
Di dalam Paviliun Phoenix Suci.
Hayabusa sudah masuk ke dalam pusat reruntuhan, sejauh mata memandang, mereka semua hanya melihat relik-relik kuno mengenai Phoenix.
“Tuan muda kita ada dimana?”
“Aku juga tidak terlalu mengerti kita berada dimana, namun yang pasti kita sudah masuk lebih dalam ke area lain reruntuhan,” jawab Hayabusa.
“Kalian semua berdiam diri terlebih dulu disini, aku akan memantau area sekitar, jangan ada yang keluar ruangan sebelum kuperintahkan, mengerti?” tegas Hayabusa.
“Baik, Tuan muda. Kami akan menjaga Nona Hanabi.”
Hayabusa keluar dari ruangan gelap itu lalu melihat sebuah obor yang tidak menyala, lalu dia memiliki sebuah ide untuk menyalakan obor itu dengan api ungu kehitaman miliknya.
“Dengan ini aku bisa menyusuri lorong bawah tanah ini dengan lebih baik, tapi sebelum itu aku akan memberikan obor-obor yang lainnya pada mereka.”
Hayabusa kembali ke tempat sebelumnya sambil membawa beberapa obor yang sudah menyala dengan api ungu kehitaman miliknya.
Setelah itu dia kembali menyusuri lorong bawah tanah yang ada, lalu dia melihat banyak relief yang ada di sepanjang Dinding Lorong Bawah Tanah itu.
“Loss, tolong beli Skill Penerjemah yang bisa aku gunakan untuk melihat dan mengerti cerita yang ada di dinding ini!” perintah Hayabusa.
[Pembelian Skill Ancient Language seharga 500 ribu PS. Dan peningkatan maksimal dalam skill ini membutuhkan 5 juta PS.]
[Sisa : 61,5 juta PS.]
Sekarang, Hayabusa sudah mampu menerjemahkan semua lukisan dan tulisan yang ada di dinding tersebut sampai tanpa sadar dia bergumam sendiri.
“Klan Fujiwara Kuno sebenarnya adalah klan pendatang di benua ini, mereka sebenarnya berasal dari Benua Kinija…”
“Namun, karena sebuah peristiwa yang mengakibatkan pembantaian akibat perang berkepanjangan di benua Kinija, mereka mengasingkan diri…”
“Dan di dunia ini ada kami yang menjaga keseimbangan dunia dan memilih siapa saja yang layak memiliki kekuatan kami berempat…”
“Kami adalah Naga Hijau, Harimau Putih, Kura-kura Hitam dan Burung Phoenix. Dan aku memilih Ketua Klan Fujiwara Kuno menjadi pewaris Phoenix…”
Hayabusa terus membaca semua informasi yang tertuang dalam relief yang ada, dia tidak melewatkan sedikitpun sampai akhirnya dia membaca mengenai sejarah Ras Phoenix.
“Ras Phoenix adalah yang terkuat setelah Naga Hijau, karena kami berdua termasuk makhluk pertama yang diciptakan oleh Para Dewa…”
__ADS_1
“Kami merupakan ras yang sombong dan tidak ingin ditindas oleh ras lainnya, termasuk oleg ras Naga Hijau, oleh karena itu kamu berpindah dari Benua Kinija…”
“Kami memilih Benua Japonica dan Benua Koreja sebagai wilayah kekuasaan sekaligus tempat dimana kami memberikan anugerah…”
“Bagi siapa saja yang terpilih, kamu akan dikirim ke dunia kami … terimalah takdirmu dan bawa kejayaan pada Ras Phoenix!”
*SRING!
Hayabusa terus membacakan hingga sampai pada akhir relief yang ada dinding muncul sebuah cahaya, cahaya itu menutupi seluruh tubuhnya dan memindahkan tubuhnya dengan paksa.
“Aku terserap dalam cahaya ini, aku tidak bisa melepaskan diri!” Hayabusa memberontak, namun semua itu sia-sia dan pada akhirnya menyerah.
***
Di Dunia Tersembunyi Ras Phoenix.
“Oh … akhirnya setelah beberapa ratus tahun, ada pengunjung baru yang akan menjadi penerus kekuatan kami dari kalangan manusia, tapi tunggu dulu…”
“Siapa itu?” tanya Hayabusa, dia berteriak ke segala arah, karena dia hanya mendengar suara orang berbicara tanpa merasakan kehadirannya sama sekali.
