LORD OF SHADOW SYSTEM

LORD OF SHADOW SYSTEM
Bab 010 - Menjual Ke Paviliun Merak Merah.


__ADS_3

“Kurang ajar, sepertinya dia bukan ninja biasa, kita bertemu dengan ninja papan atas, lebih baik kita melaporkan hal ini pada atasan pasti beliau akan memaklumi, semuanya mundur!”


Para pembunuh bayaran tersebut langsung pergi, mereka semua bukanlah tandingan Hanabi, meskipun dia sudah tidak menggunakan senjata andalan miliknya.


“Kamu sudah sangat kuat, Hanabi. Dan kenapa kamu menolong perempuan itu? Bukankah hal ini akan berdampak buruk dengan Klan Scarlet?” tanya Hayabusa yang tidak mengerti jalan pikiran Hanabi.


“Hanya ingin saja, aku tidak berniat sama sekali membiarkan hal-hal buruk pada wanita di dunia ini, itu juga alasanku kenapa aku harus menjadi kuat, aku ingin kedudukan wanita dan pria itu setara,” jawab Hanabi mantab.


Hanabi kemudian mengambil senjata cakram miliknya dan kemudian bertanya pada perempuan pemburu siluman yang diselamatkannya tadi, dia bertanya langsung ke poin utamanya.


“Kenapa kamu dikejar oleh para pembunuh bayaran tadi, aku melihat mereka bahkan mau mengincar nyawamu meskipun mengorbankan beberapa hal, pasti bukan permasalahan biasa, kan?” tanya Hanabi tegas.


"Terima kasih telah menolongku, mengenai permasalahan kenapa mereka mengejarku, aku rasa bukan hal baik untuk memberitahukannya pada kalian berdua, aku minta maaf," ucap wanita itu.


"Perkenalkan, namaku Hayabusa dan orang yang menolongmu tadi bernama Hanabi, kami berdua adalah Ninja Klan Scarlet, meskipun kamu tidak mau menceritakan masalahmu, tidak masalah," ucap Hayabusa.


"Dimana rumahmu? Kami kebetulan akan kembali ke klan, jadi mungkin ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kita, oleh karena itu, bagaimana jika kami mengantarkanmu pulang?" tanya Hayabusa.


"Huh … baiklah jika kamu tidak mau mengatakan permasalahan milikmu, tapi satu hal yang harus kamu ingat, bahwa wanita itu juga harus menjadi kuat, jangan mudah untuk kalah dari lawan!"


Hanabi mencoba mengangkat tubuh wanita itu dan memberikannya beberapa nasihat, meskipun wanita itu terlihat lebih tua darinya, tapi perkataan Hanabi ada benarnya dan wanita itu tidak membantahnya.


"Namaku Kagura, aku berasal dari Klan Pemburu Siluman, terima kasih atas kebaikan kalian berdua, aku sekarang sudah baik-baik saja, kalian tidak perlu mengantarku lagi,” ucap Kagura Si Master Siluman.


[Perempuan ini sedang berpura-pura menjadi lemah, orang ini adalah yang dimaksud sistem selama ini, Master. Dia sudah mengintai kalian berdua sejak masuk ke hutan ini.]

__ADS_1


“Jadi, tebakanku tidak salah ya, dia hanya ingin melihat bagaimana seorang pewaris phoenix dari dekat, dia benar-benar bodoh, karena menganggapku akan menolongnya tadi,” gumam Hayabusa dalam hati.


“Kalau begitu kami berdua akan pergi terlebih dulu, lebih baik kamu menjaga diri dan jangan berpura-pura lagi, meskipun aku tidak merasakan niat buruk darimu, tapi jangan mengulanginya lagi, salah-salah aku bisa saja membunuhmu!”


Hayabusa membisikkan beberapa kata pada Kagura tepat di telinganya dan hal ini membuat Kagura terbelalak, tapi wajah terkejutnya langsung berubah menjadi senyuman dan membalas.


“Sepertinya seorang pewaris phoenix tidak bisa diremehkan sama sekali ya, kalau begitu aku tidak akan mengganggu lagi, setidaknya aku tahu bahwa kamu bukanlah pembuat onar, aku pergi dulu.”


Kagura kemudian pamit pada Hayabusa dan Hanabi, dia kemudian berubah menjadi seekor rubah ekor sembilan dan menghilang begitu saja. Sekarang hanya tersisa Hayabusa dan Hanabi.


“Aku cukup salut, kamu bisa menegakkan keadilan seperti itu, Hanabi. Tapi ingatlah, tidak selamanya orang yang kita tolong itu akan menjadi kita, bahkan bisa saja dia musuh,” ucap Hayabusa.


