Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Rencana Jahat Sandi


__ADS_3

zifa segera mengantar Dimas ke klinik setelah mereka meminta izin pada bosnya Dimas untuk pergi berobat. sang bos pun mengizinkan mereka pergi Karena ia juga melihat beberapa luka yg ada di wajah Dimas yg lumayan parah.


"dim setelah selesai dari klinik Lo ikut kerumah gue dulu ya." ucap zifa yg sedang duduk di sebelah dimas. menunggu nomor antrian pasien.


"mau apa zif?" tanya Dimas


"gue mau lu jadi saksi atas perbuatan sandi barusan. dan gue juga mau bilang sama kedua orang tua gue juga Abang gue, kalo sandi tuh mencoba mendekati gue untuk dijadikan istri keduanya." ucap zifa


"ehmm oke gue siap zif. gue akan jadi saksi dan membantu Lo agar keluar dari kandang buaya itu" jawab Dimas disertai dengan senyuman di bibirnya.


zifa membalas senyuman itu. "makasih dim." ucapnya.


------------------------------------------------------------------------


sandi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. dia tidak ingin zifa mendahuluinya.


sandi pergi menuju tempat dimana ia selalu melakukan sebuah ritual khusus untuk bisa mendapatkan apa yg ia mau.


sandi telah melenceng dari ajaran agamanya setelah ia bertemu dengan mantan istrinya Nia. saat itu sandi memiliki banyak saingan berat untuk mendapatkan Nia. bahkan dari segi fisik dan materi dia sangat jauh dari beberapa laki-laki saingannya.


dan karna saking terobsesi nya ia pada Nia. juga karna tidak percaya diri dengan para saingannya, akhirnya ia menempuh jalan sesat. dengan berguru dalam ilmu perdukunan dan guna-guna.


setelah ia melakukan perguruan itu ia mulai menjalankan aksi-aksi nya untuk mendapatkan aura ketampanan dalam dirinya. agar Nia tertarik melihatnya dan jatuh hati padanya.


dan karna aura mistis yg ia tanamkan dalam dirinya yg membuat wajahnya itu seketika memancarkan aura yg sangat kuat. hingga siapapun yg melihatnya akan terpesona padanya dan bahkan akan berubah sikap yg tadinya membenci jadi mengagumi bahkan menghormatinya.


Flashback on.


saat itu sandi melakukan perguruan dengan sangat sungguh-sungguh agar hasil yg ia dapatkan juga memuaskan. untuk bisa memikat hati Nia dengan cukup melihatnya saja. kenapa ia memilih menanamkan kekuatan Aura pemikat dalam dirinya. karna yg ia tangkap dari gurunya adalah...


"sandi disini Mbah mengajar kan banyak macam ilmu perdukunan dan guna-guna. kamu bisa pilih yg mana yg mau kamu tekuni. sebenarnya kamu bisa menekuni semuanya. tapi butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menguasai semuanya." ucap seorang laki-laki paruh baya selaku dukun dan juga guru sandi.


"apa saja itu Mbah?" tanya sandi.

__ADS_1


"ada ilmu untuk kekayaan, ada ilmu untuk kejayaan martabat, ada juga ilmu santet balas dendam.dan ada ilmu aura pemikat." jelas sang dukun pada sandi.


"saya mau yg aura pemikat Mbah supaya saya bisa memikat hati seseorang , tapi mau yg cukup melihat saya dia sudah jatuh hati Mbah. jadi gk perlu di santet gitu Mbah." jelas sandi pada Mbah dukun.


"iya itu bagus. pilihan yg bagus sandi. karna dengan ilmu pemikat kamu bisa mendapatkan paket komplit. orang melihatmu bukan hanya akan jatuh hati, tapi juga kagum dan akan sangat menghormatimu. dan otomatis bukan hanya wanita yg kau dapatkan, bukan hanya cinta. tapi juga kekayaan, kejayaan karna akan banyak orang yg akan menyanjungmu dan berbaik hati padamu, hingga mereka akan memberikan apa yg kamu pinta tanpa paksaan. dan mereka akan memberikan itu dengan senang hati." wajah Mbah dukun sangat cerah dan bersemangat menjelaskan semua itu.


"wah itu hebat banget Mbah. saya mau banget yg kaya gitu Mbah. ayo Mbah kita mulai sekarang Mbah saya udah gk sabar." ucap sandi sangat antusias.


"jelas hebat.. Karna bayaran yg akan kamu bayar juga sangat hebat. dan waktu juga tenaga yg harus kamu keluarkan itu juga harus hebat." ucap Mbah dukun sambil memainkan ujung jenggot nya dengan jarinya.


"berapapun akan saya bayar mbah, demi mendapatkan ilmu itu. saya siap Mbah bertarung waktu dan juga tenaga." ucap sandi


dan setelah itu dimulailah praktek belajar ilmu perdukunan antara sandi dan Mbah dukun.


Flashback off.


