LORD OF SHADOW SYSTEM

LORD OF SHADOW SYSTEM
Bab 047 - Izinkan Aku Membalas Dendam!


__ADS_3

Sedangkan Kagura yang sudah batuk darah diberikan perlindungan oleh Hayabusa dengan salah satu bayangannya, serta memindahkannya ke belakang.


“Sekarang mari kita selesaikan semuanya para budak dan cecunguk Hanzo! Kata-kata kalian tadi membuatku semakin yakin bahwa membunuh kalian adalah pilihan yang terbaik!”


“Penggunaan Kekuatan Penuh Phoenix Bayangan!”


Dari balik tubuh Hayabusa keluar sebuah siluet Phoenix Raksasa yang sangat cantik dan berwibawa, lalu dengan persiapan sebelumnya dia menerjang 9 musuhnya secara langsung.


Pertarungan Hayabusa dengan 9 orang di depannya itu hampir menghancurkan seluruh atap di kediaman tersebut, setiap detik berlalu kekuatan Hayabusa semakin kuat dan kuat saja.


“Saatnya mengakhiri ini semua, aku akan membunuh kalian secara langsung! Quad Shadow : 16 Bayangan!”


Dari empat bayangan sebelumnya, kini Hayabusa sudah mampu membuat setiap bayangannya itu membelah diri menjadi 4 lagi dan pada akhirnya sekarang ada 16 bayangan yang sama kuatnya dengan dirinya.


“Matilah kalian semua!”


9 orang yang tidak siap dengan pertambahan musuh yang tiba-tiba tersebut membuat mereka semua terbunuh seketika dengan leher mereka yang tertebas Belati Dewa Iblis.


[Selamat! Master mendapatkan total 13 juta PS.]


[Total Poin Sistem : 86 juta PS.]


“Akhirnya selesai juga, sepertinya aku masih belum terbiasa membagi satu inti kekuatanku menjadi delapan, energi yang mereka serap begitu besar…”


Hayabusa terjatuh ke bawah dan dia menyangga tubuhnya agar tidak jatuh serta pingsan, namun beberapa bawahannya sudah selesai dan mendatanginya.


“Silakan istirahat Tuan, kami semua sudah membunuh semua musuh, Anda bisa tenang.” Salah satu bawahan Hayabusa membopong tubuh tuannya itu menuju ke bawah menemui Hanabi yang ada disana.


“Bawa Suamiku menuju ke salah satu kamar di bangunan utama, kita akan membaringkannya di sana. Kamu juga bawa Kagura yang ada disana ke kamar yang lain, aku akan merawatnya juga.”


“Baik, Nona!”


Pertarungan itu selesai dengan kematian banyak orang dari pihak musuh dan juga lebih banyak kematian dari Klan Onmyouji yang bukan merupakan Klan Petarung langsung, ini akan menjadi kejadian memilukan bagi Kagura.


[Selamat! Master naik level ke 521.]


[Selamat! Master naik level ke 531.]

__ADS_1


[Setara dengan tingkat Legend ✩ 3.]


***


Setelah beberapa jam kemudian.


“Kenapa-kenapa hanya tersisa 20 orang saja dari klan milikku, kenapa semua ini terjadi begitu tiba-tiba dan kenapa aku harus selamat, ketika ayah dan ibuku semuanya mati… hiks… hiks…”


Kagura menangis histeris di ruang tengah, dia tengah melihat siapa saja anggota klan miliknya yang masih hidup dan siapa saja yang sudah mati.


Tidak ada yang ingin mengganggu ungkapan kesedihan Kagura yang menyayat hati, sampai akhirnya Hayabusa terbangun dari pingsannya.


Hayabusa melihat pemandangan yang dulu dirinya bahkan lebih parah dan dia tahu betul bagaimana perasaan Kagura ketika keluarganya dibantai.


Dia ikut memperhatikan Kagura sepanjang hari dan setelah menurutnya Kagura cukup tenang serta tidak menangis lagi, dia mendekati Kagura.


“Aku tahu bagaimana perasaanmu … tapi kamu sudah menangis hampir sepanjang hari, tidak ada gunanya kamu menangisinya terus…”


Hayabusa menyentuh pundak Kagura, namun reaksi Kagura lebih heboh dari perkataannya, semua sumpah serapah keluar dari mulutnya.


“Apa yang kamu tahu, keluargamu bahkan tidak menjadi seperti ini dan baik-baik saja, bahkan sekarang anggota keluargaku hanya tinggal sedikit.”


Kagura tidak meneruskan kata-kata kasarnya pada Hayabusa, suaranya sudah habis akibat terlalu histeris dan terlalu lama menangis tadi.


