
“Tuan muda! Tuan muda! Aku menemukan Tuan muda!” Salah satu bawahan Hayabusa menemukan Hayabusa tergeletak di lantai lorong, lalu membawanya ke ruangan sebelumnya.
Sampai di ruangan sebelumnya, Hanabi sudah siuman dari pingsannya dan melihat suaminya yang pingsan di sampingnya bertanya-tanya.
“Apa yang terjadi dengan suamiku?” tanya Hanabi.
“Kami sendiri tidak tahu menahu mengenai hal itu Nona,” jawab salah satu bawahan.
“Kami sebelumnya curiga, kenapa Tuan muda begitu lama mengecek lorong yang ada di depan sana, lalu kami berinisiatif untuk mencari Tuan muda,” imbuhnya.
“Beberapa ratus meter setelah keluar dari ruangan ini, kami sebelumnya melihat cahaya terang yang menyilaukan mata dan tiba-tiba Tuan muda ada disana,” jelasnya lagi.
Di tengah keheningan semua orang yang sedang memperhatikan penjelasan tersebut, Hayabusa bangun sambil berteriak keras dan mengeluarkan air mata.
“Argh … kalian semua tidak akan pernah bisa merasakan apa yang kurasa, apakah kalian tahu rasanya melihat seluruh keluarga kalian terbantai di depan mata!”
Hayabusa menangis tanpa sadar semua orang sedang memperhatikan dirinya, tapi tidak ada yang berani bersuara karena suaranya yang sangat parau dan menyedihkan.
Hanabi yang tidak tega langsung memeluk suaminya itu dari belakang, “Apa yang terjadi padamu, Sayang? Kenapa kamu tiba-tiba mengingat masa lalu itu?”
Hanabi terdiam sebentar, lalu dia mengecup kepala Hayabusa sambil mengeratkan pelukannya, “Aku akan selalu berbagi rasa sakit yang sama denganmu, aku janji itu!”
Peristiwa tersebut membuat 8 orang bawahan yang lainnya memalingkan wajahnya, mereka tidak mau bersikap kurang sopan dengan mendengarkan hal pribadi tuan dan nonanya.
“Terima kasih … dan maaf sudah memperlihatkan sisi lemahku, aku sekarang sedang kebingungan dengan hatiku sendiri…” lirih Hayabusa sambil membalas pelukan istrinya.
Setelah dirinya menjadi tenang, Hayabusa lalu menceritakan pada Hanabi dan seluruh bawahannya mengenai hal yang dialaminya, termasuk kenapa dia tadi tiba-tiba berteriak.
“Jadi seperti itu … kami sekarang sudah paham kenapa tiba-tiba kami tidak bisa menghubungi Anda dan tidak merasakan hawa keberadaan Anda sama sekali.”
“Lalu bagaimana caranya Anda bisa keluar dari Dunia Tersembunyi itu? Apakah mereka Ras Phoenix itu akhirnya melepaskan Anda begitu saja?”
__ADS_1
“Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi, namun sejak aku keluar dari Dunia Tersembunyi itu, entah kenapa aku sangat membenci Ras Phoenix Api itu!” jawab Hayabusa geram.
“Aku berharap semoga saja semua rencanamu berjalan dengan baik dan Ras Phoenix Api itu bukanlah musuhmu, karena menurut ceritamu mereka semua sangat kuat,” harap Hanabi.
“Semoga saja … lalu apakah selama kalian menyusuri Reruntuhan Utama ini tidak menemukan barang berharga lainnya?” tanya Hayabusa yang sudah berdiri dan kembali fokus pada tujuannya memasuki reruntuhan.
“Mungkin bukan hal bagus Tuan muda, kami hanya menemukan beberapa Perkamen Klan Fujiwara yang menjelaskan mengenai asal usul mereka,” jawab Bawahan.
“Bolehkah aku melihatnya?”
“Silakan Tuan muda!”
Hayabusa menerima beberapa lembar Perkamen Kuno Klan Fujiwara dan membaca isinya, dia bisa menerjemahkan itu dengan sekali lihat karena Skill Ancient Language.
“Apa yang tertulis di sana Suami? Sepertinya kamu paham,” tanya Hanabi yang ikut melihat beberapa lembaran yang sudah dibaca oleh Hayabusa.
“Ini adalah rahasia terbesar kenapa ada Klan Fujiwara di benua ini, bahkan mereka adalah kelompok orang pertama yang menghuni benua ini,” jawab Hayabusa enteng.
