Love 2 Dimensi

Love 2 Dimensi
16.First Kiss Velisa?


__ADS_3

"Astaga nih anak pules amat tidurnya." Gumam Bima sembari memarkir mobil nya di depan rumah Velisa, rumah yang ternyata jauh dari sekolahnya.


"Cil, lo bangun atau gue gendong. " Ucap Bima sembari berusaha membangunkan bocil imut di sampingnya itu, sembari melepas Sleapbeat yang melingkar di tubuh kecil Velisa.


Tak ada respon entah Velisa sedang tidur pules atau sedang pura-pura tidur agar di gendong Bima, intinya pada hari itu Velisa sangat berbeda sikapnya dari yang biasanya cerewet bar-bar seketika luluh saat di dekat pria yang baru ia kenalnya itu.


"Cil, oke fiks lo minta gue gendong. " Ucap Bima berusaha membangun kan Velisa dengan mengusap kepalanya akan tetapi tak ada respon, usapan Bima justru membuat bocil itu semakin terlelap .


Dengan sigap Bima pun menggendong Velisa seperti pangeran yang sedang menggendong putri tidurnya.


Velisa masih terlelap dalam gendong Bima ,pria yang selalu membuat dia terdiam dan tak bisa berkutik itu, Bima mengarahkan tangan mungil bocil itu ke lehernya agar ia tak jatuh , Velisa masih tertidur ,bocil itu semakin mencari kesempatan ia mendusel kan kepalanya ke dada bidang Bima membuat Bima hanya tersenyum karena kelakuan bocil yang saat ini berada di Pelukannya.


"Ck.. Dasar bocil bisa aja modusnya. " Ucap bima sembari membawa Velisa masuk kedalam rumah.


Rumah Velisa nampak sepi ternyata Lina mama Velisa belum pulang, Bima merebahkan tubuh Velisa di sofa di ruang keluarga.


"Kecil-kecil tapi berat juga nih bocil. " Gumam Bima yang saat ini sudah berdiri di hadapan Velisa yang tertidur pulas itu.


Semenjak kenak Velisa Bima lebih sering memanggilnya Bocil, karena memang tubuh Velisa sangat mungil di bandingkan dengan dirinya


"Sini jangan pergi dulu. "Suara bocil itu terdengar sedang menahanya untuk pergi, Bima hanya menoleh saat akan pergi meninggalkan Velisa, sebernanya ia tak tega tetapi ia lebih takut jika nanti malah khilaf wkwkw.


"Ck.. Nih bocil mata merem tapi masih bisa ngomong. " Gumam Bima yang mengurungkan niatnya untuk pulang dan memilih duduk di karpet lantai tepat di bawah sofa tempat Velisa yang masih tertidur pulas itu sembari memainkan ponselnya.


...****************...


"Gue heran sama si Velisa, ada apa dengan tuh bocah, tiap kali ketemu sama Bima selalu diam seperti bukan dirinya." Ucap Adizti yang sedari tadi memikirkan Velisa, apa lagi sekarang Velisa sedang bersama Bima, membuat Adizti semakin tak bisa untuk tidak mengkhawatirkan bocil itu.


"Huh... Udah lah Diz, mereka udah dewasa kita gak usah ikut campur, toh jika memang mereka saling suka kita bisa apa. "Ucap Freya sembari berusaha menyadarkan sahabatnya itu, yang sedari tadi tak hentinya memikirkan Velisa, padahal mereka sedang nongkrong bareng tetapi tanpa Velisa membuat Adizti tak bisa diam dan terus ngedumel menjelek-jelekkan Bima yang membawa Velisa pulang tanpa ada pemberitahuan.


" Tauk nih ibu wakil ketua, Nyocros mulu dari tadi, nih makan es cream ,keburu ntar mencair kayak otak lu. "Ucap Kimberly sembari memasukan sesendok es cream ke mulut Adizti yang sedari tadi ngedumel kagak jelas arah dan tujuannya.


*Tin....


*Tin....


