LORD OF SHADOW SYSTEM

LORD OF SHADOW SYSTEM
Bab 040 - Bertarung Dengan Pejuang Ras.


__ADS_3

Teriakan Hayabusa tidak digubris oleh Phoenix Agung, akhirnya mau tidak mau Hayabusa menghadapi kekuatan yang bisa mengguncang dunia itu.


“Hanya seorang Epic ✩ 9 sudah berani menahan seranganku, kamu akan hangus terbakar menjadi abu! Matilah manusia terkutuk!” teriak Phoenix Agung.


“Hah … memangnya tingkat kekuatan menentukan segalanya, kalau begitu mari kita buktikan dengan sebuah perubahanku yang lain!” tegas Hayabusa.


“Tubuh Penguasa Kekosongan muncullah!”


Wujud Hayabusa sebelumnya yang sudah berubah menjadi Phoenix kembali ke bentuk manusia lagi, namun tubuhnya seakan-akan ada dan tiada.


Tapi yang menarik dari tubuh ini adalah kekuatannya yang tidak main-main, dimana dia tidak terkena imbas atas serangan Phoenix Agung yang menggunakan bara api besar.


“Kamu bahkan tidak terkena efek seranganku, sepertinya kamu memang makhluk jadi-jadian yang harus segera dihapuskan sebelum ada Hanzo kedua atau ketiga!” ucap Phoenix Agung.


Ketika mendengar nama itu, Hayabusa terdiam dan langsung masuk dalam mode serius, dia menatap Phoenix Agung di depannya dengan niat membunuh yang besar.


“Kamu mengenal Hanzo? Sepertinya Ras Phoenix sudah tidak layak menjadi salah satu dari 4 Dewa Penjaga Mata Angin, kalian sudah memberikan kekuatan yang salah pada orang itu!”


Dalam wujudnya yang sekarang, Hayabusa berhasil menyerap semua api yang dikeluarkan oleh Sang Phoenix Agung, lalu dia mengeratkan Demon Sword Hunter dan memberikan serangan cepat pada musuhnya itu.


*SLASH!


Satu serangan berhasil dihindari oleh Sang Phoenix Agung. Namun serangan Hayabusa malah menjadi semakin mematikan setelah mengaktifkan skill nya yang lain.


“Ninjutsu : Quad Shadow!”


Hayabusa membentuk empat bayangan yang kekuatannya sama persis dengan dirinya, lalu menyerang Sang Phoenix Agung dari 5 arah yang berbeda.


*SLASH!


*SLASH!


*SLASH!

__ADS_1


Dari lima serangan, tiga serangan berhasil mendarat di tubuh Phoenix Agung dan tubuhnya mengucurkan darah berwarna emas yang banyak.


“KYAAAAAK! Senjatamu itu bukan pedang sembarangan, darimana kamu mendapatkannya? Bahkan seorang dewa pun bisa dibunuh dengan Pedang itu!” teriak Phoenix Agung.


Mata Sang Phoenix Agung melotot setelah mendapatkan serangan yang tak terduga tersebut, dia yang awalnya sombong dan tidak terlalu memandang Hayabusa dan senjatanya, sekarang dipaksa serius.


Akhirnya Phoenix Agung itu terbang ke atas untuk menghindari serangan lanjutan Hayabusa, lalu dia menyerang dengan ribuan bola api merah keemasan dari langit.


“Sayap Phoenix Bayangan!”


Hayabusa tak kehabisan akal, dengan wujudnya yang sekarang dia menambahkan sayap phoenix di punggungnya dan bisa terbang dengan cepat.


Dengan sayapnya juga, dia berhasil mengikuti kecepatan Phoenix Agung yang bermanuver kesana kemari untuk memberikan serangan dan juga menghindari serangan.


Pertarungan kedua makhluk ini berhasil menarik perhatian semua makhluk hidup yang ada di Dunia Tersenyumbunyi itu, termasuk perhatian Sang Dewa Phoenix.


Di Singgasana Dewa Phoenix.


“Kami semua juga tidak terlalu mengerti Yang Mulia, orang yang dilawan oleh Sang Phoenix Agung merupakan kiriman dari salah satu tanpa pewaris kita di dunia manusia,” jawab salah satu bawahan.


“Hm … sepertinya manusia itu bukan orang biasa, seharusnya sebagai penerus, mereka akan takut dan tertekan oleh Garis Darah Phoenix Agung, lalu kenapa sekarang menjadi seperti ini? Tunggu dulu…”


Dewa Phoenix memperhatikan kepakan sayap Hayabusa yang mengingatkannya pada leluhur asli para burung phoenix, “Warna bulu yang dimiliki manusia itu adalah milik leluhur pertama!”


