LORD OF SHADOW SYSTEM

LORD OF SHADOW SYSTEM
Bab 033 - Seleksi Masuk Reruntuhan Kuno.


__ADS_3

“Baiklah karena Jenderal Pasukan sudah tahu bahwa aku mengikuti kalian, maka aku akan langsung bertanya saja mengenai tujuanku mengikuti kalian dan sengaja tertangkap,” ucap Hayabusa serius.


“Apakah kalian tahu mengenai siapa yang menguasai Kekaisaran Cahaya Benua dari balik bayangan? Mungkin pengetahuan ini cukup awam bagi prajurit biasa, tapi bagaimana denganmu, Jenderal Pasukan?” tanya Hayabusa menatap tajam jenderal itu.


Jenderal Pasukan itu sedikit terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh anak muda di depannya ini, hal ini merupakan salah satu rahasia dan hal tabu yang tidak boleh sembarang diucapkan.


“Kalian semua keluar dari ruangan ini, biarkan aku berbicara dengan pemuda ini secara empat mata, jaga pintu di luar dan jangan biarkan ada orang yang masuk ke dalam!”


“Baik, Jenderal Pasukan!” Beberapa prajurit langsung keluar ruangan dan sekarang di ruangan itu hanya menyisakan Hayabusa dan Jenderal Pasukan yang saling menatap dengan tajam.


“Aku tidak tahu kamu mengetahui informasi itu dari mana, tapi sebagai seorang jenderal, aku berhak tidak menjawab pertanyaanmu, karena ini menyangkut masalah doktrin kekaisaran pada masyarakat umum!”


“Dan karena ditakutkan kamu akan membuat masalah dengan menyebarkan hal itu, aku memiliki wewenang untuk menangkapmu dan menjebloskanmu ke penjara, namun aku tidak akan melakukan itu, karena aku tertarik padamu.”


Jenderal Pasukan itu mengatakan semuanya dengan blak-blakan, dia sangat tertarik akan kekuatan Hayabusa dan melihat pemuda sepertinya sudah menjadi petarung tingkat atas sangatlah langka.


“Jenderal, aku masih normal, jangan jadikan aku fantasi hubungan intim milikmu dan asal kamu tahu, aku sudah memiliki seorang istri, jadi singkirkan pemikiran burukmu itu!” marah Hayabusa sambil mengamankan alat-alat vital miliknya.


“Hahaha! Kamu sangat lucu anak muda, aku sama sekali tidak tertarik dengan prasangkamu, aku hanya kagum dengan kekuatanmu yang sudah sangat tinggi di usia seperti ini.”


“Apalagi kamu tadi mengatakan bahwa kamu sengaja di tangkap, aku langsung mengaktifkan mata spesialku untuk melihat apakah perkataanmu itu bohong atau hanya sombong saja.”


“Tapi, alangkah terkejutnya aku, ketika mata spesial milikku tidak bekerja padamu, bahkan mataku ini masih tetap bekerja pada Demon King Hanzo, tapi padamu tidak.”


“Ini adalah kali pertamanya aku gagal mengidentifikasi seseorang, apakah kamu mau memberitahukan caranya padaku, akan aku balas dengan semua informasi mengenai Demon King Hanzo.”


“Dalam sekali lihat, aku bisa tahu bahwa kamu memiliki dendam yang teramat besar padanya, apa aku salah? Bagaimana anak muda?” Jenderal Pasukan itu memberikan penawaran.

__ADS_1


“Tidak tertarik, memangnya kenapa kalau aku sangat membenci Demon King Hanzo dan apakah itu ada hubungannya denganmu? Jangan sekali-kali kamu mengancamku dengan kekuatan lemahmu itu Pak Tua!”


Hayabusa sudah masuk dalam mode serius, dia sudah meletakkan kedua tangannya di meja dan menatap kedua mata jenderal itu dengan tidak suka.


Tidak lupa dia mengerahkan aura tekanan yang sangat kuat ke arah Jenderal Pasukan itu dan ditambah dengan kata-kata tajam andalannya jika sudah super serius.


*BOOOM!


Jenderal Pasukan itu dipaksa untuk menunduk setelah menerima tekanan Hayabusa tersebut, dia bahkan tidak bisa menyejajarkan kepalanya dengan tangan Hayabusa, dia hampir terjatuh penuh dari kursinya.


