
“Anggap saja ini sebagai balasan yang diterima adik Anda karena sudah melakukan hal buruk pada istri Anda sendiri, Yang Mulia. Dan setelah itu sebarkan berita kematiannya karena sebuah penyakit atau lainnya,” imbuh Hayabusa.
Pendapat Hayabusa ini sudah dipersiapkan tadi malam dan disetujui oleh semua senior, karena memang tugas mereka dari Ketua Klan adalah membantu sang raja sampai tuntas.
Dan salah satu cara menuntaskan masalah agar tidak terjadi lagi di masa depan atau menghilangkan semua penyakit, dengki, dendam dan lainnya adalah dengan cara membunuhnya.
“Maafkan aku karena sudah menunjukkan sikap keraguanku pada kalian semua, namun aku tidak akan langsung membunuhnya, aku ingin membuat kesalahannya diketahui oleh semua orang,” ucap Raja itu.
“Mudah saja, kita adakah sebuah pesta yang akan dihadiri oleh para bangsawan dan keluarga besar di kerajaan ini, sehari sebelum acara itu dimulai kita akan menyebarkan semua bukti-bukti ini dalam bentuk sebuah catatan ke setiap keluarga itu.”
“Setelah itu, ketika pesta dimulai, kita akan menampilkan sebuah drama yang mengarahkannya pada penasihat dan menteri yang terlibat dengannya, bukankah itu semakin menguatkan opini publik?”
Hayabusa memberikan pendapatnya, dia benar-benar cerdik dan bijaksana dalam menghadapi sebuah permasalahan yang biasanya akan lama sekali muncul keputusan.
“Dengan mengendalikan opini publik, meskipun secara tidak langsung, penasihat dan menteri-menteri itu akan jatuh dalam kebingungan dan akan melakukan sesuatu yang sedikit nekat.”
“Dan setelah itu kita bisa menangkap basah mereka dan membuat kesalahan mereka bisa disaksikan oleh semua orang. Kamu benar-benar hebat, sebuah ide gila yang masuk akal.”
Hanabi memuji kepintaran suaminya itu, dia baru paham mengenai pola pikir Hayabusa yang sedikit aneh tapi masuk akal. Menurutnya, Hayabusa memiliki definisi cerdik dan licik dalam satu tempat.
“Tidak salah aku meminta bantuan pada Ketua Klan Benjiro, karena para bawahannya memang benar-benar bisa diandalkan, oleh karena itu kita akan melakukan rencana tersebut!”
Raja dan kelima orang itu kemudian membahas mengenai detail kecil dari rencana tersebut, mulai dari siapa saja yang akan diundang, pengamanan seperti apa, sampai tempat duduk semua orang.
Kelima ninja itu juga akan memiliki tugas masing-masing, dimana ketiga senior akan ikut melindungi Raja dari balik bayangan, sedangkan Hayabusa dan Hanabi akan melindungi Pangeran Souta yang juga turut menjadi incaran musuh-musuh raja tersebut.
__ADS_1
“Baik! Kami akan melakukannya!” Hayabusa dan Hanabi sudah menghilang dari sana dan mencoba mencari Pangeran Souta yang merupakan putra mahkota Kerajaan Bulan Sabit ini.
Di Kamar Pangeran Mahkota.
“Yooo … lama tidak berjumpa Pangeran Souta, bagaimana kabarmu? Apakah kamu sudah berlatih menggunakan Tombak Naga Biru yang aku berikan padamu waktu itu?” tanya Hayabusa dari balik jendela.
Pangeran Souta yang sudah dalam posisi siap menyerang karena merasakan ada yang mengawasinya langsung menurunkan senjatanya dan kemudian membuka jendela tersebut.
“Aku kira siapa, kenapa kalian berdua bisa ada disini? Apakah keluargaku membuat masalah dengan klan kalian? Tidak-tidak mungkin, atau jangan-jangan kalian adalah bantuan yang dimaksud ayah?” tanya Pangeran Souta.
“Begitulah dan bisakah kita berbicara dengan duduk, kami berdua sudah lelah berdiri di belakang jendela terus seperti ini?” Hayabusa mencoba berbasa-basi.
“Eh … maaf maaf, baiklah kita akan mengobrol di balkon kamarku saja sambil menyeruput beberapa teh dan camilan yang ada, tunggu sebentar, aku akan menyuruh pelayan dulu,” ucap Pangeran Souta.
“Jadi seperti itu ya, aku tidak menyangka bahwa pamanku sendiri yang sudah meracuni ibuku, tapi meskipun paman nanti bersalah dan dihukum, bagaimana nasib ibuku yang sudah sakit parah, sudah banyak tabib yang datang, tapi tidak ada satupun yang bisa menyembuhkannya,” ucap Pangeran Souta sedih.
Hayabusa dan Hanabi yang sudah mendengar semua cerita mengenai penyakit mematikan ibunya, mereka sedikit bergerak dengan cerita tersebut, apalagi mereka berdua juga sudah menganggap Pangeran Souta sebagai teman.
“Bolehkah kami melihat penyakit ibumu, entah apa yang akan aku lakukan nanti, tapi tidak ada salahnya aku melihatnya sebentar, apa tidak masalah Pangeran Souta?” Hanabi mencoba meminta izin.
Hanabi sendiri sudah dilatarbelakangi dengan pengetahuan mengenai dunia pertabiban sejak kecil, karena pengobatan adalah pelajaran wajib bagi para ninja untuk bertahan jika terkena luka parah.
Khusus untuk Hanabi, dia salah satu ninja medis terbaik yang ada, selain kemampuan bertarung miliknya, dia juga beberapa kali sudah menyelamatkan nyawa orang sakit dengan kemampuannya itu.
Dia menjadi seperti itu karena mencintai pengobatan, semua buku di perpustakaan klan sudah dilibas habis olehnya, teruma masalah mengenai tanaman obat dan cara meracik obat.
__ADS_1
Beberapa kali dia juga sering melakukan pelatihan mandiri dan menguji kemanjuran obatnya pada para ninja di klan, hingga saat ini dia berhasil membuat 100 lebih ramuan obat berbagai penyakit untuk mereka semua.
Pangeran Souta sudah mendengar hal tersebut, meskipun begitu, dia tidak berharap banyak, karena tidak mau dikecewakan lagi oleh harapan dari kesembuhan ibunya.
Akhirnya dia mengantarkan Hayabusa dan Hanabi menuju ke ruangan ratu, di sana mereka semua bisa melihat bagaimana kondisi ratu yang kurus kering dan berbaring layaknya mayat hidup.
Di Kamar Ratu Kerajaan.
Hanabi dengan cekatan langsung coba memeriksa bagaimana kondisi sang ratu, setelah beberapa saat kemudian dia memberikan kesimpulan yang rasanya sedikit janggal.
“Aku bisa merasakan daya juang yang luar biasa dari ratu, esensi kehidupannya juga masih ada, tapi yang aneh adalah aku tidak menemukan penyakit apa yang menyerangnya,” ucap Hanabi.
“Begitulah perkataan hampir semua tabib yang sudah dibawa kesini, bahkan beberapa diantara mereka sama sekali tidak bisa mendeteksi hal lainnya, tapi terima kasih atas niat baik kalian berdua,” ucap Pangeran Souta sedih.
Hayabusa yang melihat hal tersebut bertanya pada LOSS, tentunya sistem maha kuasa miliknya pasti tahu mengenai apa yang menimpa ratu tersebut.
[Dia bukan terkena penyakit, dia terkena sebuah kutukan yang sangat rumit, dia tidak akan mati dengan cepat, tapi kutukan itu akan mengurai fisiknya menjadi sangat lemah untuk menyiksanya.]
[Bagaimanapun, dia memiliki jiwa yang sangat kuat, entah apa yang menguatkannya sampai berusaha seperti ini, akan tetapi jika tidak segera ditolong, dia akhirnya juga akan kalah dan mati dalam beberapa bulan lagi.]
“Lalu bagaimana caranya aku bisa menyelamatkannya, apakah memang tidak ada cara untuk itu? Atau aku bisa memberikannya obat dari membeli di Toko Sistem untuk mengangkat kutukan tersebut?” tanya Hayabusa dalam kepalanya.
[Meskipun memang cara itu paling efektif dan Toko Sistem menyediakan itu, tapi apakah Master tidak berminat menjadi Tabib Tingkat Atas, hal ini juga bisa berguna di masa depan, bagaimana?]
“Apakah kamu membicarakan mengenai membeli JOB di Toko Sistem? Apakah dengan begitu aku bisa menyembuhkan kutukan ratu ini?” tanya Hayabusa dalam kepalanya.
__ADS_1
[Tentu saja!]