
Hayabusa baru pertama kalinya menggunakan pedang ini, namun nalurinya sebagai ninja dengan pedang panjang cukup bagus, karena dia berhasil menggunakannya dengan baik.
“Pedang Api & Air : Gelombang Panas!”
Hayabusa mengayunkan pedangnya dan keluar sebuah tebasan besar dengan api yang ada diujung serangannya. Sebagian tubuh musuh yang tertutupi oleh zirah perang bahkan bisa tertembus.
“Gunakan kekuatan air, buat serangan gelombang panas bajingan itu padam!” Salah seorang Kapten Perang Musuh sudah memberikan perintah lanjutan untuk pasukannya.
Dan tepat ketika musuh sudah mulai menggunakan air sebagai musuh alami dari api Hayabusa. Ketua Klan Benjiro muncul dengan Panah Petir di tangannya.
*WUSH!
Dia melemparkan panah petir di tangannya dan membuat gelombang air balasan musuh dialiri listrik dari petir, serta pada akhirnya banyak musuh yang tidak bisa bergerak selama beberapa detik.
“Selesaikan Pimpinan Perang!” Ketua Klan Benjiro memberikan kesempatan pada menantunya untuk memberikan serangan terakhir pada musuh yang tidak bergerak itu.
Hayabusa mengangguk dan menebas semua musuh yang ada disekitarnya itu. Dalam waktu 1 menit saja, dia berhasil membunuh sekitar 50 orang secara langsung.
[Selamat! Master naik tingkat sampai level 541 (Legend ✩ 4).]
__ADS_1
[Selamat! Master mendapatkan total 20 juta PS.]
[Total Poin Sistem : 125 juta PS.]
Hayabusa tak berhenti disitu, kali ini dia mencoba menggunakan serangan air bah yang sangat besar, tapi sebelum itu dia memberikan aba-aba pada semua orang.
“Seluruh pasukanku, menghindarlah dalam hitungan tiga, aku akan menyerang dengan kuat dengan kolaborasi dengan Ketua Klan Benjiro!” perintah Hayabusa melalui telepati.
“Tiga!”
“Dua!”
“Pedang Ganda Air & Api : Bencana Air Bah!”
Hayabusa menggunakan hampir setengah energi miliknya demi menggunakan kekuatan itu. Tapi semua itu tidak sia-sia karena dia berhasil menenggelamkan hampir 50 persen musuh.
“Sekarang Ayah Benjiro!” Hayabusa melirik Ketua Klan Benjiro yang sudah bersiap sejak tadi. Ketua Klan sudah membentuk sebuah bola petir raksasa di atas kepalanya.
“Majulaaaaaah!” Ketua Klan Benjiro berteriak keras dan membiarkan bola petir raksasa yang hampir menggunakan 70 persen kekuatannya itu melaju dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Bola Petir itu menyasar tepat di tengah Air Bah dan meledak di sana. Akibatnya, aliran listrik merambat kemana-mana dan musuh yang terkena kombinasi serangan itu mati seketika.
*SRAAAAT!
*SRAAAAT!
“Petir ini sangat merepotkan, apalagi yang mengeluarkannya adalah seorang pejuang tingkat Mythic. Dan lebih dari setengah pasukanku mati dan pingsan, bagaimana ini?”
Setelah melihat kekuatan musuh, Jenderal Perang Lawan semakin sadar, bahwa tidak heran Klan Scarlet berani menantang mereka hanya dengan 250 orang saja.
Karena setelah menghadapinya secara langsung, dia sadar kualitas dari 1 anggota Klan Scarlet sama dengan 10-20 pasukannya sendiri. Dan itu sangat menakutkan dalam perang.
“Dengarkan perintahku, kita akan meledakkan beberapa bom asap, kita akan kembali menuju kediaman klan samurai sekarang juga! Kita akan bertahan disana!” tegas Jenderal Perang Musuh.
“Bukankah itu tindakan pengecut? Apakah kita akan mengakui kekalahan kita secara langsung di depan musuh? Apakah Anda tidak memikirkan kehormatan ini Jenderal Perang?” protes Kapten Perang.
“Jangan banyak protes, lebih baik kita semua masih hidup dan bisa melawan mereka lagi nanti, jika kita semua mati sekarang, maka klan samurai kerajaan ini akan benar-benar musnah!” tegas Jenderal Perang sekali lagi.
“Semuanya mundur, kita akan kembali ke Kediaman Klan Samurai Darah! Jangan ada yang mati dan tetap hati-hati dengan punggung kalian semua!” teriak seluruh Kapten Perang pada bawahannya.
__ADS_1