Suara klakson terdengar nyaring di depan pintu masuk Caffe Milano itu, Caffe dimana anggota geng Angel saat ini sedang berkumpul .


" Noh pawang lo dateng. "Ucap Adizti sembari menunjuk ke arah moge yang di kendarai seorang pria yang ternyata itu adalah Akbar, kekasih Hellen.


"Oh iya, hari ini kan Hellen ada acara sama Akbar. " Ucap Hellen sembari merapikan rambut nya.

__ADS_1


"Yaudah sono lo pergi, sebelum lo di seret pawang galak lo. "Sindir Freya sembari mengusir Hellen.


Hellen berdiri dari tempat duduknya dan berpamitan kepada semua anggota geng


" yaudah Hellen pergi dulu, ntar malam jadi kan ke rumah bu bos. "


"Em... " Jawaban singkat dari mulut Kimberly yang sedari tadi hanya sibuk memakan es cream nya .


...****************...


"Hallo, Tante. " Ucap Bima dengan suara sopannya yang mengangkat telepon milik Velisa yang sedari tadi berbunyi, tapi tak membuat gadis itu bangun dari tidur indahnya.


"Loh ini siapa, dimana anak tante. " Ucap Lina yang kaget mendengar suara cowok yang mengangkat teleponnya.


"Ini Bima tan, yang tadi ketemu di parkiran sekolah. " Ucap Bima dengan perasaan sedikit menahan rasa gugupnya.


"Bima..........Oh yang tadi sama Velisa. " Ucap Lina yang sedari tadi berusa mengingat nama Bima akhirnya Lina mengingat Bima yang ia titipi untuk mengantar Velisa pulang.


"Iya tante, . "


"Panggil saja bunda, biar akrab. Ngomong-ngomong dimana putri tante? "


"Itu tan, eh itu bun, tadi habis pulang sekolah Bima anterin pakai mobil Bima tapi sedari tadi bocil itu, eh maksud Bima Velisa tidurnya pules banget ,jadi Bima gak tega bangunin nya. " Ucap Bima yang menjelaskan kepada Lina kalau Velisa sedang tidur .


Ucapan Lina membuat Bima semakin tahu sifat asli Velisa yang di lihat semua anak-anak adalah pemberani ternyata penakut juga.


"Siap bunda. " Ucap Bima sembari mengusap kepala bocil yang tidur di belakang nya itu.


"Apaan sih manggil mama gue bunda, sok akrab banget. " cetus velisa yang ternyata sudah bangun dari tidur panjang nya yang diam-diam mendengarkan pembicaraan Bima dan mamanya.


"Bangun juga lo, gue kira mati. " Ucap Bima sembari mencubit hidung mungil bocil yang baru saja bangun itu.


"Ih jangan kurang ajar, sana pulang ngapain masih disini. " Bentak Velisa yang mencoba bangun dari posisi tidurnya saat ini.


"Yakin lo bisa sendirian di rumah. " Tanya Bima sembari mengacak-acak rambut Velisa yang sudah ia tapikan tadi.


"Ih... "Velisa menepis tangan kekar Bima yang usil mengacak-acak rambut panjangnya itu.


" Udah kalian jangan bertengkar, ntar bunda nikahin kalian sekarang juga loh. "Ucap Lina yang sedari tadi mendengar pertengkaran Velisa dan Bima.


" Ih mama ,Velisa ogah banget nikah sama cowok mesum kayak Bima. "Ucap Velisa sembari menepis tangan Bima yang sedari tadi masih usil mengacak-acak rambut miliknya.

__ADS_1


" Idih, sapa juga yang mesum, lo kali buktinya pas gue gendong tadi lo malah dusel ke dada gue. "Ucap Bima di sertai gerakan tangan nya yang usil dan mencubit pipi gembul milik Velisa.


" Udah, Bunda mau kerja dulu, Bim bunda nitip Velisa, kalau dia nakal jitak aja , Bima pasti tahu kan makanan kesukaan Velisa, semua udah ada di kulkas. "Ucap Lina mempercayakan Velisa kepada dirinya.


