
Hayabusa hanya perlu memberikan kode ringan saja dengan tangan kanannya, lalu ratusan ninja di belakangnya langsung menyerbu musuh dan membunuh mereka semua.
*SLASH!
*SLASH!
*SLASH!
Terjadilah pembantaian yang akan menjadi aib seluruh Klan Samurai di benua ini bahkan sampai di masa depan. Karena hal ini benar-benar mencoreng nama baik Seorang Samurai.
“Apakah kamu perlu membunuh mereka semua? Tidakkah kamu membutuhkan budak untuk menjalankan wilayah yang akan menjadi milikmu setelah ini?” tanya Pangeran Satoru.
Hayabusa memandang Pangeran Satoru dari atas sampai bawah, dia dulu pernah bertemu dengannya sewaktu hari pernikahannya dan ketika di berkunjung ke ibukota kerajaan.
“Mari kita pikirkan itu nanti, yang pasti sekarang aku ingin membunuh semua orang yang berkemungkinan membalas dendam di masa depan!” tegas Hayabusa.
__ADS_1
“Meskipun ini terkesan kejam, tapi hal ini harus dilakukan mengingat Klan Samurai Kerajaan ini begitu pendendam, jadi ini sudah menjawab pertanyaanmu Pangeran,” lanjut Hayabusa.
Pangeran Satoru belajar satu hal lagi dari Hayabusa. Mungkin menjadi pemimpin yang bertangan besi memang ada baiknya untuk beberapa saat, akhirnya dia tidak bertanya lagi.
“Sekarang tolong Pangeran Satoru serahkan orang ini padaku, aku juga akan membunuhnya, jadi aku tidak bisa menyisakan satu orang pun,” ucap Hayasabu meminta Daichi yang berada di tangan Pangeran Satoru.
“Bolehkah kami mengamankan satu orang ini, bagaimanapun kami masih membutuhkan orang yang harus menjadi kambing hitam, agar penduduk kerajaan bisa tenang,” pinta Pangeran Satoru.
Hayabusa berpikir sejenak, matanya juga memandang ayah mertuanya dan bertanya melalui telepati. Setelah membuat keputusan dia membuka suaranya lagi.
[Selamat! Master naik tingkat ke level 565 (Legend ✩ 6).]
[Selamat! Master mendapatkan total 80 juta PS.]
***
__ADS_1
Malam hari setelah peperangan, semua orang sedang berkumpul di Aula Utama Kediaman Klan Samurai Darah. Mereka sedang membahas pengelolaan wilayah baru hasil menang perang.
“Pihak Kerajaan Bulan Sabit tidak akan mengganggu gugat bagaimana cara kerja dan tata kelola wilayah baru Klan Scarlet. Bahkan kami akan menganggap Klan Ninja Scarlet setara dengan Keluarga Kerajaan,” ucap Pangeran Satoru.
“Kamu terlalu dermawan Pangeran Satoro, aku sampai mengira bahwa kamu sedang menginginkan keuntungan dibalik ini semua. Tapi aku tidak masalah dengan itu, selama kami bisa melakukannya,” jawab Hayabusa memimpin pertemuan ini.
“Apa yang Saudara Hayabusa katakan, kami tidak memiliki permasalahan apapun, hanya saja kami ingin minta tolong di masa depan, jika memang ada kendala pada kerajaan,” jawab Pangeran Satoru sangat politis.
Hayabusa tersenyum penuh arti, tebakannya kali ini tidak melesat, sepertinya Kerajaan Bulan Sabit memang sedang mengalami masalah, tapi enggan memberitahunya sekarang.
“Baiklah, katakan saja pada kami jika memang memiliki kesusahan. Tapi, kenapa Pangeran Satoru dan rombongan hendak pulang sekarang? Bukankah masih ada hari esok?” tanya Hayabusa basa-basi.
“Aku masih memiliki banyak tugas di istana, kapan-kapan aku akan mampir kesini lagi. Jadi, sekalian saja izin pamit pada semua orang, sampai jumpa lagi…”
Pangeran Satoru menundukkan badannya, sebagai bentuk penghormatan pada sesama pejuang. Lalu beberapa saat kemudian rombongan itu sudah tidak terlihat lagi dari aula utama.
__ADS_1
“Mencurigakan sekali, kedatangan mereka semua begitu kebetulan dan memang sengaja ingin kita sedikit balas budi pada mereka, ini gaya khas Raja Bulan Sabit yang menurun ke anaknya!”