LORD OF SHADOW SYSTEM

LORD OF SHADOW SYSTEM
Bab 017 - Mendapat Banyak Poin Sistem.


__ADS_3

Pesta pernikahan itu berakhir malam itu juga, para tamu undangan menginap dan keesokan harinya sudah mulai perjalanan pulang masing-masing, kini rutinitas Klan Scarlet sudah kembali lagi.


“Kenapa kamu mengumpulkan kami semua disini, Hayabusa? Apakah kamu akan memberi kami berkah lagi, kami dengan senang hati akan menerimanya.”


Beberapa orang selalu percaya diri melakukan itu pada Hayabusa, sebenarnya mereka semua bukanlah tamak, hanya bercanda sesama teman ninja, karena mereka semua sudah semakin akrab dengan Hayabusa, tidak seperti dulu lagi.


Karena seperti pengetahuan umum di dunia ini, bahkan jarang sekali Dewa Mata Angin akan memberikan berkahnya pada orang lain selain pewarisnya. Itulah yang dipercaya semua orang yang ada di dunia ini.


Jadi, hampir semua orang menyimpulkan bahwa kejadian memberikan beberapa tetes darah kemarin hanya bisa dilakukan satu kali atau sekurang-kurangnya mungkin butuh beberapa tahun untuk melakukannya lagi.


“Bisa dikatakan ini bukanlah berkah secara langsung, tapi bisakah aku meminta tolong pada kalian semua untuk berburu banyak monster dan mengambil inti monster itu? Aku sangat membutuhkannya,” ucap Hayabusa.


“Oh hanya itu saja, tentu saja kami akan melakukannya, kami akan mengusulkan pembentukan jadwal berburu monster dan mengambil inti monster yang ada dan diberikan padamu.”


“Kalian tidak bertanya untuk apa aku membutuhkan itu semua?” Hayabusa sedikit terkejut dengan semua orang yang langsung mempercayai kata-katanya tanpa ada bantahan sama sekali.


“Tentu saja kami tidak perlu menanyakannya bukan? Kami sudah sangat bersyukur bisa berkembang lebih cepat karena menerima darahmu, tentu saja kami juga akan memenuhi keinginanmu.”


“Kalian semua membuatku terharu, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, jika diantara kalian bisa mengumpulkan inti hingga sangat banyak, aku akan memberikan hadiah penggantinya.”


“Dan syarat inti monster itu hanya dari monster yang masih hidup dan kemudian kalian membawakan inti monster itu langsung padaku kurang dari satu minggu, apakah kalian menyanggupinya?”


“Tenang saja, kami akan melakukannya, kamu tunggulah dengan nyaman di klan dan selamat berbulan madu, kami akan melaksanakan semua permintaanmu dengan cepat.”


Hayabusa sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia dulunya adalah orang yang selalu dikucilkan di klan ini, namun sekarang dia mendapatkan banyak hormat dari setiap orang.

__ADS_1


[Ini juga karena faktor darah yang Master berikan pada mereka, bagaimanapun darah tersebut sudah menjadi salah satu identitas mereka saat ini.]


[Dan bisa dikatakan bahwa tingkat kesetiaan mereka pada Master akan semakin besar seiring waktu. Dan jika ada diantara mereka yang beruntung, mereka akan bisa berubah menjadi Phoenix.]


“Meskipun aku sudah tahu mengenai itu, tapi tetap saja Loss, aku benar-benar merasa senang dengan semua perkembangan ini, tidak lama lagi aku akan berkeliling mencari musuh utamaku, Hanzo!” gumam Hayabusa dalam hati.


Dari kejauhan Ketua Klan Benjiro dan beberapa tetua klan tersenyum, mereka semua seperti melihat sosok pemimpin yang bisa menyatukan semua pemikiran anggotanya dalam waktu singkat.


“Hahaha! Lihatlah semua tetua, dia adalah menantuku, aku sangat bangga bisa menjadikannya menantu, klan ini akan semakin besar dan jaya jika berada di tangannya,” sombong Ketua Klan Benjiro.


“Tidak salah Ketua Klan. Andaikan saya punya anak perempuan, saya akan membuatnya menjadi selir bagi Hayabusa, tidak diragukan lagi, dia akan menjadi orang besar suatu saat nanti.”


