
“Dan disitu, aku ingin kalian semua menunjukkan kebergunaan kalian untuk Klan Scarlet ini, jika masih menolak lebih baik kalian tidak–”
“Kami menerimanya, maaf atas keluhan saya barusan, setelah ini saya berjanji tidak akan mengucapkan kata-kata itu lagi.” Kagura menunjukkan tekad yang besar dalam kata-katanya.
“Inilah yang dibutuhkan untuk balas dendam, bukankah ini tujuanmu mengikutiku, maka sudah seharusnya kamu tidak bermanja ria disini, paham?” tegas Hayabusa.
“Baik Tuan Hayabusa.” Kagura dan lainnya mengangguk paham, mereka semua sudah pernah melihat sisi tegas Hayabusa ini sewaktu pembantaian klan mereka terjadi.
“Mulai sekarang kalian semua akan memiliki nama baru, yakni Pasukan Siluman, hanya beranggotakan 20 orang saja dan akan diketuai langsung oleh Kagura,” tegas Hayabusa.
“Saya menerimanya,” jawab Kagura jelas, dia tidak ingin menye-menye lagi jika berhadapan dengan Hayabusa yang begitu tegas, dia pandai mengubah sikapnya.
“Bagus, mari kita istirahat terlebih dulu. Targetku adalah menjadikan kalian semua memiliki kekuatan setingkat Grandmaster sebelum perang klan dimulai.”
Setelah mengatakan itu, Hayabusa dan Hanabi berjalan meninggalkan semua orang. Akhirnya mereka bisa istirahat, walaupun keesokan hari juga tetap melakukan latihan keras.
***
Di Istana Kerajaan Bulan Sabit.
“Bagaimana pendapatmu Pangeran Satoru mengenai perang antar klan ini? Kamu sedikit memiliki pertemanan dengan Tuan Muda Klan Scarlet itu bukan?” tanya Raja Bulan Sabit.
“Memang benar Ayah, namun aku tidak tahu bisa menebak jalan pikirannya. Dia sama sekali tidak sama dengan anak muda di generasiku,” jawab Pangeran Satoru.
“Dia bahkan lebih mirip Ayah dan Para Menteri Kerajaan dalam menangani sebuah masalah, aku juga baru sekali saja bertemu dan berbicara dengannya secara serius,” lanjutnya lagi.
“Jadi begitu, apakah kamu bisa membujuknya untuk menghentikan perang antar klan ini? Baik Klan Scarlet maupun Klan Samurai Darah sama-sama klan kuat.”
“Lokasi mereka juga berada di wilayah kerajaan kita, jika mereka mau keluar dari yurisdiksi pemerintahan kerajaan, sebenarnya bisa saja, tapi hal itu kerugian besar bagi kerajaan kita.”
Raja Bulan Sabit minta pendapat anaknya yang merupakan Putra Mahkota Kerajaan Bulan Sabit. Dia melakukan ini untuk melihat seberapa jauh daya pikir penerusnya itu.
__ADS_1
“Tapi melihat semua laporan yang masuk dari kedua belah pihak dan beberapa informasi tambahan dari prajurit khusus kita, saya menarik sebuah kesimpulan yang cukup kontroversial.”
“Dimana, lebih baik kita mengizinkan saja pertarungan dua klan tersebut. Dengan begitu maka salah satu dari keduanya akan menang dan menjadi klan terkuat di kerajaan kita.”
“Meskipun kekuatan kerajaan kita akan kalah dengan pemenang perang antar klan tersebut. Tapi, seharusnya Klan Scarlet tidak akan menyerang kita dengan angkuh.”
“Saya yakin mereka akan tetap menjadikan kita sebagai pemerintahan utama dan mereka sendiri akan tetap menjadi klan tingkat tinggi saja, karena mereka memiliki tujuan lain.”
Pangeran Satoru memberikan pendapatnya. Dan diakhir penjelasannya, dia menahan penjelasan lebih lanjut karena menyiapkan kata-kata agar tidak disalahpahami oleh lainnya.
“Tidak usah kamu teruskan, sepertinya kamu bisa melihat hal ini lebih luas dari perkiraanku. Kamu sangat cocok untuk memimpin kerajaan ini di masa depan,” senang Raja Bulan Sabit.
“Dan aku ingin kamu menjadi teman dari Tuan Muda Klan Scarlet yang bernama Hayabusa tersebut. Jadikan dia pelindung, sahabat dan teman yang bisa diandalkan,” lanjut Raja Bulan Sabit.
