Lelaki Tua Biadab

Lelaki Tua Biadab
Bersaing


__ADS_3

setalah sekitar satu jam zifa dan Hasbi di toko tanpa mengeluarkan sepatah katapun diantara mereka. Dimas datang membawa sebuah ice cream coklat kesukaan zifa. entah dari mana ia tahu zifa menyukainya.


"Hay zifa lihat deh apa yg aku bawa. Tara." kata Dimas lalu memberikan ice cream itu pada zifa.


"makasih dimas Lo tau aja kesukaan gua." ucap zifa dengan senyum manis di bibir nya lalu membuka bungkus ice cream dan mulai menyantapnya.


" dim lu udah masuk kerja lagi? bukannya tadi lu bilang lagi cuty ya hari ini?." tanya zifa sambil menggigit es cream di tangannya.


"ia zif, lagian aku bosen dikosan sendiri. mending kerja bisa liat kamu juga kan jadi tambah seger hehe." ucap Dimas sambil cengengesan. "huh dasar." zifa masih menjilati es krim nya yg sudah habis separuh.


"zifa kamu suka banget ya sama es krim itu?" tanya Hasbi yg sedari tadi memperhatikan zifa dengan lahap menghabiskan es krim nya.


"hehem." jawab zifa sambil menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Hasbi.


"kamu suka rasa apa aja? aku bisa tiap hari bawain kamu es krim." ucap hasbi sambil tersenyum.


"eh ini siapa zif baru liat?" kata Dimas menyambar, sebelum zifa sempat menjawab Hasbi.


"gue Hasbi teman zifa." ucapnya dengan percaya diri. zifa yg mendengar itu kaget dan langsung melotot ke arah Hasbi.


"eh sejak kapan kita berteman. Lo kan temennya bang sandi bukan temen gue." ucap zifa ketus. Dimas tertawa mendengar jawaban zifa.


"sejak saat ini. biasakan kita berteman mulai sekarang." jawab Hasbi sambil memberikan jabat tangannya pada zifa. dan tidak menghiraukan Dimas yg sudah mentertawakan ya.


"gak semudah itu Lo bisa berteman dengan zifa." kata Dimas langsung menepis tangan Hasbi.


"loh apa urusannya sama lu. ngapain juga lu ngatur-ngatur zifa. emang lu siapanya dia ha?." tanya Hasbi yg mulai kesal dengan perlakuan Dimas padanya.


"mau tau gue siapanya zifa? yakin mau tau." kata Dimas agak menantang. Hasbi hanya diam menunggu jawaban Dimas.


"jawab dong mau tau aja apa mau tau banget." kata Dimas dengan gaya meledek.


"mau tau banget." jawab Hasbi agak menggertakkan giginya.

__ADS_1


zifa hanya diam melihat kelakuan kedua laki-laki dihadapannya yg sudah seperti anak kecil yg sedang berebutan mainan.


"gue ini pacarnya zifa. jelas Lo sekarang. jadi gak bisa sembarangan zifa berteman dengan laki-laki." ucap Dimas dengan lantang dan penuh percaya diri.


zifa yg mendengar itu langsung kaget dan tersedak es krim. what? apa dia bilang tadi, gue pacarnya. ko gue jadi deg deg an gini sih. gumam zifa sambil melototi hasbi yg sedang tersenyum manis padanya.


"trus kalo lu pacarnya zifa. lu berhak ngatur-ngatur hidup dia? lu baru pacarnya bukan suaminya.belum sah!" ucap Hasbi dengan santai.


zifa masih diam dengan kelakuan mereka, ia memang sedikit risih dengan pemandangan ini. namun ia hanya menganggap mereka sebagai tontonan dramatis tentang cinta segitiga.


zifa kadang tertawa kecil melihat pertengkaran diantara mereka yg sedang merebutkan dirinya. tapi zifa sama sekali tidak merasa direbutkan atau merasa bangga dengan apa yg di lakukan Dimas dan Hasbi.


" lu tuh ya." belum sempat Dimas melanjutkan ucapannya zifa sudah menghentikannya dengan mengangkat jari telunjuknya dan menempelkannya di bibirnya.


"sssttt jangan berisik, Bu Sofi lagi istirahat di atas. udah.. udah gua bisa berteman dengan kalian berdua jadi udah ya jangan ribut." ucap zifa lalu mengambil ponsel di sakunya lalu memainkannya, agar ia seakan terlihat sibuk.


Hasbi yg mendengar itu langsung tersenyum lebar dan melirik Dimas dengan tatapan tanda mulainya bersaing.


"jangan PD dulu Lo, baru juga denger zifa bilang kaya gitu udah melayang lu. asal lu tau ya gua udah tukeran Nomor hp sama zifa dan dia juga udah mulai perhatian sama gua. belum lagi tadi siang gua abis makan bareng sama dia hahaha." Dimas tertawa bangga di wajah Hasbi yang agak memerah karna menahan kesal.


