
Satu jam telah berlalu Velisa yang melarikan diri dari kelas dan ternyata dia memilih untuk bolos pelajaran dan bersembunyi di markas Anak-anak Devil.
"Vel, makan dulu gih. Dari tadi pagi kamu belum makan loh. " Tegur Akbar yang membawa nampan kecil berisi sup dan susu strawberry kesukaannya.
Velisa hanya menggelengkan kepalanya.Ia menolak makanan yang di bawa Akbar sekalipun itu kesukaannya. Akbar faham kalau Velisa memang belum makan terlihat dari raut mukanya yang sudah memucat dan Ia terus memegangi perut kecilnya terlihat menahan rasa laparnya.
"Bos, coba telfon si Adizti sapa tahu dia mau makan kalau sama dia. " Ucap Lintang yang tiba-tiba menepuk pundak Akbar dari belakang.
"Gak usah, gak usah kasih tahu siapapun gue ada disini. " Ucap Velisa dengan nada ngegas nya,
"Engak Vel tenang aja, emangnya kamu ada masalah apa sampai kabur kesini tumben bolos pelajaran. " Ucap Akbar sambil mencoba mencoba menenangkan Velisa yang sedari tadi hanya diam dan melamun.
"Engak ada... " Cukup singkat jawaban Velisa membuat anggota geng Devil semakin penasaran.
Tiba-tiba Velisa bangun dari duduknya dan pergi ke salah satu kamar yang ada di pojok ruangan.Pintu kamar itu bertuliskan *Jangan ganggu*
"Dah kalian disini jangan kemana-mana jagain gue. Gue mau tidur sebentar. " Ucap Velisa sembari melemparkan handphonenya ke arah Akbar.
"Allahuakbar Vel, Iya lu anak Sultan hati-hati napa. "Ucap Lintang yang kaget melihat handphone melayang dari tangan gadis kecil itu.
"Untung si Akbar cepat nangkap tuh handphone kalau kagak rusak lagi tuh pastinya. " Gumam Niko sembari mengusap dadanya yang kaget melihat Velisa melemparkan handphone ke arah Akbar.
Itulah Velisa si anak Sultan ketika marah apa yang ia pegang pasti akan di buang dan itu sudah handphone ke sepuluh yang ia lempar. Untung saat itu Akbar gesit dan langsung menangkap handphone nya kalau tidak ya ancur.
Velisa merebahkan tubuhnya ke kasur yang ada di ruangan itu, sedangkan Akbar dan kawan-kawan nya berjaga di luar markas .mereka selalu siap siaga agar tidak ada penyusup yang menyerang Velisa. Terutama geng Mark, yang bisa menjadi ancaman buat Velisa.
"Loh kok semua di luar pada ngapain ,mau demo atau mau bakar nih markas. " Ucap Faiz yang baru saja turun dari motornya membawa kresek yang berisikan bakso menu favoritnya.
__ADS_1
"Mulut lo mau gue sumpal pakai nih tangan." Ketus Akbar sambil mengarahkan kepalan tangannya ke arah Faiz.
"La terus ini pada ngapain kalau gak mau demo. "
"Duduk dulu sana, gak capek apa tuh kaki berdiri terus. " Ketus Niko sembari fokus memainkan handphone nya.
"Tuh ada bubos Velisa di dalam, jadi kita jaga di luar takut Mark nyerang markas kita. " Ucap Lintang sembari mengajak Faiz duduk di sebelahnya.
"Sama siapa kesini, bukannya tuh anak gak tahu jalan. " Ucap Faiz sembari melepas sepatu sekolahnya
"Gue tadi yang bawa dia kesini, abisnya ngedumel mulu di taman sekolah , mana cuaca panas lagi, kasian bos kita kepanasan."
Ucap Edward salah satu anggota Devil yang membawa Velisa ke markas mereka.
"Terus dimana dia sekarang. " Ucap Faiz sembari mengintip ke dalam markas tapi tak melihat Velisa berada.
