Love 2 Dimensi

Love 2 Dimensi
19.Sheren?


__ADS_3

"Saat nya kamu menjaga darah suci itu dari vampir yang ada di samping nya saat ini, jangan biarkan keturunan darah suci berakhir di garis tangan Velisa. "


...****************...


"Bar, lo gak kenapa-kenapa kan?".Ucap Velisa yang baru sampai di tempat yang Freya kirimkan kepadanya tadi.


"Lo di anter sama... "


Belum sempat Freya selesai berbicara Velisa memotongnya dan bergegas menyeret Akbar untuk pergi.


"Kita pergi dari sini, dan lo jelasin apa yang sebernarnya terjadi. " Ucap Velisa sembari menarik tangan Akbar.


"Lo juga Hell, semua pergi dari sini. " Bentak Velisa membuat Bima hanya terdiam dan mengikuti gadis kecil itu dari belakangnya.


Hellen hanya terdiam sembari mengusap air matanya yang sedari tadi mengalir karena tak tega melihat wajahnya cowoknya itu lebam.


"Naik mobil gue aja. " Ucap Bima sembari berlari membukakan pintu untuk Velisa dan Akbar,


"Makasih bro. "Ucap Akbar sembari masih menahan beban fikiran karena ia baru saja tahu kalau Bruno adalah abang Adizti sahabat mereka semua.


" Nih bawa motor gue. "Akbar melempar kunci ke arah Niko menyuruhnya untuk membawa motornya.


" Hellen gue bonceng nih bos. "Ucap Niko sembari memainkan kunci di tangannya.


" Berani bawa pacar gue,gue buat lo gak bisa jalan sekarang juga. "Bentak Akbar sembari menarik tangan bocilnya yang sedari tadi mencengkram lengannya.


" Satu cowok di gandeng dua cewek. "Ucap Faiz sembari menyindir Akbar yang di gandeng Hellen dan Velisa.


"Iri, nih makan. " Ucap Akbar sembari menunjukan jari tengah nya ke arah Faiz.


"Sudah lo masuk dulu, gue mau bicara sama Bima dulu. " Ucap Velisa menarik tangan Bima dan membawanya sedikit menjauh dari anak-anak yang sedang berada di dekat mobil nya itu.


"Apa sih cil, kangen sama gue. " Vampir itu nyengir ke arah Velisa sembari menahan bau darah suci yang kian menyengat, bau darah suci itu akan semakin menggoda para vampir saat sang pemilik darah suci sudah merasakan apa itu cinta.


"Denger ya Bim, gue gak mau berdebat sama lo, gue harap lo ngerti kalau gue belum siap mereka tahu kalau hubungan kita.... "

__ADS_1


"Iya gue tahu, gue akan hati-hati. " Ucap Bima yang memotong pembicaraan Velisa yang belum selesai berbicara padanya.


"Lah kan gue belum ngomong apa-apa. " Ucap Velisa heran dengan sosok Bima yang semakin hari semakin membuatnya bingung itu.


"Gue tahu isi hati lo cil, jadi gue juga tahu maksud lo. "Ucap Bima sembari mengelus kepala bocilnya itu.


" Oke lah kalau lo ngerti, awas aja kalau banyak bicara gue tendang juga loh . " Sifat keras Velisa pun kembali ke mode on, entah karena ia tidak ingin teman-temannya tahu atau emang dirinya sedang gugup berada di dekat Bima.


" Lihat tuh mereka. "Tunjuk Freya ke arah Velisa dan Bima berada.


" Buset gerjep amat bos kita, tau aja yang mana yang ganteng dan sultan. "Ucap Niko yang melihat dari kejauhan percakapan para bucin itu.


" Udah kita gak perlu ikut campur, kita pura-pura aja kagak tahu, toh ntar pasti mereka juga cerita sendiri sama kita tentang hubungan mereka. "Ucap Lintang sambil tangannya menyeka pipi lebam Akbar dengan tisu yang ada di mobil Bima.


" Iya betul tuh, kata lintang. "Ucap Hellen yang sedari tadi mengusap kepala Akbar yang sedang tertidur di pundaknya.


" kita bawa Akbar kerumah sakit dulu baru setelah itu kembali ke markas. "Ucap Velisa yang berinisiatif membawa Akbar yang mulai melemah itu ke rumah sakit.


...****************...


Ya dialah Sheren Oktavia Santonas.Itulah dirinya seorang vampir putih yang tugasnya melindungi pemilik darah suci dari kejaran vampir biru ataupun merah, hanya vampir putih lah yang tugasnya menjaga pemilik darah suci agar tidak putus generasinya,bagi vampir putih darah suci adalah harta yang harus mereka kaga sebaik mungkin.


"Iya ibunda. " Gadis itu turun dengan menggunakan pakaian serba putih menjuntai ke bawah dan di hiasi tiara di atasnya,


"Sudah waktunya kamu menjaga wanita itu, wanita pemilik darah suci yang saat ini sudah mulai menjadi incaran para vampir. "


ucap Alexa menyuruh putrinya untuk segera melaksanakan tugas yang sudah ia berikan. sejak 300 tahun lalu.


