dan siapapun gak akan bisa memiliki zifa kecuali gue hahaha" sandi berbicara sendiri di atas motornya.
Di toko
Sofi masih diam memandangi jalan dan belum ada pembeli. dan memang ia juga tidak mengharapkan siapapun datang ke toko. karna ia sedang ingin sendiri.
air mata terus mengalir membasahi pipi dan hidung Sofi. matanya pun sudah mulai bengkak dan merah akibat menangis tak henti-hentinya sejak kepergian sandi.
"ya Allah ampuni aku yg tidak bisa menjadi istri yg baik bagi suamiku... ya Allah aku mohon berikanlah aku titipan mu untuk ku jaga ya Allah. dan aku ikhlas jika suamiku akan menikah lagi, tapi aku mohon jangan Samapi ia menceraikanku. dan jangan sampai ia menikahi gadis yg sangat jauh usianya darinya. aku mohon ya Allah kabulkan lah doaku ini." Sofi berdoa dalam suara yg masih terisak dalam tangisnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG......