
Hayabusa dan lainnya sudah sampai di kota terdekat dengan reruntuhan, mereka semua menuju kemari karena akan ada kompetisi untuk memperebutkan kuota memasuki reruntuhan.
Hal ini merupakan kesepakatan yang sudah terjalin oleh semua keluarga besar dan diizinkan oleh kerajaan sekitar serta tentunya oleh Sang Kaisar dari Kekaisaran Cahaya Benua.
“Kita sudah sampai disini, sekarang kamu tolong registrasikan Klan Scarlet untuk mengikuti kompetisi perebutan kuota masuk ke dalam reruntuhan, kami akan menunggu di rumah makan ini,” ucap Hayabusa.
Lalu kedua orang yang ditunjuk oleh Hayabusa langsung bergegas menuju ke tempat pendaftaran, karena kompetisi itu akan dilangsungkan keesokan hari dan hari ini adalah hari terakhir pendaftaran.
Di Rumah Makan.
“Seperti yang aku katakan sebelumnya, masih banyak orang-orang kuat yang ada di dunia ini, mungkin kalian bisa mengalahkan para generasi muda yang setara dengan kita.”
“Tapi, bagaimana dengan para penjaga mereka semua, bahkan ada beberapa orang yang setara dengan Ketua Klan Benjiro, oleh karena itu selain kekuatan, kita juga membutuhkan kecerdasan.”
Sambil menunggu pesanannya datang, Hayabusa mencoba memberikan pembelajaran hidup pada orang-orangnya itu, termasuk pada Hanabi yang mendengarkannya dengan seksama.
“Dan jangan pernah memulai sesuatu hal yang buruk, karena percaya atau tidak, karma akan selalu berlaku pada setiap makhluk hidup, apalagi sesama manusia.”
“Oleh karena itu, aku ingin kalian selama disini, coba berteman dengan semua orang, cari tahu dari mana dia dan latar belakangnya, kalian akan mencoba belajar menilai orang disini.”
Hayabusa meneruskan pembelajarannya, sampai pada akhirnya makanannya sudah datang dan mereka semua melahap makanan tersebut dengan lahap, beberapa kali juga mereka menambah makanan.
Selesai makan, kedua orang yang tadi disuruh untuk melakukan registrasi untuk mengikuti kompetisi kuota masuk reruntuhan baru kembali, namun wajah mereka babak belur.
“Siapa yang berani membuat kalian seperti ini? Apakah kalian melakukan sesuatu yang buruk, atau kalian menyinggung seseorang besar?” tanya Hayabusa mencoba menginterogasi.
__ADS_1
“Minumlah ini dulu, sembuhkan luka kalian dan makanlah makanan yang sudah kami pesankan dari tadi untuk kalian, setelah itu kalian boleh menceritakan mengenai siapa yang melakukan ini semua,” imbuh Hanabi.
Mereka berdua kemudian menuruti Hanabi, setelah selesai makan dan mengobati luka, keduanya kemudian bercerita mengenai siapa orang yang telah membuat mereka seperti ini.
“Anak itu memang sengaja melakukannya! Apakah dia sudah tidak tahan menjadi tulang-belulang dengan cara melawan Klan Scarlet yang sekarang? Kenapa kalian tidak melawan?” tanya Hayabusa.
“Karena kami tahu, jika kami melawan maka mereka semua akan kalah secara langsung. Dan bukankah Anda menyuruh kami menyembunyikan kekuatan sampai esok hari?” tanya ninja itu.
Hayabusa menepuk kepalanya, dia tidak habis pikir, bagaimana para ninja terbaik yang dilatihnya ini memiliki pemikiran yang sangat polos, atau memang karena mereka hanya berlatih saja tanpa melakukan misi.
“Setelah ini, aku akan memperbaiki cara melatihku, aku juga akan memberikan beberapa doktrin untuk mengubah pola pikir para ninja muda yang aku latih ini,” ucap Hayabusa dalam hati.
“Baiklah, kita akan membuat perhitungan dengan Klan Samurai Darah itu besok saja, kita akan membuat mereka semua tidak memiliki kuota dalam kesempatan kali ini,” ucap Hayabusa.
“Baik, Tuan muda! Kami akan berusaha keras besok dengan memenangkan semua tempat kuota tersebut, kami tidak akan mengecewakan Anda yang telah melatih kami selama ini,” ucap ninja itu.
“Baiklah kalau begitu mari kita berkeliling sebelum mencari penginapan yang masih kosong, kita juga harus menyelidiki dan mengingat tata letak kota ini, siapa tahu akan membantu nantinya.”
Hayabusa kemudian bangkit dari kursinya dan mengajak yang lainnya berkeliling kota, beberapa kali dia membeli jajanan pinggir jalan, hanya untuk menyamarkan apa yang sedang mereka lakukan.
“Ternyata ada orang dari kekaisaran juga ya disini, kalau begitu aku akan menemuinya nanti dan bertanya mengenai Demon King Hanzo yang menguasai kekaisaran pusat serta berbagai detail lainnya.”
Hayabusa bergumam dalam hati setelah melihat beberapa pasukan yang menggunakan pakaian khas kekaisaran, dia berencana untuk mengumpulkan informasi melalui mereka.
“Sekarang aku ingin kalian semua menyebar dan bawa setiap cincin ini, aku ingin kalian semua mencari informasi mengenai setiap keluarga, klan dan asosiasi yang hendak mengikuti kompetisi ini!”
__ADS_1
“Jangan lupa mencari tahu seberapa besar kekuatan mereka semua dan coba cari tahu juga, apakah ada tanda-tanda dari anak buah Hanzo di kota ini, jika ada langsung laporkan padaku dan jangan melawannya secara langsung!”
“Kami mengerti, Tuan muda. Kalau begitu kami berpencar terlebih dulu! Kami akan menemui Anda di penginapan yang sudah kita sewa tadi, sampai jumpa nanti malam.”
Delapan orang itu berjalan santai di antara keramaian orang-orang yang ada di kota tersebut, mereka semua kemudian menghilang begitu saja dan sudah mulai menjalankan perintah Hayabusa.
“Kamu pasti merasakan aura membunuh yang mengarah pada kita bukan? Akhirnya kamu memberikan perintah pada mereka semua untuk menjauh?” bisik Hanabi pelan.
“Tentu saja, tapi biarkan saja, tidak mungkin dia berani menyerang kita di tengah keramaian seperti ini, aku curiga mereka adalah para pembunuh yang waktu itu,” ucap Hayabusa pelan.
“Pembunuh Bayaran yang aku serang sewaktu menyelamatkan perempuan siluman itu? Kalau mereka ada disini, sepertinya perempuan itu juga ada disini,” ucap Hanabi pada Hayabusa.
“Bisa jadi, tapi kenapa para pembunuh bayaran ini sangat bodoh sampai mau ditipu oleh perempuan siluman itu ya? Bukankah mereka tahu bahwa perempuan siluman itu sangat kuat aslinya?” jawab Hayabusa pelan sambil terus berjalan santai.
“Bagaimana jika kita mengurus mereka dalam satu gerakan, dari pada terus berputar dalam keramaian orang-orang kuat di kota ini, lebih baik kita sedikit menjauh dan mengurus mereka dengan cepat, bukan?” ucap Hanabi memberi ide.
“Mereka cukup lemah, kamu saja yang mengurus, lebih baik aku bertemu dengan beberapa pasukan kekaisaran yang di sana, aku akan bertanya dengan baik pada mereka.”
“Jadi, bisakah aku serahkan masalah pembunuh bayaran yang pendendam itu padamu, Sayang? Kamu bisa mengalahkannya dengan cepat, aku jamin itu,” ucap Hayabusa menyemangati istrinya.
“Baiklah, kamu juga berhati-hatilah, aku bisa merasakan aura para pasukan kekaisaran itu tidaklah lemah, kalau begitu mari kita bertemu di penginapan nanti malam, sampai jumpa.”
Hanabi berjalan mengikuti arus ramainya orang menuju ke pinggiran kota dan langsung memukuli semua pembunuh bayaran yang mengikutinya tanpa ampun, dia membuat cacat semua orang tersebut.
Sedangkan Hayabusa malah bertemu dengan Jenderal Pasukan Pengamanan Kekaisaran yang bertugas mengawal acara seleksi masuk reruntuhan kuno esok hari dan ditangkap olehnya.
__ADS_1
“Jadi, kenapa kamu mengikuti para pasukanku secara diam-diam, ninja dari klan mana kamu, melihat pakaianmu, apakah kamu dari Klan Scarlet yang sudah menutup diri selama setahun terakhir ini?”