" Ih, mama emang Bima siapa kok Velisa main titipin ke cowok yang baru bunda kenal. "Bentak Velisa merebut handphone yang sedari tadi di tangan Bima.


" Hust, Bima calon menantu mama. "


Ucapan Lina membuat Velisa kaget dan menutup teleponnya tanpa berpamitan kepada mamanya terlebih dahulu.


"Lu gak sopan amat sih Cil, main tutup gitu aja."


Mendengar ucapan Bima tak membuat Velisa menggubris nya, ia malah sibuk bermain handphone nya.


"Lo tu denger gak sih gue ngomong. " Bentakan Bima membuat Velisa terdiam dan menaruh handphone nya, walaupun dia keras kepala tetapi mamanya selalu mengajari dia untuk menjaga sopan santun saat bersama orang yang lebih tua darinya.


Velisa melipat tangannya yang ia taruh di atas dada sembari menendang-nendang pungung Bima yang membelakangi nya.


"Cil....berhenti gak tuh kaki atau gak gue potong. " Bentakan Bima yang mencoba membuat kaki bocil itu berhenti tak di gubris oleh cewek yang sedang uring-uringan itu, Velisa semakin mengencangkan tendangannya ke punggung Bima.


"Ck... Nih bocil. "


Bima berdiri dari tempat duduk dan menarik tubuh Velisa ke dalam pelukannya sembari merebahkan tubuhnya sendiri ke sofa, kini posisi Velisa tepat di atas badan Bima yang berbaring di sofa membuat wajah mereka berhadap-hadapan untuk kesekian kalinya.


"Ih, cowok mesum lepasin. " Velisa berusaha melepaskan diri dari delapan Bima dengan memukul-mukul dada bidang Bima menggunakan tangan mungilnya, bagi Bima pukulan Velisa tak membuat dirinya kesakitan justru dia malah kegirangan karena melihat wajah bocil yang saat ini sedang marah tetapi mengemaskan.


"Lo diem atau gue gigit tuh leher. " Ucapan Bima membuat Velisa terdiam dan menaruh tangannya di dada bidang Bima.


"Kayak vampir aja lo main gigit aja, gue aduin ke bunda ntar. "Mata Velisa berkaca-kaca karena dalam hatinya dia takut nanti malam tidur sama siapa karena bunda nya tak akan pulang malam ini.


" Emang gue vampir bodoh. "Ucap Bima dalam hatinya sembari menyingkap rambut Velisa yang semakin acak adul.


" Lo kenapa baik sama gue. "Ucap Velisa disertai mata yang berkaca-kaca, bukan karena Bima tetapi ia hampir menangis karena bunda nya yang malam ini ninggalin dia di rumah bersama cowok mesum itu.


Bima hanya terdiam dan tiba-tiba mencium Velisa, membuat Velisa kaget tetapi ia tak bisa berontak karena semakin dia memberontak semakin kencang Bima mendekap nya.


"Lo gak harus nanya lagi kenapa gue baik sama lo. " Ucap Bima setelah melepaskan ciuman dari Velisa.


Air mata gadis bar-bar itu tak bisa di bendung lagi, ia menangis sejadi-jadinya setelah Bima mencium dirinya . Bukan karena di gigit tapi itu bagi Velisa ciuman Bima adalah first kiss nya ,


"First kiss gue. " Ucap Velisa sembari menyeka air matanya, membuat Bima merasakan berasalah dan mencoba menenangkan gadis itu.

__ADS_1


"Maaf.. " Belum sempat Bima selesai berbicara Velisa melingkarkan tangan ke leher Bima dan menyenderkan kepalanya di dada bidang Bima, Bima hanya terdiam dan mencoba membuat Velisa lebih tenang dengan usapan lembut di punggung gadis kecil itu. Mungkin saat ini sisi ternyaman Bima bagi Velisa adalah dada bidangnya.


see you bab selanjutnya, maaf kalau masih gak dapat fell nya 😍 yuk jangan lupa like+coment dukung terus ya karya author fisal


__ADS_2