
[Selamat! Master mendapatkan 8 juta PS.]
Hayabusa dengan mudah menumbangkan banyak orang di depannya, bahkan saat ini dia menempatkan kakinya di dada Pemimpin Pasukan Musuh yang terbaring di tanah.
“Jadi bagaimana? Apakah kamu masih mau menangkapku? Dan bagaimana tanggapan Ketua Klan Samurai Darah jika melihat salah satu pasukannya dipermalukan seperti ini?”
Hayabusa berbicara sambil berdiri tenang menatap mata pimpinan pasukan musuh yang sudah sekarat tersebut. Dia juga menancapkan salah satu belati miliknya di tangan musuh.
“Argh! Lebih baik kamu bunuh saja aku yang sudah kalah ini, aku lebih baik mati daripada kamu harus menghina klanku seperti ini!” teriak Pimpinan Musuh itu meringis kesakitan.
“Baiklah seperti permintaanmu, matilah!” Hayabusa menancapkan belatinya yang lain dan menusuk jantung musuhnya itu sampai tertembus ke bagian punggung.
[Total Poin Sistem : 105 juta PS.]
Hayabusa tersenyum sebentar, lalu membalikkan badannya, dia mendekati Ketua Klan Benjiro dan para tetua yang melihatnya semakin kuat sejak terakhir mereka bertemu.
“Tidak salah jika Klan Scarlet ini akan masuk dalam kepemimpinan menantuku di masa depan, bagaimana pendapat kalian semua?” tanya Ketua Klan Benjiro pada para tetua.
“Kami tidak ada penolakan sama sekali. Bukan hanya kuat, Hayabusa juga tegas dalam mengambil sikap yang jarang dimiliki generasi muda zaman ini,” ucap salah satu tetua.
“Jangan begitu ayah, aku masih ingin mengelilingi benua ini. Keinginanku untuk balas dendam juga belum terpenuhi, jadi aku akan menolak untuk sementara waktu,” jawab Hayabusa.
“Tentu saja, aku tidak mengatakan akan melakukannya sekarang, tenang saja. lalu bisakah kamu menjelaskan kenapa Klan Onmyouji ada dalam rombonganmu?” tanya Ketua Klan Benjiro.
Hayabusa langsung menceritakan mengenai perjalanannya sambil berjalan menuju ke ruang utama diikuti yang lainnya. Dia bercerita panjang lebar termasuk mengenai Klan Onmyouji.
Di Aula Utama Klan.
“Jadi seperti itu, kalau kamu sudah memutuskan demikian, aku juga akan mengizinkannya, kebetulan ada sebuah bangunan yang baru dibangun beberapa bulan terakhir di sana.”
“Kalian semua bisa menggunakannya dan karena kalian sudah bersumpah untuk setia pada menantuku. Maka kalian juga termasuk dalam Klan Scarlet mulai sekarang, paham?”
__ADS_1
“Kami semua paham,” jawab Kagura menanggapi penjelasan dan keramahan Ketua Klan Benjiro. Dan begitulah peristiwa hari itu terjadi, perpindahan Klan Onmyouji diterima dengan baik.
***
Di Kediaman Klan Samurai Darah.
“Apaaa!” Ketua Klan Samurai Darah menggebrak meja, dia tidak menyangka bahwa akan ada laporan mengenai kegagalan misi dari salah satu pasukan terbaiknya.
“Ayah tenanglah, mungkin kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk benar-benar mencari tahu mengenai rahasia yang dimiliki oleh Klan Scarlet selama ini,” usul Daichi lirih.
Ketua Klan Samurai Darah yang awalnya terlihat sangat marah berangsur membaik, lalu dia tersenyum penuh arti sambil membayangkan begitu banyak harta yang akan didapatkannya.
“Benar juga, kita akhirnya memiliki alasan yang kuat untuk berperang dengan mereka. Aku tidak akan membuang kesempatan yang baik ini! Kumpulkan semua orang!”
“Baik Ketua Klan!” Salah satu orang yang merupakan Tetua Utama Klan Samurai Darah menjawab dan keluar dari ruangan, dia memanggil semua petinggi untuk segera berkumpul.
Beberapa saat kemudian…
“Mulai sekarang kalian cari semua kelemahan Klan Scarlet, rahasia kelam dan masa lalu mereka, kita akan menjadikannya daya tarik untuk memancing klan lain!”
