LORD OF SHADOW SYSTEM

LORD OF SHADOW SYSTEM
Bab 024 - Biang Keladi Semua Kejahatan.


__ADS_3

Terdengar suara benturan senjata yang sangat kuat, bahkan dinding ruangan itu ikut bergetar akibat momentum pertempuran kedua orang itu, ternyata Guru Pengutuk Awan itu menggunakan senjata kipas besar yang terbuat dari besi dan kain baja.


“Hooo … tidak salah anak muda tadi mengatakan bahwa kamu bisa mengalahkanku, aku merasakan ada sebuah kekuatan misterius dalam dirimu, aku bisa merasakan samar-samar ada kekuatan phoenix, apakah kami orang yang menerima berkah dewa itu?”


Guru Pengutuk Awan itu bertanya selepas berhasil menahan serangan Hanabi yang ganas, jika memang benar Hanabi adalah penerima berkah, maka sudah bisa dipastikan dia adalah barang bagus untuk membuat obat yang lebih kuat dari yang lainnya.


“Wajahmu sangat menjijikan, kamu pasti memikirkan untuk menjadikan aku bahan obatmu, ya? Sepertinya kamu sudah terlalu lama berkhayal pak tua! Ninjutsu : Equinox!”


Hanabi melancarkan sebuah skill yang membuat sebagian kekuatan dari dalam tubuhnya menjadi kenyataan, dimana dia membuat sebuah tameng transparan untuk menghalau pukulan tangan kiri musuhnya itu.


*BOOM!


Hanabi terlempar beberapa meter setelah terkena pukulan tersebut, namun dia tampak tidak terkena sedikitpun dampak pukulan, dia masih baik-baik saja sama seperti sebelumnya.


“Kalau kamu memang tidak mau menjawab pertanyaanku, maka aku hanya bisa membunuhmu dan menjadikan setiap darahmu berharga, pastinya juga untuk memperkuat diriku sendiri. Hahaha!”


Guru Pengutuk Awan itu berinisiatif untuk menyerang Hanabi, dia bergerak dengan cepat, serta menggunakan kipas besarnya untuk membuat gerakan Hanabi oleng.


*WUSH!


Hanabi berhasil menghindari serangan tersebut dan melemparkan kunai dengan tangan kiri miliknya dari jarak jauh dan bergerak memutari musuhnya, sedangkan tangan kanannya sudah bersiap dengan cakramnya.


“Ninjutsu : Petal Barrage!” Hanabi sudah menggunakan skill miliknya yang lain, dimana skill ini berguna untuk melukai musuh secara fisik dan mengubahnya menjadi kekuatan fisiknya.


Jika skill ini digabungkan dengan skill milik Hanabi yang Ninjutsu : Equinox, maka dia bisa memberikan serangan fatal yang mematikan, apalagi dia dia memiliki kecepatan yang tinggi.


*TRANG!


Serangan pertama Hanabi gagal dan musuhnya masih bisa menerimanya dengan baik, tapi dia tidak menyerah dan terus memberikan serangan dengan pola sama, namun dengan timing yang berbeda.


*SLASH!

__ADS_1


Setelah serangan ketujuh, Hanabi berhasil mengenai musuhnya itu dan membuat luka sayatan yang cukup besar di bagian pundak musuh, hal ini menyebabkan musuhnya tidak bisa menggunakan kipas besarnya lagi.


“Sedikit lagi! Aku tidak akan membiarkanmu minum pil penyembuh, matilah sekarang pak tua!” Hanabi memberikan serangan susulan menggunakan kunai dan shuriken miliknya, kemudian dibarengi dengan serangan tajam cakram menyilang tubuh musuhnya itu.


*SLASH!


“ARGH! Dasar wanita kurang ajar, berani sekali kamu merobek kulitku yang indah, kamu memang memiliki skill yang cukup bagus dan bisa mengombinasikannya dengan benar, tapi ingat, kamu masih Master ✩ 5!”


*BOOM!


Guru Pengutuk itu mengeluarkan aura kuat miliknya, matanya sudah mulai merah dan tidak ada lagi tatapan meremehkan musuh seperti sebelumnya, sekarang dia mulai serius untuk melawan Hanabi.


Hanabi terpukul mundur beberapa langkah, dia berhasil menahan aura kuat Grandmaster milik musuhnya itu, dia tadi juga sempat menggunakan skill Ninjutsu : Equinox untuk sedikit meredam aura musuh.


“Akhirnya kamu serius pak tua, kalau begitu mari kita uji kekuatan jiwa yang selalu kamu banggakan itu, lihatlah tiga cecunguk milikmu sudah dikalahkan oleh teman-temanku, mudah sekali!” ucap Hanabi melakukan provokasi.


