Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
PELANGGAN PERTAMA


__ADS_3

setelah kepergian lelaki tua yg berstatus suami Sofi dan pemilik toko baju tempat zifa bekerja, tak selang beberapa lama ada seorang laki laki yg berperawakan agak kurus dan terlihat jelas wajahnya itu tidak berbeda jauh dengan lelaki tadi, sama tuanya.


"hei..hei kamu karyawan baru, namanya siapa?". tanya laki-laki itu sambil menatap zifa dengan senyum hangatnya.


sebenarnya zifa risih dengan keberadaan orang itu, karna zifa tau dia bukanlah pembeli, tapi pemilik toko sebelah, yg dari tadi sudah memperhatikan zifa sambil senyum-senyum sok akrab gitu.


zifa diam tak bergeming, dia menyibukkan dirinya dengan bersih-bersih toko tidak menghiraukan lelaki itu sama sekali.


'huh kenapa sih ditempat ini banyak banget bapak-bapak genit.' gumamnya dalam hati sambil sedikit berdecak kesal.


padahal dia baru menemukan 2 laki-laki tua yg sok akrab padanya, tapi ya itulah zifa dia gak terbiasa dengan situasi seperti sekarang ini.


"hei kok diam aja sih, nama saya Arif, panggil aja bang Aif. nama kamu siapa?" lalu berdiri disebelah zifa.


zifa sedikit terkejut karna keberadaan laki-laki itu yg ternyata malah mendekat ke sebelah dimana zifa berdiri.


"nama saya zifa." jawabnya datar, tanpa menoleh.


"ohh neng zifa, bagus yah namanya. cantik kaya orangnya " laki-laki itu duduk di kursi tunggu tanpa permisi.


"bang Aif tuh udah lama gk Deket sama cewek." kata aif sambil memandangi zifa penuh cinta


'ih trus apa hubungannya sama gue, maksudnya apa coba ngomong kaya gitu tiba-tiba. bikin ilfil aja.'


hati zifa semakin memanas, dan menatap laki-laki yg kalo dibandingkan dengan usianya sangat jauh berbeda. dia menatap dengan penuh kebencian dan sedikit rasa ji**k.


"maaf ya bang AIB, bisa gak gak gangguin saya kerja!" dia langsung mengambil sapu dan bergerak sok sibuk, menyapu lantai yg tidak kotor.


"ehh si Eneng. ko bang AIB sih Aif neng pake F, kalo Aib mah serem dong." jawabnya sambil tertawa tanpa merasa telah mengganggu zifa yg sudah mulai memanas.


zifa tetap sok sibuk tanpa menoleh ke bang Aif.


tak lama kemudian datang dua orang pembeli. seorang laki-laki muda yg tinggi gagah dan tampan, dengan seorang wanita cantik dengan rambut terurai. mereka datang bergandengan.


'Alhamdulillah ada pembeli. pergi Lo aib! pergi, udah muak gua liat muka tua lo.'


dan benar saja Aif pun pergi kembali ke tokonya seakan ia bisa mendengar kata hati zifa yg memanas.


"silahkan ka mau cari baju yg gimana, bisa saya bantu cari nanti" ucap zifa pada kedua pelanggan pertamanya dengan senyum lebar yg sangat manis.


yg tanpa ia sadari ada sepasang mata di balik kacamata hitam yg menatapnya kagum.

__ADS_1


"eh kamu baru ya kerja disini, ko saya baru liat. saya tuh sering belanja baju disini tapi baru liat kamu." kata pelanggan laki-laki yg sudah menatapnya kagum saat melihat senyum manis zifa.


belum sempat zifa menjawabnya, si perempuan yg sedari tadi menggelayut ditangan laki-laki itu sudah menatap sinis zifa.


"ih sayang ayo kita pilih baju nya. Mbak baju couple buat pasangan romantis ada gak? buat ke acara pesta?" kata si perempuan, dengan nada manjanya sok imut, memamerkan kemesraannya.


"ada kak, mau warna apa kak? kami punya banyak model". selama zifa mencarikan baju yg pelanggannya cari, laki-laki itu tak henti-hentinya memandangi zifa, tapi karna kaca mata hitam yg iya pakai, kedua wanita itu tak ada yg menyadarinya.


