
Setelah beberapa hari mereka berlima melakukan perjalanan, sampailah mereka di ibukota kerajaan dan sudah berhasil menyusup serta tengah mencari raja yang sudah menunggu mereka di sebuah taman.
“Lapor, Yang Mulia Raja. Kami berlima diperintahkan oleh Ketua Klan untuk menerima permintaan Anda.” Seorang tetua langsung berbicara tanpa ada aba-aba, dia sangat berpengalaman dalam hal ini.
“Sungguh menakjubkan, bahkan kalian berlima bisa lolos oleh deteksi semua prajuritku, sepertinya aku harus memperbarui keamanan kerajaan ini. Tapi omong-omong, apakah mereka adalah pengantin baru itu?”
Raja Bulan Sabit ini cukup tenang menyambut kedatangan mereka berlima, dia dengan santainya malah berbasa-basi ringan untuk sedikit mengurangi ketegangan dan mengakrabkan diri.
“Benar, Yang Mulia. Kami berdua adalah orang yang Anda maksud. Kalau boleh tahu, bisakah Anda memberitahukan detail misi pada kami, karena Ketua Klan menyuruh hal tersebut,” ucap Hayabusa.
Raja itu kemudian menyuruh kelima orang itu masuk ke dalam, mereka turun ke ruang bawah tanah dan suasana menjadi semakin serius setelah raja tersebut mengeluarkan pernyataannya.
“Aku ingin kalian berlima mencari tahu sumber masalah dari penyakit istriku, aku sudah mencurigai salah satu penasehatku dan beberapa menteri yang sering berhubungan denganku,” jelas Raja itu.
“Aku sudah menemukan beberapa bukti ini, setiap dari barang ini mewakili kejadian luar biasa yang terjadi pada istriku, aku ingin membayar tuntas pada orang yang telah melakukannya,” imbuh Si Raja.
Hayabusa, Hanabi dan ketiga orang lainnya langsung paham, kasus langsung diambil oleh salah senior ninja yang bertugas dan mengatakan pada raja untuk menunggu setidaknya dua sampai tiga hari.
Mereka berlima kemudian pamit terlebih dulu untuk membicarakan rencana apa yang akan mereka gunakan untuk mencari pelakunya dalam diam, mereka semua menuju ke sebuah penginapan.
Setelah memesan beberapa makanan, mereka juga memesan sebuah kamar yang sudah jelas kegunaannya untuk melakukan perundingan mengenai dalam dibalik bukti-bukti yang ada di tangan mereka sekarang.
“Dengan penjelasan raja seperti itu, bukankah kita bisa langsung menyimpulkan bahwa ini adalah ulah salah satu menteri itu, bagaimanapun dia yang paling mencurigakan,” ucap salah satu senior.
“Andaikan semudah itu, maka tidak perlu raja memberikan misi ini pada kita, coba pikirkan lebih dalam dan pandanglah penjelasan tadi menjadi sebuah garis besar,” ucap senior yang memimpin kelompok ini.
Setelah mereka berlima berdiskusi, kesimpulan awal yang mereka dapatkan adalah penasehat kerajaan lah yang telah melakukan semua hal pada ratu, karena dia yang paling memiliki kuasa.
“Sekarang kita akan berpencar menjadi tiga kelompok kecil, Hayabusa dan Hanabi akan menyelidiki mengenai menteri dalam negeri, sedangkan kamu dan kamu akan menyelidiki mengenai menteri perdagangan serta aku sendiri akan menyelidiki penasehat lebih dalam, bisa dimengerti?” tanya senior itu.
__ADS_1
“Bisa!” Setelah mengatakan itu, kelima orang yang ada dalam kamar itu langsung menuju ke tempat tugas masing-masing, mereka semua menuju ke mansion setiap orang yang akan diselidiki.
*
*
*
Hayabusa dan Hanabi sudah sampai di kediaman atau mansion menteri dalam negeri, mereka berdua berhasil menyusup dengan rapi dan melewati penjagaan yang cukup ketat.
[Semua barang-barang bukti yang berkaitan dengan sang ratu ada di bawah tanah, sesuai dengan hipotesis yang sudah saya lakukan, Master.]
