Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Tentang Sandi Part 2


__ADS_3

Still in Flashback.


sandi mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan ia berharap ada mobil besar yg menabraknya dan melindasnya hingga mati.


ia depresi dan sangat stres dengan apa yg ia alami. disisi lain ia masih sayang dengan rumah tangga nya. bila teringat kedua putrinya ia sangat menyesal dengan semua perlakuannya pada Nia. di sisi lain ia juga sangat marah dan kecewa karna Nia bisa-bisa nya menjatuhkan harga dirinya demi membalas sakit hatinya.


"aaarrrrgghhh.." sandi menjerit kesal sambil mengendarai motornya. di jalan sangat sepi karna hari sudah mulai larut. sandi pun berhenti di sebuah warkop untuk beristirahat sejenak menenangkan pikirannya.


"mbak kopi hitam satu." kata sandi pada seorang pelayan wanita yg masih remaja.


sandi duduk di kursi dekat jendela dan membuka ponselnya. sudah banyak panggilan tak terjawab dari Nia Nia Nia dan pada urutan terakhir panggilan tak terjawab tertera nama 'lovely' sandi pun menekan layarnya dan menempelkan ponselnya di telinganya.


"halo" kata sandi.


(...)


"bisa kesini sekarang?" sandi


(...)


"mmm gitu ya, gak papa cuma bosen aja dirumah lagi pengen di luar." sandi


(....)


"emang dirumah kamu ada siapa aja?" sandi


(...)


"oh yaudah tunggu ya aku habiskan kopi dulu, sayang udah terlanjur dipesan. nanti aku kesana ya." ucap sandi lalu segera menutup ponselnya.


tak selang berapa lama sang pelayan tadi datang dengan membawa nampan yg berisi secangkir kopi di atasnya.

__ADS_1


"silahkan pak." ucap si pelayan dengan ramah. saat si pelayan hendak berbalik, sandi menghentikan langkahnya menarik lengan si pelayan dengan pelan.


"bisa duduk disini gak? temani saya." kata sandi. sungguh menjijikan kalimat itu terdengar di telinga sang gadis pelayan.


"maaf pak saya harus kerja permisi." pelayan itu hendak meninggalkan sandi namun lagi-lagi sandi menghentikannya. kali ini agak sedikit ekstrim karna sandi menumpahkan secangkir kopinya ke lantai hingga terdengar suara pecahan gelas dengan sangat nyaring karna suasana toko sedang hening.


"kamu bisa kerja gak sih, liat tumpahkan kopi saya, baru saya mau minum. jadi gak mood tau gak." ucap sandi dengan suara keras agar seisi ruangan dapat mendengarnya.


ya ampun apa yg dia lakukan, dia baru saja memfitnah saya hanya karna saya tidak mau menemaninya. sungguh lelaki tua yg jahat. gumam sang gadis dalam hati sambil membersihkan pecahan gelas di lantai.


seketika beberapa orang laki-laki datang menghampiri mereka, satu adalah seorang manager warkop dan sisanya adalah seorang karyawan.


"ada apa pak? apa ada yg bisa saya bantu?"


kata sang manager pada sandi.


"nih karyawan kamu gak becus kerjanya, bawa secangkir kopi aja pake tumpah segala." ucap sandi dengan santai.


eh ko nyalahin Nadia sih perasaan tadi jelas banget gua liat ni bapak menyenggol cangkirnya dengan sengaja, gumam salah satu pelayan selaku teman Nadia sang gadis pelayan. sambil mebelalakan matanya setelah mendengar pengakuan sandi.


"saya udah gak mood" ucap sandi.


"kalau gitu saya mohon maaf sekali lagi pak atas ketidak nyamanan nya, bapak tidak perlu membayar kopi yg tumpah." jawab sang manager.


"ya memang seharusnya begitu, suruh aja ni pelayan gak becus yg bayar ini semua." ucap sandi lalu meninggalkan ruangan itu dan melajukan motornya dengan sangat kencang hingga terdengar jelas suara knalpot motor yg digas kencang.