Karena sikap awas juga, dia sudah mengeluarkan Belati Dewa Iblis di tangannya dan bersiap untuk melakukan pertarungan jika ternyata suara tadi adalah musuh.
Seorang Burung Phoenix Raksasa berdiri di hadapan Hayabusa dengan gagah dan anggun, dia tampak tidak takut sama sekali dengan Belati Dewa milik Hayabusa.
“Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu? Bukankah kamu yang tiba-tiba menyerap tubuhku dengan cahaya? Lebih baik kamu menjelaskan kenapa aku bisa ada disini?” tegas Hayabusa.
“Sepertinya kamu lebih menarik daripada kebanyakan orang yang akan menjadi penerus kami, kalau begitu mari sekarang kita masuk ke ujian mendapatkan warisan!” ucap Phoenix Agung tanpa mempedulikan pertanyaan Hayabusa.
“Dasar Phoenix sialan! Aku tidak menyangka bahwa kalian semua memiliki sifat tidak masuk akal!” ucap Hayabusa sebelum terlempar ke gunung penuh magma.
Disana Hayabusa diarahkan untuk menyerap semua magma yang ada disana. Namun, Hayabusa tersenyum menakutan dan menyiratkan memiliki maksud lain.
“Loss, bisakah aku menghancurkan gunung ini saja daripada menyerapnya? Lagi pula tingkat Api Ungu milikku lebih panas dari magma ini?” tanya Hayabusa.
[Bisa, silakan lakukan apapun yang Master inginkan!]
“Baguslah kalau begitu!”
“Demon Hunter Sword!”
__ADS_1
Hayabusa mengeluarkan sebuah pedang yang memiliki mata di pangkalnya, dia jarang sekali menggunakan pedang ini, karena sifat destruktifnya yang terlalu berlebihan.
“Aktifkan Tubuh Phoenix Bayangan!”
Hayabusa berubah bentuk menjadi seekor Phoenix yang sangat besar dan berwarna ungu kehitaman dan pedangnya sudah berubah menjadi pedang raksasa yang terbang di depan tubuhnya.
“Mari kita hancurkan gunung magma ini wahai pedangku! Aku penasaran apa yang akan dilakukan oleh Phoenix Agung tadi setelah mengetahui hal ini!”
*BOOOOM!
*BOOOOM!
*BOOOOM!
Hayabusa sudah mulai penghancuran total miliknya dan tanpa disadari dia membunuh beberapa monster dan makhluk hidup yang hidup dalam gunung itu.
[Selamat! Master mendapatkan 1,574 juta PS.]
“Oh dengan menghancurkan gunung ini, aku bisa mendapatkan poin sistem, kalau begitu aku tidak perlu menahan diri lagi!”
Hayabusa semakin menggila, selain dengan kekuatannya dia juga mulai membelah gunung magma itu dari dalam dan pada akhirnya menghancurkannya dengan sempurna.
[Selamat! Master mendapatkan 6,9101 juta PS.]
[Sisa Poin Sistem : 70 juta PS.]
Ketika Hayabusa berhasil menghancurkan Gunung Magma tersebut, dia dikeluarkan dari Tes pertama tersebut dan kembali ke tempat sebelumnya.
“Dasar manusia laknat! Berani sekali kamu menghancurkan Gunung Magma yang sakral bagi kami semua? Apakah kamu tahu efek samping yang kamu timbulkan?” bentak Phoenix Agung sebelumnya.
“Aku tidak melakukan kesalahan apapun, lagipula kamu tidak mengatakan bahwa aku tidak boleh menghancurkan Gunung Magma itu,” jawab Hayabusa tanpa rasa takut.
Dia menjawab pertanyaan Phoenix di depannya dengan tanggap, entah keberanian dari mana, dia sangat berani pada Phoenix Agung yang ada di hadapannya itu.
“Sepertinya kamu sudah menjadi Ras Campuran! Bagaimana mungkin Ras Phoenix memiliki api ungu dan menggunakan senjata dalam pertarungannya?”
Phoenix Agung itu semakin marah setelah melihat orang yang diniatkan menjadi penerusnya itu ternyata sudah merupakan seorang phoenix, meskipun rasnya aneh.
“Daripada mengotori nama dari Ras Phoenix, lebih baik kamu mati saja disini! Matilah Ras Campuran tidak jelas!” teriak Phoenix Agung yang sudah melancarkan serangannya.
__ADS_1
“Tunggu!”