"yaudah aku pilih yg ini, berapa?" tanya si cewek pada zifa.


"ini 350rb ka, sepasang." jawab zifa singkat.


"sayang kamu suka gak?, aku suka yg ini sayang" perempuan itu bicara dengan nada yg semakin manja.


"iya yg mana aja aku suka." jawab laki-laki nya singkat


"oke mbak yg ini aja."


zifa membungkus bajunya dengan rapih.


"terima kasih ka, semoga datang kembali"


setelah kepergian dua pelanggan, zifa kembali membereskan baju-baju yg berantakan, karna tadi pelanggan perempuannya cukup mengerjai zifa dengan mengacak-acak baju yg pada akhirnya dia memilih baju yg tergantung di barisan paling depan.


tiba-tiba datang seorang lelaki yg cukup tampan dan manis menghampiri zifa.


"permisi kak punya gunting gak ya?, saya kerja di toko sebrang sana, yg jual aksesoris laki-laki. mau pinjam gunting kalo ada"


"ohh gunting, sebentar ya," zifa sama sekali tak tergoda dengan senyum manis yg sudah di pamerkan laki-laki itu.


'ternyata cantiknya nyata ya, apa lagi kalo diliat dari Deket gini' laki-laki itu bergumam sendiri sambil senyum-senyum memandangi zifa.


"hey mas liat apa? ni guntingnya, nanti kembalikan lagi ya, soalnya itu punya bos. bukan punya saya." ucap zifa memecahkan lamunan laki-laki itu, zifa masih dengan wajah datar tanpa membalas senyum laki-laki dihadapannya.


"namaku Dimas, nama kamu siapa?" sambil menyodorkan tangannya meminta salam perkenalan.


"zifa." jawab singkat, tanpa menerima jabat tangan Dimas.


"salam kenal ya zifa, aku kerja di sebrang sana, semoga kedepannya kita bisa berteman." jawab Dimas dengan penuh harap dan senyum yg semakin indah jika dipandang dari mata wanita normal.


eits zifa juga normal cuma aja dia itu jutek sama cowok.

__ADS_1


"oke" jawab zifa pendek dengan senyum singkatnya.


"Tin..Tin" suara klakson mengagetkan kedua insan yg sedang menjalin pertemanan itu.


"hey...zifa kerja! jangan ngobrol aja" kata sandi suami Sofi, yg tiba-tiba aja Dateng.


tanpa menunggu sandi masuk, Dimas pun pergi tanpa kata-kata.


"gimana tadi udah ada pelanggan belum?" kata sandi tanpa menghiraukan kepergian Dimas yg merasa terusir.


"sudah pak." jawab zifa cepat.


"CK.. zifaaaa jangan panggil bapak! emangnya saya bapak kamu."


"eh iya maaf, Abang" ucap zifa ragu-ragu.


" nah gitu dong kan manis, beli apa tadi pelanggannya? kamu bisa kan ngelayaninnya!"


" beli baju pak, eh Abang." sedikit menutup mulutnya dengan ujung jari-jarinya.


"ehmm baju apa? dia nawar gak?". ucap sandi sambil menepuk kursi disebelahnya supaya zifa duduk disebelahnya.


zifa menurut dan duduk dengan jarak yg cukup untuk duduk dua orang lagi ditengahnya.


"baju couple bang, mereka gak nawar" jawab zifa dengan pandangan ke arah baju-baju yg tergantung.


"ehmm anak pintar," sandi menjawab singkat sambil memainkan smartphone ditangannya.


keheningan pun tercipta, zifa hanya duduk diam sambil mengedarkan pandangannya ke arah jalan depan toko.


sandi masih sibuk dengan smartphone nya.


dan sandi beranjak dari duduknya.


"zifa Abang pergi dulu ya, kerja yg rajin." ucap sandi lalu berjalan meninggalkan zifa yg bahkan belum menjawab.


SANDIAGA KHOLIQ



tapi entah kenapa zifa merasa lega dengan kepergiannya, juga ternyata toko sebelah tempat Aif berdagang juga sudah tutup, entah kemana laki-laki itu, tapi zifa merasa lega dan dia lebih suka sendiri di toko.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2