“Tapi terima kasih karena sudah mengonfirmasi mengenai kekaisaran yang sudah dikuasai oleh Demon King Hanzo, kapan-kapan kita akan bertemu lagi Pak Tua!”


“Entah itu sebagai musuh atau sebagai teman aku tidak tahu, biarkanlah takdir yang mengatur hal tersebut, sampai jumpa lagi Pak Tua dan sampai berjumpa besok pagi di arena.”


Hayabusa menghilang begitu saja dari sana, dengan menghilangnya dia, tekanan aura yang dikeluarkannya tadi juga ikut menghilang, sekarang Jenderal Pasukan sudah bisa duduk dengan tenang.


“Tapi, aku senang dia memiliki permusuhan dengan Demon King Hanzo, dengan begitu aku akan memiliki mitra yang baik ketika melawan Hanzo bajingan itu jika waktunya sudah tiba.”


Jenderal Pasukan itu ternyata memiliki dendam yang tak kalah besar dari Hayabusa, entah apa yang sudah menimpanya, yang terpenting dia juga memusuhi Hanzo.


*


*


*


Keesokan harinya, seleksi untuk menentukan kuota orang yang masuk ke reruntuhan sudah akan dimulai, jumlah orang yang mengikuti seleksi ini berkisar 20 ribu orang.

__ADS_1


Jumlah yang sangat fantastis, namun hanya akan ada 100 orang saja yang bisa masuk ke dalam reruntuhan, karena array pelindung reruntuhan hanya mengizinkan sejumlah itu.


Oleh karena itu dahulu kala banyak orang berperang demi mendapatkan kuota masuk ke dalam reruntuhan, hingga berkembangnya waktu, kuota itu diperebutkan dengan cara seperti ini.


Terkecuali untuk beberapa keluarga besar, klan besar dan keluarga kekaisaran, setiap dari mereka semua sudah memiliki kuota masuk sebanyak 15 orang.


Tapi, jika kebetulan ada perwakilan dari mereka yang bisa memiliki kuota dari cara seleksi ini, maka itu tetap dianggap sebagai tambahan saja, tanpa mengurangi 15 kuota sebelumnya.


Karena hal ini juga banyak orang dari Keluarga Kekaisaran Cahaya Benua, Keluarga Oda dan Klan Hideyoshi mengirimkan hampir semua petarung mereka untuk menyapu bersih semua kuota.


“Terima kasih semuanya sudah menunggu, sekarang kita sudah masuk dalam seleksi yang memperebutkan 55 kuota masuk ke dalam reruntuhan, aku disini sebagai pengawas seleksi!”


“Jangan ada yang berbuat curang! Yang boleh mengikuti seleksi ini hanya para pemuda yang memiliki usia kurang dari 30 tahun, jika ketahuan curang, kalian tidak akan bisa masuk!”


“Karena Array Reruntuhan Kuno ini sedikit spesial, array itu hanya mau menerima pemuda dengan usia kurang dari 30 tahun dan hanya 100 orang saja yang diizinkan, camkan kata-kataku!”


Jenderal Pasukan Kekaisaran sebelumnya membuka acara seleksi, dia kemudian memberikan arahan bagaimana mereka semua akan membagi seleksi menjadi tiga tahap besar.


“Tahap pertama yaitu seleksi secara besar-besaran, kalian semua akan naik ke arena setiap 100 orang dan akan dipilih 1 orang setiap arenanya dan yang tersisa nanti hanya 200 orang saja!”


“Tahap kedua kalian semua akan memperebutkan 55 tiang yang ada disana, kalian semua akan naik ke setiap tiang dan mempertahankannya selama satu jam penuh tanpa boleh jatuh karena serangan peserta lainnya.”


“Tahap ketiga, karena sudah tersisa 55 orang saja, kalian akan bertarung secara berkelompok, sesuai dengan keinginan masing-masing, hal ini dilakukan untuk menentukan siapa yang akan masuk terlebih dulu ke reruntuhan nanti.”


Jenderal Pasukan menjelaskan semuanya dengan detail, lalu beberapa wasit yang sudah dipersiapkan sudah mulai melakukan tugas mereka dengan memanggil sesi pertama untuk naik ke arena.


“Bagi semua orang yang mendaftar dan menerima nomor ganjil silakan untuk naik ke arena, jika sampai 1 menit belum sampai 100 orang, maka seluruh orang dengan nomor ganjil akan didiskualifikasi!” Wasit itu sangat tegas dan berteriak ke semua orang.

__ADS_1


__ADS_2