Dimana dia ingin mencoba membuat klan-klan lain memerangi Klan Scarlet terlebih dulu, sebelum pada akhirnya mereka sendiri yang akan bergerak di serangan terakhir dalam perang itu.
“Akan kami lakukan sekarang juga…” Seluruh petinggi yang ada disana beranjak berdiri, mereka semua sudah tahu hal ini mengarah kemana, yang pasti peperangan tidak terhindar lagi.
“Kalian tunggu saja kedatangan kami, aku juga sudah mengirimkan surat pada kerajaan untuk tidak ikut campur dalam peperangan klan kita, bersiaplah hancur Klan Scarlet!”
Ketua Klan Samurai Darah terkekeh ringan, dia seperti melihat bagaimana jalannya peperangan nanti. Dalam keyakinannya sendiri, dia sudah yakin bisa menang atas Klan Scarlet.
***
Beberapa hari kemudian di wilayah Klan Scarlet.
__ADS_1
“Pergerakan Klan Samurai Darah sudah mulai terlihat, mereka semua sedang mencari informasi mengenai klan kita, apakah mungkin mereka mengincar rahasia klan ini?” tanya tetua.
“Kemungkinan besar seperti itu, tapi bukankah ini akan menjadi keuntungan kita, karena mereka tidak akan tahu bahwa rahasia yang paling ingin kita lindungi adalah Hayabusa?” tangkas tetua.
“Kalian berdua benar, dengan begitu kita bisa mempersiapkan pasukan penyerang dan langsung fokus pada peperangan klan tersebut,” ucap Ketua Klan Benjiro menengahi kedua tetua itu.
“Kalau begitu kita tidak perlu mengurus administrasi lagi, karena menurut mata-mata yang melaporkan pada kami, mereka sudah minta izin pada kerajaan untuk melakukan perang antar klan.”
“Disisi lain, kami juga sudah menyembunyikan semua rahasia yang mengarah pada kejadian beberapa tahun yang lalu itu dengan rapat dan bersih,” lapor tetua lainnya.
“Bagus, semua persiapan sudah selesai. Waktunya kita memperluas wilayah klan kita, dengan begitu Klan Scarlet akan bisa lebih dikenal di kekaisaran ini, atau bahkan di benua ini!”
Ketua Klan Benjiro senang atas kinerja bawahannya yang sangat cepat. Selanjutnya, mereka membahas mengenai berbagai kemungkinan strategi yang akan digunakan oleh musuh.
Sedangkan di tempat yang berbeda, Hayabusa tengah berbincang dengan Hanabi, Kagura dan beberapa anggota Klan Onmyouji, mereka istirahat setelah berlatih seharian penuh.
“Tuan dan Nona … sekali lagi terima kasih atas apa yang sudah Anda berikan, saya tidak tahu harus berkata apalagi atas kebaikan ini,” ucap Kagura tiba-tiba.
Hayabusa dan Hanabi saling berpandang, lalu Hanabi mencoba mendekati Kagura dengan tenang. “Kamu bisa membayarnya dengan terus setia ke Klan Scarlet, hanya itu saja.”
“Saya pasti akan melakukannya, tapi…”
“Katakanlah, jangan ragu untuk meminta apapun kebutuhanmu selama di klan ini,” ucap Hanabi yang mendengar Kagura menggantung kata-katanya diakhir.
“Bisakah kami beristirahat selama satu hari penuh, kami semua masih belum terbiasa dengan pelatihan macam neraka yang dijalankan oleh Tuan Hayabusa,” lirih Kagura pada Hanabi.
Hanabi tersenyum ringan, dia mengira bahwa Kagura akan meminta hal-hal yang aneh, ternyata dia dan lainnya ingin minta libur selama sehari setelah pelatihan ini.
“Aku bisa saja mengizinkan, namun seharusnya kamu minta izin langsung pada Suamiku, karena dia yang mengatur pola latihan kalian, bagaimana Suamiku?”
Hanabi sengaja mengeraskan suaranya, karena Kagura tadi berbicara lirih padanya. Dia juga berniat mengetes suaminya, apakah suaminya itu bisa takluk dengan permintaan Kagura.
__ADS_1
“Cukup! Tidak ada toleransi dalam pelatihan ini, karena setelah ini kita akan berperang melawan Klan Samurai Darah.”
“Dan disitu, aku ingin kalian semua menunjukkan kebergunaan kalian untuk Klan Scarlet ini, jika masih menolak lebih baik kalian–”