
*FLASHBACK ON!
“Kamu bodoh sekali Oda Haruki! Jika disana kamu menemukan Golem Roh, tentu saja Golem itu sedang menjaga sesuatu!” marah Tetua Klan Oda.
“Bagaimana bisa Ketua Klan memiliki anak yang bodoh sepertimu, di dunia ini selain mengandalkan kekuatan, pikiran juga harus sering dilatih!” marah Tetua itu lagi.
“Maafkan aku paman, aku tidak berpikir sampai kesitu, aku mengira dengan Inti Golem Roh ini saja, kita sudah bisa membuat sebuah Golem Kuat Penjaga Klan,” jawab Oda Haruki merasa bersalah.
“Masih ada waktu untuk merebut harta yang sebenarnya, kita akan mencari orang-orang dari Klan Scarlet itu, lalu kita akan merebut harta asli yang mereka dapatkan!” ucap Tetua itu.
“Baik, Paman! Kalian semua dengarkan perintah paman, kita akan berpencar dan mencari Kelompok Klan Scarlet itu, kita akan terus berkomunikasi jika menemukan mereka!” perintah Oda Haruki.
“Baik, Tuan muda!”
Setelah itu, semua bawahan Oda Haruki langsung mencari keberadaan Kelompok Klan Scarlet di setiap penjuru gerbang yang sangat padat, karena banyak orang yang menonton.
Hingga akhirnya Oda Haruki sendiri yang pertama kali melihat Hayabusa dan kelompoknya keluar dari Reruntuhan Kuno, dia segera melesat cepat dan berteriak keras padanya.
*FLASHBACK OFF!
“Bukankah aku sudah memberikan Harta Inti Golem Roh itu padamu dengan sukarela? Lalu kenapa kamu masih saja menggangguku?” resah Hayabusa.
“Jangan banyak omong kosong lagi, bukankah kamu mendapatkan harta yang lebih berharga daripada Inti Golem Roh itu, cepat berikan padaku sebelum aku benar benar memenggalmu!” tekan Oda Haruki.
“Walaupun aku memiliki harta itu, lalu kenapa? Apakah kamu pikir dengan kekuatanmu yang masih berada di tingkat Epic ✩ 1 itu aku akan takut dan langsung memberikannya padamu?” hardik Hayabusa.
“Ka– kamu! Berani sekali kamu berkata seperti itu padaku! Kalau kamu memang ingin mati dengan kepala terpisah dari tubuhmu, maka aku akan melakukannya!”
Oda Haruki turun dari posisi terbangnya dan langsung melesat cepat ke arah Hayabusa yang masih dengan tenang berdiri disana sambil mengeluarkan senjata miliknya.
__ADS_1
Namun, sebelum Oda Haruki semakin bertindak terlalu jauh, Tetua Klan Oda yang memarahinya tadi menahan Oda Haruki, karena dia bisa melihat ancaman yang begitu nyata dari Hayabusa.
*BANG!
Tetua Klan Oda itu berhasil menahan kedua pemuda itu agar tidak bertarung, namun dia terkejut dan langsung menyembunyikan tangan kirinya ke belakang tubuhnya.
“Maafkan kami Tuan muda dari Klan Scarlet, kalau tidak salah nama Anda adalah Hayabusa dan ini adalah istri Anda, anak dari Ketua Klan Scarlet Benjiro bukan?” celetuk Tetua Klan Oda itu.
“Paman kenapa kamu menghalangiku untuk membunuhnya, bukankah kamu tadi bilang untuk mengambil harta itu tanpa memedulikan apapun?” terang Oda Haruki.
“Dasar keponakan bodoh, lebih baik kamu diam dan jangan berbuat lebih lagi, apakah kamu tidak tahu, dengan serangan tadi, kamu akan mati sekali tebas!” batin Tetua Klan Oda marah.
“Jangan dengarkan perkataan Oda Haruki yang belum dewasa ini, Tuan Hayabusa. Tapi bolehkah saya bertanya mengenai harta yang dimaksud anak ini tadi?” sopan Tetua Klan Oda.
Hayabusa memperhatikan gerak-gerik Tetua Klan Oda yang ada di hadapannya tersebut, lalu menurut pemikirannya, orang itu tidaklah mudah dan dia terpaksa harus memasukkan kembali senjatanya.
“Tetua Oda Akemi ternyata mengenal orang rendahan seperti saya, itu merupakan sebuah kehormatan yang sangat tinggi, karena Anda sudah bersikap sopan, maka saya akan memberitahukan mengenai harta yang saya dapatkan.”
