LORD OF SHADOW SYSTEM

LORD OF SHADOW SYSTEM
Bab 036 - Menuju Dalam Reruntuhan Kuno.


__ADS_3

Dalam waktu singkat tersebut Hayabusa sudah berhasil menghilangkan beberapa orang yang memiliki tiang disana, kini dia hanya fokus pada Daichi yang terlihat gemetar.


“Quad Shadow!” Hayabusa membuat empat bayangan sekaligus untuk membuat sebuah arena sendiri untuk pertarungannya dengan Daichi agar tidak terganggu dengan yang lainnya.


Sebenarnya bisa saja dia menggunakan perlindungan phoenix dan salah satu kemampuan tubuh kekosongan miliknya, namun dia tidak berniat mengeluarkan kartu as miliknya sekarang.


Karena dia ingin menggunakan kedua kekuatan paling dahsyat miliknya sesuai dengan musuh yang akan dihadapinya di masa depan, terutama untuk mengalahkan Demon King Hanzo.


Keempat bayangan Hayabusa sudah menaiki keempat tiang terdekat dan membentuk jajar genjang dan hal ini sangat ideal bagi Hayabusa untuk memberikan pelajaran pada Daichi.


“Kalian semua jangan hanya diam saja! Cepat minum pil yang aku berikan dan serang para bayangan bajingan yang ada di sana, jangan sampai aku mengulangi perintahku lagi!”


Daichi terlihat sedikit frustasi setelah Hayabusa mulai menyerangnya terus menerus dan tidak membiarkannya beristirahat sama sekali, dia berteriak kencang pada anak buahnya.


Sayangnya Hayabusa sudah memprediksi gerakan semua orang itu dan langsung mengerahkan 4 bayangannya dan membuat pingsan seluruh bawahan Daichi yang hendak menyerangnya.


*BUK!


*BUK!


*BUK!


Beberapa bawahan Daichi sudah pingsan dan terkapar di tanah dan sekarang giliran Daichi yang terkena pukulan Hayabusa serta langsung membuatnya pingsan.


Hayabusa tidak langsung membunuhnya karena mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya yaitu bagaimana hubungan mereka dengan Klan Samurai Darah.


“Sekarang aku memberikan hukuman kecil dan ini adalah kesempatan terakhir untuk aku tidak membunuhmu, sekali lagi kamu mengulanginya, aku akan meratakan klan milikmu!”


Ketegasan Hayabusa disaksikan semua orang, beberapa orang juga menganalisis juga mengenai hubungan antara Klan Scarlet dan Klan Samurai Darah dengan peristiwa itu.


Daichi tidak bisa menjawab karena dia sudah pingsan sejak pukulan Hayabusa itu melayah tepat di tengkuk lehernya, dia kemudian terjauh ke tanah bersama bawahannya yang lain.


Hayabusa kemudian menaiki salah satu tiang dan memastikan tempatnya dalam memasuki reruntuhan. Tidak ada lagi yang berani menyerangnya karena kekuatannya.

__ADS_1


Singkat cerita, Hayabusa, Hanabi dan 8 Anggota Klan Scarlet lainnya sudah berada di 10 tiang dan tidak ada yang berniat merebut kuota mereka bersepuluh.


“Waktu habis! Biarkan aku mengatakan siapa saja yang lolos!”


“Kekaisaran mendapatkan tambahan kuota sebanyak 20 orang, Klan Oda mendapatkan kuota 15 orang, Klan Hideyoshi mendapatkan Kuota 10 orang, Klan Scarlet mendapatkan kuota 10 orang!”


Jenderal Pasukan Kekaisaran yang sehari lalu bertemu dengan Hayabusa itu mengumumkan siapa saja yang lolos untuk memasuki Reruntuhan Klan Kuno.


“Bagi semua orang yang lolos diharapkan untuk bisa langsung datang ke hadapanku, kalian semua diberikan istirahat selama 30 menit sebelum memasuki reruntuhan!”


“Baik, Jenderal Kekaisaran!” Semua peserta yang lolos itu berteriak bersamaan, mereka semua sangat mengenal dan menghormati Jenderal Kekaisaran bernama Souta tersebut.


***


Persiapan sebelum memasuki reruntuhan …


“Tolong dengarkan aku para pejuang sekalian … perkenalkan namaku Fujiwara Akio adalah salah satu pangeran dari Kekaisaran Cahaya Benua sekaligus penguasa wilayah ini.”


Seorang pria muda dari rombongan Kekaisaran Cahaya Benua tiba-tiba berbicara di tengah masa-masa istirahat tersebut, dia berniat memimpin ekspedisi kali ini.


