Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Sobirin


__ADS_3

"ingat ya kamu gak boleh bilang ke siapapun, kalo kita melakukan yg tadi."


wanita itu terlihat menahan air matanya. ia menunduk dan menganggukkan kepalanya.


"awas kalo sampe ada yg curiga. saya pastikan kamu akan menyesal. dan pastinya kamu yg akan menanggung semua akibatnya."


sandi berjalan keluar rumah nya dan merapikan barang bawaannya yg akan ia bawa ke pasar malam untuk berjualan.


"Melisa... cepat sini." ia senagaja berteriak agar tetangga di depan rumahnya itu tidak curiga.


Melisa datang dengan raut wajah yg kembali ceria.


"lama banget kamu ngapain dulu sih. udah sore ini. bisa telat kita. entar keburu rame tempatnya." sandi terlihat marah dan membentak-bentak Melisa.


"iya bang ia bang. maaf tadi perut saya sakit jadi harus ke kamar kecil dulu." Melisa langsung menaiki motornya. dan mengikuti sandi yg sudah melajukan motornya menjauh dari rumahnya.


"kasian ya dia. udah mah yatim piatu, punya kakak juga jauh. di marahin terus lagi sama bosnya."


"iya ya, sekalinya punya saudara. eh malah gak perduli sama dia."


"siapa emangnya?"


"itu tuh Bu Ani. itu kan bibi nya tau. tapi naas nya Bu Ani malah gak perduli sama si Melisa."


"eh iya ya. ya ampun kasian banget."


begitulah para tetangga bergosip di depan rumah sandi. karna terlalu sering sandi berlaku kasar pada Melisa di hadapan tetangga. yg membuat mereka iba dan kasihan dengan nasib Melisa.


di toko zifa sedang duduk bersantai di kursi halaman depan toko, sambil memainkan ponselnya. sedangkan Pricilla tertidur di lantai atas. karna kelelahan.


"assalamualaikum."


zifa tersentak melihat siapa yg datang. ia segera berdiri dan merapikan dirinya.


"wa'alaikumsalam, kamu Sobirin kan. yg kemarin beli sweater disini." ucap zifa meyakinkan dirinya yg masih tidak percaya melihat Sobirin yg ada di hadapannya.


"iya. Alhamdulillah ternyata kamu masih ingat ya." Sobirin tersenyum manis.


"ya iyalah masih inget kan baru kemarin."


"jadi ada apa? apa kamu mau membeli sesuatu."


"enggak. aku kesini mau ketemu kamu."


deg.. zifa merasa jantungnya seketika berdegup dengan cepat. ia tak menyangka Sobirin yg di ceritakan oleh Bu Sofi yg tidak pernah mau dekat dengan wanita kini malah datang dan mau bertemu dengannya.


"ada apa?"


"mau kasih ini." sobirin memberikan sebuah kotak yg berisi sebuah gelang kayu.

__ADS_1


zifa menerimanya dan membuka kotak itu.


"gelang? untuk apa?"


"untuk kamu pakai. mulai sekarang kita berteman ya. entah kenapa sejak pertemuan kemarin aku jadi kepikiran kamu terus. aku juga gak ngerti kenapa wajah kamu selalu terbayang di pikiranku." Sobirin mengangkat kedua bahunya dan menurunkan bibir bawahnya.


dia ini bener-bener polos atau apa sih. ternyata yg di bilang Bu Sofi kemarin itu bener ya.


FLASHBACK ON.


"zifa kamu pake apa sih?" tanya Sofi dengan agak ketus.


zifa bingung dengan apa yg di katakan Sofi. apalagi kini Sofi tengah memandangi nya dengan tatapan yg sinis.


"maksudnya pake apa tuh apa ya Bu? zifa gak ngerti."


"maksud ibu. kenapa bisa setiap laki-laki yg melihat kamu itu pasti terkagum-kagum sama kamu. bahkan seorang Sobirin aja bisa menatap kamu penuh cinta kaya tadi." kali ini Sofi berjalan meninggalkan zifa menuju lantai atas.


zifa masih penasaran dengan kata-kata Sofi. ia pun mengikuti langkah Sofi.


"ka Cilla aku ke atas dulu ya sebentar."


"ia"


zifa mendekati Sofi yg tengah berdiri di depan jendela memandangi jalan.


"kamu ini polos atau apa sih. masa ia kamu gak sadar tadi Sobirin mandangin kamu sambil senyum-senyum. ibu yakin dia pasti naksir sama kamu. tapi ibu gak nyangka kalau seorang Sobirin bisa seperti itu."