“Ayahanda sudah membaca pikiranku, terima kasih karena telah memberiku kesempatan untuk berpikir kritis. Dan mengenai permintaan terakhir itu, sedikit sulit, tapi akan saya lakukan.”
Pangeran Satoru menyanggupi permintaan ayahnya tersebut. Meskipun tidak sekarang, karena masa tegang dia klan, membuat kerajaan tidak boleh ikut campur secara langsung.
***
Di kediaman sebuah klan.
“Sepertinya kita akan ikut serta dalam pertarungan antar klan itu. Kita akan berada di kubu Klan Samurai Darah dan mengambil keuntungan di akhir peperangan nanti.”
Ketua Klan tersebut memberikan perintah langsung pada semua orang. Dia tidak ragu membantu Klan Samurai Darah, karena klannya sendiri termasuk dalam kalangan Klan Samurai.
Klan Samurai sendiri di benua ini begitu terhormat dan merupakan penguasa banyak pemerintahan. Hal ini juga yang membuat mereka sedikit sombong dari klan lain.
Terutama jika berhadapan dengan Klan Scarlet yang notabene adalah klan ninja. Ninja yang seharusnya hanya mencari informasi dan mengumpulkannya menjadi satu sekarang berubah.
Klan Ninja Scarlet membentuk sebuah kekuatan baru yang bisa menyamai atau bahkan melebihi klan-klan samurai. Hal ini menyebabkan konflik kepentingan terjadi dan saling mengambil untung.
__ADS_1
“Kami semua mengerti Ketua Klan! Kami sudah menyiapkan 500 pasukan khusus kita untuk bergerak menuju ke medan peperangan, mereka yang terbaik dari klan kita.”
“Lakukan seperti itu, aku juga akan turun tangan sendiri untuk ikut dalam peperangan tersebut. Kalian juga termasuk ke dalamnya, mengerti?” tegas Ketua Klan itu.
“Dimengerti!”
***
Total Klan yang ikut dalam pertarungan ini sebanyak 6 klan. 5 Klan Samurai dan 1 Klan Ninja. Dan memang benar seperti itu, karena klan ninja sebelumnya hanya ada dua dan sekarang salah satunya sudah musnah. Hanya tersisa Klan Scarlet saja.
Selama satu bulan penuh, kedua kubu sudah menyiapkan segala macam perangkat peperangan. Mereka juga sudah menentukan medan perangnya, yakni di kota bekas wilayah Klan Onmyouji.
Kota ini dipilih karena sudah tak lagi berpenghuni semenjak kejadian tempo hari yang hampir membunuh seluruh anggota Klan Onmyouji.
Para penduduk juga sudah pindah ke kota makmur lainnya, karena kota tersebut tak lagi ideal untuk melakukan perdagangan maupun dijadikan tempat tinggal.
Di Lapangan Latihan Klan Scarlet.
“Kita akan maju ke medan perang malam ini. Apakah diantara kalian ada yang memiliki keluhan tentang perang esok hari?” tanya Ketua Klan Benjiro di hadapan semua pasukannya.
Total Para Pasukan yang berangkat menuju medan perang sebanyak 250 prajurit dengan pembagian 200 Ninja Tinggi, 20 Pasukan Siluman dan 30 Petinggi Klan dan Tetua.
Memang secara kuantitas Klan Scarlet jauh dibawah musuh yang dikabarkan membawa lebih dari 2500 prajurit bersamanya. Namun mereka semua tetap percaya diri untuk menang.
“Kami tidak memiliki keluhan sama sekali. Kami semua menginginkan hari esok datang lebih cepat. Karena kami akan membawakan kemenangan untuk Klan Scarlet ini!”
250 gabungan pasukan itu memiliki semangat yang begitu kuat. Bagi mereka semua perkataan Ketua Klan Benjiro dan Hayabusa yang telah melatih mereka begitu mendalam menusuk hati.
“Kalian semua memang pasukan pemberani, kalau begitu mari kita maju ke medan pertempuran. Dan yang akan memimpin perang kali ini adalah Hayabusa!” tegas Ketua Klan Benjiro.
Hayabusa mengangguk dan berteriak pada semua orang. “Siapa saja yang lebih lambat dariku menuju medan pertempuran, maka aku akan menambah porsi latihan kalian selanjutnya! Berangkat!”
__ADS_1