“Terima kasih, terima kasih, silakan duduk kembali. Aku hanya ingin mengatakan bahwa yang akan memimpin ekspedisi kali ini adalah aku dan itu sudah sesuai dengan kesepakatan tiga klan, apakah ada yang keberatan?”


Tidak ada yang menjawab pertanyaan sang pangeran, bagaimanapun sudah sepatutnya jika dia yang memimpin ekspedisi memasuki reruntuhan kuno tersebut. Namun …


“Maafkan saya dan kelompok saya Pangeran, kami meminta izin untuk memisahkan diri ketika sudah di dalam reruntuhan, kami ingin bergerak sendiri,” izin Hayabusa sambil menelungkupkan kedua tangannya.


Pangeran Akio menelisik pemuda yang berbicara cukup lancang itu padanya, tidak seharusnya ada usulan seperti itu dalam kondisi beberapa menit sebelum memasuki reruntuhan.


Namun, dia bisa melihat bahwa Klan Scarlet yang baru-baru ini mengguncang seluruh daratan setelah pembukaannya itu sedikit menyita perhatiannya dan tertarik pada Hayabusa.


“Memangnya apa yang ingin kamu lakukan di dalam? Aku tahu kamu dan kelompokmu memang sangat kuta, tapi bukankah bergerak bersama lebih menjamin keberhasilan kita?” tanya Pangeran Akio menguji Hayabusa.


“Tidak ada alasan khusus, Pangeran. Hanya saja, kami sudah berlatih untuk bergerak secara mandiri, takutnya malah akan menjadi beban jika bersama dengan yang lainnya,” ucap Hayabusa merendah.

__ADS_1


Pangeran Akui berbicara dengan orang-orang di dekatnya, mereka berdua adalah perwakilan dari Klan Oda dan Klan Hideyoshi, kemudian mereka mengangguk bersama.


“Mungkin kalian semua tidak nyaman dengan ketiga klan kita ya? Kalau begitu aku mengizinkannya, dengan syarat jika kalian semua mati dalam reruntuhan, kami tidak akan bertanggung jawab sama sekali, bagaimana?” tanya Pangeran Akio.


“Tentu saja, Pangeran. Kami sangat mengerti mengenai konsekuensi tersebut, saya juga berterima kasih banyak atas kemurahan hati Anda,” jawab Hayabusa berwajah senang.


Beberapa menit pun berlalu, mereka semua sudah sampai di depan pintu gerbang reruntuhan yang penuh dengan array dan formasi pertahanan berlapis yang bisa bertahan selama ratusan tahun.


“Aku dan lainnya akan menunggu disini dengan menyediakan seluruh kebutuhan medis jika ada yang terluka, jadi jangan ragu kalian untuk kembali dan keluar dari reruntuhan!” tegas Jenderal Pasukan Souta sekali lagi.


100 pemuda yang mendapatkan kuota mengangguk paham, mereka semua rata-rata dari 3 Klan Besar, hanya Klan Scarlet saja yang menjadi kuda hitam dalam ekspedisi tahun ini.


“Silakan masuk dan jangan lupa untuk mengambil banyak harta sekaligus!” Jenderal Pasukan Souta membiarkan semua orang masuk ke dalam makam secara berkelompok.


*SPLASH!


*SPLASH!


*SPLASH!


Hayabusa, Hanabi dan 8 orang lainnya yang merupakan perwakilan dari Klan Scarlet memasuki reruntuhan pertama kali dan dipindahkan ke sebuah tempat seperti sebuah aula yang sudah hancur lebur.


“Hmm … jadi seperti itu ya, array pertahanan milik reruntuhan ini mengirimkan semua orang ke tempat yang berbeda-beda, tidak heran mereka sebelumnya bergerak secara berkelompok,” batin Hayabusa.


“Apa kita langsung masuk ke dalam, Sayang? Atau kita akan berkeliling sebentar menuju ke area sekitar untuk melihat situasi dan kondisi?” tanya Hanabi.


“Sebentar, tolong lindungi aku sekitar 10 menit … ”


Hayabusa langsung terdiam dan duduk dalam posisi lotus, dia langsung berbicara dengan Loss untuk memintanya mendenahkan seluruh wilayah reruntuhan ini.


[Pembelian Skill Master of Geography seharga 10 juta PS. Menerima perintah untuk melangsungkan pemasangan Skill, harap tidak pingsan selama proses pemasangan.]


10 menit kemudian …

__ADS_1


[Skill Master of Geography sudah di dapatkan, sekarang Master bisa menggunakannya untuk membuat denah berupa peta, map dll selama masih dalam jangkauan skill ini.]


“Lakukan!” Hayabusa mengedarkan kesadaran spiritualnya hingga batas maksimal dan menyalin semuanya dalam bentuk peta.


__ADS_2