“Baiklah, kamu memang yang terbaik, Loss. Sekarang aku akan turun ke bawah secara langsung dengan mengalahkan beberapa orang yang menjaga pintu itu,” gumam Hayabusa dalam kepalanya.
Dia kemudian memberikan kode pada Hanabi yang berada di belakangnya untuk mengikutinya, mereka berdua lalu dengan satu gerakan berhasil membuat pingsan kedua penjaga pintu ruang bawah tanah.
[Master semua barang yang sudah ditandai dengan nomor akan menjadi urutan rantai dari penemuan barang bukti, ini adalah fitur baru saya yang sudah diperbarui karena Master berada di tingkat Master ✩ 7.]
“Hal itu sangat membantu LOSS, terima kasih banyak, dengan ini aku bisa menyelesaikan misi dengan lebih cepat serta menentukan pelaku utama dari penyakit sang ratu,” ucap Hayabusa dalam kepala.
Hayabusa kemudian memberitahukan semua barang-barang yang berpotensi menjadi barang bukti tambahan pada Hanabi, mulai dari sebuah buku tahunan, buku keuangan, surat dan beberapa sampel ramuan.
Kedua orang itu dengan sigap mengamankan semuanya dan tidak lama kemudian mereka berdua merasa ada orang yang akan mendekat ke ruangan ini, mereka langsung keluar dengan cepat dan menghilang begitu saja.
Setelah beberapa orang masuk.
“Hmm … kenapa ada yang aneh disini dan kemana perginya kedua penjaga di depan pintu, apakah mereka mangkir dari tugasnya … ”
Menteri dalam negeri masih berpikiran positif dan berniat menghukum para penjaga yang menjaga tempat ini, namun salah satu orang di belakangnya berteriak keras.
__ADS_1
“Gawat, Menteri! Saya menemukan dua penjaga tergeletak lemas di belakang sana, sepertinya kita sudah kecolongan, ada orang yang masuk ke ruangan ini dan membuat para penjaga pingsan,” lapor orang itu.
“Sial, cepat cari semua barang bukti yang akan kita bakar, segera temukan! Cari sampai ketemu!” Setelah beberapa kali mereka menggeledah, semua barang bukti yang hendak dihilangkan itu sudah tidak ada.
“Bajingan! Siapa yang berani masuk ke kediaman ini, aku yakin mereka belum sempat pergi jauh, berikan perintah pada seluruh pasukan kita untuk mencari orang tersebut! Jangan sampai dia berhasil membawa barang bukti itu!”
Menteri itu marah besar setelah mengetahui bahwa semua bukti kejahatannya hilang dari ruangan pribadinya, dia memerintahkan semua orang untuk cepat menemukan orang yang berani masuk ke ruangan itu.
Sayang sekali, meskipun dia sudah berusaha keras, yang mereka hadapi sekarang adalah Hayabusa dan Hanabi yang merupakan ninja terlatih dari Klan Scarlet, semalaman suntuk mereka semua tidak berhasil menemukan penyusup itu.
Sedangkan Hayabusa, Hanabi dan ketiga senior lainnya sudah mulai membahas mengenai semua barang bukti yang ditemukan, mereka benar-benar bekerja dengan sangat efisien.
*
*
*
Di Taman Kedua Istana.
“Salam, Yang Mulia Raja! Kami sudah menemukan siapa dalam dibalik ini semua, seperti kecurigaan Anda sebelumnya, pelakunya adalah Penasihat Kerajaan yang menginginkan tahta Anda.”
Salah satu senior menjelaskan dengan detail maksud perkataannya, dia juga memberikan semua bukti yang sudah diperolehnya pada sang raja, kemudian raja terlihat sangat marah atas hal itu.
“Sial! Kenapa harus kamu adik, bukankah apa yang sudah kuberikan padamu selama ini lebih dari cukup, apakah kamu memang benar-benar menginginkan tahta ini?”
Amarah raja sebelumnya berubah menjadi sebuah keprihatinan, identitas asli penasihat itu adalah adik kandungnya sendiri, hal ini membuatnya dilema sebagai seorang raja sekaligus kakaknya.
“Kami bisa membunuhnya jika memang raja tidak bisa melakukannya secara langsung!” Hayabusa memberikan sebuah ide gila.
__ADS_1