Love 2 Dimensi

Love 2 Dimensi
39.Ambang Kematian Freya?


__ADS_3

39.


"Vel, gimana Akbar. " Baru saja dirinya keluar dari kamar Akbar, didepan pintu kamar laki-laki itu sudah ada beberapa anggota geng Devil dan Angel yang berniat menjenguk ketua geng Devil tersebut, laki-laki yang menjadi panutan semua orang, laki-laki yang selalu menjadi garda terdepan untuk melindungi seluruh anggota geng nya kini berubah menjadi laki-laki yang frustasi karena kehilangan kekasihnya yang tak tahu kemana perginya.


"Dia sedang istirahat dan dalam keadaan mabuk berat sebaiknya kita tunggu dia diluar sampai dia benar-benar pulih terlebih dahulu baru kita bicarakan tentang keberadaan Hellen."


Rumah Akbar yang begitu besar bak istana mewah bergaya eropa lengkap dengan ukiran demi ukiran terlihat jelas di setiap sudut tembok rumah milik ketua geng Devil itu. sayangnya rumah sebesar itu hanya di tempati Akbar seorang diri dengan beberapa asisten dan bodyguard yang silih berganti keluar masuk, mereka seperti tak melepaskan pengawasan selama 24 jam nonstop. Orang tua Akbar memilih tinggal di luar negeri dan jarang sekali pulang menjenguk anak laki-lakinya itu. Tak ada satupun orang yang tahu tentang pekerjaan orang tua Akbar, kecuali keluarga Velisa yang sudah berteman dari mudalah yang tahu bisnis apa yang orang tua Akbar kerjakan di luar sana.


...****************...


"Andai lo mau ngakuin kesalahan lo, pasti lo gak seperti ini Hellen. " Ucap lirih wanita yang berdiri tak jauh dari tempat Hellen di sekap.


Ruangan Lembab tak ada sinar matahari yang masuk, minimnya ventilasi udara, membuat daya tahan tubuh wanita kecil itu melemah di tambah perutnya belum ter isi apapun sedari tadi.


"Tolong, lepasin gue! " Teriakan Hellen yang malang itu sudah mulai melemas, tak memberontak seperti sebelumnya. Pasrah mungkin itu yang ada di benaknya, dia pun belum tahu siapa yang Melakukan ini padanya dan apa motivasi nya.


...****************...


"Bunda, Bima minta bantuan di mana Hellen berada. "


Di sebuah taman yang tak jauh dari tempat tinggal Akbar, Bima lagi-lagi bertemu dengan Valentina dan meminta pertolongannya.


"Ikut bunda. "Ucap Valentina sembari menggandeng putranya itu.


"Bunda? jadi itu nyokapnya Bima! "Freya yang sedari tadi penasaran kemana Bima pergi akhirnya menemukan jawaban pria itu ternyata menemui bundanya, yang semua orang fikir bunda dari Bima masih ada di Australia. Rasa penasaran Freya semakin menjadi-jadi, ia terus mengikuti kemana mereka berdua pergi dan apa yang mereka bicarakan dan kenapa harus bertemu secara sembunyi-sembunyi.


Lingkaran hitam pekat di sertai kabut tebal lagi-lagi muncul di hadapan Bima,itulah lubang dimensi waktu penghubung dunia manusia dan dunia vampir 500 tahun silam, hanya Valentina lah yang bisa membuka portal itu.

__ADS_1


" Masuk! "Ucap Valentina menyuruh putranya itu masuk ke lubang yang barusan ia buat dengan kekuatannya.


" Apaan tuh. "Freya yang melihat kejadian tersebut tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia dengan hati-hati ikut masuk ke dalam lubang dimensi itu setelah Valentina dan Bima masuk duluan. Rasa curiga yang sedari dulu yang membelenggu Freya membuat ia terjerumus ke ambang kematian,


"Dia sekarang berada di salah satu gudang, dan sedang di sekap oleh sahabat kalian sendiri."Ucap Valentina sembari duduk dan memegang gelas berisikan darah segar manusia.


Mendengar ucapan Valentina sedikit membuat Bima terdiam.