Kini giliran Hanabi dan 8 bawahan lainnya yang bersiap, mereka melihat Hayabusa sangat marah, namun dia berusaha menahannya agar tidak meledak.


“Sayang, sabarlah dia tidak tahu kejadian aslinya, tenanglah dan jangan mengeluarkan aura menakutkan ini, semua orang disini menjadi tertekan,” tahan Hanabi memeluk Hayabusa.


Hanabi menuntun Hayabusa menuju ke belakang, dia tidak ingin membuat suaminya semakin panas dan marah karena melihat Kagura yang sudah mengoloknya.


“Maafkan aku … aku tadi sempat lepas diri dan tidak bisa mengendalikan amarahku akibat perkataan menyakitkannya itu…” Hayabusa menunduk sedih di hadapan Hanabi.


“Jangan memikirkan hal itu lagi, bukankah tujuan kita selama ini memang ingin membunuh Hanzo? Dan lagi kamu masih memiliki kami,” yakin Hanabi sambil memegang wajah Hayabusa dengan lembut.


“Benar Tuan, bukankah Anda sering mengatakan bahwa kita adalah keluarga, jadi jangan merasa sendirian lagi, kami selalu ada untuk Anda.”


8 Bawahan yang mengikuti Hanabi dari belakang tersenyum penuh keyakinan, mereka semua mencoba menenangkan Hayabusa yang terpancing.

__ADS_1


“Terima kasih…” Hayabusa senang atas perkataan istri dan para bawahannya itu.


***


Keesokan harinya.


Hayabusa, Hanabi dan 8 bawahan lainnya ingin pamit untuk kembali ke klannya, mereka semua sudah merasa cukup membantu Klan Onmyouji.


“Kami akan pamit terlebih dulu, katakan pada nonamu kami sudah pergi, sampai jumpa lagi…” Hayabusa melambaikan tangan dan berjalan meninggalkan kediaman itu.


Tadi malam Kagura sempat minum teh bersama dengan Hanabi, mereka berdua mengobrol sesama wanita, karena bagi seorang wanita, yang bisa memahaminya juga hanya wanita.


Dan tepat dalam kesempatan itu, Kagura sempat bertanya kenapa Hayabusa begitu marah ketika mendengarnya memberikan kata-kata itu.


Meskipun Kagura salah, namun seharusnya bukankah Hayabusa harusnya bisa memahami bagaimana rasanya ketika keluarganya terbantai hebat sepertinya.


Hanabi tersenyum, tidak ada salahnya dia menceritakan kenapa suaminya bisa memiliki karakter seperti itu, karena hal ini juga agar membuat Kagura paham bahwa apa yang dirasakan suaminya lebih menyakitkan.


Setelah mendengarkan Hanabi bercerita, Kagura menjadi salah tingkah dan merasa amat bersalah, bagaimana tidak bahkan Hayabusa tidak bisa menyelamatkan satu orang pun.


Terlebih lagi, Hayabusa sudah menolongnya agar tidak mati dan membunuh seluruh musuh, lalu kenapa dia malah tidak tahu diri dengan menghardik Hayabusa.


Itulah yang terus dipikirkannya sampai Hanabi pamit untuk tidur, bahkan sampai pagi hari ketika dia sekarang melihat rombongan Hayabusa meninggalkan kediamannya, dia masih ragu harus melakukan apa.


“Aku tidak bisa, aku harus minta maaf sekarang juga…” Kagura langsung melesat cepat dari jendela lantai dua untuk menghentikan Hayabusa dan rombongannya.


“Tuan… Tuan… tunggu…”


Hayabusa menoleh ke belakang dan melihat Kagura yang menghentikan dirinya.


“Ada apa?”


“Bolehkah aku mengikuti Anda? Izinkan aku membalas dendam! Aku ingin membalas semua perbuatan Hanzo yang sudah membuat klanku seperti ini,” pinta Kagura sambil berlutut.


Hayabusa menoleh ke kanan dan ke kiri, dia meminta pendapat dari istri dan bawahannya.


“Aku tidak masalah,” jawab Hanabi ringan. Para bawahan lainnya juga hanya menurut saja, mereka merasa tidak pantas memberikan keputusan lain dan hanya mengikuti nonanya saja.

__ADS_1


“Kalau begitu aku tidak akan menolaknya, sekalian saja bawa seluruh anggota klanmu yang tersisa menuju ikut bersama kami kembali ke Klan Scarlet. Setidaknya mereka akan lebih baik dan aman.”


“Te– terima kasih Tuan…”


__ADS_2