“Hahaha! Kamu pikir aku peduli dengan mereka bertiga, jika iya maka kamu salah besar, aku tidak memandang manusia rendahan seperti mereka layaknya makhluk hidup, mereka hanyalah seorang objek penelitian saja. Hahaha!”


Hanabi tersenyum ringan dan kemudian berakting sengaja terkena iblis jiwa tersebut. Dia ingin memanfaatkan cara yang cukup berbahaya ini untuk menyelesaikan pertarungannya.


“Hahaha! Ternyata pemuda tadi hanya pembual saja, dia tidak tahu bahwa kekuatan jiwaku lebih kuat dari wanitanya ini, sekarang lihatlah dia begitu mudah kujadikan budak,” ucap Guru Pengutuk itu senang.


“Kemarilah wahai budakku, aku ingin melihat aliran darahmu, aku ingin tahu seberapa besar kadar darah phoenix yang sudah kamu bangkitkan, aku sangat menginginkan itu!” perintah Guru Pengutuk itu pada Hanabi.


Hanabi mendekati Guru Pengutuk itu dengan berakting seperti orang yang sudah terkendali, dia berjalan pelan menuju ke arah tuannya. Ketiga senior hendak menyelamatkan Hanabi tapi Hayabusa tiba-tiba datang.


“Biarkanlah, Senior. Kita nikmati saja pertunjukkan yang akan dilakukan oleh Hanabi, jika orang tua itu sadar baru kita akan bertarung bersama melawan pak tua jelek itu,” bisik Hayabusa pada ketiga seniornya.


“Aku tidak tahu apa yang sedang kalian berdua rencanakan, tapi kali ini aku akan mempercayainya, kita akan melihat apa yang akan dilakukan oleh Hanabi.” Ketiga senior mengangguk bersamaan.


Dan sesuai dengan perkataan Hayabusa, jarak satu meter sebelum Hanabi disentuh oleh Guru Pengutuk itu, dia lepas dari kendali kekuatan jiwanya dan kemudian menyerang musuhnya itu dengan sebuah racun.

__ADS_1


Racun Semut Abadi, sebuah racun yang bisa membuat seorang pejuang atau petarung terasa kesemutan di sekujur tubuhnya, hingga membuatnya sangat frustasi dan ingin rasanya bunuh diri.


Hanabi melepaskan kunai yang dikeluarkan dari cincin penyimpanan, kunai tersebut sudah diolesi dengan racun itu, dia melemparkan 10 kunai secara langsung.


*JLEB!


*JLEB!


*JLEB!


Guru Pengutuk yang terkejut dengan kendali yang tiba-tiba terputus itu tidak memiliki reflek yang baik dan akhirnya terkena tusukan sepuluh kunai secara langsung dan tubuhnya mulai merasakan keanehan nyata.


“Ke– kenapa ini, kenapa tubuhku rasanya seperti digigit jutaan semut dan aku tidak bisa menggunakan kekuatan jiwa milikku? Tidak! Tubuhku sudah kelelahan dan aliran auraku sudah tersumbat oleh racun ini. TIDAAAAK!”


Guru Pengutuk itu kemudian langsung terjatuh di lantai, dia meracau seperti orang gila, dia juga berteriak keras mengenai Hanabi yang pengecut karena bertarung menggunakan racun.


“Bagi seorang ninja, racun sudah menjadi bagian dari klan kami, bahkan ribuan racun merupakan senjata utama kami, memangnya kenapa kalau kami menggunakan keahlian yang sudah turun temurun itu?”


“Apakah kamu berhak mengatakan bahwa kamu orang suci? Lihatlah bagaimana kamu membunuh banyak manusia hanya untuk membuat pil penerobos tingkat kekuatanmu, sudah berapa nyawa yang melayang?”


“Jadi, sudah sepantasnya kamu terkena racun ini, kegunaan racun ini kurang lebih mirip dengan apa yang sudah iblis jiwa milikmu lakukan pada ratu, jadi bersiaplah untuk mati secara perlahan!”


Hanabi mengejek Guru Pengutuk itu, dia kemudian memanggil Hayabusa dan ketiga senior untuk mendekat, mereka semua sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Hanabi.


“Dengan ini sudah bisa dipastikan bahwa kamu bisa melawan seseorang yang memiliki tingkatan lebih tinggi, dengan cara menguras tenaganya terlebih dulu dan menggunakan serangan akhir racun, sudah menjadi combo yang sangat ideal,” puji Hayabusa pada Hanabi.


“Benar, semua ini berkat saranmu sebelumnya. Sekarang bukankah waktunya kamu memberikan beberapa pertanyaan pada orang jahat ini?” tanya Hanabi.


Hayabusa mengangguk kemudian menoleh ke arah Guru Pengutuk, namun yang terjadi bukanlah bagian dari rencana mereka semua.


“AWAAAS!!!”

__ADS_1


__ADS_2