" baru juga kaya gitu udah bangga, bentar lagi gua juga bakalan tukeran Nomor hp sama zifa bahkan sama kedua orang tuanya dan juga seluruh keluarganya dan setelah itu gua langsung melamar dia hahahah." kata Hasbi berbisik namun tetap terdengar oleh zifa.


zifa agak melirik sedikit dari ponsel yg ia pegang yg menutupi wajahnya. ni orang kenapa sih terobsesi banget sama gua baru juga ketemu tadi pagi khayalannya udah jauh banget. huh ogah gua nikah sama lu. ketuaan lu buat gua. gumam zifa dalam hatinya.


Dimas menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya. gak usah di ladenin Dimas, gak usah di ladenin... zifa juga gak bakalan mau sama orang aneh itu. liat aja tampangnya udah kaya tukang ojek tua dekil norak banget lagi gaya berpakaian nya juga. gantengan juga Lo Dimas keren juga elo. udah diemin aja. sekarang fokus pada zifa. fokus. Dimas mulai tersenyum dan tidak menghiraukan ucapan Hasbi.


"zifa kapan-kapan aku main ya kerumah kamu." ucap Dimas


"hemm boleh. nanti ya kalo keluarga gue lagi gak sibuk dan lagi kumpul dirumah semua." ucap zifa santai tanpa menoleh dan masih memandangi ponselnya yg tidak ada hal penting apapun didalamnya.


Dimas tersenyum lalu mengangkat kedua tangannya sambil terkepal lalu menariknya kebawah yes ternyata zifa gak keberatan dengan tawaran gua, bahkan dia bilang mau sekalian ketemu sama keluarganya. gumam Dimas kegirangan. padahal zifa tidak bermaksud kesitu. dia hanya tidak ingin kalau Hasbi main kerumahnya dalam keadaan rumah sedang sepi.


drrrtttt ponsel Hasbi bergetar tanda ada panggilan masuk.

__ADS_1


"ya halo bang." Hasbi


"gua tunggu Lo didepan mini market di sebrang jalan." ucap sandi


"siap bang." Hasbi. dan panggilan terputus. Hasbi menyimpan ponselnya di saku celananya.


"zifa aku pamit dulu ya. mungkin lain waktu aku bisa kesini lagi. dan membawakan es krim buat kamu." ucap Hasbi sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya.


dan setelah kepergian Hasbi. Sofi turun dari lantai atas dan menghampiri zifa.


"zifa udah sore ya." tanya Bu Sofi lalu duduk di kursi yg tadi di tempati Hasbi.


dimas menundukkan kepala lalu Tersenyum pada Sofi. "Bu apa kabar?" tanya Dimas pelan.


"baik, kamu yg kerja di sebrang sana ya? ko bisa santai santai disini emang bos kamu gak marah ya liat karyawannya malah main bukannya kerja." jawab Sofi agak ketus pada Dimas.


zifa yg melihat itu jadi gak enak pada Dimas dan juga Bu Sofi. sebab ia tidak melarang Dimas untuk ada di toko ini bahkan tidak mengusirnya padahal Dimas sudah lama duduk dan berbincang disini.


"eh ia Bu maaf, tadinya saya lagi cuty dan udah dapet ijin dari bos makanya saya main kesini tapi saya batalin cutynya karna bosen kalo diem di kosan aja." ucap Dimas panjang.


Sofi tidak menjawab. "zifa ibu mau pulang kerumah dulu ya, kamu kerja yg bener jangan bikin bang sandi marah." ucap Sofi lalu beranjak dari duduknya dan berjalan lemas.


"ibu beneran mau pulang sekarang? emangnya ibu udah baikan? ibu keliatan masih lemes gitu." ucap zifa yg sudah menggandeng tangan Sofi untuk menuntunnya. "ibu bahkan mau naik motor sendiri."


"gak papa zifa, ibu kuat ko tadi abis minum obat. kamu gak usah khawatir ya. kamu kerja aja yg bener biar bang sandi gak marah. ibu pergi dulu ya assalamualaikum." ucap Sofi dan segera berlalu dengan motornya.


"Dimas maaf ya kayanya." belum selesai zifa bicara. "ia aku paham, yaudah aku balik dulu ya. mau kerja lagi. semangat buat kamu zifa, kalau ada apa-apa langsung panggil nama aku aja sekali, cukup sekali aku akan langsung hadir di hadapan kamu." ucap Dimas sok pahlawan.


"Hem iya iya terserah Lo deh, yaudah semangat juga kerjanya buat Lo." ucap zifa.


**BERSAMBUNG....


hai semua aku sakinah tolong bantu like dan komennya dong kakak, agar membantu aku lebih semangat lagi menulis cerita ini. thanks😊🙏**

__ADS_1


__ADS_2