
“Terima kasih sudah mengalah, jika bukan karena kalian gegabah, maka aku akan kesulitan mengalahkan kalian semua, jadi sekarang tinggal kamu Perwakilan Kekaisaran!” ucap Hayabusa pada orang terakhir yang berdiri disana.
Perwakilan kekaisaran itu sudah bersiap dengan katana miliknya, dia berusaha untuk tidak goyah setelah melihat serangan Hayabusa yang ganas pada ketiga orang sebelumnya.
“Jika kamu menyerah sekarang, kamu tidak perlu terluka seperti mereka, apakah kami ingin menyerah saja? Aku akan memberikanmu kesempatan karena waktu hanya tersisa 1 menit saja.”
“Jika tidak ada yang keluar dari arena ini, maka kita berdua akan sama-sama didiskualifikasi, jadi aku tawarkan sekali lagi, tetap bertarung atau kamu menyerah dan memberikan tiket menuju Tahap Kedua padaku?”
“Kenapa aku harus menyerah, aku akan berjuang sampai akhir! Wind Slash!” Perwakilan itu mencoba menebas udara kosong di depannya dan memberikan serangan tebasan angin pada Hayabusa.
“Lemah! Kalau kamu memang tidak mau mengalah, maka aku akan melanjutkan seranganku, entah kamu bisa menahannya atau tidak, itu tergantung kemampuanmu!”
“Quad Shadow! Phantom Dagger! Serangan kombinasi, aku akan membuatmu mengingat bahwa lebih baik kamu menerima tawaranku selagi bisa, sebelum semuanya terlambat!”
Hayabusa sudah menghilang dari tempatnya berdiri dan kemudian tiba-tiba saja berada di belakang perwakilan kekaisaran itu sambil mengarahkan serangannya ke kepala lawannya itu.
Meskipun sedikit telah bereaksi, namun perwakilan kekaisaran itu masih bisa menahan serangan belati Hayabusa dengan berusaha keras, namun ada satu kesalahannya.
Dimana ketika dia berbalik ke belakang, empat bayangan hayabusa yang lain sudah muncul dan menyerangnya dari empat sisi yang berbeda dengan tangan kosong.
Dan akhirnya perwakilan kekaisaran itu kalah dengan seluruh tubuh yang sudah babak belur, Hayabusa sengaja tidak mengenai titik vital dan hanya menyerang daerah yang rawan dilindungi saja.
“Terima kasih sudah mengalah.” Hayabusa kemudian mendekati wasit yang masih terkesima dengan serangan terakhir Hayabusa tersebut, wasit itu kembali sadar dan mengumumkan hasil pertandingan.
“Tahap pertama dalam 100 orang pertama yang naik ke arena, pemenangnya adalah Hayabusa dari Klan Scarlet, sekarang mari kita lanjutkan ke 100 orang yang kedua!” Wasit itu memberikan perintah untuk 100 orang lagi segera naik.
Singkat cerita akhirnya Klan Scarlet sudah mengamankan 10 tiket lolos ke babak berikutnya dan pertandingan hari itu sudah selesai, Tahap Kedua akan dilanjutkan keesokan hari pada waktu yang sama.
__ADS_1
*
*
*
“Mari kita mulai tahap kedua dari 200 orang, akan hanya ada 55 orang saja yang bisa mendapatkan kuota masuk ke reruntuhan, bagi seluruh peserta yang lolos diharapkan untuk segera naik ke arena!”
Wasit sudah mulai memanggil seluruh orang, para peserta sudah bersama dengan kelompok masing-masing dan berniat merebut 55 tiang yang ada disana secara berkelompok.
Akibat serangan kehebohan yang ditunjukkan oleh Klan Scarlet kemarin, banyak dari kelompok lain menargetkan mereka dan bekerja sama dengan kelompok lainnya.
“Sepertinya kita sedikit dimusuhi disini, tapi itu tidak buruk, dengan begitu kita bisa mengalahkan semua orang disini tanpa pikir panjang, kita lakukan rencana yang sudah aku susun tadi malam!”
“Baik, Tuan muda. Namun, sepertinya tuan muda dari Klan Samurai Darah itu membentuk sebuah kelompok besar dan ingin mengusir kita dari Tahap Kedua ini, bagaimana pendapat Anda?”
“Kalau begitu kami mengerti, Tuan muda!”