"Nadia sabar ya. saya tau kamu gak salah. saya dan teman-teman kamu melihat semua kejadiannya dengan jelas." ucap manager pada Nadia.


Nadia hanya mengangguk dan menyeka air mata yg sempat mengalir di pipinya.


dan sandi pun menghentikan motornya di sebuah rumah lalu memarkirkan motor di halaman depan rumah. seketika pintu rumah terbuka sebelum sandi mengetuknya.

__ADS_1


"ayo bang masuk sebelum ada orang yg liat." kata seorang wanita dari ambang pintu yg hanya mengeluarkan kepalanya saja. sandi pun masuk kedalam rumah. dan duduk di sofa.


"bang maunum apa?" kata Sarah "eh ia aku lupa kan Abang abis ngopi ya. apa mau makan aja?" tanya Sarah kembali.


"enngak tadi Abang gk jadi ngopi." ucap sandi lalu menyandarkan kepalanya di sofa.


"eh kenapa gak jadi? bukannya tadi Abang bilang udah di pesan?" ucap Sarah.


"tadi ada pelayan gak becus dan sombong yg bikin aku jadi gak mood ngopi disana. aku mau kopi buatan kamu." ucap sandi sambil menyentuh punggung tangan Sarah.


"ia bang bentar ya aku bikinin" Sarah pun pergi ke dapur untuk membuatkannya kopi. padahal dia belum sempat bertanya tentang pelayan gak becus dan sombong itu.


sandi meneguk kopinya setelah Sarah meletakkan di atas meja.


mereka pun berbincang-bincang tertawa dan bercanda.


hingga akhirnya hobi bejat sandi terlaksana dirumah itu.


rumah selingkuhan sandi yg sempat menemui Nia untuk meminta pertanggungjawaban atas apa yg telah dilakukan sandi padanya.


dia adalah Sarah yg berperan sebagai lovely bagi sandi. sebenarnya Sarah tidak hamil namun Sarah hanya tidak terima jika sandi yg telah merebut kesuciannya pergi begitu saja meninggalkan nya. Sarah juga sebelumnya tertipu oleh sandi yg mengaku masih seorang bujang. hingga akhirnya Sarah mengetahui kalau sandi telah menipunya.


dan sarah segera mendatangi rumah sandi ketika sandi sedang bekerja, Sarah menemui Nia dan mengatakan sandi telah menghancurkan masa depannya. Sarah menceritakan semuanya dengan penuh dramatis dan air mata, agar Nia merasa iba padanya.


Sarah adalah seorang gadis berusia 19 tahun ia bekerja di kantin tempat sandi kerja. dan disitulah mereka bertemu. Sarah memang gadis yg cantik badannya yg tinggi dan kulitnya yg putih bersih juga rambutnya yg panjang terurai membuat siapa saja tergoda padanya. namun Sarah telah salah memilih lelaki. iya memilih seorang lelaki tua yg jahat, pembohong, pendusta dan pengkhianat.


setelah merasa tertipu oleh sandi Sarah sangat menyesali semua yg telah terjadi tapi ia tidak ingin melepaskan sandi begitu saja. ia tidak mau menikah dengan siapapun kecuali sandi. lelaki yg telah mengotorinya.


selain Sarah masih banyak lagi wanita yg sandi hancurkan kehidupannya. yg ia campakkan dan ia tinggalkan. sandi selalu mencari kesalahan sang wanita untuk meninggalkannya dengan alasan. dan selalu melindungi kebejatan nya dengan fitnahnya. ia akan memfitnah sang wanita sebelum ia meninggalkannya. tepatnya sandi ingin wanita itulah yg pergi meninggalkannya. agar ia terkesan tidak bersalah pada sang wanita.


begitu bejat dan jahatnya sandi pada mereka.

__ADS_1


entah apa yg membuatnya seperti itu. padahal kini ia memiliki dua orang anak perempuan yg juga harusnya ia bayangkan bagaimana jika anaknya lah yg ada di posisi para wanita tersebut.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2