Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Cemburu Terlarang Part 2


__ADS_3

Sofi naik ke lantai atas untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya. sedangkan zifa masih bingung dengan tatapan sandi padanya tadi. zifa memainkan ponselnya sambil menunggu pembeli. ia duduk di kursi depan toko. lalu selang beberapa menit sandi datang kembali dengan motor yg tadi di bawa hasbi dan ia sudah bersama Hasbi sekarang.


"zifa tolong ambilkan kotak merah di lantai atas. ada di atas meja kalo gak salah." ucap zandi setelah masuk dan duduk di kursi bersama Hasbi, zifa menurut dan bergegas ke lantai atas.


saat di lantai atas zifa melihat Bu Sofi yg sedang berbaring di kasur sambil menekuk kedua kakinya hingga lutut menekan perut dan tangan bu Sofi memegangi perutnya sambil ia merintih kesakitan.


zifa yg penasaran mendekati Bu Sofi.


"Bu ibu kenapa? apa ibu sakit?" kata zifa sambil mengelus pundak Sofi.


Sofi tidak menjawab dan hanya merintih kesakitan. zifa panik dan bingung "ibu sebentar ya zifa panggilan bang sandi dulu." kata zifa lalu segera mengambil kotak merah yg di minta sandi dan segera berjalan ke lantai bawah, tanpa ia sadari bahwa Sofi menjawabnya dengan suara yg agak merintih dan sangat pelan.


" zifa... zifa gak usah, ibu gak papa" kata Sofi dan berbalik melihat zifa sudah turun kelantai bawah.


saat zifa sudah turun dan memberikan kotaknya pada sandi, belum sempat ia mengatakan tentang Sofi sandi sudah menatapnya kesal.


"lelet banget sih disuruh ngambil kotak kaya gini aja ko lama. ngapain dulu kamu di atas?" kata sandi dengan sedikit membentak zifa.


Hasbi yg melihat itu merasa kasihan dan ingin sekali ia membela gadis pujaannya itu. namun ia urungkan karna ia tahu persis sifat sandi yg mudah marah pada siapa saja tidak memandang siapapun orangnya.


"maaf bang tadi saya lihat Bu Sofi merintih kesakitan, saya udah tanya tapi Bu Sofi gak jawab. kayanya Bu Sofi sakit bang." kata zifa sambil menundukkan wajahnya.


kebiasaan ni anak ngomong sama siapa, matanya kemana tau. gua paling gak suka kalo ada yg ngobrol sama gua tapi matanya kemana-mana. sandi mendesah kesal dan segera naik ke lantai atas tanpa mengatakan sepatah katapun.


saat kepergian sandi. Hasbi yg sedari tadi diam dan hanya memandangi wajah zifa dengan penuh cinta. akhirnya ia membuka suara.


"zifa sabar ya. semoga kamu kuat kerja disini. bang sandi emang gitu zif kali suasana hatinya lagi gak beres." kata Hasbi menenangkan wajah zifa yg sedari tadi sudah pias karna dibentak sandi tadi.

__ADS_1


"ia" zifa hanya menjawabnya singkat.


DILANTAI ATAS


Sofi yg mendengar langkah kaki seseorang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera duduk di kursi. ia memasang senyumannya dan menyembunyikan rasa sakit di perutnya. ia menyapa sandi dengan penuh senyum hangat. tanpa berkata apapun.


"kambuh lagi?" kata sandi yg masih berdiri di hadapan Sofi. suaranya agak dingin dan tidak menunjukkan sedikitpun rasa khawatir pada istrinya itu.


"enggak bang gak papa cuma agak nyeri dikit." kata Sofi masih tersenyum.


"gak usah bohong. gua paling gak suka sama pembohong." kata sandi tegas dan ketus.


"iya bang maaf, ia kambuh lagi bang. rasanya sakit banget aku gak kuat bang." kata Sofi dan sudah terlihat air mata mengalir di matanya dengan deras.


"emang lu gak minum obat yg dikasih dokter hah? sampe bisa kambuh lagi?" suara sandi sudah naik pitam dan mungkin saja terdengar sampai ke lantai bawah. "dan apa tadi, lu bilang lu gak kuat? heh yg gak kuat itu gua. nikah sama lu 12 tahun tapi belum juga dapet anak dari lu, capek gua hidup sama lu."