[Loss mengerti! Pembelian Pedang Ganda Api & Air seharga 2 juta PS. Master sekarang bisa mengambilnya dari menu Penyimpanan.]
[Sisa : 70 juta PS.]
“Ini adalah harta yang kami dapatkan dari Sarang Kalajengking Raksasa itu, Tetua Oda Akemi. Jika Anda menginginkannya, maka saya bisa memberikannya,” jawab Hayabusa sambil memberikan senjata itu.
“Tidak usah, saya hanya ingin melihatnya saja sudah cukup, sepertinya peringkat dari senjata ini bisa membuat sebuah Klan Menengah atau Kerajaan Kecil bertarung hebat,” tangkas Tetua Oda Akemi sambil manggut-manggut.
“Terima kasih karena sudah memberitahukannya pada saya, rasa penasaran saya sekarang sudah lega, sekarang kami semua pamit dulu dan saya meminta maaf atas kelakukan Tuan muda kami,” sopan Tetua Oda Akemi.
“Tidak masalah Tetua Akemi, saya sudah memaafkannya, karena tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, kami semua pamit terlebih dulu ingin beristirahat,” pamit Hayabusa.
__ADS_1
“Tentu saja, silakan!” jawab Tetua Oda Akemi dengan sopan, dia membiarkan Hayabusa dan lainnya meninggalkan dirinya dan setelah itu kembali memarahi Oda Haruki.
“Mulai sekarang aku akan lebih giat melatihmu, bagaimana bisa kamu tidak bisa melihat serangan musuh yang bisa mengancam nyawamu itu!” marah Tetua Oda Akemi.
“Apa yang dimaksud Paman Akemi? Bukankah aku tadi sudah unggul karena melakukan serangan terlebih dulu?” protes Oda Haruki tidak terima dengan perkataan pamannya.
“Lihatlah ini!” Tetua Oda Akemi memperlihatkan tangan kirinya yang terkena tebasan menyilang, hampir saja tangannya itu terpotong sempurna jika Hayasabu tidak menahan serangannya tadi.
“Jika dia tidak menahan serangannya, bahkan tubuhku saja bisa terbelah padahal aku sudah berada di tingkat Legend ✩ 5, lalu bagaimana jika serangan itu terkena dirimu!” lanjut Tetua Akemi.
Oda Haruki terdiam, dia bisa membayangkan bagaimana jika serangan Hayabusa benar-benar menyentuh dirinya yang jauh sekali di bawahnya, tentu saja dia akan mati seketika.
“Baiklah, aku mengaku salah. Lalu bagaimana dengan senjata yang diperolehnya itu? Bahkan di Klan Kita senjata dengan peringkat S seperti itu hanya ada 3 buah saja,” tanya Oda Haruki lirih.
“Tentu saja kita harus merebutnya, tapi kita tidak akan melakukannya sekarang, kita akan membuat rencana dan mengambilnya dengan sedikit cara kotor! Ha ha ha…” kekeh Tetua Akemi menakutkan.
“Paman memang tidak pernah gagal dalam merencanakan sesuatu, kalau begitu aku percayakan semua ini padamu, aku hanya akan mengikuti semua ide paman saja,” jawab Oda Haruki yang ikut senang juga.
Di sisi lain, Jenderal Kekaisaran Cahaya Benua yang sebelumnya pernah bertemu dengan Hayabusa yaitu Jenderal Fujiwara Souta tersenyum penuh arti.
“Sepertinya kamu setelah ini kamu akan merasakan bagaimana kehidupan sesungguhnya di dunia ini Hayabusa, ini adalah hal yang biasa di kalangan klan-klan busuk ini.”
“Tapi, jika kamu bisa melewati bencana yang akan menimpamu ini, aku benar-benar sangat menginginkanmu dan mengakui suatu saat nanti, kamu pasti bisa mengalahkan Demon King Hanzo,” gumam Jenderal itu.
Sedangkan Hayabusa dan lainnya sekarang sudah berada di salah satu Penginapan Termewah yang ada di Kota Reruntuhan Kuno tersebut.
“Suami, apakah kamu tadi berniat memberikan pedang ganda itu pada musuh?” tanya Hanabi memastikan.
“Tentu saja tidak, lagipula malam ini kita akan bersiap menerima serangan Klan Oda, mereka akan bergerak demi merebut Pedang Ganda ini! Oleh karena itu, jangan lupa kalian semua tetap awas dengan kondisi sekitar!” jawab Hayabusa.
__ADS_1
“Baik, Tuan muda!”