"Syukur lah, kalau rewel bisa abis kita. " Sahut Faiz dengan perasaan leganya.
Memang jika Velisa rewel satu geng itu pun tak bisa membuatnya tenang ,malah mungkin mereka semua akan di makan hidup-hidup sama tuh gadis.
Iya sih mukanya Velisa tuh lugu tapi ya sifatnya kadang berubah-ubah kadang galak kadang manja bukan Velisa kalau gak buat teman se gengnya frustasi ngadepin sifatnya.
********************
jam di sekolah menujukan tengah hari ,itu artinya sudah 4 jam Velisa tak kunjung kembali ke sekolah. Tiba-tiba mendung datang di sertai angin yang kencang membuat suasana sekolah itu menjadi gelap seperti hendak turun badai , tak ada satupun murid yang keluar kelas siang itu. Mereka semua lebih memilih untuk tetap berada di dalam kelasnya masing-masing. Tak lama setelah angin kencang datang menerpa Sekolah itu. Muncul lah Kabut berwarna putih tebal ,di sertai lingkaran hitam pekat yang tiba-tiba muncul di sebuah tembok gudang dekat perpustakaan ,rintikan hujan sertai sambaran kilat siang itu membuat suasana sekolah semakin menyeramkan .
dari kejauhan Pria berseragam lengkap beratribut layaknya siswa,berjalan perlahan menuju ke arah lingkaran hitam misterius tersebut,tak perlu waktu lama pria itu masuk kedalam lingkaran itu seketika. Tanpa ada orang yang melihat nya.
__ADS_1
"Bagaimana misimu sudah lima hari , apakah kamu sudah bisa membuat dia jatuh hati padamu, Ingat waktumu tidak lah lama sayang. " Suara wanita itu terdengar jelas di suatu ruangan yang amat sangat gelap gulita itu.
Valentina atau di sebut ratu kegelapan adalah julukan yang pas untuk wanita bertubuh tegap dengan gaun serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya itu.
Dia lah yang membuat lingkaran hitam di sekolah Velisa, dan membuat pria berseragam yang tidak lain adalah Bima masuk ke dalam lingkaran itu , lingkaran yang di sebut lingkaran dimensi lain. Portal untuk Bima bisa masuk ke dalam istana kegelapan istana para vampir yang tidak ada seorang manusia pun yang mengetahuinya.
"Baik bunda, aku akan mengingat apa yang bunda katakan, aku akan segera membuat dia jatuh hati padaku. " Ucap Bima dengan suara beratnya menjawab setiap kata yang wanita itu lontarkan pada dirinya.
"Baiklah, bunda percaya kamu bisa. Ingat waktumu tinggal 95 hari lagi, kamu harus segera membuat dia jatuh cinta padamu , dan segera hisap darahnya, agar kamu bisa menjadi manusia seutuhnya. "
"Tapi Bima sampai saat ini belum tahu keberadaan wanita itu bunda. " Ucap Bima sembari menundukan wajahnya.
Valentina menarik tangan putranya dan membawanya ke sebuah ruangan , ruangan yang sangat gelap. Hanya ada sebuah bola besar yang menyala di sudut ruangan itu.
Valentina membaca sebuah mantra dan menatap bola besar bercahaya tersebut.
"Dia ada di sana. " Ucap Valentina sembari menunjuk ke arah bola tersebut. Bola yang memperlihatkan keadaan Velisa dan posisi dimana wanita itu saat ini berada
"Jemput dia. "Perintah Valentina kepada Bima .
Bima hanya mengangkat ujung bibir ke atas,disertai tatapan tajam yang menjadi pesona dia.Tanda dirinya tahu harus berbuat apa selanjutnya.
*******************
hallo pembaca semua maaf ya jika masih ada penulisan yang kurang pas btw, makasih yang sudah baca jangan lupa like dan komen❤❤🇰🇷saranghaeyo
ig:@Fisalnk11
__ADS_1