Hanabi hanya geleng-geleng kepala, sejak beberapa hari terakhir karakter Hayabusa sudah mulai ditiru oleh semua bawahannya. Dimana mereka semua berpikiran untuk bermain-main dalam setiap pertandingan dan sedikit memprovokasi musuh.
Apalagi sekarang, mereka bersembilan terlihat seperti seorang iblis yang berniat untuk memukuli semua orang yang ada disana. Hanabi tidak melarangnya, hanya saja dia tidak habis pikir dengan Hayabusa dan semua bawahannya.
“Kalian boleh melakukan apapun, asal kalian tidak sampai membunuh mereka semua, karena hal itu akan berdampak besar pada klan, kalian bisa menjanjikan itu semuanya?” tanya Hanabi menghentikan ambisi semua orang.
“Tentu saja istriku, apakah kamu pikir aku orang yang akan membunuh manusia tidak berdosa, benar begitu kan semuanya?” Hayabusa mencari pembelaan dari semua bawahannya.
“Benar, Nona Hanabi!”
__ADS_1
“Aish … kalian sama saja, baiklah aku tidak akan berbicara banyak, mending kita fokus untuk segera memiliki salah satu tiang dan mempertahankannya sampai akhir!” ucap Hanabi.
“Siap, Nona Hanabi! Kami pasti akan mengamankan seluruh tiang sesuai rencana!” Semua bawahan termasuk Hayabusa tersenyum penuh arti ketika menjawab perintah Hanabi.
“Baiklah dalam hitungan ketiga, tahap kedua akan dimulai, tiga … dua … satuuuuuuuu!” Wasit sudah membuka pertandingan dan kebanyakan dari semua orang sudah melesat cepat mengincar satu tiang.
Berbeda dengan mereka semua, Hayabusa dan lainnya masih berjalan santai, mereka semua berniat menunggu semua orang naik ke tiang dari pohon besar di depan mereka.
Setelah beberapa menit, mereka sampai dekat dengan 55 tiang pohon besar tersebut, di sana sudah mulai terjadi berbagai pertarungan memperebutkan tiang-tiang tersebut.
“Sepertinya kita harus ikut memeriahkan acara, aku akan mengincar Daichi dari Klan Samurai Darah dan sekitarnya, kalian semua incar yang lainnya, ingat buat mereka semua tidak ada yang bisa naik ke tiang! Hehe … ”
Hayabusa sudah menghilang dari sana dan memulai rencananya, rencana yang dimaksud disini adalah membuat 190 orang lainnya tidak bisa bertarung untuk memperebutkan tiang lagi.
Hal ini dilakukan demi mendapatkan kuota secara penuh dan bisa memperpendek pertarungan, dimana jika mereka bersepuluh berhasil membuat yang lainnya tidak bisa bertarung dan hanya menyisakan 10 dari mereka.
Maka, secara otomatis Tahap Ketiga sudah tidak diperlukan lagi dan mereka akan menjadi kelompok pertama yang masuk ke dalam reruntuhan, itulah rencana mereka semalam.
Hayabusa sudah mulai mendekati tiang yang dikuasai Daichi, tuan muda dari Klan Samurai Darah dan beberapa tiang di sampingnya yang dikuasai oleh para bawahannya.
“Yoo … kita bertemu lagi disini, Daichi! Bagaimana tidurmu selama beberapa hari terakhir ini nyenyak, setelah kamu memukuli bawahanku? Apakah kamu tidak berpikiran bahwa aku akan balas dendam?”
“Salam Tuan Hayabusa, memangnya apa yang sudah saya lakukan, saya tidak merasa telah melakukan kesalahan apapun, beberapa hari lalu saya hanya sedang mendisiplinkan seorang anjing penjaga klan lain, itu saja.”
“Cukup berani kamu menggunakan kata-kata kasar untuk mendeskripsikan bawahanku ya, mungkin keegoisan dan dendammu begitu besar sampai akhirnya kamu melakukan hal bodoh seperti ini ya, baiklah-baiklah … sepertinya aku hanya bisa bertarung saja melawanmu!”
Hayabusa sedikit terpancing dan sudah mengeluarkan senjatanya, dia ingin sedikit serius untuk menghadapi orang-orang ini, dia langsung membuat terkapar seluruh bawahan Daichi yang ada di beberapa tiang sekitar.
__ADS_1