
Sampai di medan pertempuran.
Hayabusa memerintahkan pada semua orang untuk menggunakan cara perang ala seorang ninja, dimana mereka akan memanfaatkan bangunan sekitar untuk bersembunyi.
Hal itu lebih efektif setelah Kagura menyumbangkan pikirannya ketika hendak melakukan cara ini. Karena dia berasal dari kota ini dan sudah hafal seluk beluk kota di luar kepala.
“Kini kalian semua langsung masuk ke dalam posisi masing-masing, biarkan kami para 100 ninja terbaik akan menghadapi musuh pertama kali!”
“Kami juga akan mengurangi musuh sebanyak mungkin. Jadi, tunggu aba-aba dariku, setelah itu kalian semua boleh maju dengan cepat, mengerti?!”
“Kami mengerti Tuan Hayabusa!” 150 orang langsung menyebar ke sembarang arah, sedangkan Hayabusa, Hanabi, Ketua Klan Benjiro bersama dengan para tetua masih berjalan tenang menuju kota.
Begitu juga dengan Kagura dan Pasukan Siluman miliknya yang sudah berada di tingkat Grandmaster ke atas. Mereka mengikuti dari belakang rombongan Hayabusa.
***
__ADS_1
Selang beberapa waktu kemudian, Hayabusa dan rombongannya sudah sampai di titik pertemuan. Tepatnya di jalanan utama kota ini. Mereka sudah ditunggu oleh musuh.
“Akhirnya Klan Scarlet datang juga, aku kira mereka akan lari terbirit-birit setelah melihat kesolidan dari para Klan Samurai yang ada di kerajaan ini.”
Salah satu jenderal pasukan musuh mengejek kedatangan Hayabusa. Dia sengaja melakukannya untuk memancing musuh melakukan serangan terlebih dulu dan memulai perang ini.
“Kenapa kamu banyak bicara begitu pak tua sombong dan kemana ketua klan kalian? Bukankah katanya mereka akan ikut, atau mereka sekarang sedang bersembunyi di bawah kolong meja?”
Hayabusa bukanlah seorang yang akan diam saja ketika dihina, dia sekarang malah membalikkan kata-kata musuhnya itu telak. Namun dirinya juga sedikit heran kemana larinya para ketua klan musuh.
Jenderal Musuh tadi tidak merasakan aura kuat dari arah Hayabusa dan perkataannya semakin menjadi-jadi. Tidak ada lagi pembicaraan sebelum perang, dia ingin segera memulainya.
“Sepertinya ada yang aneh disini, aku akan menebak. Apakah para ketua klan kalian ingin menuju kediaman klanku dan mencuri semua barang-barang di sana?”
Hayabusa memperhatikan gerakan terhenti dari musuh yang sudah bersiap menyerang. Ini menandakan bahwa tebakan Hayabusa 100 persen tepat sasaran, lalu dia tersenyum.
__ADS_1
“Betapa bodohnya, apakah kamu pikir aku tidak memperhitungkan hal itu? Kami berani membawa seluruh pasukan ini karena kami yakin bisa menang dan langsung mengakhiri kalian semua!”
“Jadi, tanpa banyak basa-basi lagi, mari kita buat kota ini menjadi lautan darah dan pastikan kalian semua benar-benar mengalahkan kami.”
“Jika tidak, maka bersiaplah dihantui oleh bayang-bayang musuh yang terus ada di masa depan. Bagi seluruh pasukanku, bunuh semua musuh tanpa ampun! Seraaaaaang!”
Hayabusa menjadi yang pertama melesat ke arah musuh, berbagai serangan jarak jauh mengincar dirinya, namun tidak ada satupun yang berhasil mengenai tubuhnya, menggores saja tidak.
“Divine Phoenix Eyes Aktif!” Sambil menghindari semua serangan, Hayabusa mendeteksi hampir semua kelemahan musuh yang akan diserangnya.
“Master of Geography Aktif!” Lalu Hayabusa membagikan penglihatannya pada semua pasukannya, dengan begitu mereka semua tidak akan sampai kecolongan dalam serangan balik.
“Jangan main-main lagi. Dia semakin mendekat! Cepat gunakan serangan skala besar untuk menghentikan gerakannya. Dan bagi para pemanah incar jantung anak muda itu! Cepaaaaat!”
Hayabusa memperhatikan Jenderal Perang itu sedikit terburu-buru dalam memberikan perintah. Hal ini menandakan musuh benar-benar menganggap dia sangat berbahaya.
__ADS_1