------------------------------------------------------------------------


zifa dan Dimas masih berada di klinik karna belum mendapat giliran. Dimas tidak dibawa keruang IGD karna saat itu IGD di klinik sudah penuh, dan luka Dimas tidak terlalu parah dibanding pasien lain yg berada dalam klinik tersebut. karena diwaktu yg bersamaan ada beberapa orang yg berobat akibat kecelakaan motor dan tabrak lari.


sebelumnya sandi telah meniduri banyak gadis perawan untuk mendapatkan darah dari mis v para korbannya. dan ia menyimpan sehelai kain yg terkena darah tersebut lalu menyimpannya didalam kotak kaca agar ia bisa larutkan kain tersebut dalam air yg akan ia pakai untuk mandi nanti jika ia membutuhkannya.


ia membutuhkan darah perawan itu untuk memenuhi bahan sesaji nya. dengan mudah ia memikat gadis-gadis polos yg masih perawan. sungguh malang nasib mereka. karna mereka telah terpikat dengan aura jahat sandi yg membuat mereka sukarela melakukan itu semua dengan sandi.


namun sandi tetap memberikan hadiah dan imbalan untuk mereka. agar sandi tetap di pandang baik di mata para gadis itu.


sandi sangat pandai bermain sandiwara untuk mengelabui para korbannya agar tidak menyalahkan perbuatan kejinya itu.


------------------------------------------------------------------------


sandi merendam tubuhnya sambil membasuh kan air tersebut ke wajah dan rambutnya, sambil sesekali ia mengucapkan mantra dalam bibirnya. dan menyebutkan nama zifa juga seluruh keluarganya. sandi telah mengetahui nama kedua orang tua zifa juga kedua kakak dan adik zifa dari Sofi. karna Sofi punya banyak catatan tentang diri zifa.


lalu ia kembali membasuh wajah dan kepalanya dengan air tersebut lalu membenamkan kepalanya kedalam air bak hingga seluruh tubuhnya tenggelam kedalam bak yg paling dasar.

__ADS_1


setelah 5 menit ia menyelam didalam bak mandi. ia mengangkat kepala lalu berjalan melangkah keluar dari bak. mengenakan handuk lalu keluar dari ruang bawah tanah dan menuju kamarnya. ia segera mengenakan kaos dan celana jens nya. lalu secepat mungkin ia pergi melaju dengan motor nya menuju rumah zifa.


ditempat lain zifa dan Dimas baru saja mendapat antriannya. Dimas segera dibawa keruang pengobatan. dan ditangani oleh dokter.


sedangkan Sofi masih berada di toko karna ia telah diperintah sandi untuk tetap berada disana dan jangan menutup toko tersebut.


sandi memarkirkan motornya di halaman rumah zifa. rumah itu terlihat sepi namun beberapa jendela terbuka. sandi melangkahkan kakinya perlahan-lahan lalu mulai mendekati pintu dan mengetuknya.


"tok..tok...tok... Assalamualaikum" ucap sandi sambil melihat ke sekelilingnya dan sesekali ia mengintip ke arah jendela. mencari penghuni rumah tersebut.


"permisi bu.. pak... Assalamualaikum." sandi mengulanginya dengan sedikit mengeraskan suaranya.


"wa'alaikumsalam.. tunggu sebentar." jawab seorang wanita dari dalam. lalu ia mendekat kearah jendela dekat pintu dan melihat siapa yg datang. ia agak heran karna tidak mengenali tamunya.


"mau cari siapa pak?" tanya ayu masih berada didalam belum membuka pintunya.


"mau cari ibu aminah dan pak muzakinya ada?" ucap sandi dari luar didepan pintu.


"oh ayah sama ibu, ada tunggu sebentar ya." lalu terdengar suara langkah kaki menjauh dan suara samar yg sedang memanggil ayah dan ibunya.


sandi mencengkram jemarinya dan menghembuskan nafas agar merasa tenang dan tidak gugup. ia masih memikirkan apa yg harus ia katakan lebih dulu. melamar zifa langsung atau mengambil hati Aminah dan Muzaki dulu. ia terus berfikir dalam lamunannya. hingga suara pintu terbuka mengagetkannya.


"eh ia pak cari saya? saya Muzaki. bapak siapa ya" ucap Muzaki sambil tersenyum.


"saya sandi pak. bosnya zifa." ucap sandi singkat. lalu ibu datang tepat di belakang Muzaki.


"pak.. itu ada tamu ko gak disuruh masuk." ucap Aminah.


"eh ia Bu maaf bapak lupa., mari pak masuk dulu, kita bicara di dalam aja. biar lebih nyaman." ucap Muzaki lalu mempersilahkan sandi masuk.


sandi duduk di sofa tepat di sebelah sofa yg diduduki Muzaki. lalu Aminah datang membawakan nampan yg berisikan air mineral dan teh.


"mari pak diminum airnya." ucap Aminah lalu duduk di sofa sebelah kanan Muzaki tepat dihadapan sandi. merekapun berhadapan dan saling pandang. aku merasa ada yg aneh dari wajah bapak ini. entah apa ya, aku merasa ada sesuatu yg menyelimuti wajah tersebut. seperti ada cahaya namun gelap. gumam Aminah sambil menyelidiki wajah sandi dengan raut wajah yg penasaran.

__ADS_1


**BERSAMBUNG.......


tinggalkan komentar dan like kalian ya.... agar membantu saya untuk lebih semangat lagi membuat kelanjutan cerita yg lebih menarik lagi. makasih 😊😊🙏**


__ADS_2