“Cepat sebarkan perintahku untuk menghentikan pertarungan mereka berdua dan bawa keduanya ke hadapanku, kita sudah harus segera meminta maaf!” tegas Dewa Phoenix.


“Baik, Yang Mulia!” Semua bawahan yang tidak tahu mengenai duduk perkaranya langsung bergegas keluar dari ruang tahta itu dan mencoba melerai pertarungan kedua makhluk tingkat tinggi itu.


***


Hayabusa dan Phoenix Agung sudah bertarung selama satu jam lebih, banyak kerusakan yang terjadi akibat pertarungan kedua kekuatan ini.


Di satu sisi Sang Phoenix Agung memiliki tingkat kekuatan Mythic, namun dia gagal mengalahkan Hayabusa dengan cepat karena kekuatan anehnya.

__ADS_1


Disisi lain juga tak kalah beruntungnya, meskipung tingkat kekuatan Hayabusa jauh di bawah musuhnya, namun berkat kekuatan istimewanya dia berhasil menahan serangan musuh.


Meskipun begitu jika pertarungan ini terus berlangsung, maka sudah bisa dipastikan Hayabusa akan kalah, karena kekurangan energi dan daya tahan di tingkat kekuatannya yang sekarang.


“Berhenti! Kalian berdua yang ada di langit berhenti! Yang Mulia Dewa Phoenix ingin bertemu dengan kalian! Cepat hentikan pertarungan kalian!”


Beberapa petinggi ras phoenix dengan gagah melerai kedua orang yang sedang bertarung sengit tersebut, mereka langsung memegangi kedua petarung.


Setiap dari mereka dipegang oleh 5-6 petinggi Phoenix untuk menghentikan pertarungan yang hanya akan terus berlangsung lama tersebut dan akhirnya keduanya bisa dijatuhkan.


*BRAAAK!


Keduanya dijatuhkan ke tanah dan di hadapan mereka berdua sudah muncul sosok Dewa Phoenix yang dilegendakan, aura Dewa miliknya benar-benar terasa begitu mendominasi.


“Bawa mereka berdua ke istana, kita akan mengobrol dengan kedua orang ini di sana!” Sang Dewa Phoenix berjalan membelakangi semua orang menuju istana.


“Baik, Yang Mulia Dewa!” Hayabusa dan Phoenix Agung digiring menuju ke istana dengan posisi tangan dirantai logam khusus yang biasa digunakan untuk para phoenix yang memberontak.


Sesampainya di istana, Hayabusa dan Phoenix Agung dihadapkan di depan Singgasana Sang Dewa Phoenix, mereka berdua menengadahkan kepalanya dan bergetar ketakutan ketika mendengar amarah Sang Dewa.


“Siapa yang memberikan kalian izin untuk melakukan pertarungan tidak berguna itu! Kalian berdua bukanlah phoenix kecil yang memiliki kekuatan kecil, kekuatan kalian berdua bisa menghancurkan ⅓ wilayah ini, kalian sadar itu!”


Dewa Phoenix yang marah membuat api yang mengelilingi tubuhnya tak terkendali dan menyambar kesana kemari, dia lalu mendekati Hayabusa untuk meminta keterangan lebih lanjut.


“Manusia! Kamu siapa berani sekali berbuat kerusakan di Dunia milikku! Apakah kamu tidak pernah tahu bagaimana caranya bersikap di rumah tamu?” tanya Dewa Phoenix sedikit memelankan suaranya.


“Aku hanya membela diri saja, aku tiba-tiba ditantang bertarung oleh pak tua phoenix ini, sebagai seorang laki-laki, tentu saja aku menerima tantangan itu!” jawab Hayabusa ringan.


“Itu tidak akan meringankan hukumanmu, karena kamu sudah merusak dan membunuh sebagian makhluk yang ada di dunia ini, maka kamu akan dihukum sesuai hukum yang berlaku bagi Ras Phoenix!”


“Berikan anak muda ini tempat terbaik yang ada di penjaga bawah tanah, berikan dia siksaan paling kejam yang ada dimiliki Ras Phoenix!” tegas Sang Dewa Phoenix.


“Aku tidak terima, kenapa hanya aku saja yang dihukum, lagipula aku bukanlah orang asli sini dan karena cahaya kalianlah aku bisa datang kemari, lepaskan aku!” protes Hayabusa.

__ADS_1


__ADS_2