
waktu telah menunjukkan pukul 07.00 am matahari sudah tiba sejak 1 jam lalu menyinari kota ini. udara sejuk dipadu dengan hangatnya mentari membuat siapapun pasti ingin segera keluar rumah untuk merasakan indahnya dunia di kota J**Ar** yg banyak orang bilang padat dan penuh polusi. tapi tidak untuk J**Ar** dimana zifa dan seluruh keluarganya tinggal.
hari-hari melelahkan dan penuh ketegangan telah mereka lewati. zifa sudah siap untuk kembali beraktivitas, dan Dimas sudah siap untuk pulang. tadinya zifa ingin datang kerumah sakit untuk menjemput Dimas. tapi Dimas sudah mengabarinya sejak subuh tadi untuk tidak perlu menjemputnya di rumah sakit, karna ibu dan saudaranya yg akan menjemput nya. zifa tidak keberatan dan malah senang karna Dimas bisa berkumpul dengan keluarganya. yg kata Dimas mereka sedang berada di kampung. mungkin Dimas mengabari mereka Karana kecelakaan yg menimpa Dimas kemarin itu kan cukup parah. itu semua karna sandi . gumam zifa.
drrrttt ponsel zifa berdering tanda ada panggilan masuk.
"halo zifa..."
"iya Bu"
"kamu datang ke toko kan hari ini?"
"nggak tau Bu, zifa takut. dan masih trauma sama kejadian kemarin. ayah sama ibu zifa juga gak akan ngijinin zifa untuk pergi kesana lagi."
"loh kenapa? tapi kan kamu masih ada kontrak kerja sama ibu. iya ibu tau sikap bang sandi kemarin sama kamu itu sangat tidak pantas, tapi tolonglah zifa... jangan berhenti secara mendadak seperti ini. ibu kan harus cari pengganti kamu dulu. dan itu gak gampang zifa."
"Bu tapi saya mau mengutamakan keselamatan saya dulu Bu. kemarin itu ibu gak liat waktu pak sandi menyeret zifa ke kamar mandi, zifa juga gak tau apa maksud dan tujuannya melakukan itu ke zifa. tapi untungnya ada Dimas yg nolong zifa. kalo nggak zifa gak tau Bu nasib zifa kaya apa kemarin. dan entah apa yg akan di lakukan pak sandi kalau kemarin Dimas gak datang nolongin zifa. jadi maafin zifa ya Bu. zifa gak bisa datang kesana lagi."
"tapi zifa..."
tanpa disadari zifa. sang ayah sudah berada di sampingnya dan merebut ponselnya dari tangan zifa.
"ibu... mohon maaf ya. anak saya sudah tidak bisa lagi bekerja di tempat ibu, atau di tempat siapapun. saya selaku ayahnya melarang putri saya untuk bekerja. tolong ibu pahami itu.keselamatn putri saya harus lebih diutamakan di banding keuntungan dari toko ibu. terimakasih assalamualaikum." Muzaki menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari Sofi.
"ayah...."
__ADS_1
"kamu gak usah kerja lagi nak. ayah masih sanggup untuk membiayai kebutuhan kamu. kalau kamu mau kuliah, silahkan pilih kamu mau kuliah dimana. biar nanti ayah yg akan membiayai semuanya. kamu cukup belajar saja yg giat."
"ayah... zifa bisa cari kerja di tempat lain yg lebih baik dan lebih aman. zifa bisa melamar kerja jadi guru paud di tempat ayah juga kan."
"bisa, tapi ayah mau lihat anak gadis ayah ini sekolah yg tinggi. dan belajar dengan giat. ayah mau kamu jadi wanita terhormat dan terpandang. selagi masih ada waktu zifa. jangan pernah sia-sia kan itu."
"iya ayah.. zifa akan ikut aja apa yg ayah bilang tadi. makasih ayah." zifa memeluk tubuh ayahnya yg lebih tinggi dan besar darinya.
------------------------------------------------------------------------
"kenapa?"
(.....)