Sofi menangis dan berteriak memukul mukul perutnya dengan genggaman tangannya. ya Allah apa aku seburuk itu hingga suami ku sendiri merasa lelah hidup denganku, ya Allah aku tahu hanya engkaulah yang maha menciptakan segalanya. aku mohon berikanlah aku kesempatan untuk bisa menjaga titipanmu aku ingin menjadi seorang ibu, aku ingin mengandung anakku dan suamiku. aku ingin melahirkannya dan merawatnya ya allah aku mohon kabulkan lah ya Allah. Sofi menjerit dalam hatinya dan menangis sejadi-jadinya. hingga ia lupa dengan rasa sakit di perutnya.


dilantai bawah zifa dan Hasbi sudah panik mendengar suara sandi yg membentak Sofi ditambah sandi yang turun dengan hentakan kakinya juga di susul dengan suara jeritan Sofi.


sandi melewati Kedua orang yg sedang berdiri dengan wajah panik. lalu ia menaiki motornya dan pergi berlalu tanpa sepatah katapun.


lah ko gua ditinggalin, trus gua pulang naik apaan. motor gua di bawa mah. mana duit gua tinggal ceban lagi. gumam Hasbi sambil memandangi motor yg di bawa sandi dari jalan.


saat ia berbalik ke toko ia sudah tidak melihat zifa. eh kemana zifa. ia bertanya dalam hatinya lalu kembali duduk dan memainkan ponselnya. tling pesan masuk di ponsel Hasbi.


"gua pinjem motor lu, tunggu aja dulu di toko, tapi jangan ganggu zifa yg lagi kerja. jangan ajak ngobrol dia. jangan ngeluarin suara sepatah katapun ke dia!!! AWAS LU KALO SAMPAI NGOBROL SAMA DIA!!!!" kata terakhir yg berupa sebuah ancaman membuat Hasbi merinding.

__ADS_1


"idih baru jadi bos nya aja udah kaya gini. eh tunggu dia itu bukan lagi cemburu kan sama zifa." Hasbi lalu membelalakkan matanya dan mulai khawatir pada zifa.


"enggak sandi gak boleh naksir zifa. zifa gadis yg baik dan dia gak pantes kalo jadi..." Hasbi terdiam dan kembali duduk di bangkunya.


gua harus lindungi zifa. jangan sampai sandi jadiin zifa korbannya dia ya Allah aku mohon lindungilah zifa, aku yakin dia gadis yang baik dan taat kepadamu. Hasbi bergumam dalam hatinya dengan penuh rasa khawatir pada zifa. ia tahu siapa sandi ia tahu sejarah hidup sandi selama sepuluh tahun ia mengenalnya. sandi bukanlah lelaki yg baik.


dilantai atas zifa sedang menenangkan Sofi yg masih terus menangis dan memukuli perutnya.


"Bu udah Bu jangan dipukuli terus nanti tambah sakit" kata zifa lalu memegangi tangan Sofi yg semakin kuat memukuli perutnya.


"ibu gak kuat zifa... ibu gak kuat... huaaaa ibu mau mati aja zifa. ibu gak kuat lagi hidup sama bang sandi." kata Sofi sambil menjerit-jerit dan menangis.


zifa pun memeluk tubuh Sofi yg lebih besar darinya. Sofi yg berbadan gemuk dan tingginya hampir sama dengan zifa. ia hanya pasrah di pelukan zifa dan menangis. zifa menepuk-nepuk pundak Sofi mencoba menenangkannya. hingga akhirnya Sofi pun berhenti menangis dan membaringkan tubuhnya di kasur.


"ibu istirahat ya." kata zifa lalu menyelimuti kaki Sofi. akhirnya Sofi pun tertidur dengan pulas. zifa pergi meninggalkan Sofi dan menuruni anak tangga perlahan-lahan.


saat sampai di lantai bawah Hasbi langsung menatapnya dengan tatapan khawatir.


"zifa gimana keadaan Bu Sofi apa dia sudah berhenti menangis?" tanya Hasbi seakan ia menghawatirkan Sofi, padahal di pikirannya adalah gimana caranya melindungi zifa menjaga zifa.


"gak papa sekarang ibu sudah tidur." kata zifa lalu duduk di kursi plastik yg ia ambil dari kolong tangga.


"zifa jaga diri kamu baik-baik ya. kalau ada yg merasa tidak nyaman dan mengganjal di toko ini kamu jangan sungkan kabari aku." kata Hasbi.


"ia." zifa hanya menjawabnya singkat. kenapa sih dia ko kaya khawatir gitu sama gua. kan yg harusnya di jaga tuh Bu Sofi supaya gak di kdrt sama si sandi galak itu. gumam zifa menatap Hasbi heran.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2