“Lalu kenapa kamu mengatakan Rahasia Besar, bukankah cerita itu memang sudah ada dan turun temurun terus diceritakan oleh semua orang?” heran Hanabi.
Hayabusa menjelaskan dengan seksama dan terperinci mengenai kekuatan apa saja yang di zaman ini sudah tidak ada lagi dan kekuatan itu benar-benar sangat menakutkan.
“Jangan bilang bahwa reruntuhan ini terjadi karena praktek mendapatkan kekuatan Klan Fujiwara di masa lalu mengundang murka dewa dan alhasil Klan ini hancur?” tanya Hanabi menyimpulkan.
“Tepat sekali, kalau begitu kita secepatnya harus meninggalkan reruntuhan utama ini, karena cepat atau lambat 3 Klan Besar akan sampai disini!” ajak Hayabusa.
Hanabi dan Bawahan mengangguk paham, mereka langsung tahu apa yang harus dilakukan, mereka menghilangkan jejak penelusuran dan keluar dari Reruntuhan Utama itu.
*SPLASH!
Dengan artefak teleportasi, Hayabusa membawa yang lainnya langsung keluar dari sana dan kembali menuju titik awal keberangkatan mereka.
__ADS_1
***
Tak lama Pangeran Fujiwara Akio dan beberapa pasukan kekaisaran lainnya datang dan masuk ke Bangunan Utama Reruntuhan Kuno tersebut, lalu mereka mengincar banyak barang utama.
“Kalian semua cari lagi, menurut peta yang sudah diberikan oleh para tetua dan leluhur kita, pasti Perkamen Kuno Klan Fujiwara itu ada di sekitar ruangan ini!” perintah Pangeran Fujiwara Akio.
Sampai akhirnya salah satu dari bawahannya menyentuh sebuah mekanisme dan muncul sebuah peti dari lantai batu itu, namun di dalamnya sudah tidak ada isinya sama sekali.
“Apakah kita sudah keduluan oleh seseorang? Atau leluhur kita salah dalam menganalisis sesuatu dan ada kesalahan dalam peta yang dibuat ratusan tahun ini?” tanya Pangeran Fujiwara Akio pada diri sendiri.
Setelah memikirkan beberapa kemungkinan, dia akhirnya memiliki rencana untuk mengecek setiap barang bawaan orang yang berhasil keluar dari reruntuhan itu.
Dia ingin memastikan bahwa Perkamen Kuno itu tidak dimiliki oleh klan lain, karena Perkamen Kuno tersebut begitu penting bagi Klan Fujiwara yang sekarang.
Apalagi yang memberikan perintah adalah salah satu Leluhur Terkuat yang dimiliki oleh Klan Fujiwara, “Semuanya cepat kembali ke gerbang masuk, kita akan memeriksa semua orang!”
“Baik, Yang Mulia!” Semua orang langsung bergegas masuk kembali ke gerbang masuk dan mereka semua juga sudah memberitahu semua petugas kekaisaran yang ada disana.
Dimana semua orang yang keluar dari reruntuhan tidak boleh langsung kembali, mereka semua akan diperiksa secara menyeluruh dan melihat harta yang dibawa semua orang.
***
Di Gerbang Masuk Reruntuhan Kuno.
“Kenapa tiba-tiba kekaisaran dan Klan Fujiwara melakukan ini? Bukankah sudah ada perjanjian bahwa semua barang yang ditemukan akan menjadi hak milik si penemu?”
“Benar, ini sudah mencoreng nama baik Klan Fujiwara karena tidak bisa memegang janjinya sendiri atau mungkin kalian ingin berperang dengan Klan Oda dan Klan Hideyoshi?”
Beberapa rombongan yang berasal dari Klan Oda dan Klan Hideyoshi tidak terima dengan inspeksi mendadak tersebut, mereka semua protes pada semua petugas kekaisaran.
Sedangkan Hayabusa bisa dengan mudah melewati penjagaan itu, karena dia menyimpan semua harta yang didapatkan ke dalam [Penyimpanan] milik sistem.
__ADS_1
Jadi tidak ada yang curiga bahwa dia hanya membawa harta-harta seperti senjata dan lainnya, yang memang sangat mudah ditemukan dalam reruntuhan itu.
“Tunggu dulu! Hei kamu Klan Scarlet! Dimana kamu menyembunyikan harta yang dijaga oleh Inti Golem Roh ini! Cepat berikan padaku atau aku akan memenggalmu!” teriak Oda Haruki, yang menyita perhatian semua orang.