Alexa wanita itu namanya, adalah ratu Vampir putih pemilik darah suci sebelumnya, atau bisa di sebut nenek moyang Velisa,


"Baik bunda, Sheren akan menjadi sahabat dari wanita pemilik darah suci itu, agar Sheren bisa melindungi cucu bunda yang bernama Velisa, yang sudah 300 tahun bunda tunggu untuk menjadikannya sebagai penerus kerjaan vampir putih. " Ucap Sheren sembari mengubah penampilannya mengikuti gaya anak zaman sekarang.


"Baguslah, bunda senang mendengarnya, pesan bunda jangan sampai dia terluka sedikitpun atau jika itu terjadi semua vampir akan mengetahui keberadaan wanita pemilik darah suci itu, cukup 2 vampir itu saja yang tahu , jangan sampai ada vampir jahat lainya yang mengetahui keberadaanya. "


Alexa hanya tersenyum sembari memandangi foto masa mudanya yang sangat mirip dengan Velisa saat ini.

__ADS_1


...****************...


"Jadi Bruno abang kandung Adizti, hah yang bener lu Nik. " Bima terdengar kaget saat mengetahui Bruno yang Akbar selama ini cari adalah kakak dari sahabat baiknya dari kecil.


"Vel Bukanya lo bilang, Adizti teman lu dari orok masak lu kagak tau. " Ucap Bima sembari mengendus karena bau darah suci itu semakin tak tertahankan bagi dirinya.


"Lo kenapa Bim pilek, kok sampek segitunya kayak srigala saja. " Ucap Freya yang sedari tadi melihat gelagat aneh dari Bima.


"Tauk nih, mungkin gue belum terbiasa dengan cuaca di indo. " Ucap Bima sembari mengusap hidungnya.


"Iyalah, anak Australia mana bisa tahan di indo, paling entar lagi rengek tuh minta pulang."Sindir Velisa yang duduk di samping cogannya itu.


" Halah suami istri berantem mulu. "Ucap Akbar yang akhirnya membuka matanya.


Bima hanya terdiam tak membalas celotehan Akbar yang ternyata sudah sadarkan diri, ia tak mau hubungannya dengan Velisa terbongkar saat itu, walaupun sebenarnya para sahabatnya sudah mengetahui dari gelagat mereka berdua.


" Alhamdulillah bro, gue kira lo udah almarhum."Ucap Lintang sembari menepuk pundak bosnya yang tepar itu.


"Urusan gue sama lo belum selesai, lo tadi udah nonjok gue dan buat muka gue seperti ini," Ucap Akbar sembari menahan rasa sakitnya,


Niko hanya terdiam karena ia baru mengingat kalau dirinya yang membuat wajah Akbar lebam-lebam, Niko yang saat itu kesal karena dirinya gak habis fikir dengan perlakuan Akbar ke Bruno membuat Niko terpaksa memukul wajah sahabatnya itu.


"Oh ya Vel, lu kan temanan sama Dizti dari orok kok bisa gak tahu kalau abang dia Bruno. ?" Akbar bertanya kepada Velisa sama persis dengan apa yang Bima tanyakan pada dirinya.


"Jadi gini, emang gue temenan sama Dizti udah lama banget, bahkan orang ngira kita kembar, tapi Adizti itu sebenarnya anak tunggal, papa mamanya cerita ke nyokap gue kalau orang tua Adizti sebenarnya menginginkan anak laki-laki, akhirnya dia mengadopsi Bruno sampai Adizti lahir. "Ucapan Velisa membuat semua orang sontak terdiam.Hellen yang biasanya cerewet minta ampun mendengarkan penjelasan Velisa dengan amat serius.


"Jadi, Adizti belum tahu itu abang pungut, eh abang angkat maksudnya. "


Velisa hanya menaikan sebelah alisnya, mendengar ucapan Akbar yang hampir membuat dirinya kesal dengan kata-kata yang keluar dari mulut brandal itu.


"Belum, dia belum tahu,dan jangan sampai lo kasih tahu apalagi lo udah buat dia kayak gini, otomatis lo udah ngabarin bendara perang buat Adizti, lo kagak tahu Bar, gimana sayangnya Adizti pada Bruno , apalagi setelah Bokopnya meninggal. " Ucap Velisa dengan nada kesalnya, karena perbuatan Akbar benar-benar sudah kelewat batas bagi dirinya.


Bima sesekali melirik gadisnya itu berharap dia bisa lebih tenang menghadapi Akbar.


Akbar melipat tangannya dan menaruhnya di atas dada bidangnya, sembari terus berfikir kalau apa yang ia perbuat kali ini emang sudah kelewat batas, hanya karena dendam akbar menghancurkan persahabatan antar 2 geng.

__ADS_1


terimakasih sudah membaca sampai bab sini😍😍 sebantar lagi ada yang baru loh😍kemunculan couple baru ❤❤🥰🥰siapa mereka?..... terus baca dan nantikan kisah selanjutnya.... 🥰🥰❤😍🤗saranghaeyo


__ADS_2