"zifa benar-benar mau berhenti kerja bang, bahkan tadi ayahnya juga ikut bicara di telpon kalo dia tidak mengijinkan zifa untuk bekerja lagi dimana pun."
"Sial!!!" sandi mengepalkan tangannya lalu memukulnya di atas meja makan.
"gua gak mau tau dia harus tetap kerja hari ini. dan gak boleh berhenti sampai kontrak nya habis. kalo nggak..." berhenti sejenak.
"kalo nggak apa bang?" nada bicara Sofi sudah bergetar ketakutan.
"kalo nggak gua bakal pergi dari rumah ini untuk selamanya. dan lu gak akan pernah ngeliat gua lagi."
"Abang.... ko Abang bisa sih ngancem aku nya kaya gitu. bang kalo Abang mau ancam aku untuk bawa wanita-wanita Abang kerumah dan meminta aku untuk melayaninya itu aku masih bisa terima bang. tapi jangan kalau sampai Abang pergi tinggalin aku. bang aku gak bisa hidup tanpa Abang. aku sayang sama Abang hiks... hiks..." Sofi memohon dengan derai air mata di pipinya.
__ADS_1
sandi yg melihat itu tersenyum licik. ternyata gak sia-sia gua bergadang semalaman buat bisa menaklukan wanita ini. dia benar-benar terlihat lemah. dan bahkan dia lebih rela melihat gue selingkuh di depan matanya yg penting gua ada. dari pada gue tinggal pergi hahaha dasar perempuan bodoh. lu tuh kurang ibadah kayanya ya, gaya doang berhijab tapi iman Lo tipis.... baru gue sentil sedikit udah ambruk. gumam sandi dengan penuh kebanggaan atas apa yg sudah ia peroleh dari hasil ritualnya semalaman.
"yaudah kalo lu gak mau gua tinggal pergi. sekarang datangin zifa. jemput dia dan pastiin dia datang ke toko hari ini. apapun caranya terserah lu, yg penting gua bisa liat zifa hari ini. gua kangen sama dia hahah." sandi tertawa terbahak bahak sambil berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Sofi yg semakin tenggelam dalam tangisannya tanpa suara.
"Hasbi tolong ibu nak." pesan terkirim ke nomor tujuan.
"ada apa Bu?" jawaban dari Hasbi.
"kamu harus segera mendapatkan zifa. kali perlu kamu kamar aja dia sekalian. secepatnya Hasbi, sebelum bang sandi melancarkan aksinya. dia sudah sangat terobsesi pada zifa. apa kamu mau cinta kamu hilang di telan serigala jahat." pesan yg Sofi kirim untuk Hasbi langsung ia hapus sebelum ketauan oleh sandi suaminya.
"Hasbi gak mau Bu. Hasbi gak rela kalau zifa jatuh ke tangan bang sandi. Hasbi lebih rela zifa sama Dimas deh, dari pada harus sama bang sandi. gak pantas!"
"kalo gitu bantu ibu. agar zifa tidak di rampas oleh sandi. terserah nanti zifa mau sama kamu atau sama Dimas. yg penting jangan sama bang sandi. ibu gak akan rela. sekalipun itu suami ibu yg memaksa. ibu tetap gak rela."
"seharusnya ibu juga tidak pantas mendampingi laki-laki seperti dia."
"maksud kamu apa?"
"gak ada Bu. maaf Hasbi salah tulis. Hasbi akan bantu ibu."
**BERSAMBUNG.....
malam ini tanggal 3 Mei aku sudah update 2 episode. episode 24 dan 25. tapi episode yg kemarin yg 23 belum juga selesai lewat di review. tapi gak papa lah. jangan lupa like komen dan vote kalian yah. makasih....
terus pantengin cerita zifa, perjuangannya dan juga kisah cintanya yg rumit belum lagi akan ada beberapa konflik yg cukup berat bagi zifa. terus setia ya baca novel ini dan jangan sampai terlewat oke 😊😊😊🙏**
__ADS_1