" Rasa dendam yang di miliki manusia memanglah sangat besar, bahkan rasa dendam itu bisa membuat para manusia itu menjadi buta hati dan buta fikiran, mereka bisa berbuat apa saja demi melampiaskan rasa dendam itu."Ucap Velentina sembari meminum darah segar itu secara perlahan.


Bima terdiam menatap sang bunda dan mendengarkan apa yang di katakan oleh bunda nya itu.


"Jadi Bima harus gimana? ".Ucapan Bima yang polos membuat Valentina hanya tersenyum kecil ke arah putranya itu.


" Selamatkan gadis itu, dan segeralah bunuh Velisa, itu lah tujuan utama kita di ciptaan yaitu untuk darah suci. "Ucap Valentina sembari menatap tajam putranya karena ia tahu kalau putranya itu sudah mulai benar-benar ada rasa dengan sang pemilik darah suci.


Freya yang mendengarkan pembicaraan dua vampir itu tak bisa berkata apapun, Dia salah menganggap Bima orang baik yang selalu berada di sisi Velisa dan di sisi semua teman-teman Velisa.Tanpa mereka ketahui selama ini kalau seorang Bima ternyata adalah vampir yang hanya ingin mencelakai Velisa.


"Jadi selama ini, Bima hanya ingin darah Velisa." Freya terduduk lemas sembari memegang lututnya, ia benar-benar tak percaya bahwa orang yang semua orang anggap baik ternyata adalah seorang vampir yang berbahaya.


Brak.... !


Suara benda terjatuh membuat Velentina dan Bima saling menatap satu sama lain. Freya yang berusaha lari agar bisa secepatnya keluar dari tempat mengerikan itu tak sengaja menjatuhkan sebuah gucci yang berada di sampingnya.


"Manusia! "Ucap Velentina yang mencium keberadaan manusia berada di dalam istana kegelapannya.


" Manusia?"Ucap Bima dengan perasaan paniknya.

__ADS_1


" Tangkap dia. "Perintah Velentina ke semua prajurit yang berada di istana tersebut.


Freya berlari sekuat tenaga yang ia miliki, berlari bagai rusa yang di kejar harimau, ia terus berlari tanpa arah .Di fikiran wanita itu hanya ingin cepat keluar dan membongkar rahasia besar dari seorang Bima yang ternyata adalah vampir.


" Aaaaaaa.!


Brak... !


Teriak Freya saat dirinya tergelincir dan terjatuh dari atas tebing yang lumayan tinggi.


Prajurit Velentina yang mengejar Freya tiba di tempat jatuhnya wanita itu.


"Tangkap dia. " Ucap Valentina menyuruh semua prajurit nya untuk menangkap Freya yang pingsan di bawah karena tergelincir dari tebing yang lumayan tinggi.


"Freya.! Ucap Bima yang sempat kaget melihat Freya sahabatnya sendiri tertangkap oleh para vampir suruhan bundanya.


" Bgst, lo ternyata vampir. "Ucap Freya yang tiba-tiba membuka matanya melihat Bima dengan gigi taring yang kelaur dan bekas darah berada di ujung bibirnya. Lalu kembali pingsan.


Bima hanya diam ketika melihat Freya tahu akan identitas yang ia sembunyikan,ia hanya takut jika suatu saat Freya buka mulut tentang dirinya, dan Bima menyimpan rasa takut jika Velisa meninggalkan dirinya karena identitas aslinya adalah seorang vampir.


" Bawa masuk! jangan biarkan manusia ini lepas. "


Semua anak buah Valentina hanya bisa menuruti apa yang ratu vampir itu katakan, tak terkecuali Bima dirinya hanya bisa diam sembari menatap sahabat dari orang yang ia cintai di bawa oleh para Vampir ke dalam penjara istana kegelapan.


"Kamu buruan kembali ke tempat yang seharusnya, biar bunda yang menjaga manusia itu agar tidak membongkar identitas asli mu. "


Mendengar perintah sang ibunda, Bima hanya menunduk dan perlahan berjalan pergi meninggalkan Valentina, yang ada di fikiran Bima saat ini, akankah nyawa teman dari orang yang ia cintai akan berakhir di tangan bundanya?

__ADS_1


__ADS_2