"memangnya kenapa Bu? emang salah kalo Sobirin naksir zifa? kan dia laki-laki bukan perempuan." zifa sebenarnya tidak menyangka dengan ucapan Sofi yg mengatakan kalau Sobirin menyukainya. Karana zifa bukan lah orang yg suka ke GR an.


"bukan itu maksud ibu. asal kamu tahu ya, selama ibu jadi gurunya Sobirin dia itu gak pernah genit ke siswi lain. bahkan dia selalu menjaga jarak. dan bahkan yg ibu tahu dia juga menolak seorang siswi tercantik di kelasnya yg terang-terangan menyatakan cintanya."


Sofi duduk di atas sofa. di ikuti oleh zifa di belakangnya yg juga duduk di atas sofa sebelahnya.


"namanya Wulan. dia siswi paling cantik yg di gemari banyak siswa laki-laki. tapi Wulan malah jatuh hati sama Sobirin. dia jatuh hati sejak mereka masih duduk di bangku kelas satu SMP. dan sampai lulus SMA dia masih memendam rasa itu."


"Wulan juga pernah meminta ibu untuk membantunya supaya bisa lebih dekat lagi sama Sobirin. tapi yg ada Sobirin malah semakin menjauhinya. karna Sobirin tau Wulan minta bantuan ibu buat Deket sama dia."


"dan selama 6 tahun ibu mengenal Sobirin. belum pernah ibu melihat ia berdekatan dengan perempuan manapun. bahkan sama guru wanita pun dia selalu menjaga jarak. lain halnya dengan Fahri sepupunya Sobirin. dia mah kadang suka jahil Sama siswi perempuan. dan yg ibu tahu dia juga pernah dekat sama salah satu siswi sekelas nya."


"jadi kalau misalnya benar Sobirin jatuh hati sama kamu. ibu harap kamu bisa menghargai perasaannya dan jangan sakiti dia. dia laki-laki baik. bahkan sempurna. dia rajin ibadahnya. sopan sama orang tua. cerdas dan sangat berbakat. yg paling penting dia belum pernah jatuh cinta."


Zifa hanya mengangguk tanpa bersuara.


FLASHBACK OFF


Pricilla datang menghampiri zifa dan sibirin yg tengah mengobrol.


"zifa itu siapa?" terlihat wajah Pricilla yg masih merasa kantuk.

__ADS_1


"ini Sobirin kak. yg kemarin beli sweater."


"kalo gak salah kamu ini alumni sekolah tempat ibu ngajar kan ya." kata Pricilla.


"ia." Sobirin menjawabnya singkat.


"yaudah deh zifa. aku kira tadi ada pembeli. kalo gitu aku balik ke atas lagi ya. gak papa kan aku tinggal, aku masih ngantuk ni"


"ia kak gak papa."


Pricilla kembali ke lantai atas. ia berjalan dengan lesu sambil sesekali ia menutup mulutnya yg menguap.


"jadi gimana zifa? kamu bersediakah jadi temanku?"


ya ampun ngajak temenan aja udah kayak ngajak nikah. zifa menunduk menahan tawa.


"iya kita temenan. makasih ya buat gelangnya." zifa melingkarkan gelang kayu itu dan menarik kedua talinya hingga terikat.


"kamu suka?"


"iya aku suka banget. ini keren makasih ya."


"Alhamdulillah kalo kamu suka. ia sama-sama zifa."


zifa memandangi kaki dan tangan sobirin yg terus saja bergetar seperti menggigil kedinginan.


"Sobirin kamu kenapa? kedinginan? kok kaki sama tangan kamu menggigil gitu?" zifa agak cemas melihatnya.


"eh gak papa zifa. mungkin ini efek.."


"efek apa?"


"Eeeee efek.... efek Deket sama kamu kali. aku juga gak tau kenapa. tapi yg jelas sejak ketemu kamu barusan jantung Akau juga udah berdetak kencang. padahal tadi aku kesini ya naik motor, gak mungkin kan kalo aku kecapean. tapi aku ngerasa dada ini semakin sakit karna terlalu cepat jantung aku berdetak."


"hahahaha." sontak zifa tertawa terbahak mendengar penuturan Sobirin.


seketika wajah Sobirin memerah dan ia menunduk menahan rasa malunya.


"ada apa zifa? kok kamu ketawa kaya gitu?"


"gak papa. kamu lucu, lucuuuuuu banget. hahaha" zifa masih tertawa sambil memegangi perutnya.


subhanallah cantiknya dia.


SOBIRIN MUHAMMAD SYARIEF



BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2