“Dari kata-katamu barusan, aku bisa menyimpulkan bahwa wanita bernama Kagura itu bukanlah orang yang baik ya, aku percaya padamu Hayabusa dan terima kasih sudah mengingatkanku,” ucap Hanabi.


“Baiklah, sudah cukup kita berpetualang selama ini, sekarang sudah waktunya kita kembali ke klan dan menjual semua barang-barang ini, mari kita ke pasar terlebih dulu sebelum kembali ke klan, bagaimana?”


Hayabusa sudah siap berkemas dan memastikan tidak ada yang tertinggal dari semua material yang didapatkannya, bahkan dia tidak melewatkan satupun kuku monster yang ada.


“Tentu saja, aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi, dengan semua material dan inti monster ini, kita bisa mendapatkan ratusan emas dan ribuan perak, mau kau apakan uangnya nanti?” tanya Hanabi.


“Kamu akan tahu nanti, mari kita pergi.” Hayabusa dan Hanabi kemudian berlari secara beriringan, mereka berdua menuju kota dagang terdekat yang tidak jauh dari Klan Scarlet.


Di Pasar Umum, Kota Kabut Hitam.


“Tuan, jika Anda ingin menjual semua ini, kami tidak sanggup membayarnya, lebih baik Anda menjualnya ke Paviliun Merak Merah, di sana mereka akan membeli barang-barang ini dengan harga baik.”

__ADS_1


Seorang penjual pinggir jalan memberikan saran pada Hayabusa dan Hanabi, mereka berdua kemudian memberikan beberapa keping emas pada orang itu dan bergegas menuju ke paviliun yang dimaksud.


Sampai di paviliun itu, beberapa pelayan langsung menyambut mereka dengan ramah, apalagi setelah mengetahui mereka berdua berasal dari Klan Scarlet, datang seorang manajer yang menyambut mereka.


“Selamat datang di Paviliun Merak Merah, Tuan dan Nona. Kira-kira apa yang bisa saya bantu demi kepentingan dua tamu terhormat datang ke paviliun kecil ini?” tanya manajer itu.


“Kami ingin menjual semua material monster, apakah paviliun ini menerima barang kami, silakan Anda cek terlebih dulu, item item yang ada dalam cincin penyimpanan ini.”


Hayabusa memberikan sepuluh cincin penyimpanan yang penuh dengan material monster. Dan benar saja, setelah manajer itu mengecek isi di dalamnya, dia gemetar dan menjatuhkan cincin-cincin tersebut.


“Ini luar biasa, apakah kalian berdua sudah memburu semua monster yang ada di Hutan Ribuan Monster? Bahkan banyak item yang berada di tingkat atas?”


“Karena ini semua barang berharga, kami akan membutuhkan waktu untuk menghitung semuanya, kalian berdua bisa menunggu di ruang vip dan akan diantarkan oleh pelayan ini.”


Hayabusa dan Hanabi mengangguk setuju, keduanya kemudian diberikan ruangan khusus dan banyak sekali makanan dan minuman di dalamnya sambil menunggu hasil perhitungan muncul.


“Maafkan atas waktunya Tuan dan Nona, kami semua baru selesai menghitung item item tersebut, total uang kami berikan adalah 267 keping emas dan 7.890 keping perak.”


“Maafkan kami karena tidak bisa memberikannya dalam bentuk emas seluruhnya, karena kami disini hanyalah cabang biasa dan stok kepingan emas masih sedikit.”


Manajer tadi mengembalikan cincin penyimpanan dan memberikan sebuah kantong yang cukup berat, berisi emas dan perak, Hayabusa dan Hanabi tidak mengeceknya lagi dan berterima kasih pada manajer itu.


“Sepertinya kamu orang yang jujur manajer, kalau begitu kami akan sering datang kesini untuk menjual item item seperti tadi, apakah boleh?” Hayabusa beramah-tamah.


“Tentu saja, Tuan. Kami akan menyambut Anda dan Nona ini selamanya, kami juga berterima kasih karena telah menyediakan stok item yang sangat banyak, kami sangat terbantu,” jawab manajer itu.

__ADS_1


“Urusan kita disini sudah selesai, waktunya kembali ke klan.” Hayabusa dan Hanabi pamit pada manajer tersebut dan kemudian menghilang dengan sekejap dari sana.


“Hah … sepertinya aku terlambat, siapa tadi yang melayani dua orang dengan identitas dari Klan Scarlet?” tanya seorang kakek tua yang baru saja datang ke ruangan itu sambil berteriak.


__ADS_2