Tanpa sadar salah satu tetua begitu berani mengatakan itu, setelah dia menyadari bahwa apa yang diucapkannya itu akan memancing amarah Ketua Klan, dia cepat-cepat undur diri dan menghilang.


“Aku tidak tahu energi magis apa yang sudah kamu tanamkan pada kami semua, akan tetapi tidak buruk juga sesekali aku tertawa bersama dengan para tetua yang notabene juga teman-temanku ini,” gumam Ketua Klan senang dalam hati.


Setelah memberikan rincian permintaannya, Hayabusa kemudian kembali menuju kamar untuk menemui Hanabi, dia berniat untuk berbulan madu dengannya.


Dan alasan kenapa dia menyuruh semua orang mengumpulkan inti monster itu hanyalah samaran saja, sebenarnya dia mengincar EXP yang akan dihasilkan oleh ratusan ninja terbaik itu.


Dengan setiap ninja memburu setiap monster yang ada bisa saja Hayabusa naik ke tingkat Master atau bahkan Grandmaster dengan cepat tanpa perlu bekerja sendiri.


Sampai di kamar, Hayabusa langsung melihat Hanabi yang tertidur kelelahan.


“Kamu sudah berjuang keras, Sayang. Kamu sudah mengatur semua acara pernikahan kita beberapa hari ini, kalau begitu lain kali saja kita akan melakukannya, aku–”

__ADS_1


“Sayang, kamu sudah datang, aku sudah menunggumu dari tadi, apakah kita akan melakukannya sekarang, aku sudah menyiapkan mental dan tubuhku untukmu,” ucap Hanabi yang terbangun.


Hayabusa yang mendapati istrinya itu bangun segera mendekat dan duduk di atas tempat tidur. Dia kemudian mengelus kepala istrinya itu penuh kasih sayang.


“Apakah kamu benar-benar sudah siap? Aku bisa menunggu sampai kamu benar-benar siap, tidak usah memaksakan diri, dari wajahmu, aku bisa tahu kalau kamu gugup, jadi–”


“Tidak masalah, jika kita tidak melakukannya sekarang, maka aku akan dimarahi oleh ayah dan jika aku boleh jujur, sebenarnya aku juga menginginkannya meskipun sedikit takut,” jawab Hanabi malu-malu.


“Kamu memang lucu, Sayangku. Jika kamu memang sangat menginginkannya, maka aku tidak memiliki pilihan lain, bolehkah aku memulainya sekarang?”


Hayabusa sudah mulai mengarahkan tangannya ke daerah buah surgawi milik Hanabi, daerah itu masih tertutup dengan lapisan kain tebal pakaiannya.


Dengan perlahan tapi pasti, Hayabusa mencoba menghilangkan hambatan satu per satu, pakaian tebal Hanabi kini mulai hilang satu persatu dibarengi dengan sebuah sentuhan ramah oleh tangan Hayabusa.


Hanabi sendiri tidak menolaknya, dia malah ikut agresif dengan mencium bibir Hayabusa yang sangat menawan, tangannya juga sudah melingkar di pinggang suaminya itu.


Mereka berdua berciuman dengan panas, lama kelamaan tangan mereka sudah saling membuka pakaian masing-masing dan dalam waktu singkat, keduanya sudah hampir telanjang bulat.


Setelah puas bermain dengan buah surgawi dan mulut Hanabi, Hayabusa mencoba memberanikan diri untuk mulai mengubah haluan ke bagian perut ke bawah.


“Apakah boleh?” Hayabusa mencoba bertanya terlebih dulu dan hanya dibalas oleh sebuah anggukan ringan dari Hanabi. Kemudian dengan ganas Hayabusa langsung mencium beberapa daerah vital Hanabi.


Perahu tembem Hanabi sudah mulai basah, hal ini dimanfaatkan oleh Hayabusa untuk lebih turun ke bawah lagi, hingga kepalanya sejajar dengan perahu tembem milik Hanabi.


“Jangan ditatap seperti itu, aku sangat malu, lebih baik kamu langsung memasukkan senjatamu saja, aku sudah tidak tahan sayang, kamu sudah terlalu lama bermain di bagian lain,” pinta Hanabi.

__ADS_1


__ADS_2